Ekonomi
( 40430 )IHSG Diperkirakan Sulit Bangkit Pada Akhir Tahun 2024
Indeks Harga Saham Gabungan yang sempat menunjukkan perbaikan jelang pengujung tahun terus melorot ke level 7.100. Analis membaca, kecil kemungkinan ada sentimen positif yang dapat mendongkrak harga saham domestik dalam waktu kurang dari dua minggu ke depan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (18/12/2024) ditutup di level 7.107, turun 0,7 persen dibandingkandenganperdaganganhari sebelumnya danturun 2,27 persen dari posisi di awal tahun 2024. Pergerakan IHSG juga anjlok sekitar 5 persen dari pekan lalu atau 11 Desember di level 7.529. Kebangkitan IHSG pekan lalu menandai periode window dressing sebagai upaya investor besar untuk mempercantik saham berkapitalisasi besar di pergantian tahun. ”Tetapi, ternyata kita balik lagi ke 7.100 dan kayaknya mesti mencoba level psikologis di 7.000. Mudah-mudahan ada manajer-manajer aset yang mau mendorong agar IHSG di atas 7.000,” kata Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia (NHKSI) Liza Camelia Suryanata dalam acara Market Outlook 2025: New Year New Nationalism di Jakarta hari ini.
Liza memprediksi, pergerakan IHSG secara teknikal bisa berbalik arah jika berhasil menembus level di bawah 7.000. Namun, sentimen positif dalam waktu kurang dari dua pekan sebelum akhir tahun dibutuhkan. Untuk sementara, Liza pesimistis, sentimen positif datang dari faktor eksternal. Ia menilai, investor asing masih akan cenderung menunggu. Hal ini melihat nilai tukar rupiah yang masih lemah di level harga Rp 16.000 per dollarAS. Kondisi ini, menurut Liza, dipengaruhi penguatan mata uang dollar AS yang tidak hanya disebabkan kebijakan ekonomi AS, tetapi juga peningkatan permintaan dollar AS oleh korporasi dalam negeri dan masyarakat menjelang liburan Natal dan Tahun Baru. Perusahaan sekuritas Mirae Asset Sekuritas baru-baru ini juga mengubah proyeksi IHSG ke level 7.500 di penutupan perdagangan akhir tahun 2024, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya di 7.915. Faktor depresiasi rupiah, pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS, dan implementasi kenaikan PPN menjadi 12 persen membuat investor cenderung menunggu hingga Januari 2025. (Yoga)
Jangan Meremehkan Pedagang Es Teh!
Seorang pedagang es teh dihina oleh seorang figur publik. Masyarakat pun bereaksi. Mereka melihat hinaan itu sangat tidak pantas. Mengapa pedagang es berada di tempat itu dan juga di berbagai tempat? Ternyata mereka bagian dari usaha atau bisnis yang tidak kecil. Es teh juga telah menjadi tren bukan hanya di Indonesia, melainkan juga dunia. Nilai bisnis es teh di Indonesia tidak diketahui secara persis. Akan tetapi, di Amerika Serikat bisnis ini pada 2023 mencapai 6,47 miliar dollar AS dan 10 tahun kemudian atau pada 2033 diperkirakan mencapai 12,02 miliar dollar AS atau tumbuh sekitar 6,4 persen. Angka yang sangat besar. Mengapa es teh merupakan bisnis yang besar? Di laman MetaBrand disebutkan bahwa es teh adalah minuman dingin yang dibuat dengan menyeduh daun teh dalam air panas. Kemudian langkah berikutnya adalah menambahkan es batu atau mendinginkan seduhan teh di lemari es. Teh ini dapat dimaniskan dengan gula, madu, atau pemanis buatan dan biasanya disajikan dengan es di gelas. Pameran Dunia 1904 di St Louis, Negara Bagian Missouri, dianggap sebagai pelopor pemopuleran teh dingin di Amerika Serikat.
Di pameran tersebut, Richard Blechynden, seorang pedagang dan pemilik perkebunan teh, mencari cara untuk mendinginkan teh panas yang disajikannya kepada pengunjung pameran.Ia menambahkan es batu ke dalam teh dan orang-orang menyukainya sehingga penjualannya meningkat.Sekarang es teh menjadi bisnis yang besar karena berkait dengan gaya hidup. Orang mencari minuman yang sehat. Es teh dianggap memberi rasa segar dan dianggap lebih sehat. Es teh menjadi lebih mudah ditemukan di kafe-kafe dan juga warung. Cuaca yang panas juga menjadi bisnis ini berkembang. Di Indonesia setidaknya terdapat 10 waralaba es teh yang terkenal meski kita juga tetap harus memastikan faktor ”sehat” dari minuman-minuman yang diproduksi. Perusahaan pewaralaba menawarkan paket-paket bisnis untuk mereka yang ingin bergabung atau disebut mitra waralaba mengembangkan bisnis es teh. Dari berbagai waralaba ini perusahaan menawarkan paket Rp 5 juta sampai Rp 30 juta. Mitra waralaba akan mendapatkan berbagai fasilitas, peralatan, dan bahan-bahan untuk jumlah porsi tertentu. Salah satu yang penting bagi orang yang ingin menjadi mitra waralaba adalah membaca perjanjian dengan perusahaan waralaba agar mengetahui secara persis syarat dan ketentuan.(Yoga)
Industri Pengolahan Kelapa Nasional Kritis
Industri pengolahan kelapa nasional tengah kritis akibat kekurangan bahan baku. Sebagian dari industri tersebut berpotensi kehilangan pemasukan senilai total Rp 4,3 triliun tahun ini. Untuk itu, Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia meminta agar pemerintah membatasi atau bahkan menghentikan ekspor kelapa bulat selama 3-6 bulan. Ketua Bidang Industri dan Aneka Produk Kelapa Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) Anro Simanjuntak, Rabu (18/12/2024), mengatakan, produksi kelapa di Indonesia pada tahun ini mengalami titik terendah. HIPKI memperkirakan produksi kelapa di Indonesia turun 31 persen pada 2024. Produksi kelapa tersebut turun lantaran dampak El Nino yang berlangsung pada medio 2023 hingga triwulan I-2024. Fenomena musim kemarau panjang itu menyebabkan tanaman kelapa kekurangan air sehingga bunga atau bakal buah kelapa rontok.
Hal itu, lanjut Anro, diperparah dengan semakin masifnya ekspor kelapa bulat atau utuh, baik secara legal maupun ilegal, terutama ke China, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Ekspor kelapa bulat itu kian tak terkendali lantaran longgarnya tata niaga kelapa. ”Kondisi itu menyebabkan harga kelapa bulat melonjak dari Rp 6.000-Rp 8.000 per butir menjadi Rp 12.000-Rp 14.000 per butir.Industri pengolahan kelapa dalam negeri juga kekurangan bahan baku sejak Oktober 2024,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta. Berdasarkan survei internal HIPKI, saat ini 16 perusahaan kelapa hanya mampu mengoperasikan 33 persen dari total kapasitas produksi maksimum. Apabila pabrik-pabrik itu tutup karena tidak mendapatkan bahan baku, 21.399 tenaga kerja bakal kehilangan pekerjaan. Selain itu, perusahaan-perusahaan anggota HIPKI juga berpotensi kehilangan pemasukan akibat penurunan produksi tahun ini. Dari delapan perusahaan saja, total potensi kehilangannya mencapai Rp 3,4 triliun. Padahal, jika beroperasi maksimum, total pemasukan perusahaan-perusahaan itu Rp 7,2 triliun.(Yoga)
Komitmen Astra Agro dan Petani Sawit
Petani berperan penting dalam perkembanganindustri kelapa sawit, tidak terkecuali bagi PT Astra Agro Lestari Tbk. Petani merupakan garda depan industri kelapa sawit. Peran petani sebagai mitra di perusahaan kelapa sawit dengan kode saham AALI ini tecermin dari pencapaian mitra petani. PT Astra Agro Lestari Tbk sepanjang 2024 menggandeng sekitar 45.000 petani lokal di seluruh rantai pasoknya. ”Pemerintah Indonesia menilai, petani sebagai garda depan industri kelapa sawit nasional masih membutuhkan mitra agar bisa tumbuh dan berkembang,” kata Direktur Komersial PT Astra Agro Lestari Tbk Djap Tet Fa pada acara Gathering Partnership PT Astra Agro Lestari Tbk di Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/12/2024). Pertemuan yang berlangsung 16-18 Desember 2024 itu dihadiri mitra petani di seluruh wilayah operasional PT Astra Agro Lestari Tbk, baik dari Sumatera, Kalimantan, maupun Sulawesi. Kerja sama dengan masyarakat petani sawit yang tengah dilakukan merupakan wujud dukungan perusahaan terhadap petani dan keberlanjutan komoditas strategis nasional ini. ”Hubungan perusahaan dan petani lebih dari sekadar transaksi bisnis, melainkan kemitraan strategis yang saling menguntungkan satu sama lain,” ujarnya. Sejak 2011, PT Astra Agro Lestari Tbk berkomitmen tidak membuka lahan baru sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang moratorium sawit. Selain peningkatan produktivitas melalui riset dan tata kelola perkebunan yang berkelanjutan, petani juga berperan kuat dalam meningkatkan kinerja perusahaan.(Yoga)
Derita Rupiah yang Terus Melemah
Menjaga Rupiah Tetap Stabil
BI Siap Borong SBN
BI Banjiri Likuiditas
Dilema Kebijakan Suku Bunga
Ambisi Target Investasi Swasta
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









