BI Banjiri Likuiditas
Industri perbankan kembali mencatatkan pertumbuhan kredit yang menyusut per November 2024. Untuk mendorong pertumbuhan kredit tahun depan, Bank Indonesia (BI) menyiapkan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan kredit/pembiayaan pada November 2024 tetap kuat, mencapai 10,79% secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini melambat dari bulan sebelumnya yang tumbuh 19,92% (yoy), meskipun masih dalam rentang target BI 10-12% (yoy) tahun ini. Dari sisi penawaran, kuatnya pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh terjaganya minat penyaluran kredit perbankan, selanjutnya realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan, besarnya dukungan pendanaan dari pertumbuhan DPK, serta dampak positif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) BI yang disalurkan kepada sektor-sektor prioritas. Sektor tersebut antara lain, hilirisasi minerba dan pangan, otomotif, perdagangan, dan listrik, gas dan air, (LGA), pariwisata dan ekonomi kreatif, serta UMKM dan hijau. (Yetede)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
26 Jun 2025
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
23 Jun 2025
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023