Ekonomi
( 40733 )Ekspor Jerman dan Tiongkok Naik
Ekspor Jerman untuk enam bulan berturut-turut pada Oktober mengalami
kenaikan walau lajunya masih lambat. Tingkat permintaan Tiongkok
juga naik dari level 2019, sedangkan
permintaan Uni Eropa (UE) dan
Amerika Serikat (AS) tetap negatif.
Laporan badan statistik federal
Jerman, Destatis pada Rabu (9/12)
menunjukkan volume ekspor bulanan (month-on-month) naik 0,8%,
setelah mengalami kenaikan 2,3%
pada September. Impor juga sedikit
meningkat sebesar 0,3%. Tercatat,
Jerman telah melakukan pengiriman barang ke luar negeri senilai 112
miliar euro (US$ 136 miliar), dan
mengimpor barang dengan nilai
92,7 miliar euro.
Peningkatan ekspor selama enam
bulan tersebut mengikuti anjloknya
aktivitas pada Maret dan April, menyusul langkah Pemerintah Jerman
memerintahkan penutupan pabrik
dan bisnis guna memerangi pandemi virus corona Covid-19.
Di sisi lain, ekspor Tiongkok
tahunan (year-on-year/yoy) menunjukkan kenaikan 0,3%. Sementara
itu, ekspor ke AS – yang masih
dalam cengkeraman tingkat kasus
infeksi Covid-19 tertinggi – turun
10,5%. Sedangkan ekspor ke Inggris secara yoy turun 11,7
%.
Walau ekspor Tiongkok mengalami kenaikan, harga konsumennya
dilaporkan mengalami penurunan
dibandingkan yang diprediksi pada
November. Hal ini disebabkan turunnya biaya makanan.
Karpet Merah Investasi Mobil Listrik
Indonesia bakal menjadi salah satu pusat pengembangan kendaraan listrik global. Sinyal itu nampak dari rencana raksasa otomotif dunia, Toyota Motor Corporation, yang siap membangun basis produksi mobil listrik di Tanah Air.
Toyota berencana membenamkan investasi jumbo di Indonesia, yakni USS 2 miliar atau Rp 28 triliun (kurs Rp 11.000 per dollar AS). Rencana itu terungkap dalam pertemuan virtual Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Asia Region CEO Toyota Motor Corporation Yoichi Miyazaki, Selasa (8/12).
Toyota berkomitmen mendukung upaya Indonesia dalam mengurangi emisi dan mengurangi impor minyak bagi kendaraan bermotor. “Dalam 5 tahun ke depan, Toyota menyiapkan 10 jenis kendaraan listrik bagi konsumen Indonesia. Teknologi Toyota siap juga mendukung B30 di Indonesia,” ujar Yoichi Miyazaki, dalam pernyataan resmi Selasa (8/12). PT Toyota Astra Motor (TAM) memastikan akan memulai rencana produksi mobil listrik di Indonesia di 2022.
Sebelum Toyota, sejumlah pabrikan lain sudah berkomitmen membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Hyundai Motor Company bahkan sudah membangun pabrik mobil listrik di Sukamukti, Bekasi, Jawa Barat, sejak pertengahan 2020.
Selain Toyota dan Hyundai, pemerintah juga baru saja melakukan pembicaraan awal dengan Terbatas potensi investasi perusahaan mobil listrik terbesar asal Amerika Serikat itu. Pemerintah juga mengajak jerman untuk investasi di Indonesia.
Ekonomi Jabar, Digital Tumbuh Positif
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan berdasarkan catatan Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi digital di Jabar termasuk penggunanya meningkat positif di atas 40%. Digitalisasi bukanlah suatu pilihan melainkan keharusan dan menjadi kebutuhan terlebih disaat pandemi Covid-19. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Jabar juga tak lepas dari upaya Pemda Provinsi Jabar mendukung pengembangan ekonomi digital. Transformasi digital terbagi dua yakni penggunaan di ruang privat dan publik.
Jabar telah melakukan upaya pelayanan publik melalui digital dengan konsep kolaborasi pentaheliks. Diantaranya Jabar Digital Service yang merupakan unit kerja digital untuk melayani masyarakat. Unit kerja lain yakni Jabar Saber Hoaks yang berfungsi melacak berita-berita bohong yang beredar di masyarakat, kemudian ada Jabar Quick Respons yaitu unit kemanusiaan yang bertugas mencari keluhan di media sosial yang sifatnya kemanusiaan.
Dari sisi ekonomi, desa-desa di Jabar juga didirikan pusat digital desa yaitu sebuah tempat untuk jualan online produk pedesaan. Peningkatan pertumbuhan ekonomi digital ini tak lepas dari tekad Jabar menjadi provinsi digital. Jabar sebagai provinsi digital secara teknis terbagi dua yaitu smart city untuk perkotaan atau daerah urban dan smart village untuk di pedesaan.
Kinerja Perusahaan Pembiayaan, Segmen Mobil Bekas Melaju
Pembiayaan segmen mobil bekas secara bulanan menunjukkan tren kenaikan selama 2 bulan terakhir saat segmen kendaraan lainnya masih melanjutkan tren koreksi. Hal itu menjadi kontras dengan kondisi yang dialami oleh segmen motor baru dan bekas serta mobil baru yang kinerjanya masih tertekan. Secara bulanan segmen motor baru dan mobil baru kompak terkoreksi masing-masing sebesar 2,96% dan 2,59%.
Untuk segmen motor bekas koreksinya sebesar 1,94%, sedangkan pembiayaan mobil bekas menyentuh 3,88% secara bulanan, namun belum mampu mengangkat piutang pembiayaan secara total sehingga secara bulanan masih terkontraksi 1,51%. Dengan kata lain, pangsa pasar pembiayaan mobil baru kini tergerus segmen mobil bekas. Pergerakan konsumen pembeli mobil baru pun hanya berani mengambil tenor pendek akibat faktor ketidakpastian ekonomi.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan roda dua baru tak pernah naik lagi sejak Juni 2020, sedangkan pada segmen roda empat baru tak pernah naik lagi sejak Februari 2020. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan tren peningkatan konsumsi mobil bekas masih akan terjadi hingga 2021 seiring menurunnya daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pilihan jatuh kepada mobil bekas.
Masyarakat membutuhkan moda transportasi yang aman dalam bepergian, akan tetapi transportasi umum dinilai masih memiliki risiko karena diisi oleh banyak orang, sehingga pilihan jatuh ke kendaraan pribadi khususnya mobil bekas yang lebih terjangkau. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyebut loyonya kinerja penjualan otomotif pada periode Oktober merupakan dampak wacana pemberian insentif pajak yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan. Portofolio kendaraan bekas yang meningkat ini pun merupakan cerminan atas dampak adanya kepastian kebijakan tersebut, yang diproyeksi bakal berdampak pada harga kendaraan bekas.
Direktur Utama PT Mandiri Utama FInance (MUF) Stanley Setia Atmadja mengungkap bahwa pembiayaan baru MUF di sektor otomotif mulai tumbuh setiap bulan sejak Juni 2020 hingga November 2020. Total nilai penyaluran baru roda empat Oktober itu sekitar Rp 447 miliar, November naik ke Rp 535 miliar, dengan komposisi yang bekas menopang sekitar 40%. Direktur Keuangan PT BFI Finance Indonesia Tbk., Sudjono menyebut pangsa pembiayaan mobil bekas menjadi salah satu lini bisnis utamanya. Pada kuartal III/2020, portofolio piutang pembiayaan BFI Finance senilai Rp 13,52 triliun memang didominasi oleh pembiayaan mobil bekas sebesar 71,2%.
Layanan PLN di Bekasi, Sambung Asa di Tambak Udang
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melakukan penyambungan jaringan listrik baru untuk memastikan suplai energi guna mendukung kegiatan operasional tambak udang di Shrimp Breeding Center. Pemilik Shrimp Breeding Center, Ikhsan mengatakan mulanya tambak udang miliknya itu disambung dengan daya 33 kilo Volt Ampere (kVA). Namun, seiring dengan melonjaknya permintaan pasar, kapasitas daya listriknya tak mencukupi. Sehingga diperlukan listrik lagi sebesar 66 kVA, jadi total menjadi 99 kVA.
Shrimp Breeding Center merupakan tambak udang ke-10 di wilayah PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bekasi yang melakukan penambahan daya listrik karena peningkatan aktivitas produksi. Dengan adanya listrik, biaya produksi akan lebih hemat, efektif dan efisien, jika dibanding harus membeli solar, dikarenakan apabila menggunakan genset paling lama hanya bertahan 6 jam. Masih ada potensi 1.000 hektare atau sekitar 7.000 kolam yang belum menggunakan listrik dalam produksi tambak udang di Bekasi.
Manager PLN UP3 Bekasi, Ririn Rachmawardini mengatakan untuk melayani kebutuhan para pengusaha tambak udang tersebut, PLN telah membangun 1.950 meter jaringan listrik tegangan menengah (20 kV) dan tiga buah gardu distribusi dengan total kapasitas 510 kVA. Selain usaha tambak udang, berdasarkan data PLN UP3 Bekasi, lonjakan permintaan akan listrik juga datang dari fasilitas layanan kesehatan. Pengajuan pasang baru untuk fasilitas kesehatan itu lokasinya tersebar mulai dari Bekasi Kota, Babelan, Bantargebang, Medan Satria dan Mustika Jaya dengan total kebutuhan daya mencapai 1.243,5 kVA.
PLN Bekasi bangga bisa berkontribusi dengan melayani masyarakat termasuk puskesmas, RS dan petambak udang untuk kembali bangkit di tengah pandemi Covid-19. Sampai dengan Oktober 2020, PLN UP3 Bekasi mengelola lebih dari 911.000 pelanggan dengan daya kontrak sebesar 1.952,2 Mega Volt Ampere (MVA). Dengan proyeksi pertumbuhan pelanggan sekitar 35.000 per tahun, diperkirakan jumlahnya akan mencapai 1,1 juta pelanggan pada 2025. Adapun, daya kontrak diprediksi tumbuh 160.000-180.000 per tahun yang selanjutnya pada 2025 akan menyentuh angka 2.866 MVA.
Kemenperin Terus Perkuat Industri Halal Agar Jago di Kancah Global
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memperkuat struktur industri, termasuk industri halal di Tanah Air untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor, serta mampu bersaing di kancah global.
“Upaya tersebut sebagaimana yang tercantum dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia Tahun 2019-2024,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses industri Internasional (KPAII) Kemenperin Dody Widodo di Jakarta, Rabu (9/12).
Menurutnya, di dalam kawasan industri halal tersebut, seluruh layanan yang berhubungan dengan kehalalan produk berada dalam satu atap atau one stop service, termasuk laboratorium dan lembaga pemeriksa halal (LPH).
Potensi meningkatnya permintaan produk halal dalam negeri maupun luar negeri, kata dia, selain bisa menjadikan Indonesia sebagai regional and global halal hub untuk produksi dan perdagangan halal, juga mendorong kebutuhan terhadap logistik halal.
Berdasarkan The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2020/2021, Indonesia berhasil naik ke peringkat 4 pada tahun ini, dibandingkan 2019 yang ada di posisi ke-5 dan 2018 di peringkat 10. Sedangkan dilihat dari nilai ekspor, Indonesia menempati urutan ke-4 yang mencapai 21,588 miliar dolar AS.
Batu Bara Bantu Dongkrak Ekspor Kalsel
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel telah merilis nilai ekspor dan impor selama Oktober 2020, nilai ekspor Kalsel pada Oktober 2020 tercatat USD 352,63 juta. Naik 7,34 persen dibandingkan September 2020 yang hanya USD 328,52 juta. Sedangkan, nilai impor mengalami penurunan sebesar 15,59 persen. Dari USD 39,75 juta menjadi USD 33,56 juta.
Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud mengatakan, nilai ekspor Banua meningkat lantaran kontribusi kelompok barang utama penyumbang ekspor, yakni bahan bakar mineral mengalami kenaikan.
“Kelompok ini nilai ekspornya naik 10,47 persen. Yakni, dari USD 234,29 juta pada bulan September menjadi USD 258,66 juta di bulan Oktober, “ jelasnya di Kanal Youtube BPS Kalsel
Dia menyampaikan, kelompok bahan bakar mineral cukup mempengaruhi nilai ekspor Kalsel, karena selama ini memberikan kontribusi paling besar, 73,35 persen. “Diurutan kedua ada kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati yang menyumbangkan ekspor USD 42,66 juta. Kontribusinya 12,10 persen, “ ucapnya.
Sementara itu, untuk perkembangan impor, Edy menuturkan, ada tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi pada bulan Oktober. Yakni, bahan bakar mineral sebesar USD 25.59 juta; mesin-mesin/pesawat mekanik, USD 7,03 juta dan kelompok bahan kimia organik sebesar USD 0,26 juta.
Dari data-data nilai eskpor dan impor, dia menuturkan, neraca perdagangan ekspor impor Kalsel ada Oktober 2020 menunjukkan nilai yang positif. Yakni, surplus sebesar USD 319,07 juta.
Omnibus Law RUU Sektor Keuangan Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan
Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung menilai, pembahasan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Sektor Keuangan dapat memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional. Juda mengatakan, sektor keuangan mengalami perkembangan cukup pesat apalagi adanya kemajuan adopsi digitalisasi. Sehingga dalam implementasinya membutuhkan payung hukum untuk mengawal perkembangannya.
Adapun dalam draf omnibus
law RUU Sektor Keuangan telah
dimasukkan dalam Prolegnas
2021. Dalam draf disebutkan
penguatan koordinasi dan penataan kewenangan antarlembaga
meliputi pembentukan forum
pengawasan perbankan terpadu,
penataan kewenangan Bank
Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjaminan Simpanan yang diberikan mandat
sebagai risk minimizer, dalam
menangani masalah perbankan
yang mengancam stabilitas sistem keuangan.
Adapun tugas Bank Indonesia tercantum dalam pasal 70,
disebutkan selain kewenangan
BI yang diatur dalam Undang Undang, Bank Indonesia juga
berwenang untuk melakukan
pembelian surat berharga negara yang dimiliki LPS untuk
antisipasi dan pemenuhan kebutuhan likuiditas dalam penanganan permasalahan bank.
Induk Japfa Comfeed Lepas 80% Saham Greenfields Dairy ke TPG dan North Star
Japfa Ltd, induk usaha PT Japfa Comfeed Indonesia tbk (JPFA) bersiap melepas 80% saham greenfields Dairy Singapore Pte ltd kepada TPG dan Northstar Group. Nilai transaksi penjualan saham tersebut mencapai US$ 236 juta dimana alur transaksinya adalah Japfa akan melepas terlebih dahulu 100% saham Greenfields Dairy kepada perusahaan patungan yang khusus didirikan untuk menguasai saham Greenfields, yakni Freshness Ltd. Nilai transaksi pelepasan saham ini mencapai US$ 295 juta, yang terdiri atas dua komponen, yakni uang tunai US$ 236 juta dan 20% saham pada Freshness Ltd.
CEO Japfa Tan Yong Nang mengatakan, bisnis susu perseroan telah
berkembang pesat dalam beberapa
tahun terakhir di Tiongkok dan Asia
Tenggara. Pihaknya mengapresiasi
kemitraan strategis yang terjalin dengan TPG dan Northstar Group. Aksi
ini diharapakan dapat mempercepat
pertumbuhan Greenfields di Asia Tenggara ke depan. “Dengan mempertahankan 20% saham di bisnis Asia Tenggara ini, Japfa dapat meraih potensi
keuntungan yang meningkat,” jelas dia
dalam keterangan resmi di Bursa Efek
Singapura (SGX), Senin (7/12).
Managing Director TPG Capital
Asia David Tan mengatakan, investasi di Greenfields merupakan
investasi ketiga perusahaan di sektor
susu. Pihaknya berharap dapat melakukan investasi lainnya di Indonesia.
Perseroan optimistis kualitas produk
Greenfields akan terus tumbuh dan
menarik minat konsumen.
Sementara itu, Co-Chief Investment
Officer Northstar Group Sunata Tjiterosampurno mengatakan, perusahaan yakin tren peningkatan konsumsi
susu akan berlanjut di Asia Tenggara
lantaran masyarakat semakin fokus
terhadap kesehatan.
BEI Soft Launching Dua Produk Baru Derivatif
Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar soft launching
IDX30 Futures dan Basket Bond
Futures. Kedua produk derivatif ini
ditargetkan memberikan lindung
nilai dan return yang sesuai dengan
kebutuhan investor.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono
W Widodo mengatakan, produk
IDX30 Futures merupakan kontrak
berjangka yang terdiri atas indeks
efek IDX30. Sedangkan Basket
Bond Futures adalah sekumpulan
surat utang negara.
Kedua produk tersebut merupakan produk derivatif yang dapat
digunakan sebagai sarana lindung
nilai oleh investor. Menurut Laksono, IDX30 futures dan Basket
Bond Futures ditujukan untuk
investor institusi yang mempunyai pengetahuan advance tentang
pasar.
Adapaun tantangan utama bursa
dalam soft launching kedua produk
ini adalah membangun pasar yang
belum terbentuk, mulai dari menambah jumlah investor kontrak
berjangka yang jumlahnya masih
sangat minim, hingga membangun
kapasitas AB yang masih kurang
pengalaman di pasar derivatif.
Peluncuran kedua produk tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia,
sehingga mendukung peningkatan
nilai transaksi, jumlah investor dan
peningkatan daya tahan industri
pasar modal terhadap fluktuasi
pasar global di masa depan
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









