;
Kategori

Ekonomi

( 40814 )

Industrialisasi Pangan, Bersatu Mendorong Sagu

11 Dec 2020

Berdasarkan data Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Indonesia memiliki areal hutan sagu terluas serta diversitas genetik terbesar di dunia. Daerah yang diyakini sebagai pusat asal sagu adalah sekitar Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Namun, dari total lahan sagu seluas 5,5 juta hektare yang berada di Papua belum tergarap dengan baik. di Papua Barat dari 510.000 hektare lahan sagu, yang digarap baru sekitar 20.000 hektare atau setara 3,93% dan selebihnya berupa hutan sagu. Luas tanaman sagu Indonesia yang berada di Papua hanya 50,33%, setengahnya lagi tersebar di Riau, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat.

Berita menyedihkannya, hingga kini setidaknya baru ada tiga industri besar yang mengelola bisnis persaguan ini, ketiganya yakni PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJ), Sampoerna Agro, dan Perum Perhutani.Dari tiga pabrik sagu tersebut, milik Perum Perhutani yang tercatat memiliki kapasitas paling besar yakni 30.000 ton per tahun. 

Sejak berdirinya pabrik perseroan pada 2015 hingga saat ini, kinerja perseroan masih harus disubsidi oleh lini usaha perseroan lain yakni sawit yang lebih besar. Sinergi untuk pengembangan industri sagu ini masih terbatas. ANJ tercatat membuka pabrik sejak 2015 lalu tercatat mendapatkan konsesi pengelolaan hutan sagu dari pemerintah seluas 40.000 ha di Sorong Selatan, Papua Barat.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementrian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim sepakat peluang pengembangan industri sagu saat ini memang sangat besar. Harus ada kerjasama dengan Kementrian Perdagangan, Pendidikan, hingga Pariwisata untuk bersama-sama mengembangkan industri sagu saat ini. Dari sisi industri Kemenperin tengah mengusahakan upaya subtitusi impor hingga 35% pada 3 tahun ke depan. Jika mampu mengambil 5% dari nilai impor atau sekitar Rp 2 triliun untuk sagu maka akan cukup membantu industri pengolahan sagu.

Sagu sudah ditegaskan sebagai tanaman pangan asli Indonesia. Konsumsinya pun sudah dikenal sejak Kerajaan Budha yang berkembang di Nusantara. Bagaimanapun sagu adalah masa depan pangan Indonesia. Memetakan bidang industri dan pertanian yang mendukung cita-cita di atas, tentunya harus dilakukan sejak sekarang.


Harga minyak sawit diprediksi naik tahun depan

11 Dec 2020

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksi harga minyak sawit mentah atau CPO tahun 2021 akan mengalami peningkatan menjadi sekitar 668 dolar AS per ton.

“Dengan memertimbangkan faktor-faktor ini, minyak sawit diperkirakan akan mengalami sedikit peningkatan harga pada tahun 2021 menjadi sekitar 668 dolar AS per metrik ton dari 650 dolar per metrik ton pada tahun 2020,” kata Airlangga dalam pembukaan IPOC yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (2/12).

Selain itu, lanjut dia, peningkatan harga CPO juga didukung oleh berlanjutnya kebijakan biodiesel yang diterapkan pemerintah melalui mandatori Program Biodiesel 30 atau B30, serta adanya peningkatan permintaan oleh mitra dagang besar.

Airlangga mengatakan bahwa minyak sawit telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi lapangan kerja bagi lebih dari 16 juta orang dan memberikan kontribusi rata-rata sekitar 20 miliar dolar AS per tahun.


Orang Kaya Banyak Belanja Tanaman dan Ikan Hias di Saat Pandemi Covid - 19

11 Dec 2020

Menyitir data penelitian Bank Mandiri, jumlah pengeluaran konsumen untuk kategori hobi meningkat drastis pada Juni hingga September. Bila pada awal tahun pengeluaran pada kelompok ini berada di bawah belanja elektronik hingga besin, mulai Maret, angkanya justru melampaui dua kategori tersebut.

Meski terjadi pengalihan belanja, secara kumulatif, pengeluaran kelompok masyarakat atas dan menengah masih di bawah kelompok low income group (pendapatan rendah). “Kelompok yang atas drop karena mereka mengurangi belanja non-esensial. Selama ini belanja non-esensial mendominasi spending middle-high income,” katanya.

Sebaliknya, kelompok masyarakat dengan ekonomi rendah tetap gencar membelanjakan uangnya untuk memberi barang-barang kebutuhan pokok. “Kelompok bawah kalau punya uang dibelanjakan untuk makanan. Orang enggak mungkin ngurangin (belanja),” katanya.


Nopember 2020, Pematangsiantar Alami Inflasi 0,64 Persen

11 Dec 2020

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Edhi Rahmanto Hidayat mengatakan, Pematangsiantar pada periode November 2020 mengalami inflasi 0,64 persen (mtm) atau secara tahunan inflasi 1,66 persen (yoy).

Tekanan inflasi pada periode November, lebih tinggi dibandingkan periode Oktober yang mengalami inflasi 0,46 persen (mtm), serta lebih tinggi dibanding historis inflasi November selama 5 tahun terakhir yang secara rata-rata mengalami inflasi 0,26 persen (mtm), katanya kepada SIB melalui telepon seluler, Rabu (2/12).

Sementara itu, Provinsi Sumatera Utara mencatat inflasi 0.33 persen (rntm) atau secara tahunan inflasi 1,41 (yoy), sementara itu nasional tercatat inflasi 0.28 persen (mtm) atau secara tahunan inflasi 1,59 persen (yoy).

Tekanan inflasi pada periode November , lanjutnya disebabkan peningkatan harga daging ayam ras, daging babi, bawang merah dan cabai merah, sepanjang bulan November 2020. Komoditas lain yang memberikan andil inflasi adalah ayam hidup, minyak goreng, telur ayam ras, sawi hijau, kepiting dan petai.


Tenun Ikat untuk Edukasi

11 Dec 2020

Kota Kediri memiliki sebuah kain khas yaitu kain tenun ikat. Itu seperti Kampung Sentra Industri tenun ikat "Medali Mas". Medali Mas merupakan sentra industri pabrik tenun ikat yang besar di Kota Kediri. Tenun ikat khas pabrik industri itu diketahui memiliki kecepatan produksi yang melebihi mesin alat tenun bukan mesin.

Kain tenun ikat khas Kediri diminati warga lokal hingga mancanegara dengan harga terendah Rp 175.000 per potong, Kerajinan tenun ikat itu telah mampu bertahan, sehingga selalu menoreh banyak penghargaan dalam setiap pameran karena unik dan mampu bersaing di era modern ini.


Mitra 10 Buka Gerai ke-38

11 Dec 2020

Pemilik jaringan gerai ritel modern Mitra10 & ritel modern furnitur Atria, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) meresmikan gerai ke 38 di Kota Malang, Kamis (10/12). Peresmian ini menutup target gerai baru di tahun 2020 sebanyak empat gerai.

Idrus Widjajakusuma, Corporate Secretary PT CSAP, mengatakan, “Jadi pembukaan gerai baru masih on the track dan sebagai pamungkas adalah gerai ke 38 yang kami resmikan hari ini di kawasan Kebonsari, Sukun, Kota Malang” jelas Idrus di sela peresmian melalui virtual zoom meeting, Sebelumnya CSAP melakukan ekspansi ke Lombok, Bekasi dan Balikpapan pada 11 November 2020 lalu.

Selain tetap membuka gerai baru, CSAP juga agresif mengenalkan layanan belanja online melalui toko online mitra10.com dan platform Digiretail dengan Whatsapp Business di nomor 0878-0002-1010.

Erick koswara, GIM Marketing & Communications Mitra10, menambahkan, gerai mitra10 di kota Malang ini. memiliki luas selling area lebih dari 6.500 m2 yang didukung area warehouse hampir 4600 ini.


Produk UMKM PT Vale Dipasok ke Hotel Harper

11 Dec 2020

Sebanyak 84 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan PT Vale memasok produk dan jasanya ke industri perhotelan. Hotel Harper Perintis menyediakan tempat untuk para UMKM memasarkan produknya di hotel. Sekira 34 item produk didisplay di lobi hotel secara bergantian. Menariknya, Harper Perintis juga memasukkan produk-produk UMKM ke dalam kamar.

Sementara itu, Restaurant Bar Manager Harper Perintis, Abdul Rahim Amin menjelaskan, kemitraan ini akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Pihak hotel dapat memberikan sajian khas daerah dan UMKM dapat memasarkan produknya. “Ini salah satu inovasi kami di tengah pandemi,” katanya.


JP Morgan Perkirakan Ekonomi RI 2021 Tumbuh 4%

10 Dec 2020

JP Morgan memperkirakan perekonomian Indonesia 2021 tumbuh 4% yang didukung oleh konsumsi sebesar 2,2%, investasi 1,2%, dan ekspor neto sebesar 0,7%. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresisasi optimisme perekonomian Indonesia 2021 yang dirilis oleh JP Morgan tersebut. Sumber dari persoalan adalah masalah kesehatan karena kepercayaan masyarakat untuk melakukan kegiatan sosial dan ekonomi yang menurun, sehingga game-changer-nya adalah vaksinasi. Vaksinasi akan meyelesaikan dua persoalan sekaligus, kesehatan dan kepercayaan publik untuk kembali beraktivitas dan berkegiatan sosial.

Pelaksanaan Undang-Undang Cipta Kerja merupakan reformasi struktural yang sudah lama ditunggu dan diyakini sebagai akselerator pertumbuhan perekonomian Indonesia adalah untuk mendorong penciptaan lapangan kerja melalui pemberian kemudahan berusaha dan investasi. Ekonomi Indonesia terus menunjukkan tren pemulihan, setelah sempat terkontraksi yaitu tumbuh -5,32% (yoy) pada kuartal II/2020, pada kuartal II/2020 membaik menjadi -3,49% (yoy) atau tumbuh sebesar 5,5% (qtq).

Dalam APBN 2021, ekonomi Indonesia tahun depan diproyeksi tumbuh 4,5-5,5% dengan mempertimbangkan faktor vaksin Covid-19, reformasi struktural, dan dukungan ekspansi fiskal. Pemerintah memiliki pandangan yang lebih optimistis, namun tetap berhati-hati. Memang ekonomi diperkirakan tumbuh seitar 5%, tapi itu tergantung penanganan Covid-19 dan kemampuan untuk terus melakukan pemulihan ekonomi.

JP Morgan Perkirakan Ekonomi RI 2021 Tumbuh 4%

10 Dec 2020

JP Morgan memperkirakan perekonomian Indonesia 2021 tumbuh 4% yang didukung oleh konsumsi sebesar 2,2%, investasi 1,2%, dan ekspor neto sebesar 0,7%. Firma jasa keuangan global asal Amerika Serikat (AS) ini juga memproyeksikan aliran dana asing akan kembali ke Indonesia didorong oleh sentimen positif perkembangan vaksin sebagai key market drivers dan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi optimisme perekonomian Indonesia 2021 yang dirilis oleh JP Morgan tersebut. Menurut dia, sumber dari persoalan adalah masalah kesehatan karena kepercayaan masyarakat untuk melakukan kegiatan sosial dan ekonomi yang menurun, sehingga game-changer-nya adalah vaksiniasi.

JP Morgan juga memproyeksi pasar bursa Indonesia akan terus tumbuh positif yang didorong oleh kegiatan ekonomi yang mulai pulih dengan dukungan stimulus pemerintah dan implementasi Undang-Undang Cipta Kerja. Saat ini, ekonomi Indonesia terus menunjukkan tren pemulihan. Setelah sempat terkontraksi yaitu tumbuh -5,32% (yoy) pada kuartal II-2020, pada kuartal II-2020 membaik menjadi -3,49% (yoy) atau tumbuh sebesar 5,5% (qtq).

Ekspor Jerman dan Tiongkok Naik

10 Dec 2020

Ekspor Jerman untuk enam bulan berturut-turut pada Oktober mengalami kenaikan walau lajunya masih lambat. Tingkat permintaan Tiongkok juga naik dari level 2019, sedangkan permintaan Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) tetap negatif. Laporan badan statistik federal Jerman, Destatis pada Rabu (9/12) menunjukkan volume ekspor bulanan (month-on-month) naik 0,8%, setelah mengalami kenaikan 2,3% pada September. Impor juga sedikit meningkat sebesar 0,3%. Tercatat, Jerman telah melakukan pengiriman barang ke luar negeri senilai 112 miliar euro (US$ 136 miliar), dan mengimpor barang dengan nilai 92,7 miliar euro. Peningkatan ekspor selama enam bulan tersebut mengikuti anjloknya aktivitas pada Maret dan April, menyusul langkah Pemerintah Jerman memerintahkan penutupan pabrik dan bisnis guna memerangi pandemi virus corona Covid-19.

Di sisi lain, ekspor Tiongkok tahunan (year-on-year/yoy) menunjukkan kenaikan 0,3%. Sementara itu, ekspor ke AS – yang masih dalam cengkeraman tingkat kasus infeksi Covid-19 tertinggi – turun 10,5%. Sedangkan ekspor ke Inggris secara yoy turun 11,7 %. Walau ekspor Tiongkok mengalami kenaikan, harga konsumennya dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan yang diprediksi pada November. Hal ini disebabkan turunnya biaya makanan.