Ekonomi
( 40460 )Tren Penggunaan Sarung Tangan, MARK Prediksi Penjualan 2021 Melonjak 72%
Presiden Direktur PT Mark Dynamics
Indonesia Tbk. (MARK) Ridwan Goh memproyeksi perseroan dapat mencetak laba
sebesar Rp228 miliar sepanjang tahun depan. Target itu meningkat sebesar 66%
dibandingkan dengan target laba tahun ini sebanyak Rp138 miliar. Dia menyatakan
kenaikan target itu didasarkan pada lonjakan permintaan sarung tangan sepanjang
2020
Ridwan melanjutkan emiten dengan sandi saham MARK itu sudah mengantongi kontrak senilai US$52 juta untuk pengapalan pada tahun depan. MARK juga meningkatkan kapasitas produksinya dari yang semula sebanyak 700.000 unit per bulan menjadi 800.000 unit per bulan sejak kuartal III/2020. MARK akan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp150 miliar untuk pembangunan pabrik baru. Angka tersebut sudah mencakup biaya untuk mendirikan bangunan, pembelian mesin serta instalasi mesin. Harga saham MARK melonjak 92,47% (ytd) ke posisi Rp870 per lembar saham pada 31 Oktober 2020. Sebelumnya harga saham emiten itu adalah Rp452 per lembar saham pada awal 2020.
Penurunan Utilisasi Pabrikan, BM Masker Impor Disorot
Kementerian Perindustrian menyatakan utilisasi industri
masker medis nasional terus merosot dari 100% ke level 60% pada November 2020. Berdasarkan
data Kemenperin, impor masker medis yang tercatat dalam Pos Tarif 6307.90.40
dan 6307.90.90 menunjukkan tren peningkatan secara volume pada Januari— Agustus
2020. Volume terbesar tercatat per Agustus 2020 yang mencapai 123.713 ton.
Sementara itu, harga masker yang diimpor per Agustus 2020 merupakan yang terendah selama 3 bulan sebelumnya atau sekitar US$25,14 per kilogram. Alhasil, saat ini masker medis lokal hanya memiliki pangsa pasar sekitar 40% dari total permintaan masker medis nasional. Sementara itu, masker medis lokal hanya berkontribusi sekitar 24% dari total pasar masker nasional.
Untuk itu, Kemenperin mengusulkan penambahan bea masuk agar pabrikan tidak menjual kembali mesin produksi masker medis. Selain menambah bea masuk masker medis impor, Elis menyampaikan pihaknya juga akan mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker walau pandemi sudah berakhir.
Bahan Tambang, Produsen Batu Bara Butuh Pasar Baru
Menurut data Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM), volume ekspor batu bara hingga September 2020
mencapai 295 juta ton. Realisasi ini mencapai 74,7% dari target ekspor tahun
ini yang ditetapkan sebesar 395 juta ton. Ketua Komite Marketing Asosiasi
Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Nyoman Oka mengatakan bahwa adanya
kebijakan kuota impor membuat ekspor batu bara ke China turun drastis sejak
akhir tahun lalu hingga kuartal kedua tahun ini.
Energy Finance Analyst IEEFA Ghee Peh mengatakan Pemerintah Vietnam memperkirakan kebutuhan batu bara untuk sektor pembangkit listrik di negaranya mencapai 97 juta ton pada 2025 dan terus meningkat sebesar 131 juta ton pada 2030. Untuk Bangladesh, IEEFA memperkirakan kebutuhan batu baranya hanya mencapai 13,5 juta ton pada 2025, sedangkan pertumbuhan kebutuhan batu bara di Pakistan diperkirakan lebih rendah dari Bangladesh, yakni sekitar 5,4 juta ton pada 2025.
Sebelumnya, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan bahwa pemerintah terus menjalin kontak dengan importir luar negeri dan mencoba membuka pasar baru. Dia menuturkan bahwa pemerintah akan secara serius membangun kerja sama government to government dengan negara-negara yang potensial menjadi pasar baru ekspor batu bara Indonesia tersebut. Pemerintah akan mulai mencoba menjalin kerja sama dengan kedutaan besar Indonesia di negara-negara tersebut untuk melakukan penjajakan minat pasar atau promosi bisnis.
Sumut Impor 29.662 Ton Pakan Ternak dari Argentina
Puluhan ribu ton pakan ternak impor asal Pelabuhan San Lorenzo, Argentina, dibongkar dari kapal kargo, MV George H yang sandar di dermaga 113 Pelabuhan Ujung Baru Belawan.
Data yang diperoleh dari Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 1 Belawan, Rabu (25/11), pasokan soybean meal atau pakan ternak yang diimpor tersebut sebanyak 29.662 ton dan merupakan pesanan atau milik PT FKS Medan.
Pemasokan pakan ternak yang diproduksi dari bungkil kacang kedelai tersebut dilakukan pihak pemesan untuk memenuhin permintaan kalangan pengusaha hewan ternak di Sumatera Utara.
Harga Aneka Jenis Ikan Masih Tinggi di Pematangsiantar
Sebagian masyarakat di Pematangsiantar mengeluhkan masih tingginya harga aneka jenis ikan basah segar yang diperdagangkan di pasar-pasar tradisional Pematangsiantar. Harga ikan basah yang masih tinggi antara lain, ikan dencis Rp 31.000 per kg, gembung kuring Rp 40.000 per kg, aso-aso Rp 38.000 per kg, mujahir Rp 30.000 per kg, lele Rp 22.000 per kg, udang Rp 80.000 per kg dan lainnya.
Media Online Dongkrak Ekonomi Digital Indonesia
Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf membeberkan, porsi bisnis e-commerce mendominasi ekonomi digital di Tanah Air, yakni senilai US$ 32 miliar pada tahun ini, tumbuh 54% dibandingkan tahun lalu. “Pertumbuhan momentum e-commerce di Indonesia juga tercermin dari peningkatan lima kali lipat jumlah supplier lokal yang berjualan online karena Covid-19,” ungkap dia saat paparan virtual, Selasa (24/11).
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengakui Indonesia punya potensi besar di bisnis e-commerce. Kita punya bonus demografi yakni kelompok usia milenial. “Jumlah mereka sangat besar dan menjadi pasar digital yang sangat potensial,” kata dia.
Kebijakan Gula Mesti Komprehensif
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian
Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud menyebutkan, kebutuhan gula nasional mencapai 5,9 juta ton,
sekitar 2,8 juta ton untuk konsumsi dan 3,1 juta ton untuk kebutuhan industri.
Oleh karena produksi gula dalam negeri 2,2 juta ton, sisa kebutuhan dipenuhi
melalui importasi.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, defisit gula konsumsi mencapai 600.000 ton per tahun sebab produksi nasional sekitar 2,1 juta ton. Kementerian Pertanian akan mengurangi defisit itu secara bertahap melalui peningkatan produksi.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono menambahkan, langkah meningkatkan produksi akan ditempuh melalui bongkar ratoon kebun tebu seluas 75.000 hektar dan rawat ratoon 125.000 hektar. Kementerian juga akan membuka areal lahan tebu baru seluas 50.000 hektar. Dari strategi ekstensifikasi dan intensifikasi itu, produksi gula ditargetkan dapat bertambah 676.000 ton.
Secara terpisah, Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) sekaligus Wakil Menteri Perdagangan periode 2011-2014 Bayu Krisnamurthi berpendapat, selisih harga antara harga gula berbasis tebu dan gula impor yang mencapai Rp 4.000-Rp 4.500 per kilogram mencerminkan tidak efisiennya pabrik gula dalam negeri.
Kelas Menengah Topang Pasar Properti 2021
Pasar properti residensial tahun 2021 diperkirakan masih ditopang oleh segmen kelas menengah ke bawah diperkirakan makin bergeliat. Rumah yang paling banyak diincar saat ini adalah unit rumah yang dijual di kisaran harga Rp 300 juta-Rp 500 juta per unit.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida, Selasa (24/11/2020), menyebutkan, 86 persen omzet pengembang perumahan saat ini berasal dari penjualan rumah dengan rentang harga di bawah Rp 1,5 miliar per unit, sedangkan sekitar 13 persen dari rumah berharga di atas Rp 1,5 miliar per unit.
Komoditas Perkebunan, Saatnya Menghangatkan Produksi Kopi Lokal
Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEIKI) mencatat permintaan kopi olahan pada kuartal III/2020 sudah berada di posisi 0% atau stagnan. Ketua Bidang Kopi Specialty dan Industri AEIKI Moelyono Soesilo mengatakan permintaan kopi pada kuartal IV/2020 akan kembali ke posisi pra-pandemi. Sayangnya, pertumbuhan konsumsi kopi di dalam negeri tidak diikuti dengan ketersediaan bahan baku, padahal pabrikan sudah mulai ekspansif. Sepanjang 2020, volume produksi kopi olahan diperkirakan turun 5%-10% secara tahunan menjadi sekitar 350.000-360.000 ton. Sementara itu, volume produksi kopi olahan pada 2021 diproyeksi hanya tumbuh sekitar 4,22% menjadi 360.000-380.000 ton.
Adapun, produksi bubuk kopi ritel mendominasi hasil gilingan biji kopi bubuk dengan ampas dan 20% untuk kopi bubuk tanpa ampas. hanya 10% dari hasil gilingan kopi dialokasikan untuk produksi minuman rasa kopi, permen rasa kopi, dan produk makanan dan minuman lainnya yang berbahan kopi.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani sebelumnya menyebutkan sektor pangan dan pertanian sudah seharusnya diberikan prioritas oleh pemerintah, mengingat sektor ini terbukti cukup tangguh selama masa pandemi Covid-19. Pangan dan pertanian menjadi salah satu sektor yang dapat diandalkan untuk menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan politik pada situasi pandemi. Sektor pangan dan pertanian dapat diandalkan dalam mengurangi jumlah pengangguran terbuka, menyejahterakan masyarakat, dan mengentaskan kemiskinan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengemukakan Indonesia merupakan negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Pada 2019, produksi biji kopi Indonesia mencapai 729.1000 ton, dengan nilai ekspor produk kopi olahan sebesar US$ 610,89 juta. Kemenperin mendata ekspor produk kopi olahan pada ahir 2019 tumbuh 5,33% menjadi US$ 610,89 juta. Indonesia tercatat sebagai negara penghasil biji kopiterbesar keempat di dunia dengan produksi rata-rata sekitar 773.000 ton per tahun atau menyumbang 8% dari produksi kopi dunia.
Indonesia akan terus menjadi eksportir utama produk kopi olahan karena didukung pula dengan maraknya gaya hidup minum kopi di dunia. Selain itu, Indonesia yang tadinya dikenal sebagai negara konsumen kopi. Untuk itu, diperlukan perluasan areal produksi kopi yang saat ini baru 760.000 hektare, dari total luas lahan yang tersedia mencapai 1,26 juta hektare. Dengan demikian, kebutuhan kopi di dalam negeri bisa terpenuhi, tanpa harus bergantung pada impor.
Komoditas Gula, Harga Mahal Jadi Aral
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementrian Perdagangan Didi Sumedi mengatakan disparitas harga yang terjadi sejak 2019 terus memburuk pada 2020. Harga eceran gula di pasar domestik 29,7% lebih tinggi dibandingkan dengan harga internasional. Lebih tingginya harga gula domestik ini disebabkan oleh besarnya biaya pokok produksi (BPP). Rata-rata BPP yang dikeluarkan petani pada 2020 mencapai Rp 9.857/kg, naik dari tahun lalu senilai Rp 9.554/kg. Hal ini kontras dengan rerata BPP di tingkat global senilai Rp 5.465/kg. Faktor lainnya adalah produktivitas lahan tebu di Indonesia yang hanya sekitar 5 ton/hektare/tahun, sementara di India dan Thailand bisa mencapai 9 ton/hektare/tahun.
Kualitas gula dari luar negeri cenderung lebih baik karena tingkat rendemannya yang mencapai 9%, sedangkan Indonesia masih terjebak di kisaran 6,8% - 7%. Hal tersebut pun bahkan cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir sehingga memunculkan stagnasi produksi gula nasional. Pasokan gula dari dalam negeri juga belum bisa diandalkan untuk memenuhi permintaan. Kementrian Perdagangan memperkirakan konsumsi rumah tangga mencapai 2,9 juta ton pada 2020, tetapi produksi hanya di angka 2,5 juta ton menurut perkiraan awal.
Gula tercatat menjadi salah satu bahan pokok yang kerap mengalami fluktuasi. Pada 2020, harga gula sempat menyentuh Rp 19.000/kg di tingkat eceran akibat pasokan yang berkurang. MPP gula pun cenderung meningkat setiap tahunnya dari 30,27% pada 2015 menjadi 33,18% pada 2018. Data National Sugar Community (NSC) menunjukkan biaya distribusi gula meningkat dimana pada 2020 berkisar antara 21% sampai 23% dari total biaya yang dikeluarkan. Kemendag meleporkan bobot inflasi gula sepanjang 2019 mencapai 0,40%. Komoditas ini juga berkontribusi pada garis kemiskinan sebesar 1,99% di perkotaan dan 2,78% di pedesaan.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementrian Koordinator Perekonomian Musdalifah Machmud mengemukakan langkah yang diambil pemerintah untuk mencegah fluktuasi harga adalah dengan menghitung stok dengan tepat. Dia memproyeksikan kebutuhan gula konsumsi pada 2021 mencapai 2,82 juta ton, sementara produksi sekitar 2,2 juta ton sehingga defisit gula konsumsi mencapai 620.000 ton.
Wakil Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bustanul Arifin menilai pemerintah perlu menyiapkan kebijakan pergulaan yang tegas jika defisit neraca gula ingin ditambal. Diperlukan sekitar 400.000 bahkan sampai 700.000 hektare lahan untuk mencapai target tersebut. Terobosan teknologi dan pengembangan perlu didorong untuk meningkatkan produktivitas tebu nasional yang setiap tahunnya hanya menghasilakn 2,2 juta ton gula. peningkatan produktivitas bisa menyumbangkan surplus pendapatan senilai Rp 7 triliun.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









