;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Gerindra Sulsel : Terlalu Negatif Disebut Terlibat

27 Nov 2020

Ketua Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sulsel, Andi Iwan Aras (AIA), meminta partainya tidak dikait-kaitkan dengan dugaan korupsi ekspor lobster. Sementara pengurus DPP Partai Golkar, Eka Sastra, berharap ekspor lobster tetap dilanjutkan karena sangat membantu nelayan.

AIA dan Eka dikaitkan dengan ekspor lobster. Keduanya menjadi komisaris di PT Maradeka Karya Semesta, salah satu perusahaan yang mendapat izin ekspor lobster.

Dia menegaskan, PT Maradeka Karya Semesta hanya satu dari puluhan perusahaan yang mendapat izin ekspor lobster. “Bahasa terlibat sebenarnya pengertiannya agak negatif, “ ujar AIA yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel itu.

Dia berharap kebijakan ekspor benur lobster keluar negeri tetap dibuka ke depan. “Harapan kita agar tetap dibuka ekspor ini, karena lagi bagus harga,” tandas Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2004-2019 itu.

Eka mengakui, dibanding dikirim keluar negeri, benur lobster itu sebaiknya dibesarkan dulu sebelum dijual. Hanya saja, Eka menilai pemeliharaan lobster membutuhkan modal, teknologi, serta sumber daya manusia (SDM).


Prancis akan Berlakukan Pajak Digital Tahun ini

26 Nov 2020

Pemerintah Prancis akan memberlakukan pajak digital baru untuk raksasa perusahaan teknologi daring (online) pada tahun ini. Langkah tersebut melanggar gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) terkait pertarungan pajak berkepanjangan, yang bakal mendorong ke putaran tarif hukuman AS atas barangbarang impor Prancis. Pernyataan tersebut secara khusus mengacu pada perusahaanperusahaan teknologi AS, Google, Amazon, Facebook dan Apple (GAFA) yang berada di Prancis.

Sebagai informasi, Presiden AS Donald Trump telah mengecam peraturan pajak yang dianggapnya tidak adil karena menargetkan perusahaan-perusahaan teknologi yang sangat penting. Bahkan tahun lalu, AS mengancam mengenakan bea impor sebesar 25% atas produk Prancis senilai US$ 1,3 miliar, termasuk kosmetik dan tas tangan dari merek-merek terkenal.

Namun pada 2020, Pemerintah Prancis telah mencapai kesepakatan dengan pemerintahan Trump untuk menunda pengumpulan pajak seraya mengupayakan kesepakatan pajak digital global di bawah naungan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Di sisi lain, pertarungan pajak digital hanyalah salah satu sektor dalam pertempuran perdagangan trans-Atlantik yang diluncurkan oleh Trump. Tahun lalu, pemerintahannya memberlakukan tarif 25% pada berbagai makanan dari Eropa dalam konflik pemberian subsidi untuk produsen pesawat Airbus. Uni Eropa pun menanggapi kebijakan Trump dengan menerapkan tarif impor AS balasan pada bulan ini, setelah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menuding AS memberikan bantuan negara untuk Boeing.


Perpres Carbon Credit Terbit Bulan Depan

26 Nov 2020

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi hingga 29% pada 2030 dengan kemampuan sendiri dan mencapai 41% dengan dukungan internasional. Hal ini lantaran Indonesia telah meratifikasi Kesepakatan Paris. Salah satu strategi untuk memangkas emisi, lanjutnya, yakni dengan masuk ke pasar karbon (carbon credit market). Dia menjelaskan, carbon credit market adalah mekanisme perdagangan karbon, di mana penjual melaksanakan sejumlah upaya untuk mengurangi emisi karbon dan pembeli menjalankan aktivitas yang memproduksi emisi karbon.

Potensi nilai ekonomi karbon tersebut, sebut Luhut, berasal dari hutan mangrove, lahan gambut, dan hutan hujan tropis yang ada di Indonesia. Saat ini, lahan gambut di Indonesia mencapai 7,5 juta hektar atau yang terluas di dunia. Kemampuan menyerap emisi karbon dari lahan gambut ini mencapai 55 gigaton. Kemudian, Indonesia juga memiliki 125,9 juta hektar hutan hujan tropis atau terbesar ketiga di dunia. Hutan hujan tropis ini mampu menyerap emisi karbon sebesar 25,18 gigaton. Indonesia juga mempunyai hutan mangrove seluas 3,31 juta hektar atau 20% dari total hutan mangrove dunia.

Sebelumnya, dalam keterangan resminya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya menuturkan bahwa potensi karbon Indonesia sangatlah besar. Jika dibarengi dengan ketersediaan landasan legal untuk menetapkan NEK, maka potensi ini dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Contohnya, lanjut Siti, Indonesia bakal memperoleh pembayaran hasil kerja atau RBP sebesar US$ 56 juta dari Norwegia jika berhasil menekan laju deforestasi dan degradasi hutan di 2016/2017.

Mandiri Capital Agresif Suntik Modal Start-up

26 Nov 2020

Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro mengatakan, selama lima tahun berdiri, investasi pada start-up mendorong berbagai inovasi dan sinergi dengan Mandiri Group. Sinergi tersebut meliputi penyaluran modal ke puluhan ribu usaha kecil menengah (UMKM), mulai dari sektor bisnis konvensional hingga pertanian.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus agresif menambah portofolio, sehingga dalam waktu dekat portofolio perusahaan akan menjadi 15 start-up. Pihaknya pun berharap dapat meraih keuntungan dari portofolio start-up melalui strategi, baik initial public offering (IPO) saham ataupun menjual saham kepada pihak ketiga.

Salah satu keuntungan Mandiri Capital pada portofolio investasinya adalah saat Gojek mengakuisisi start-up layanan kasir digital, Moka, pada April 2020. Tahun depan, Mandiri Capital pun akan terlibat Indonesia Impact Fund (IIF) yang merupakan hasil kolaborasi dengan APEC Business Advisory Council (ABAC). Sesuai rencana, target dana investasi sebesar US$ 25 juta akan diinvestasikan kepada start-up yang memiliki dampak sosial dan lingkungan.

Dari sisi keuangan, Chief Financial Officer Mandiri Capital Hira Laksamana menjelaskan, bisnis perusahaan setiap tahunnya terus bertumbuh dengan baik. Meskipun kondisi perekonomian pada tahun ini mengalami berbagai tantangan, perseroan mampu meningkatnya posisi ekuitas dan aset masing-masing sekitar Rp 1,8 triliun dan Rp 2 triliun.

21 Fintech Lending Dominasi 80% Outstanding Pembiayaan

26 Nov 2020

Kecepatan penyaluran pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending ternyata hanya disokong oleh sebagian kecil penyelenggara. Sekitar 80% outstanding pembiayaan dicatatkan oleh 21 fintech lending. Hal itu disampaikan oleh Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Munawar Kasan.

Dia mengemukakan, penyelenggara fintech lending pernah sebanyak 164 entitas namun kini mulai tergerus menjadi 154 entitas. Hal itu dipengaruhi sejumlah faktor seperti kehabisan modal, tidak sanggup memenuhi ketentuan terkait kesehatan perusahaan, serta kalah bersaing. Di sisi lain, kata Munawar, otoritas mesti mengatur industri lebih ketat.

Seperti yang sebelumnya dikabarkan, Rancangan POJK terbaru untuk fintech lending sedang disiapkan pihak regulator. Terdapat aturan-aturan terbaru yang mewajibkan penyelenggara menjalankan bisnisnya. Misalnya terkait modal, dari ketentuan awal sebesar Rp 2,5 miliar menjadi Rp 15 miliar. Menurut Munawar, aturan terbaru itu akan kembali menggerus jumlah penyelenggara dan mendorong adanya konsolidasi.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum AFPI yang juga CoFounder dan CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan, pihaknya tentu mengapresiasi langkah-langkah OJK yang telah mengakomodasi kebutuhan industri lewat ketentuan-ketentuan yang diberikan. Meski demikian, lanjut Adrian, fintech lending masih menarik untuk investor menempatkan dananya. Dengan segala potensinya, fintech lending masih menjadi sektor strategi dan mampu memperkuat bisnisnya. Tentu dengan manajemen yang baik dan terukur.


Tren Penggunaan Sarung Tangan, MARK Prediksi Penjualan 2021 Melonjak 72%

26 Nov 2020

Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) Ridwan Goh memproyeksi perseroan dapat mencetak laba sebesar Rp228 miliar sepanjang tahun depan. Target itu meningkat sebesar 66% dibandingkan dengan target laba tahun ini sebanyak Rp138 miliar. Dia menyatakan kenaikan target itu didasarkan pada lonjakan permintaan sarung tangan sepanjang 2020

Ridwan melanjutkan emiten dengan sandi saham MARK itu sudah mengantongi kontrak senilai US$52 juta untuk pengapalan pada tahun depan. MARK juga meningkatkan kapasitas produksinya dari yang semula sebanyak 700.000 unit per bulan menjadi 800.000 unit per bulan sejak kuartal III/2020. MARK akan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp150 miliar untuk pembangunan pabrik baru. Angka tersebut sudah mencakup biaya untuk mendirikan bangunan, pembelian mesin serta instalasi mesin. Harga saham MARK melonjak 92,47% (ytd) ke posisi Rp870 per lembar saham pada 31 Oktober 2020. Sebelumnya harga saham emiten itu adalah Rp452 per lembar saham pada awal 2020.

Penurunan Utilisasi Pabrikan, BM Masker Impor Disorot

26 Nov 2020

Kementerian Perindustrian menyatakan utilisasi industri masker medis nasional terus merosot dari 100% ke level 60% pada November 2020. Berdasarkan data Kemenperin, impor masker medis yang tercatat dalam Pos Tarif 6307.90.40 dan 6307.90.90 menunjukkan tren peningkatan secara volume pada Januari— Agustus 2020. Volume terbesar tercatat per Agustus 2020 yang mencapai 123.713 ton.

Sementara itu, harga masker yang diimpor per Agustus 2020 merupakan yang terendah selama 3 bulan sebelumnya atau sekitar US$25,14 per kilogram. Alhasil, saat ini masker medis lokal hanya memiliki pangsa pasar sekitar 40% dari total permintaan masker medis nasional. Sementara itu, masker medis lokal hanya berkontribusi sekitar 24% dari total pasar masker nasional.

Untuk itu, Kemenperin mengusulkan penambahan bea masuk agar pabrikan tidak menjual kembali mesin produksi masker medis. Selain menambah bea masuk masker medis impor, Elis menyampaikan pihaknya juga akan mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker walau pandemi sudah berakhir.

Bahan Tambang, Produsen Batu Bara Butuh Pasar Baru

26 Nov 2020

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), volume ekspor batu bara hingga September 2020 mencapai 295 juta ton. Realisasi ini mencapai 74,7% dari target ekspor tahun ini yang ditetapkan sebesar 395 juta ton. Ketua Komite Marketing Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Nyoman Oka mengatakan bahwa adanya kebijakan kuota impor membuat ekspor batu bara ke China turun drastis sejak akhir tahun lalu hingga kuartal kedua tahun ini.

Energy Finance Analyst IEEFA Ghee Peh mengatakan Pemerintah Vietnam memperkirakan kebutuhan batu bara untuk sektor pembangkit listrik di negaranya mencapai 97 juta ton pada 2025 dan terus meningkat sebesar 131 juta ton pada 2030. Untuk Bangladesh, IEEFA memperkirakan kebutuhan batu baranya hanya mencapai 13,5 juta ton pada 2025, sedangkan pertumbuhan kebutuhan batu bara di Pakistan diperkirakan lebih rendah dari Bangladesh, yakni sekitar 5,4 juta ton pada 2025.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan bahwa pemerintah terus menjalin kontak dengan importir luar negeri dan mencoba membuka pasar baru. Dia menuturkan bahwa pemerintah akan secara serius membangun kerja sama government to government dengan negara-negara yang potensial menjadi pasar baru ekspor batu bara Indonesia tersebut. Pemerintah akan mulai mencoba menjalin kerja sama dengan kedutaan besar Indonesia di negara-negara tersebut untuk melakukan penjajakan minat pasar atau promosi bisnis.

Sumut Impor 29.662 Ton Pakan Ternak dari Argentina

26 Nov 2020

Puluhan ribu ton pakan ternak impor asal Pelabuhan San Lorenzo, Argentina, dibongkar dari kapal kargo, MV George H yang sandar di dermaga 113 Pelabuhan Ujung Baru Belawan. 

Data yang diperoleh dari Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 1 Belawan, Rabu (25/11), pasokan soybean meal atau pakan ternak yang diimpor tersebut sebanyak 29.662 ton dan merupakan pesanan atau milik PT FKS Medan.

Pemasokan pakan ternak yang diproduksi dari bungkil kacang kedelai tersebut dilakukan pihak pemesan untuk memenuhin permintaan kalangan pengusaha hewan ternak di Sumatera Utara.


Harga Aneka Jenis Ikan Masih Tinggi di Pematangsiantar

26 Nov 2020

Sebagian masyarakat di Pematangsiantar mengeluhkan masih tingginya harga aneka jenis ikan basah segar yang diperdagangkan di pasar-pasar tradisional Pematangsiantar. Harga ikan basah yang masih tinggi antara lain, ikan dencis Rp 31.000 per kg, gembung kuring Rp 40.000 per kg, aso-aso Rp 38.000 per kg, mujahir Rp 30.000 per kg, lele Rp 22.000 per kg, udang Rp 80.000 per kg dan lainnya.