;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumut Ajukan 1.023.617 Pelaku UMKM Penerima Bantuan Rp 2,4 Juta

20 Nov 2020

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara telah mengajukan 1.023.617 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak Covid-19 di Sumut sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT) bantuan presiden (Banpres) Rp2,4 juta per usaha.

Pada tahap I, pemerintah telah memberikan Banpres produktif kepada 9,16 juta pelaku UMKM. Selanjutnya, pencairan bantuan tahap II akan menyasar 3 juta penerima. Bantuan yang diberikan senilai Rp2,4 juta setiap pelaku UMKM. Secara total, pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp28 triliun untuk program Banpres produktif.

Pemerintah sendiri telah membuka pendaftaran Banpres produktif tahap II pada 13 Oktober lalu. Pendaftaran rencananya berlangsung hingga 25 November ini.

Kemudian, penerima juga memiliki saldo di bank penyalur biasanya Bank BRI kurang dari Rp2 juta dan wajib memiliki Surat Keterangan Usaha (SKU). Sebelum disalurkan, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dukcapil memeriksa identitas calon penerima terlebih dahulu.


Pasca ICBFBM, Sumut Berpeluang Raih Devisa Senilai Rp 8,3 Triliun

20 Nov 2020

Pasca pelaksanaan bursa bisnis internasional antara Indonesia dan China melalui Indonesia China Business Forum dan Business Matching (ICBFBM) di Shanghai-China pada 5-10 November kemarin, daerah Sumatera Utara sangat berpeluang besar meraih sebagian jatah atau devisa dari total Rp 8,3 triliun nilai ekspor yang berpotensi dari kerja sama tersebut.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sumatera Utara, Khairul Mahalli yang juga Ketua Umum Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) Sumut, menegaskan peluang besar tersebut dikarenakan Sumut memiliki persediaan produk yang selama ini dibutuhkan konsumen di China, termasuk produk-produk dari kalangan usaha kecil-menengah (UKM) yang menembus pasar kelas menengah di negeri panda itu.

Bersama wakil ketua umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Provinsi Sumut, Tonny Silvaraja, Khairul Mahalli, menyatakan peluang devisa bisnis dari China itu sejalan dengan program KADINSU dan GPEI Sumut yang telah mencanangkan misi 'UKM Sumut Go Export' pada awal tahun lalu, (sebelum ada lock down atau PSPB akibat Covid-19).

ICBFBM itu memang hanya diikuti 16 pelaku usaha dan praktisi bisnis barang ekspor dari Indonesia, dan 5 calon konsumen (buyer) di China. Di sektor niaga, China adalah negara importir terbesar produk-produk asal Indonesia (secara kumulatif) selama ini, dengan porsi 10,37 persen, disusul ekspor ke Amerika Serikat 12,14 persen dan ke Jepang 8,44 persen.

Nilai ekspor Indonesia ke China selama ini mencapai nilai 21,81 miliar dollar AS yang didominasi ekspor nonmigas dengan kontribusi sebesar 20,44 miliar dollar AS. Sementara itu, nilai impor Indonesia dari China mencapai 28,46 miliar dollar AS.

 


Masyarakat Bisa Berbisnis Pom Bensin Mini dengan Modal Rp 80 Juta

20 Nov 2020

Jika anda berminat SPBU Pertashop atau pom bensin mini modal awal yang dibutuhkan ini mulai dari Rp 80 juta. SPBU Pertashop ini biaya investasinya akan dilakukan oleh Pertamina, mitra hanya harus mengeluarkan biaya untuk kebutuhan operasional.

Untuk skema pertama (DODO), mitra perlu menyiapkan modal Rp 250 juta untuk investasi awal dan biaya operasional. Lalu, bila memilih skema kedua atau CODO, mitra cukup mengeluarkan kocek sekitar Rp 80 juta.

Pertashop memiliki tiga kategori yakni Gold, Platinum dan Diamond. Bila memilih kategori Gold ini, mitra akan mendapat tangki penyimpanan berkapasitas 3 KL upper ground dengan omzet rekomendasi sebesar 400 liter per harinya. Jenis Platinum, dilengkapi tangki berkapasitas 10 KL dengan omzet rekomendasi sebesar 1.000 liter per harinya. Jenis Diamond memiliki tangki timbun 10 KL, dengan omzet rekomendasi sebesar 3.000 liter per hari.

Ketiga-tiga jenis SPBU Pertashop tersebut dapat menjual produk-produk Pertamina mulai dari Pertamax, Dexlite, LPG non-subsidi, hingga pelumas.


Petani Bergairah karena Harganya Bagus, Produksi Jagung di Sumut 1,687 Juta Ton

20 Nov 2020

Para petani jagung terutama yang berada di sentra-sentra produksi di Sumatera Utara semakin bergairah bertanam komoditi ini karena harganya cukup bagus di tingkat petani. 

“Jagung lokal produksi Sumut, rasanya manis. Antusias petani cukup tinggi menanam jagung sebab harganya menjanjikan. Masa panen tiga sampai empat bulan," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumut Dahler melalui Kasubbag Program Yuspahri Perangin-angin kepada SIB, Kamis (19/11)..

Disebutnya, sejak Januari hingga Oktober 2020 realisasi panen jagung dari sejumlah kabupaten di Sumatera Utara mencapai 1.687.344 ton dari luas panen 284.316 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 5,93 ton per hektar. Ia mengatakan, target produksi jagung tahun 2020 sebesar 1.875.144 ton, sedangkan realisasi hingga Oktober 2020 sebanyak 1.687.344 ton.


Dinas Pariwisata Siapkan 15 Rencana Kerja 2021 untuk Tingkatkan Wisatawan ke Pematangsiantar

20 Nov 2020

Komisi I DPRD Pematang-siantar merekomendasikan 15 item rencana kerja Dinas Pariwisata tahun anggaran 2021, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Pematangsiantar.

Ke-15 item rekomendasi itu dibacakan Wakil Ketua Komisi I Boy Warongan, seusai rapat kerja Komisi I DPRD dipimpin Andika Prayogi Sinaga SE dengan Kadis Pariwisata Pematangsiantar, Kusdianto SH di ruangan komisi, Kamis (19/11) membahas rencana kerja dan anggaran dinas pariwisata tahun anggaran 2021.

Selain itu, berdasarkan rencana kerja untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Pematang-siantar, dinas pariwisata sudah menyusun/mematangkan program arung jeram, pentas seni/ musisi, wisata air Sibatu-batu.

Menyinggung besaran anggaran ditampung di R-APBD Tahun 2021 mendukung rencana kerja Dinas Pariwisata, diuraikan Kusdianto, anggaran belanja Rp 5.751.094.400. Sedangkan pendapatan daerah dari retribusi hanya Rp 95.000.000.


Era Mobilitas Terelektrifikasi, Pemain Mobil Listrik Terus Ngegas

19 Nov 2020

Setelah sukses dengan model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dan hybrid electric vehicle (HEV), Vice President DIrector PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengatakan Toyota akan menghadirkan teknologi elektrifikasi yang lebih lengkap berupa kendaraan listrik baterai atau battery electric vehicle (BEV), sejalan dengan keinginan positif pemerintah Indonesia untuk mengakselerasi kendaraan elektrifikasi. TAM berencana meluncurkan kendaraan BEV melalui brand Lexus, yang nantinya akan dijual secara ritel.

Indonesia Battery Holding (IBH) bersama dengan anak usaha ketiga perusahaan [PT Aneka Tambang Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)] tersebut serta mitra dari luar negeri akan membentuk joint venture (JV) di setiap sektornya. Sejauh ini, ada dua produsen baterai kendaraan listrik yang digandeng, yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China dan LG Chem Ltd dari Korea Selatan. Ada enam poin kesepahaman dalam kemitraan itu, yakni studi dan perencanaan bersama untuk mempercepat masuknya kendaraan berbasis listrik, serta penyediaan paket layanan kecukupan daya sambungan kepada pembeli kendaraan bermotor listrik.

Terkait dengan infrastruktur pendukung, pemerintah pun terus memperbanyak Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). Sesuai dengan roadmap Kementrian ESDM, pada 2025 ditargetkan terdapat 10.000 unit SPBKLU, dan diharapkan terus bertambah mencapai 15.625 unit pada 2030. SPBKLU merupakan amanat dari Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan, serta turunannya yakni Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Industri Logistik, Beradu Raup Cuan Saat Harbolnas

19 Nov 2020

Tak hanya dinikmati oleh platfrom lokapasar, gelaran Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS) juga menjadi momentum bagi perusahaan logistik untuk bersaing mendapatkan keuntungan. Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS) selalu menjadi daya tarik bagi masyarakat, platform lokapasar, hingga perusahaan logistik. Adapun perusahaan logistik memiliki peran yang cukup krusial dalam pesta diskon tersebut. Tanpa disadari peran bisnis logistik yang dianggap sebagai komplementer, justru menjadi backbone dalam kegiatan ini.

Perusahaan jasa kurir Ninja Xpress mengandalkan protokol kesehatan hingga persiapan operasional saat menghadapi Harbolnas di tengah pandemi Covid-19. “Kami berupaya untuk meningkatkan kinerja logistik agar terus dapat mendapatkan layanan yang terbaik,” kata Country Head Ninja Xpress Ignatius Eric Saputra kepada Bisnis, Senin (16/11).

Sementara itu, PT Global Jet Express atau J&T Express mampu mencatatkan pengiriman hingga 11 juta paket selama periode Harbolnas 11.11 yang berlangsung selama tiga hari, CEO J&T Express Robin Lo telah mengantisipasi adanya peningkatan di masa musim puncak. Di sisi lain, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE justru berani memberikan promosi gratis ongkos kirim (ongkir) saat Harbolnas 11.11. Adapun sejumlah inovasi dilakukan agar tetap menjadi pilihan konsumen.

Harbolnas diakui menjadi katalisator bagi industri logistik untuk bangkit di tengah pandemi Covid-19. Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Express, Pod, dan Logistik (Asperindo) Mohamad Feriadi menuturkan seiring dijalankannya masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) dan dibukanya sejumlah industri, aktivitas logistik bisnis ke bisnis (B2B) pun mulai mengalami peningkatan

Lobi Berliku Mobil Setrum

19 Nov 2020

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan jemput bola diplomatik ke Amerika Serikat berkaitan dengan upaya pemerintah dalam menggaet investor untuk pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di dalam negeri. Terkait dengan hal itu, produsen otomotif asal AS, Tesla, dikabarkan tertarik akan mendirikan pabrik baterai untuk kendaraan bermotor listrik di Batang, Jawa Tengah.

Di dalam negeri, percepatan pembangunan infrastruktur pendukung untuk industri kendaraan listrik juga terus dikebut. Pemerintah telah membentuk konsorsium Indonesia Battery Holding (IBH) -yang terdiri atas holding pertambangan MIND ID melalui PT Antam Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero)- untuk menggarap proyek pembuatan baterai kendaraan bermotor terintegrasi, mulai dari hulu sampai ke hilir. PLN juga menggandeng  sejumlah mitra industri yakni PT. Hyundai Motors Indonesia, PT. Wika Industri Manufaktr (Gesits), Grab dan PT SGMW Motors Indonesia (Wuling).

Menkeu, Butuh Empat Syarat Menuju Indonesia Maju

19 Nov 2020

Empat syarat harus dipenuhi untuk mencapai visi Indonesia 2045 yaitu menjadi negara berpenghasilan tinggi alias maju. Bila keempat syarat itu terpenuhi, dengan perkiraan jumlah penduduk mencapai 309 juta, di usianya yang ke100 itu Indonesia bakal menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia dengan pendapatan per kapita mencapai US$ 23.199. 

“(Saat itu) struktur ekonomi Indonesia akan menjadi lebih produktif dimana sektor jasa bekembang berdasarkan value added dan teknologi yang tinggi,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Seminar Nasional Call for Paper tentang Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju yang Berkelanjutan, Rabu (18/11). Kendati begitu, ia tak memungkiri bahwa untuk menuju visi Indonesia 2045, syarat-syarat yang diperlukan tidak mudah untuk dipenuhi. Pertama, adanya infrastruktur yang memadai sehingga pemerintah harus terus melanjutkan pembangunan baik secara kuantitas dan kualitas. Menurut dia, pandemi Covid-19 telah mengubah selu ruh kegiatan pemerintah, na mun pe merintah akan tetap menjalankan proyek pembangunan infrastruktur.

Selanjutnya, syarat kedua adalah terkait tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas baik dari sisi kemampuan karakter maupun keahlian (skill) mengingat Indonesia memiliki bonus demografi yaitu 52% dari total 309 juta penduduk berusia produktif, sebanyak 75% penduduk tinggal di perkotaan dan 80% merupakan penduduk berpenghasilan menengah.

Kemudian syarat ketiga, Indonesia harus memiliki kesiapan dalam mengadopsi teknologi, karena ini merupakan salah satu jalan untuk keluar dari middle income trap. Saat ini, adopsi teknologi masih menjadi tantangan cukup berat bagi Indonesia hingga mengembangkan kualitas infrastruktur digital pendukungnya 

Syarat berikutnya adalah ekonomi dan sektor keuangan Indonesia harus sustainable, kredibel, maju, dan sehat sehingga APBN perlu terus dijaga termasuk dalam kondisi krisis pandemi Covid-19.

Masih Ada Risiko Pada 2021

19 Nov 2020

Fundamen perekonomian domestik mesti diperkuat untuk mendukung dampak perbaikan kondisi global. Dengan cara itu, risiko volatilitas nilai tukar rupiah dan inflasi rendah yang membayangi perekonomian Indonesia pada 2021 bisa ditekan.

Perbaikan kondisi perekonomian global, antara lain, didukung sentimen pasar modal dan keuangan global pascakemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Sentimen negatif dari perang dagang AS-China diperkirakan berkurang.

“Secara keseluruhan, dampak ke pasar modal akan lebih positif pada 2021 kendati belum kembali ke posisi sebelum pandemi Covid-19,” kata Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual dalam webinar bertema ”Jalan Terjal Pemulihan Ekonomi” yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rabu (18/11/2020).

Kondisi global diperkirakan lebih kondusif karena era suku bunga rendah diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa tahun mendatang. Era suku bunga rendah didukung inflasi global yang juga rendah. Inflasi rendah ini dipengaruhi peningkatan inovasi digital dan penggunaan teknologi.

Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto menuturkan, perbaikan kondisi global harus didukung penguatan fundamen ekonomi domestik. Penguatan fundamen ekonomi tidak terlepas dari efektivitas pengendalian pandemi Covid-19. Jika pengendalian Covid-19 tidak efektif, risiko volatilitas nilai tukar rupiah dan inflasi rendah akan membayangi sektor keuangan Indonesia pada 2021.

Pelaksana Tugas Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menambahkan, pemulihan ekonomi Indonesia turut dipengaruhi pemulihan ekonomi China sebagai mitra dagang terbesar. Kondisi ini akan mendorong ekspor energi dan mineral dari Indonesia ke China, terutama batubara.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang diolah Kementerian Perdagangan, nilai perdagangan Indonesia-China pada September 2020 sebesar 50,27 miliar dollar AS.