Ekonomi
( 40554 )Belanja Negara Tumbuh 13,6%
Menko Perekonomian Airlangga
Hartarto mengatakan pihaknya berharap pada kuartal IV 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik, ke minus 1,6% hingga
positif 0,6%. Pada kuartal III-2020
pertumbuhan ekonomi minus 3,49%,
lebih baik dari kuartal II-2020 yang
minus 5,32%. Sedangkan kuartal I
masih tumbuh 2,97% (year on year),
karena pandemi Covid-19 di Indonesia baru terkonfirmasi pertama kali
di ujung triwulan I atau Maret lalu.
Bahkan, Gubernur Bank Indonesia
(BI) Perry Warjiyo lebih optimistis.
Ia mengatakan pekan lalu, ekonomi
RI diperkirakan positif pada kuartal
IV-2020 atau sudah keluar dari resesi.
Menkeu menjelaskan lebih lanjut, untuk belanja pemerintah pusat realisasinya Rp 1.343,8 triliun atau naik 19,9% dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 1.120,8 triliun. Angka tersebut setara dengan 68% dari target serapan dalam APBN yang sebesar Rp 1.975,2 triliun Belanja non-K/L juga meningkat 26,8% dengan realisasi Rp 618,2 triliun. Ini mencapai 54,3% dari total anggaran dalam Perpres No 72 Tahun 2020. Menkeu juga memaparkan, realisasi pendapatan negara hingga akhir Oktober tahun ini tercatat mencapai Rp 1.276,9 triliun.
Nilai Impor Kalsel Turun
Nilal Impor Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Oktober 2020 mencapai US$33,56 juta. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 15.59 persen dibanding nilai impor September 2020 yang mencapai USS39,75 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, Moch Edy Mahmud menjelaskan, dibandingkan dengan nilai impor Oktober 2019 yang mencapai US$78,60 juta, maka nilai impor bulan Oktober 2020 ini turun sebesar 57.31 persen.
la menambahkan, nilai impor untuk ketiga kelompok barang tersebut masing-masing adalah HS 27 sebesar US$25,59 juta, HS 84 sebesar USS7.03 juta, dan HS 29 sebesar USS0.26 juta. Nilai impor 5 kelompok barang utama pada bulan Oktober 2020 mencapai USS33,27 juta dengan kontribusi sebesar 99,16 persen dari total impor.
Cupang Black Avatar Paling Dicari
Mengisi waktu luang dan hobi mulai dari tanaman hias hingga bisnis ikan hias. Di antaranya dirasakan salah satu pedagang cupang di Jalan Veteran, Banjarmasin,Cuncun. la mengaku jualannya laris manis di tingkat grosiran dan pembeli akan menjual kembali sebagai bisnis.
“Ada aneka jenis ikan cupang mulai dari jenis Black Samurai, Black Mamba, hingga sederet varian lainnya. Black Avatar yang paling banyak dicari orang. Dari harga Rp 250 ribu,” ujar Cuncun, Sabtu (21/11).
Selain itu, ada pula yang banyak dicari saat ini yakni ikan cupang. Ia mengaku stok ikan cupang belum banyak namun dari segi kualitas cukup baik dan mulai diburu para kolektor. Ikan cupang dibanderol Rp 40 ribu- Rp 100 ribu per ikan.
Jenis ikan lainnya yakni ada pula ikan koi, jenis ikan predator yakni louhan yang mencapai Rp 400 ribu perekor. Konsumen yang menginginkan langsung satu set dengan aquarium juga bisa membelinya dipatok mulai Rp 1 juta.
Masa Pandemi , Harga Karet Terus Naik di Pulau Nias
Harga karet di 5 kabupaten kota di Pulau Nias seragam mengalani kenaikan di tingkat pengumpul atau sering disebut toke. Saat ini harga karet kering mencapai Rp 9.300 hingga Rp 9.500 per Kg sementara harga karet baru disadap masih mengandung air di kisaran Rp 8.500 hingga Rp 8.700. Sementara bulan lalu harga masih Rp 7.500 sampai Rp 8.000. Harga bisa berubah, tergantung jarak pengangkutan
Namun menurut Juni Telaumbanua, seorang agen pengumpul dikatakan, kenaikan harga pun sesungguhnya belum maksimal dapat menopang ekonomi petani, sebab harga karet saat ini belum dapat mengimbangi pengeluaran rumah tangga. “Beras ukuran 10 Kg saat ini Rp 120 ribu, petani akan lega jika harga karet Rp 20 per Kg,” jelasnya.
Kepala Desa di Indonesia Diminta Bikin Desa Wisata
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda pada kegiatan yang
diselenggarakan Kemenparekraf RI, Akshaya Hotel, Karawang, Jumat (20/11/2020)
Huda mengatakan, Komisi X bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Wishnutama berkomitmen membuat afirmasi khusus untuk program desa wisata pada
2021.
Tujuannya sebagai terobosan untuk pengembangan
ekonomi baru bagi desa-desa di seluruh Indonesia. Dengan begitu, kata dia, agar mendapat dukungan
penuh dari Kemenparekraf, sejak saat ini setiap desa harus berinisiatif membuat
konsep terbaik. “Program ini nggak mungkin diberikan kepada
kepala desa yang belum ada inisiatifnya. Kalau yang sudah kelihatan paling
tidak setengahnya mau berkembang, nanti kita intervensi melalui Kemenparekraf,” tegasnya.
Industri Digital Berpeluang Memperoleh Tax Holiday
Industri Digital Berpeluang memperoleh tax Holiday sebagaimana diungkapkan
oleh Staf Ahli Menteri Keuangan
Yustinus Prastowo dalam acara
CEO Power Breakfast bertema
“Ekonomi Digital Percepat Reformasi Struktural” yang digelar
oleh Beritasatu Media Holdings
(BSMH) di Hotel Aryaduta, Jakarta,
Jumat (20/11/2020). Dibuka oleh
Deputy Chairman & Senior Advisor
Lippo Group Ginandjar Kartasasmita, acara ini juga menghadirkan
pembicara Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM) Indra
Darmawan. Acara yang dimoderatori Direktur Pemberitaan BSMH
Primus Dorimulu ini diikuti lebih
dari 30 CEO perusahaan digital
ternama.
Industri pionir
adalah industri yang memiliki
koneksi luas atau keterkaitan, menyediakan nilai tambah dan dampak ekonominya
tinggi ke daerah sekitar, memperkenalkan teknologi baru,
serta menyediakan nilai strategis bagi perekonomian nasional.
PMK 130 tersebut sebenarnya
sudah memasukkan ekonomi
digital sebagai salah satu dari 18
sektor industri yang mendapatkan insentif tax holiday, tapi
hanya berlaku untuk aktivitas
pengolahan data, hosting, dan
kegiatan yang berhubungan
dengan itu.
Yustinus mengakui aturan tax
holiday dalam PMK 130/2020
belum mengubah paradigma,
namun baru sebatas mengubah
tata cara dan prosedur
Karena itulah, Yustinus meminta para pelaku usaha ekonomi
digital, melalui berbagai asosiasi yang menaunginya, untuk
mengajukan surat ke Menteri
Keuangan guna mengubah
PMK tersebut. Apalagi, PMK
itu selama ini sangat dinamis,
pernah diubah dalam beberapa
tahun, dan bisa diubah sesuai
perkembangan bisnis, termasuk
bagi pelaku bisnis start-up
Sementara itu, Indra Darmawan mengakui bahwa minat
dan realisasi investasi pada
bidang terkait telekomunikasi
dan digital, termasuk di dalamnya start-up, masuk sektor yang
berkembang luar biasa, baik secara ukuran (size) dan skalanya
sangat besar.
Menurut Indra, penanaman
modal asing (PMA) di sektor
tersebut dalam sembilan bulan
terakhir hingga September sudah mencapai US$ 2,4 miliar dan
penanaman modal dalam negeri
(PMDN) Rp 73 triliun.
Diprediksi angka ini akan
terus membesar seiring perubahan gaya hidup yang mengarah
ke digitalisasi.
Indra menambahkan, peranan
digital yang kian besar juga tercermin dari 14.000 permohonan
izin yang masuk ke BKPM per
harinya pada dua pekan lalu. Hal
itu melonjak signifikan dari yang
biasanya hanya 1.100 atau paling
6.000 per hari
Pandemi, sambung Indra, seakan membawa berkah untuk sektor digital. Selama pandemi, pembayaran digital mampu tumbuh 65%. Bank Indonesia (BI) pun menyatakan pandemi Covid-19 mengakselerasi adopsi digital di Indonesia. Hal itu sejalan dengan survei McKinsey bahwa ada peningkatan 26% pembayaran tanpa kontak di Indonesia selama bulan Juni 2020. Meski begitu, diakuinya ada sejumlah tantangan dalam pengembangan ekonomi digital. Misalnya terkait akses internet, keamanan siber, logistik, perlindungan konsumen, sumber daya manusia, dan pendanaan. Indra juga menyebut rencana Amazon Web Service (AWS), perusahaan asal Amerika Serikat, yang akan membangun fasilitas layanan cloud computing dan data center di Jawa Barat senilai sekitar Rp 40 triliun bakal memberikan dampak bagus bagi ekonomi lokal Jawa Barat maupun nasional.
Pada kesempatan tersebut,
Yustinus juga menyinggung
peluang sejumlah start-up teknologi keuangan (financial
technology/fintech) yang telah
berjasa membantu kinerja pemerintah dan menopang perbankan berhak untuk mendapatkan insentif. Salah satunya OVO,
platform pembayaran digital.
OVO dan start-up sejenis telah
berjasa besar karena melayani
sektor pada pasar yang selama
ini tidak pernah terjamah oleh
perbankan. Karena itu, mereka
seharusnya berhak mendapatkan insentif dari pemerintah.
Yustinus mengungkapkan
pula bahwa untuk menjawab
tantangan ekonomi digital ke depan, pemerintah telah mengalokasikan Rp 29,6 triliun dalam
bidang teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) dan untuk
meng-cover perluasan pembangunan infrastruktur digital di
daerah 3T (terdepan, terluar,
tertinggal).
Sedangkan Ginandjar Kartasasmita menyatakan, ekonomi
digital telah mengubah pola
bisnis, transaksi, dan konsumsi
masyarakat karena dinilai lebih
efisien dan efektif. Tak heran
jika dikatakan bahwa ekonomi
digital merupakan ekonomi masa
depan, termasuk bagi Indonesia.
Ginandjar menyebut, ekonomi
digital saat ini telah menggantikan semuanya dan berpotensi
besar menjadi ekonomi baru
di masa depan. Bahkan, dalam
perkembangan 20 terakhir,
digitalisasi mampu menyalip
perusahaan besar yang sudah
berdiri lama di dunia
Grup Sinarmas Akuisisi Dua Perusahaan Sawit US$ 304 Juta
Direktur Golden-Agri Resources
Rafael Buhay Concepcion, Jr
mengatakan, perseroan telah menandatangani conditional acquisition
agreement untuk membeli 100%
saham Centrino Investment Ltd.
Nilai akuisisi Centrino mencapai
US$ 208 juta, yang telah disepakati
oleh perseroan dan pihak penjual.
Nilai akuisisi ini telah mempertimbangkan aset bersih berdasarkan
penilaian pasar.
Sementara itu, perusahaan
kedua yang diakuisisi Golden-Agri adalah Woodside Financial Ltd. Transaksi akuisisi
Woodside Financial akan menggunakan dana investasi dalam
Acsend Agri Fund Ltd senilai
US$ 96 juta yang melibatkan
perseroan sebelumnya. Dana
investasi ini khusus dialokasikan untuk mengembangkan
perkebunan minyak sawit di
Indonesia.
Manajemen Golden-Agri tidak
menjelaskan spesifik luas budidaya tanaman dan produksi minyak sawit yang telah dan akan
dihasilkan oleh Centrino dan
Woodside. Kedua perusahaan ini
tercatat di Pulau Labuan, yang
terkenal sebagai pulau bebas
pajak atau tax haven.
Seperti diketahui, Golden-Agri
dikenal sebagai salah satu perusahaan perkebunan sawit terbesar di dunia. Produsen minyak
goreng Filma ini mengelola
kebun kelapa sawit dengan total
luas area tertanam hampir 500
hektare (ha) di Indonesia per
30 September 2020. Perusahaan
merupakan induk usaha dari PT
Sinar Mas Agro Resources &
Technology Tbk (SMAR).
Hingga September 2020, Golden-Agri membukukan pendapatan US$ 4,99 miliar, naik 6%
dibanding kuartal III-2019 sebesar US$ 4,73 miliar. Mayoritas
kenaikan pendapatan didukung
oleh kenaikan harga rata-rata
penjualan komoditas sawit.
Hal tersebut juga berdampak
terhadap posisi EBITDA yang
meningkat 3% menjadi US$ 314
juta, dari sebelumnya US$ 305
juta.
Pada bagian lain, manajemen
Golden-Agri menyoroti hasil
investigasi kantor berita Associated Press (AP) berjudul Rape,
abuses in palm oil fields linked
to top beauty brands. Liputan
investigasi AP mengungkapkan
adanya pelecehan seksual dan
upah yang tidak layak kepada
para pekerja perempuan di
perkebunan sawit besar Indonesia dan Malaysia. Pelecehan
tersebut mulai dari kekerasan
verbal, hingga kekerasan fisik
termasuk pemerkosaan.
Menanggapi hal ini, Senior
Vice President Group Corporate
Communication Golden-Agri
Anita Neville mengatakan, perilaku yang digambarkan oleh
laporan AP sangat tidak bisa
diterima. Pihaknya sangat malu
bahwa tindak kekerasan tersebut terjadi di sektor kelapa sawit
Manajemen Golden-Agri tercatat mempekerjakan 30.000
tenaga kerja perempuan secara
langsung dan tidak langsung.
Perseroan menerapkan kebijakan sosial dan lingkungan yang
menciptakan kesempatan kerja
yang setara. Perseroan juga
menerapkan berbagai kebijakan
dan tindakan untuk mendukung
dan memberdayakan perempuan.
Executive Director Golden-Agri Jesslyne Widjaja
mengatakan, perseroan tidak
mengklaim dirinya sempurna
dalam kaitannya dengan pelecehan di tempat kerja. Pihaknya
berkomitmen terus melakukan
perbaikan, dan aksi itu dimulai
dengan menyediakan layanan
bagi korban untuk menyampaikan keluhan, serta menindaklanjuti dengan tepat.
Menkeu: Kebijakan Pemulihan Tetap Dilakukan hingga Ekonomi Pulih
Menteri Keuangan
(Menkeu) Sri Mulyani Indrawati
mengatakan, perbaikan perekonomian yang mulai dialami oleh
banyak negara, terutama yang
tergabung dalam G20, dinilai masih awal dan rapuh. Oleh ka rena
itu, pemulihan ekonomi harus
tetap dilakukan dan tidak buruburu untuk dihentikan.
Ia mengatakan, kebijakan fiskal,
kebijakan moneter, dan regulasi
sektor keuangan harus tetap dijalankan hingga perekonomian
benar-benar pulih secara kuat.
Menurut Sri Mulyani, fokus
pembahasan dalam KTT G20
yakni mengenai upaya pemulihan ekonomi sebagai dampak
dari pandemi Covid-19 termasuk
sisi pembiayaan dan relaksasi
pembayaran utang bagi negara
berpenghasilan rendah serta
keterbukaan akses semua negara untuk mendapatkan vaksin
Oleh sebab itu, dalam pembahasan Debt Service Suspension Initiative (DSSI) yang juga
didukung oleh lembaga multilateral seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia
menyepakati untuk memberikan
relaksasi cicilan utang.
Relaksasi ini bertujuan agar
negara yang memiliki pendapatan rendah dapat memiliki ruang
fiskal untuk menangani pandemi
Covid-19.
Mantan direktur pelaksana
Bank Dunia itu mengatakan, dari
inisiatif tersebut, telah disepakati penundaan pembayaran utang
46 negara dari total 77 negara
yang memenuhi kriteria masuk
inisiatif tersebut.
Hangry Bakal Raih Pendanaan US$ 15 juta
Hangry, multi-brand
virtual restoran pertama di Indonesia tengah dalam pembicaraan
untuk mendapatkan pendanaan
Seri A senilai US$ 10-15 juta yang
akan digunakan untuk rencana
ekspansi bisnis perusahaan di
tengah pandemi Covid-19. Putaran
pendanaan tersebut diharapkan
selesai pada Januari 2021.
“Kami melihat, pelanggan setia
kami telah membelanjakan lebih
dari sebelumnya, tetapi kami belum juga memberikan daya tarik
lebih. Jadi kami ingin berinvestasi
untuk pengembangan merek dan
ekspansi ke lebih banyak kota,”
kata co-founder dan CEO Hangry
Abraham Viktor seperti dikutip
dari Nikkei Asia, Minggu (22/11).
Viktor mengatakan, pihaknya
akan menggunakan dana yang
didapat untuk mengembangkan
dapur pusat Hangry dan meningkatkan branding, seiring pertumbuhan bisnisnya selama pandemi
Covid-19. Berbeda dengan jaringan
restoran lainnya yang terdampak
berat akibat Pembatasan Sosial
Berskala Besar (PSBB), Hangry
mengklaim telah mencatatkan
pertumbuhan pendapatan yang
pesat melalui bisnis pengiriman
makanannya.
Meski mengalami penurunan
pendapatan sebesar 30% dalam
dua minggu pertama setelah pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta,
kata Viktor, pendapatan perusahaan kemudian meningkat 15 kali
lipat sepanjang Maret-November
2020
Hangry menjadi berita utama
awal tahun ini ketika mengumpulkan sekitar $ 3 juta melalui program akselerator Sequoia Capital
Surge dan dari pemodal ventura
Alpha JWC, bersama dengan sejumlah investor lainnya.
Saat ini, Hangry mengoperasikan 43 gerai dengan lima merek
makanan, yaitu San Gyu, Moon
Chicken, Dari Pada, Nasi Ayam
Bude Sari, dan Ayam Koplo. San
Gyu merupakan brand beef bowl
ala Jepang dengan tiga maskot utamanya, Gyu, Don dan Sai. Sementara Moon Chicken merupakan
brand ayam goreng ala Korea,
Dari Pada adalah brand minuman berbahan dasar kopi dan
susu, Nasi Ayam Bude Sari yang
merupakan brand nasi ayam dengan resep khas Indonesia, serta
Ayam Koplo adalah brand ayam
goreng ala Amerika dan sambal
khas Indonesia.
Hangry juga telah menjalin
kemitraan dengan GrabFood dan
GoFood dalam upaya untuk menarik jutaan pengguna. Perusahaan
rintisan inipun membangun aplikasi untuk program loyalitas.
Viktor berharap, Hangry bisa
memiliki 150 gerai yang beroperasi
di seluruh Indonesia pada tahun
2021, dan bertambah menjadi 750
gerai pada 2024. Bahkan saat perusahaan meningkatkan bisnis cloudkitchen-nya, Hangry berencana
untuk memiliki perpaduan layanan
antar makanan dan restoran makan
di tempat.
Target Pajak Meleset 2020, BPK : Rawan Terjadi Ijon
Kementerian Keuangan memperkirakan setoran pajak tahun ini bakal di bawah target lagi. Sampai September 2020 penerimaan pajak masih tumbuh minus sebesar 16,86%.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, “Penerimaan pajak rendah karena memang kontraksi dan ini pun masih ada risiko tidak tercapai akibat kondisi korporasi maupun masyarakat betul-betul tertekan seperti statistik yang kita lihat,” katanya Kamis (19/11).
Namun saat potensi melesetnya penerimaan pajak, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyampaikan adanya potensi terjadinya ijon pembayaran pajak. Hal ini terlihat dalam publikasi Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I/2020 yang menunjukkan adanya pembayaran pajak penghasilan (PPh) Pasal 25 untuk tahun pajak 2020 yang diakui sebagai penerimaan 2019.
Praktik ijon pajak itu dilakukan oleh 944 wajib pajak di 20 kantor wilayah (Kanwil) Ditjen Pajak pada periode November hingga Desember 2019. Hasilnya, terjadi kenaikan pembayaran PPh Pasal 25 mencapai 303,89%. BPK menyampaikan peningkatan tersebut disebabkan karena wajib pajak telah membayar angsuran PPh Pasal 25 lebih dari satu kali. Pada 1-15 Desember, wajib pajak membayar untuk masa pajak November 2019 yang jatuh tempo pembayarannya pada 15 Desember 2019.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









