Ekonomi
( 40460 )Kalsel Ekspor Belut Hidup ke China
Kalimantan Selatan mulai mengekspor belut secara langsung ke China lewat jalur udara. Terbukanya pintu ekspor menjadi peluang usaha budidaya belut di Kalsel untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.
Sebanyak 1,55 ton belut hidup dikirim dari Kalsel ke China lewat kargo Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Rabu (18/11/2020). Pelepasan ekspor perdana belut di terminal kargo bandara itu dihadiri jajaran Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas II Banjarmasin, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Dinas Perdagangan Kalsel, dan CV Tiga A selaku eksportir belut.
Kepala BKIPM Banjarmasin Sokhib mengatakan, belut kini termasuk komoditas perikanan unggulan Kalsel yang turut menyumbang penerimaan negara bukan pajak (PNBP), seperti udang, kepiting, daging rajungan, ikan segar, dan ikan arwana. Sampai Oktober 2020, komoditas perikanan menyumbang PNBP sebesar Rp 885,28 juta dengan nilai komoditas mencapai Rp 145,41 miliar.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani mengatakan, ekspor perikanan bisa menjadi masa depan ekspor Kalsel sehingga tak bergantung pada komoditas pertambangan. Peningkatan ekspor perikanan juga akan menggairahkan nelayan dan usaha perikanan.
Proyek Infrastruktur Tetap Jalan untuk Ungkit Ekonomi
Proyek infrastruktur pemerintah dapat menjadi daya ungkit pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19. Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2021 justru naik menjadi Rp 149,8 triliun dari Rp 75,6 triliun pada 2019. Namun, harus ada prioritas dalam menggarap proyek infrastruktur itu.
Direktur Jenderal Bina Marga pada Kementerian PUPR Hedy Rahadian, Rabu (18/11/2020), mengatakan, penerimaan badan usaha pengelola jalan tol menurun drastis. Di sisi lain, biaya pemeliharaan jalan turun signifikan akibat rendahnya lalu lintas jalan.
Proyek-proyek infrastruktur ini dapat mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, serta menyerap tenaga kerja. “Program padat karya yang dikerjakan Bina Marga diperkirakan bakal menyerap lebih dari 42.000 tenaga kerja lokal,” ujarnya dalam seminar daring ”Shell Bitumen: Bangun Konektivitas, Dukung Pertumbuhan Ekonomi” yang diselenggarakan Shell Indonesia di Jakarta.
Program yang dijalankan Direktorat Jenderal Bina Marga dalam bagian program Pemulihan Ekonomi Nasional tahun ini adalah pengadaan barang untuk pengaspalan jalan dan revitalisasi drainase. Program ini diprioritaskan pada pelibatan usaha kecil dan menengah, serta bersifat padat karya. Total anggaran untuk program ini sekitar Rp 1,35 triliun. “Program padat karya itu berupa revitalisasi drainase di jalan nasional sepanjang 5.000 kilometer yang menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 42.215 orang,” ujarnya.
Di sektor angkutan udara, Vice President of Airport Engineering Development PT Angkasa Pura II (Persero) atau PT AP II Stephanus Millyas Wardana mengemukakan, dampak pandemi Covid-19 menyebabkan jumlah penumpang pesawat merosot drastis hingga 62 persen. PT AP II memperkirakan jumlah penumpang pesawat udara akan benar-benar pulih sediakala pada 2024.
Sementara Shell Indonesia berkomitmen mendukung program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur nasional. Produk bitumen Shell telah digunakan di beberapa proyek jalan raya di Indonesia, seperti di simpang susun Semanggi, Jakarta Pusat, Jalan Trans-Sumatera, serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Sektor Pangan Tetap Tumbuh Di Tengah Pandemi
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini, sektor pangan bisa menjadi salah satu faktor yang bisa menjaga stabilitas ekonomi, sosial dan politik. Sektor ini dinilai strategis karena berhubungan dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan ketersedian pangan.
“Pertumbuhan sektor pangan yang sangat strategis karena pembangunan ekonomi berkelanjutan apabila didukung oleh ketersediaan pangan,” kata Rosan saat membuka acara Jakarta Food Security Summit-5 secara virtual, Jakarta, Rabu (18/11).
Sektor tanaman pangan tetap tumbuh positif di kuartal II dan kuartal III tahun ini. Masing-masing tumbuh 9,23 persen dan 7,14 persen. Rosan menyebut, ini merupakan pertumbuhan tertinggi selama 3 tahun terakhir.
Secara keseluruhan, sektor pertanian dan kehutanan serta sektor perikanan pada kuarta II dan kuartal III tetap tumbuh positif. Masing-masing 2,19 persen dan 2,16 persen. Peningkatan ini ditopang pertumbuhan pertanian dan subsektor perkebunan sawit, tanaman kopi, kakao dan produk turunannya tumbuh positif.
Dalam pengamatan Rosan, tingginya permintaan sektor pangan dalam dan luar negeri membuat sektor ini memiliki potensi besar untuk tumbuh. Sehingga pertumbuhan sektor ini perlu diberikan prioritas di masa mendatang.
UKM IKM Nusantara: Harbonas Gerus Devisa Negara karena Transaksi Online Lintas Negara
Ketua Koordinator Daerah (Korda) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) Nusantara Provinsi Sumatera Utara (SU) Binsar M Simatupang SE MM mengatakan, devisa tergerus karena transaksi online lintas negara. Bahkan Hari Belanja Online Nasional (Harbonas) pada November memberi peluang devisa negara ke luar karena kegiatan tersebut melibatkan aplikasi luar negeri.
“Itu sebabnya, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah resesi karena pandemi Covid-19, maksimalkan transaksi hanya di dalam negeri karena uangnya berputar di Indonesia,” tegasnya di Medan, Jumat (13/11) di jeda sosialisasi UKM IKM berbasis hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan handcraf Nusantara.
IKM di dalam negeri kisaran 4,4 juta unit usaha atau mencapai 99 persen dari seluruh unit usaha industri di Tanah Air. “Sektor tersebut sudah menyerap hingga 10,5 juta tenaga kerja atau berkontribusi 65 persen dari sektor industri secara keseluruhan. Ada wabah virus corona, pengangguran meningkat. Memecahkannya dengan memberdayakan UKM IKM khususnya di bidang padat karya hingga mengurangi pengangguran,” tambahnya.
Satu antaranya, maksimalkan memakai produk dan jasa dalam negeri. Seperti belanja online, pakai aplikasi Indonesia termasuk dalam memenuhi kebutuhan via aplikasi online. “Di Indonesia bahkan di Medan ada aplikasi buatan dalam negeri seperti Aplikasi Online Mudigo yang jauh lebih lengkap dan murah ketimbang aplikasi berbasis dan dimodali asing,” tutupnya.
Investasi Jatim Tembus Rp 66,5 T
Pencapaian investasi Provinsi Jawa Timur tumbuh positif. Dalam tahun 2020, year on year, perolehan investasi Jawa Timur naik sebanyak 42,1 persen. Kenaikan tersebut dibandingkan antara periode bulan Januari - November 2020 terhadap capaian periode yang sama di tahun 2019.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aris Mukiyono mengatakan bahwa per bulan ini pencapaian investasi Jawa Timur mencapai Rp 66,5 trilliun. “Sampai hari ini capaian investasi kita tercatat Rp 66,5 trilliun. Terbanyak masih dari sektor Penanaman Modal Dalam Negeri,” kata Aris pada Surya.co.id, Rabu (19/11).
Rincinya, capaian penanaman modal dalam negeri yang masuk ke Jatim ada sebanyak Rp 47,39 trilliun. Sedangkan untuk capaian penanaman modal asing tercatat mencapai Rp 19,1 trilliun.
Pemerintah Investigasi Temuan Virus Korona Baru pada Produk Ikan
Pemerintah RI masih menginvestigasi PT ALI terkait temuan virus korona baru atau SARS-CoV-2 pada produk ikan bawal yang diekspor ke China. Sebelumnya, temuan kasus virus korona ini ditemukan pada kemasan produk perikanan PT PI yang juga dikirim ke China.
Otoritas Bea dan Cukai China (GACC) mendeteksi kontaminasi virus penyebab Covid-19 pada produk ikan bawal asal Indonesia. Produk itu dikirim PT ALI yang berdomisili di Jawa Timur. Terkait temuan itu, China menangguhkan impor produk perikanan dari perusahaan selama tujuh hari.
Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM-KKP) Widodo Sumiyanto, Selasa (17/11/2020), mengatakan, BKIPM mendapat informasi terkait temuan GACC itu pada 8 November 2020 dan disampaikan GACC pada 10 November.
Produk itu dikirim dalam satu kontainer berisi 26,2 ton ikan oleh PT ALI pada 12 September 2020. Pengiriman produk itu ditangguhkan sementara selama tujuh hari sehingga pada 18 November 2020 seharusnya perusahaan sudah diperbolehkan mengirim kembali produk perikanan ke China.
Kepala BKIPM-KKP Rina menuturkan, dalam menginvestigasi PT ALI, BKIPM juga berkoordinasi dengan GACC dan atase perdagangan di Beijing. Selama investigasi berlangsung, BKIPM menghentikan sementara layanan sertifikasi kesehatan (HC) untuk ekspor bagi PT ALI.
Saat ini, SNI produk perikanan sejumlah 169 SNI, dan 57 SNI produk perikanan nonpangan. SNI dinilai menjadi garda terdepan untuk melindungi produk perikanan dalam negeri dan melindungi produk di pasar global.
Komoditas Karet : Permintaan Pasar Dunia Meningkat
Ekspor karet remah dari Sumatera Utara pada Oktober mencapai 40.543 ton, meningkat 18,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Peningkatan volume ekspor karet pada Oktober, antara lain, didorong kepanikan pembeli karena produksi karet yang terus menurun hampir di seluruh sentra produksi di Indonesia,” kata Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah, Selasa (17/11/2020).
Volume ekspor karet Sumut pada Oktober meningkat 18,03 persen dari September yang mencapai 34.351 ton. Namun, secara tahunan, volume ekspor karet pada periode Januari sampai Oktober 2020 masih 315.792 ton atau menurun 8,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Enam negara tujuan ekspor utama Sumut, yaitu Jepang (19,11 persen), AS (19,06 persen), India (9,14 persen), Brasil (7,59 persen), China (6,76 persen), dan Turki (6,59 persen). Enam negara tersebut mencakup 68,24 persen dari semua ekspor karet dari Sumut.
Harga karet jenis TSR 20 untuk pengapalan Desember sudah mencapai 155,5 sen dollar AS per kilogram, meningkat 3,13 sen dollar AS dibandingkan Oktober. Pada Juli, harga karet sempat anjlok hingga 116,5 sen dollar AS per kilogram.
Harga karet di salah satu unit pengolahan dan pemasaran bahan olah karet dengan kualitas yang bagus kini mencapai Rp10.300 per kilogram. Harga tersebut meningkat setelah anjlok hingga Rp 6.000 per kilogram.
BKPM: Ekonomi RI Butuh Investasi Rp 4.983,2 T untuk Tumbuh 6%
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan,
untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6% Indonesia membutuhkan investasi swasta senilai Rp
4.983,2 triliun hingga 2024. Angka ini telah ditetapkan sebagai target dalam Rencana Strategis (Renstra) dan Indikator Kinerja BKPM Tahun 2020-2024.
“Kalau kita ingin pertumbuhan
ekonomi nasional mencapai 6%,
ini adalah target yang akan kami
lakukan sampai 2024,” kata Bahlil
dalam webinar “Market Outlook
2021” pada Selasa (17/11). Pertumbuhan ekonomi hingga 6% tersebut
dibutuhkan untuk mewujudkan
Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2030.
Target tersebut, papar dia, berasal dari investasi di sektor riil yang
mencakup penanaman modal asing
(PMA) maupun penanaman modal
dalam negeri (PMDN), tidak termasuk sektor keuangan, minyak dan
gas (migas), serta investasi pemerintah.
Dia merinci, besaran target dalam
empat tahun mendatang ini naik
hingga 47,3% dari realisasi investasi
2015-2019 yang sebesar Rp 3.381,9
triliun.
Untuk bisa mencapai target tersebut, Bahlil menyatakan, tahun ini
realisasi investasi harus sebesar Rp
817,2 triliun, pada 2021 sebesar Rp
858,5 triliun, 2022 sebesar Rp 968,4
triliun, 2023 sebesar Rp 1.088,8
triliun, dan 2024 sebesar Rp 1.239,3
triliun
Lebih lanjut ia mengatakan, agar
perekonomian mampu bertahan,
BKPM akan melakukan beberapa
skenario menarik investasi pada
2021. Pertama, BKPM melakukan
pendampingan dan pengawalan proses investasi dari awal sampai akhir.
Selanjutnya, melakukan promosi
dan meyakinkan investor, bahwa
Indonesia merupakan negara yang
layak untuk tempat berinvestasi,
karena faktor sumber daya alam
(SDA) yang melimpah, dan penduduk yang besar.
Menurut Bahlil, untuk menggaet investor, BKPM pun mengubah paradigma untuk ikut turun langsung menangani permasalahan yang dihadapi investor, Selain itu, BKPM juga melakukan pengawalan dan pendampingan bagi investor untuk memastikan agar proses investasi berjalan lancar dari tingkat konstruksi dan produksi. Sebab, jika investor belum menjalani proses hingga tahap produksi, negara belum mendapatkan efek positif dari investasi yang masuk
Kemudian, lanjut Bahlil, pemerintah akan mendorong investor masuk
ke industri padat karya, khususnya
yang berorientasi ekspor yakni industri farmasi dan alat kesehatan, industri otomotif, dan industri elektronik.
Kedua, pemerintah akan mendorong energi baru dan terbarukan
(EBT), karena di dunia saat ini menuju ke green energy. Ini ikut menjadi
instrumen investor dalam negeri dan
luar negeri dalam menentukan negara
tujuan investasi mereka.
Ketiga, pembangunan infrastruktur
yang sudah menjadi prioritas sejak
periode pertama pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan
dilanjutkan untuk menarik investor.
Kemudian, pertambangan juga menjadi fokus pemerintah karena perlunya
didorong hilirisasi.
Grup Telkom Siapkan IPO Saham 4 Start-up
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
(TLKM) atau Telkom melalui MDI Ventures berencana membawa minimal empat portofolio investasi
perusahaan rintisan (start-up) untuk melangsungkan penawaran umum perdana (initial public
offering/IPO) saham dalam periode dua tahun ke
depan. Adapun satu start-up ditargetkan IPO pada
kuartal I-2021.
Managing Partner MDI Ventures
Singapore Kenneth Li mengatakan,
pihaknya telah berdiskusi dengan
sejumlah penjamin emisi (underwiter) terkait rencana IPO salah
satu portofolio start-up tahun depan.
Pihaknya belum dapat menyebutkan nama start-up tersebut,
namun dipastikan perusahaan itu
bergerak dalam bisnis software as
a service (SaaS).
Kenneth menegaskan, saham start-up tersebut yang akan
dilepas ke publik sekitar 20-25%. Sementara, dana IPO yang ditargetkan
minimal Rp 100-150 miliar. Start-up
ini tergolong menjanjikan karena
sudah pro table selama lebih dari
tiga tahun.
Dia menambahkan, IPO startup memang menjadi salah satu
strategi exit perseroan. Strategi ini
disiapkan secara matang.
Seperti diketahui, MDI Ventures merupakan unit bisnis Telkom yang agresif mengucurkan pendanaan ke start-up potensial. Selain MDI Ventures, anak usaha Telkom lainnya, yakni PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) juga aktif berinvestasi pada start-up potensial. Pada 16 November, Telkomsel resmi menandatangani perjanjian investasi senilai US$ 150 juta dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek. Dalam kolaborasi ini, Gojek dan Telkomsel akan saling memperkuat layanan digital, mendorong inovasi dan produk baru, serta meningkatkan kenyamanan bagi para pengguna dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kerja sama ini mer upakan per luasan kolaborasi Gojek dan Telkomsel yang menawarkan paket data terjangkau kepada mitra pengemudi Gojek sejak 2018. Kedua perusahaan juga siap berkolaborasi di bidang gaya hidup digital serta mengembangkan solusi teknologi periklanan digital untuk para pelaku usaha.
Seperti diketahui, sebagai unicorn, Gojek mempunyai rekam
jejak menarik investor ternama
kelas dunia sepanjang 2020, seperti
Facebook, Paypal, Google dan Tencent pada Juni. Sebelumnya, Gojek
juga mengantongi pendanaan seri
F dengan nilai US$ 1,2 miliar dari
Visa, Mitsubishi Motors, Mitsubishi
Corporation, dan Mitsubishi UFJ
Financial Group pada Maret.
September, Transaksi QRIS Tembus Rp 800 Miliar
Nilai transaksi
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tembus
Rp 800 miliar sampai dengan
September 2020, yang dicatatkan oleh lebih dari 10 juta
transaksi.
Direktur Eksekutif Asosiasi
Sistem Pembayaran Indonesia
(ASPI) Djamin Nainggolan
menjelaskan, pihaknya mendukung inisiatif menghadirkan
QRIS oleh Bank Indonesia dan
pihak yang terkait.
Menurut Djamin, QRIS bisa
menunjang sistem pembayaran digital dibandingkan
mesin modern ritel lainnya.
Di samping itu, masih banyak
UMKM yang tidak pernah
tersentuh layanan sistem pembayaran digital. Dalam hal ini,
QRIS mendukung ekspansi
pembayaran serta mampu
meningkatan transaksi digital
UMKM di Indonesia.
Dia menambahkan, sampai
saat ini jumlah yang menggunakan layanan QRIS naik
dari 4,7 juta menjadi 5 juta
merchant. Jumlah itu diyakini
masih akan meningkat seiring
dengan kebiasaan masyarakat
terkait protokol kesehatan dan
dorongan pemerintah bertransaksi secara nontunai.
Meski demikian, Djamin
mengatakan, jumlah merchant
aktif juga perlu terus didorong
ketika secara kuantitas target
5 juta merchant telah dicapai.
Sementara itu, Direktur
Bisnis Komersial BRI Syariah
Kokok Alun Akbar mengatakan, QRIS menjadi solusi
ketika banyaknya metode pembayaran nontunai. Pihaknya
menggandeng berbagai merchant di berbagai bidang untuk
penggunaan layanan tersebut.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









