Proyek Infrastruktur Tetap Jalan untuk Ungkit Ekonomi
Proyek infrastruktur pemerintah dapat menjadi daya ungkit pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19. Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2021 justru naik menjadi Rp 149,8 triliun dari Rp 75,6 triliun pada 2019. Namun, harus ada prioritas dalam menggarap proyek infrastruktur itu.
Direktur Jenderal Bina Marga pada Kementerian PUPR Hedy Rahadian, Rabu (18/11/2020), mengatakan, penerimaan badan usaha pengelola jalan tol menurun drastis. Di sisi lain, biaya pemeliharaan jalan turun signifikan akibat rendahnya lalu lintas jalan.
Proyek-proyek infrastruktur ini dapat mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, serta menyerap tenaga kerja. “Program padat karya yang dikerjakan Bina Marga diperkirakan bakal menyerap lebih dari 42.000 tenaga kerja lokal,” ujarnya dalam seminar daring ”Shell Bitumen: Bangun Konektivitas, Dukung Pertumbuhan Ekonomi” yang diselenggarakan Shell Indonesia di Jakarta.
Program yang dijalankan Direktorat Jenderal Bina Marga dalam bagian program Pemulihan Ekonomi Nasional tahun ini adalah pengadaan barang untuk pengaspalan jalan dan revitalisasi drainase. Program ini diprioritaskan pada pelibatan usaha kecil dan menengah, serta bersifat padat karya. Total anggaran untuk program ini sekitar Rp 1,35 triliun. “Program padat karya itu berupa revitalisasi drainase di jalan nasional sepanjang 5.000 kilometer yang menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 42.215 orang,” ujarnya.
Di sektor angkutan udara, Vice President of Airport Engineering Development PT Angkasa Pura II (Persero) atau PT AP II Stephanus Millyas Wardana mengemukakan, dampak pandemi Covid-19 menyebabkan jumlah penumpang pesawat merosot drastis hingga 62 persen. PT AP II memperkirakan jumlah penumpang pesawat udara akan benar-benar pulih sediakala pada 2024.
Sementara Shell Indonesia berkomitmen mendukung program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur nasional. Produk bitumen Shell telah digunakan di beberapa proyek jalan raya di Indonesia, seperti di simpang susun Semanggi, Jakarta Pusat, Jalan Trans-Sumatera, serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023