;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

RCEP Perketat Persaingan

16 Nov 2020

Indonesia bersama 14 negara menandatangani perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau RCEP. Negara yang turut menandatangani RCEP terdiri dari 10 negara anggota ASEAN, Selandia Baru, China, Korea Selatan, Jepang, dan Australia. Pakta yang setebal 14.367 halaman ini diteken di akhir Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) RCEP ke-4, rangkaian KTT ASEAN ke-37 di Hanoi, Vietnam, Minggu (15/11/2020).

Ruang lingkup RCEP itu mencakup perdagangan barang dan jasa, investasi, kerja sama ekonomi dan teknis, kekayaan intelektual, persaingan, penyelesaian sengketa, e-dagang, serta usaha kecil dan menengah (UKM).

Publikasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) “World Trade Statistical Review 2020”, China, Korea Selatan, dan Vietnam tergolong dalam 10 negara eksportir tekstil terbesar dunia sepanjang 2019 dengan porsi secara berturut-tutut sebesar 39,2 persen, 3 persen, dan 2,9 persen. Sebaliknya, Indonesia tergolong dalam 10 negara importir tekstil tertinggi dunia dengan porsi 2,1 persen.

Laporan yang sama menyebutkan, negara-negara anggota RCEP yang masuk dalam 10 eksportir produk otomotif dunia terbesar sepanjang 2019 adalah Jepang, Korea Selatan, China, dan Thailand. Secara berturut-turut, porsi masing-masing negara itu sebesar 13,7 persen, 5 persen, 2,6 persen, dan 1,7 persen. Di sektor jasa telekomunikasi, China dan Singapura masuk dalam daftar 10 negara eksportir teratas dunia. Pada 2018, porsi ekspor setiap negara itu sebesar 3 persen dan 2,2 persen.

Oleh sebab itu, Indonesia akan memasang strategi ofensif, baik di dalam maupun luar negeri. Indonesia mesti unggul di pasar domestik yang kini turut menjadi pasar internasional. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, sebelum diimplementasikan, RCEP mesti diratifikasi. Selama 90 hari ke depan, Kemendag akan mempersiapkan proses ratifikasi.


Sengkarut Industri Unggas, Impor Brasil Bakal Jadi Ancaman

16 Nov 2020

Potensi masuknya daging ayam Brasil dipandang bakal kian memperberat kinerja industri perunggasan, terutama untuk skala usaha peternak mandiri. Kepala Bidang Hukum dan Humas Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia Cecep M. Wahyudin mengatakan tanpa adanya impor, harga ayam di dalam negeri kerap menghadapi gejolak akibat pasokan yang berlebih dan permintaan yang anjlok.

Sepanjang 2020, harga jual livebird di tingkat peternak beberapa kali mencapai di bawah harga pokok produksi yaitu Rp18.000/kg. Buntut dari tak seimbangnya pasokan dan permintaan ini adalah dikeluarkannya kebijakan pemangkasan populasi lewat pemusnahan telur siap tetas sebanyak 7 juta butir tiap pekan pada awal Oktober. Perusahaan pembibitan pun diminta afkir dini bibit ayam kelas parent stock (PS) yang berusia lebih dari 50 pekan.

Harga ayam dari Brasil sendiri diperkirakan lebih murah 20%—30% saat tiba di Tanah Air. Permintaan mungkin akan datang dari industri pengolahan karena lebih efisien. Ekonom Senior Indef Enny Sri Hartati mengutarakan kondisi peternakan unggas di dalam negeri tengah tertekan, sehingga pemerintah harus tetap melakukan proteksi. Selain itu, produksi di dalam negeri pun masih bisa memenuhi kebutuhan. “Indonesia sedang oversupply ayam dan di UU Pangan kita jelas, jika kebutuhan di dalam negeri cukup, pemerintah tidak diperbolehkan impor,” kata Enny.

Proyeksi Asia Tenggara, Mengintip Peta Ekonomi Digital Indonesia

16 Nov 2020

Riset Google, Temasek dan Bain memperkirakan ekonomi digital Indonesia tumbuh hampir tiga kali lipat menjadi US$124 miliar pada 2025 dari tahun ini. Proyeksi tersebut turun dari perkiraan sebelumnya sebesar US$133 miliar. Apa penyebabnya? 

Riset Google, Temasek dan Bain memperkirakan ekonomi digital Indonesia tumbuh hampir tiga kali lipat menjadi US$124 miliar pada 2025 dari tahun ini. Proyeksi tersebut turun dari perkiraan sebelumnya sebesar US$133 miliar. Apa penyebabnya? Ekonomi berbasis internet Asia Tenggara diprediksi akan mengalami pertumbuhan lebih cepat hingga 2025, termasuk Indonesia karena menggeliatnya transaksi dagang elektronik (e-commerce) seperti Bukalapak, Shoppe, Lazada, hingga Tokopedia. Kondisi tersebut terdorong adanya pergeseran perilaku masyarakat karena pandemi virus corona atau Covid-19.

Laporan Google, Temasek Holding Pte dan Bain & Co. memproyeksikan bahwa nilai ekonomi berbasis internet di Asia Tenggara akan mengalami peningkatan lebih cepat menjadi lebih dari US$300 miliar pada 2025. Dalam riset tersebut, belanja daring di kawasan Asia Tenggara diperkirakan mencapai US$172 miliar pada 2025, lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar US$153 miliar. 

Di sisi lain, pandemi juga mempercepat adopsi layanan keuangan online karena lebih banyak konsumen yang mengandalkan cara pembayaran dan transfer uang tanpa kontak, serta menghindari uang tunai. Adapun, industri pinjaman digital, tidak berubah dari tahun lalu sebesar US$23 miliar. Hal tersebut mencerminkan adanya kekhawatiran atas kredit macet.

Sementara di tahun ini, Google, Temasek, dan Bain dalam laporan bertajuk e-Conomy SEA 2020 memperkirakan, nilai ekonomi berbasis internet di Asia Tenggara mencapai US$ 105 miliar atau sekitar Rp1.475 triliun pada tahun ini. Indonesia menyumbang sebanyak US$44 miliar atau kurang lebih Rp619 triliun.

Meskipun demikian, nilai investasi di sektor internet di Indonesia mengalami peningkatan pada paruh pertama tahun ini sebesar US$2,8 miliar, dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama sebesar US$1,8 miliar. Sementara, pertumbuhan di Malaysia, Filipina, dan Thailand sekitar 6%—7%, sedangkan Singapura turun 24% menjadi US$ 9 miliar tahun ini, disumbang sektor pariwisata atau online travel. Sebelumnya, survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia hingga kuartal II tahun ini naik menjadi 73,7%, dari populasi atau setara 196,7 juta pengguna.

Ketua Umum APJII Jamalul Izza mengatakan kenaikan jumlah penggguna itu antara lain disebabkan beberapa faktor, seperti infrastruktur internet cepat atau broadband di Indonesia semakin merata dengan adanya Palapa Ring, transformasi digital semakin masif akibat pembelajaran online dan kebijakan bekerja dari rumah (work form home) akibat pandemi Covid-10 sejak Maret lalu. 

Bisnis Gojek, Perebutan Kue Iklan Makin Ketat

16 Nov 2020

GOJEK memperbaharui model bisnis dengan pendekatan kecerdasan buatan yang menjanjikan pemirsa terukur dengan menggunakan digital out of home (DOOH), Gojek membesut layanan tersebut dengan nama Goscreen. Kiranjeet Purba, Direktur PT Lintas Promosi Global (PROMOGO) menyebutkan pembaharuan teknologi ini menyasar para pengiklan yang ingin mendapatkan impresi tinggi pada wilayah tertentu, termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Layanan ini telah dilakukan pilot project dengan klien Disney+ Hotstar yang diklaim mampu menjangkau 850.000 orang dengan 4 juta impresi.

GOJEK optimistis bisnis ini akan bertumbuh karena pasar iklan di Indonesia terus tumbuh dengan menyebut angka 34% untuk kue iklan dalam 5 tahun ke depan. Lembaga Riset Global, Nielsen mencatat dalam pengamatan Januari-Juli 2020 melaporkan kue iklan mencapai Rp 122 triliun. Namun porsi kue iklan ini hanya untuk pemantauan penempatan iklan di televisi, digital, cetak dan iklan radio.

Perinciannya televisi masih mendominasi dengan 72% porsi belanja iklan dengan angka lebih dari Rp 88 triliun. Disusul dengan iklan digital dengan 20% dengan total belanja iklan Rp 24,2 triliun, iklan media cetak mencapai lebih dari Rp 9,6 triliun dan total belanja iklan radio mencapai Rp 604 miliar. Nilai iklan ini dari pemantauan 15 stasiun TV nasional, 102 surat kabar,, 46 majalah dan tabloid dan 200 situs. Adapun radio mencakup 104 stasiun radio. Namun belanja iklan ini tanpa menghitung diskon, bonus, promo, ataupun harga paket.

West Java Investment Summit 2020, Investasi Metropolitan Rebana Untuk Dunia

16 Nov 2020

Menarik mencermati perkembangan investasi di Super Koridor Ekonomi Pantai Utara Jawa. Semakin banyak tawaran kepada investor berupa proyek dengan dukungan lengkap, mulai infrastruktur logistic, peran pengusaha domestic, kebijakan upah, hingga aturan yang sudah sangat sederhana.

West Java Investment Summit (WJIS) 2020, merupakan panggung untuk menjajakan peluang investasi Jawa Barat, selain itu pemerintah Jawa Barat juga memperkenalkan kepada investor Kawasan unggulan terintegrasi: Metropolitan Rebana.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bercerita soal Kawasan Metropolitan Rebana berawal dari Segitiga Rebana yang meliputi Kawasan Patimban, Subang: Kertajati, Majalengka: dan Cirebon. Ada 13 Kawasan yang di siapkan untuk menjadi kota baru yang terintegrasi dengan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Tematik. Terlebih Presiden Joko Widodo sudah mengukuhkan Subang dan Majalengka bagian dari Super Kawasan Ekonomi Pantai Utara Jawa, Wapres KH Ma’aruf Amin pun meminta pembangunan Kawasan halal di Metropolotan Rebana. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Layanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Noneng Komara  menuturkan WJIS di gelar selama 4 hari mulai 16 November hingga 19 November 2020, dengan kombinasi acara online dan offline.

Jawa Barat meraih peringkat pertama tujuan investasi baik asing maupun dalam negeri, sebesar 86,3 triliun dalam kuartal lll/2020. Ratusan investor local dan global hadir dalam market sounding dan ono on one meeting mengincar 27 proyek investasi sebesar 32 triliun lebih. Invest in Java for Better Futur, Live, Work and Play menjadi tema WJIS kali ini. Mulai dari Subang Smartpolitan, Cargo Village, Kertajati Majalengka, Tempat pengelolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Cirebon Raya hingga Kawasan Ciater Agro Wisata, Subang, Kawasan Terpadu industry Subang menjadi unggulan 27 peluang investasi yang di tawarkan


Jatim Yakin Investasi Naik

16 Nov 2020

Penerapan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja diyakini bakal berdampak positif bagi iklim penanaman modal atau investasi, khususnya di Jawa Timur.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DFMPTSP) Jatim Aris Mukiyono menganggap UU Cipta Kerja sebagai kebijakan reformasi yang sangat penting. Sejumlah mekanisme perizinan usaha yang membutuhkan prasyarat khusus, bakal dibuat secara paralel. Contohnya dalam mengurus izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Kemudahan perizinan usaha itu, ungkap Aris, bakal membangkitkan gairah perekonomian di Jatim. “Dari sisi investasi itu sangat mendukung sekali untuk menaikkan ekonomi,” jelasnya.

Dijelaskan pula, UU Cipta Kerja, bakal merevisi tiga Undang-undang mengenai penanaman modal. Di antaranya, UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah (Pemda), UU 28/2009 tentang Pajak Daerah atau Retribusi Daerah dan UU 25/2007 tentang Penanaman Modal.

UU Cipta Kerja bakal merevisi sebuah poin mengenai Norma, Standar, Prosedur, Kriteria (NSPK) yang diatur dalam UU 23/2014 tentang Pemda, NSPK merupakan mekanisme yang mengontrol proses perizinan daerah.

Sedangkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur Adik Dwi Putranto menilai UU Cipta Kerja bisa membuka banyak lapangan pekerjaan. “Dengan adanya omnibus law, banyak usaha usaha baru yang bermunculan nantinya. secara otomatis membuka banyak lapangan kerja,” katanya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur, Arief Harsono membantah UU Cipta Kerja hanya memberikan keuntungan kepada para pengusaha. Menurutnya, itu sangat bagus bagi semua pihak. “Untuk semua pihak. Bukan untuk kamu saja sebagai pengusaha, Dinas-dinas di pemerintahan juga akan mendapatkan manfaatnya lewat undang-undang itu,” katanya, Selasa (10/11)


Truk Giga Dukung Bisnis Logistik

16 Nov 2020

Bisnis sektor logistik dan kurir melonjak saat pandemi Covid-19 ketika hampir semua sektor bisnis lain justru terpuruk. Salah satu pemicunya adalah meningkatnya aktivitas digital masyarakat. termasuk belanja online atau daring.

Kepala Cabang Utama JNE Salo Bambang Widiatmoko mengungkapkan bahwa volume pengiriman barang di tempatnya meningkat sampai 30 persen. “Ini dipengaruhi banyak masyarakat beraktivitas dirumah, tetapi tetap melakukan transaksi pembelian lewat online,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan pers, Sabtu (14/11).

Bambang menjelaskan, sebelum pandemi, rata-rata volume pengiriman dari Solo ke berbagai wilayah seperti Jabodetabek dan Jawa Timur mencapai 20 ton per bulan. Sebagian barang itu dikirim via darat dan udara. Ketika pandemi, pengiriman via udara anjlok. karena banyak rute penerbangan tutup akibat tidak ada penumpang, sedangkan pengiriman barang via darat malah meningkat.

Peningkatan pengiriman barang itu, membuat pihaknya menambah armada. Saat ini, pihaknya diperkuat 35 unit armada, di antaranya 15 unit truk bermerek Isuzu, yakni truk Giga dan Elf NKR.

Ketua DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menyebutkan kegiatan logistik yang masih dapat bertahan, bahkan mengalami pertumbuhan positif, adalah layanan logistik e-commerce dan layanan pengiriman barang (courier service).


Arah Perekonomian Makassar dalam Pusaran Pilwali

16 Nov 2020

Secara makro aspek perekonomian khususnya, peran Makassar dari waktu ke waktu terus meningkat sharenya diukur dari rasio PDRB, baik dalam skala perekonomian nasional, wilayah KTI, pulau Sulawesi, apalagi skala daerah Provinsi Sulsel.

Secara berurut, sektor Perdagangan besar dan eceran 21 persen, Industri pengolahan 18,5 persen, Konstruksi 18,2 persen, Informasi dan komunikasi 9,3 persen, Jasa Pendidikan 9,1 persen, dan Jasa keuangan 6,5 persen.

Salah satu hal utama yang perlu dibenahi pemimpin baru Makassar adalah perlu tersedianya informasi PDRB per Kecamatan yang selama ini belum pernah dirilis. Hal ini penting diketahui oleh para pemangku usaha khususnya dan terutama bagi pengambil kebijakan guna menyusun rencana pembangunan ekonomi Makassar yang lebih optimal dan tepat.

Gambaran uraian diatas mengindikasikan bahwa pemimpin Makassar kedepan perlu mengetahui secara rinci dan tepat dalam kaitan dengan rencana pembangunan ekonomi yang akan diterapkan sebaiknya didasarkan pada pemetaan faktual mengenai kondisi, potensi dan prospek perekonomian wilayah masing-masing kecamatan.


RCEP Untungkan Indonesia

16 Nov 2020

Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) diteken 15 negara peserta,setelah melalui perundingan selama satu dekade. RCEP bakal menguntungkan semua pihak yang terlibat, termasuk Indonesia.RCEP atau Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional adalah perjanjian perdagangan bebas yang melibatkan 10 negara Asean yaitu Brunei Darussalam,Kamboja,Indonesia,Laos,Malaysia,Myanmar,Filiphina Singapura,Thailand dan,Vietnam,Serta 5 negara mitra dagang yakni,Tiongkok,Jepang,Korea Selatan,Australia dan,Selandia Baru, 15 negara tersebut mewakili 29,6% penduduk dunia,32% dari produk domestik bruto (PDB) dunia, 7,4% perdagangan dunia,dan 29,8% FDI dunia.

Ekpor Indonesia ke-14 negara RCEP selama lima tahun terakhir menunjukan tren positif, yakni tumbuh 7,35% Pada 2019,Sebuah kehormatan bagi Indonesia menjadi negara kordinator dalam proses panjang ini.

Presiden mengatakan penandatangan perjanjian kerja sama ini hanyalah sebuah permulaan, Setelah ini, negara negara yang terlibat masih harus berupaya mengimplementasikan RCEP, “Ini juga membutuhkan komitmen politik pada tingkat tertinggi. Bagi Indonesia,kami masih membuka peluang negara dikawasan untuk bergabung dalam RCEP”.

Di sisi lain, (Mendag) Agus Suparmanto menegaskan, RCEP akan mendatangkan sederet keuntungan untuk Indonesia,seperti peningkatan ekspor ke dunia sebesar 7,2% dan ke negara peserta RECP sebesar 8-11%,serta investasi18-22%.

Selain itu, dia menuturkan ,RCEP ini akan menciptakan lapangan kerja,meningkatkan kesejahteraan,Agus berharap RCEP dapat menjadi katalis bagi Indonesia untuk memasuki rantai plosok dunia atau global value chain secara lebih dalam,sehingga mampu membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional pasca-Covid-19.


Ekspor Indonesia ke Swiss Melonjak 187%

16 Nov 2020

Selama Januari-September 2020,ekspor Indonesia ke Swiss Melonjak 187% menjadi US$ 2,5 miliar. KBRI Bern bekerja sama dengan Atase Perdagangan Indonesia di Jenewa dan dan Industri (Kadin) Swiss mengadakan kegiatan temu bisnis virtual membahas peluang dan potensi bisnis di Indonesia pada 5 November 2020.

Kegiatan ini dilakukan sekaligus untuk mensosialisasikan kebijakan Pemerintah Indonesia untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia,Salah satunya melalui penerbitan UU Cipta kerja beberapa waktu lalu.

Di sela acara pertemuan tersebut, KBRI Bern melakukan sosialisasi Trade Expo Indonesia (TEI) Virtual 2020, yang dilaksanakan pada 10-16 November 2020,mengenai suksesnya berbisnis di Indonesia dan pengusaha Indonesia yang telah berbisnis di Swiss.

Muliaman Hadad (Duta Besar Indonesia di Bern), Menyatakan apabila tren perkembangan ekspor Indonesia Ke Swiss terus berlanjut,diperkirakan ekspor Indonesia ke Swiss mencapai US$ 3 miliar pada 2020.

Muliaman Menambahkan, Saat ini,Swiss,juga seperti negara Eropa lainnya sedang mengalami peingkatan kasus Covid-19.Namun,permintaan terhadap komoditas ekpor Indonesia terus berlanjut,diduga bertujuan untuk meningkatkan persediaan (stok) untuk menyambut pemulihan ekonomi 2021.

Menurut data Swiss Federal Customs Administration (SFCA),Peningkatan besar ini di dominasi oleh naiknya permintaan akan komoditas logam milia (HS-71).Untuk periode januari-september 2020.Produk lainnya seperti produk tekstil,kopi,mebel,minyak astri dan alas kaki juga mengalami lonjakan yang signifikan,sampai kuartal III-2020.