Ekonomi
( 40554 )Pemerintah Investigasi Temuan Virus Korona Baru pada Produk Ikan
Pemerintah RI masih menginvestigasi PT ALI terkait temuan virus korona baru atau SARS-CoV-2 pada produk ikan bawal yang diekspor ke China. Sebelumnya, temuan kasus virus korona ini ditemukan pada kemasan produk perikanan PT PI yang juga dikirim ke China.
Otoritas Bea dan Cukai China (GACC) mendeteksi kontaminasi virus penyebab Covid-19 pada produk ikan bawal asal Indonesia. Produk itu dikirim PT ALI yang berdomisili di Jawa Timur. Terkait temuan itu, China menangguhkan impor produk perikanan dari perusahaan selama tujuh hari.
Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM-KKP) Widodo Sumiyanto, Selasa (17/11/2020), mengatakan, BKIPM mendapat informasi terkait temuan GACC itu pada 8 November 2020 dan disampaikan GACC pada 10 November.
Produk itu dikirim dalam satu kontainer berisi 26,2 ton ikan oleh PT ALI pada 12 September 2020. Pengiriman produk itu ditangguhkan sementara selama tujuh hari sehingga pada 18 November 2020 seharusnya perusahaan sudah diperbolehkan mengirim kembali produk perikanan ke China.
Kepala BKIPM-KKP Rina menuturkan, dalam menginvestigasi PT ALI, BKIPM juga berkoordinasi dengan GACC dan atase perdagangan di Beijing. Selama investigasi berlangsung, BKIPM menghentikan sementara layanan sertifikasi kesehatan (HC) untuk ekspor bagi PT ALI.
Saat ini, SNI produk perikanan sejumlah 169 SNI, dan 57 SNI produk perikanan nonpangan. SNI dinilai menjadi garda terdepan untuk melindungi produk perikanan dalam negeri dan melindungi produk di pasar global.
Komoditas Karet : Permintaan Pasar Dunia Meningkat
Ekspor karet remah dari Sumatera Utara pada Oktober mencapai 40.543 ton, meningkat 18,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Peningkatan volume ekspor karet pada Oktober, antara lain, didorong kepanikan pembeli karena produksi karet yang terus menurun hampir di seluruh sentra produksi di Indonesia,” kata Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah, Selasa (17/11/2020).
Volume ekspor karet Sumut pada Oktober meningkat 18,03 persen dari September yang mencapai 34.351 ton. Namun, secara tahunan, volume ekspor karet pada periode Januari sampai Oktober 2020 masih 315.792 ton atau menurun 8,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Enam negara tujuan ekspor utama Sumut, yaitu Jepang (19,11 persen), AS (19,06 persen), India (9,14 persen), Brasil (7,59 persen), China (6,76 persen), dan Turki (6,59 persen). Enam negara tersebut mencakup 68,24 persen dari semua ekspor karet dari Sumut.
Harga karet jenis TSR 20 untuk pengapalan Desember sudah mencapai 155,5 sen dollar AS per kilogram, meningkat 3,13 sen dollar AS dibandingkan Oktober. Pada Juli, harga karet sempat anjlok hingga 116,5 sen dollar AS per kilogram.
Harga karet di salah satu unit pengolahan dan pemasaran bahan olah karet dengan kualitas yang bagus kini mencapai Rp10.300 per kilogram. Harga tersebut meningkat setelah anjlok hingga Rp 6.000 per kilogram.
BKPM: Ekonomi RI Butuh Investasi Rp 4.983,2 T untuk Tumbuh 6%
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan,
untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6% Indonesia membutuhkan investasi swasta senilai Rp
4.983,2 triliun hingga 2024. Angka ini telah ditetapkan sebagai target dalam Rencana Strategis (Renstra) dan Indikator Kinerja BKPM Tahun 2020-2024.
“Kalau kita ingin pertumbuhan
ekonomi nasional mencapai 6%,
ini adalah target yang akan kami
lakukan sampai 2024,” kata Bahlil
dalam webinar “Market Outlook
2021” pada Selasa (17/11). Pertumbuhan ekonomi hingga 6% tersebut
dibutuhkan untuk mewujudkan
Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2030.
Target tersebut, papar dia, berasal dari investasi di sektor riil yang
mencakup penanaman modal asing
(PMA) maupun penanaman modal
dalam negeri (PMDN), tidak termasuk sektor keuangan, minyak dan
gas (migas), serta investasi pemerintah.
Dia merinci, besaran target dalam
empat tahun mendatang ini naik
hingga 47,3% dari realisasi investasi
2015-2019 yang sebesar Rp 3.381,9
triliun.
Untuk bisa mencapai target tersebut, Bahlil menyatakan, tahun ini
realisasi investasi harus sebesar Rp
817,2 triliun, pada 2021 sebesar Rp
858,5 triliun, 2022 sebesar Rp 968,4
triliun, 2023 sebesar Rp 1.088,8
triliun, dan 2024 sebesar Rp 1.239,3
triliun
Lebih lanjut ia mengatakan, agar
perekonomian mampu bertahan,
BKPM akan melakukan beberapa
skenario menarik investasi pada
2021. Pertama, BKPM melakukan
pendampingan dan pengawalan proses investasi dari awal sampai akhir.
Selanjutnya, melakukan promosi
dan meyakinkan investor, bahwa
Indonesia merupakan negara yang
layak untuk tempat berinvestasi,
karena faktor sumber daya alam
(SDA) yang melimpah, dan penduduk yang besar.
Menurut Bahlil, untuk menggaet investor, BKPM pun mengubah paradigma untuk ikut turun langsung menangani permasalahan yang dihadapi investor, Selain itu, BKPM juga melakukan pengawalan dan pendampingan bagi investor untuk memastikan agar proses investasi berjalan lancar dari tingkat konstruksi dan produksi. Sebab, jika investor belum menjalani proses hingga tahap produksi, negara belum mendapatkan efek positif dari investasi yang masuk
Kemudian, lanjut Bahlil, pemerintah akan mendorong investor masuk
ke industri padat karya, khususnya
yang berorientasi ekspor yakni industri farmasi dan alat kesehatan, industri otomotif, dan industri elektronik.
Kedua, pemerintah akan mendorong energi baru dan terbarukan
(EBT), karena di dunia saat ini menuju ke green energy. Ini ikut menjadi
instrumen investor dalam negeri dan
luar negeri dalam menentukan negara
tujuan investasi mereka.
Ketiga, pembangunan infrastruktur
yang sudah menjadi prioritas sejak
periode pertama pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan
dilanjutkan untuk menarik investor.
Kemudian, pertambangan juga menjadi fokus pemerintah karena perlunya
didorong hilirisasi.
Grup Telkom Siapkan IPO Saham 4 Start-up
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
(TLKM) atau Telkom melalui MDI Ventures berencana membawa minimal empat portofolio investasi
perusahaan rintisan (start-up) untuk melangsungkan penawaran umum perdana (initial public
offering/IPO) saham dalam periode dua tahun ke
depan. Adapun satu start-up ditargetkan IPO pada
kuartal I-2021.
Managing Partner MDI Ventures
Singapore Kenneth Li mengatakan,
pihaknya telah berdiskusi dengan
sejumlah penjamin emisi (underwiter) terkait rencana IPO salah
satu portofolio start-up tahun depan.
Pihaknya belum dapat menyebutkan nama start-up tersebut,
namun dipastikan perusahaan itu
bergerak dalam bisnis software as
a service (SaaS).
Kenneth menegaskan, saham start-up tersebut yang akan
dilepas ke publik sekitar 20-25%. Sementara, dana IPO yang ditargetkan
minimal Rp 100-150 miliar. Start-up
ini tergolong menjanjikan karena
sudah pro table selama lebih dari
tiga tahun.
Dia menambahkan, IPO startup memang menjadi salah satu
strategi exit perseroan. Strategi ini
disiapkan secara matang.
Seperti diketahui, MDI Ventures merupakan unit bisnis Telkom yang agresif mengucurkan pendanaan ke start-up potensial. Selain MDI Ventures, anak usaha Telkom lainnya, yakni PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) juga aktif berinvestasi pada start-up potensial. Pada 16 November, Telkomsel resmi menandatangani perjanjian investasi senilai US$ 150 juta dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek. Dalam kolaborasi ini, Gojek dan Telkomsel akan saling memperkuat layanan digital, mendorong inovasi dan produk baru, serta meningkatkan kenyamanan bagi para pengguna dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kerja sama ini mer upakan per luasan kolaborasi Gojek dan Telkomsel yang menawarkan paket data terjangkau kepada mitra pengemudi Gojek sejak 2018. Kedua perusahaan juga siap berkolaborasi di bidang gaya hidup digital serta mengembangkan solusi teknologi periklanan digital untuk para pelaku usaha.
Seperti diketahui, sebagai unicorn, Gojek mempunyai rekam
jejak menarik investor ternama
kelas dunia sepanjang 2020, seperti
Facebook, Paypal, Google dan Tencent pada Juni. Sebelumnya, Gojek
juga mengantongi pendanaan seri
F dengan nilai US$ 1,2 miliar dari
Visa, Mitsubishi Motors, Mitsubishi
Corporation, dan Mitsubishi UFJ
Financial Group pada Maret.
September, Transaksi QRIS Tembus Rp 800 Miliar
Nilai transaksi
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tembus
Rp 800 miliar sampai dengan
September 2020, yang dicatatkan oleh lebih dari 10 juta
transaksi.
Direktur Eksekutif Asosiasi
Sistem Pembayaran Indonesia
(ASPI) Djamin Nainggolan
menjelaskan, pihaknya mendukung inisiatif menghadirkan
QRIS oleh Bank Indonesia dan
pihak yang terkait.
Menurut Djamin, QRIS bisa
menunjang sistem pembayaran digital dibandingkan
mesin modern ritel lainnya.
Di samping itu, masih banyak
UMKM yang tidak pernah
tersentuh layanan sistem pembayaran digital. Dalam hal ini,
QRIS mendukung ekspansi
pembayaran serta mampu
meningkatan transaksi digital
UMKM di Indonesia.
Dia menambahkan, sampai
saat ini jumlah yang menggunakan layanan QRIS naik
dari 4,7 juta menjadi 5 juta
merchant. Jumlah itu diyakini
masih akan meningkat seiring
dengan kebiasaan masyarakat
terkait protokol kesehatan dan
dorongan pemerintah bertransaksi secara nontunai.
Meski demikian, Djamin
mengatakan, jumlah merchant
aktif juga perlu terus didorong
ketika secara kuantitas target
5 juta merchant telah dicapai.
Sementara itu, Direktur
Bisnis Komersial BRI Syariah
Kokok Alun Akbar mengatakan, QRIS menjadi solusi
ketika banyaknya metode pembayaran nontunai. Pihaknya
menggandeng berbagai merchant di berbagai bidang untuk
penggunaan layanan tersebut.
Tren Pendanaan Startup, Jorjoran Tanam Modal Di Unikorn
Setelah sempat lesu selama pandemi, bursa pendanaan startup skala unikorn kembali marak mendekati ujung tahun. Salah satu yang paling membetot atensi adalah Gojek, yang sukses mengunci dana segar US$150 juta dari Telkomsel.
Kemarin, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) mengamankan komitmen investasi sekitar Rp2,1 triliun dari PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro. Dia mengungkapkan pendanaan telah disepakati kedua pihak sehari sebelumnya atau pada Senin (16/11).
Setyanto meyakini kerja sama dengan Gojek akan melengkapi strategi transformasi Telkomsel dalam mengembangkan bisnis layanan digital berserta talentanya. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah pun mengatakan sebagai induk perusahaan Telkomsel, perseroan berharap kolaborasi dengan Gojek akan memberikan potensi nilai tambah yang besar.
Dari pihak Gojek, Co-CEO PT Aplikasi Karya Anak Bangsa Andre Soelistyo menyebut suntikan modal dari Telkomsel akan digunakan untuk memperkuat layanan digital Gojek dan melahirkan inovasi produk atau entitas baru, yang belum terungkap detailnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan kerja sama ini merupakan perluasan dari kolaborasi Gojek dan Telkomsel yang menawarkan paket data terjangkau kepada mitra driver Gojek sejak 2018. Rencana investasi Telkomsel ke Gojek sebelumnya menjadi gosip panas yang tak kunjung terkonfirmasi selama 2 tahun terakhir.
Berdasarkan catatan Bisnis, pada 2018, Telkom selaku induk Telkomsel memang pernah berencana menyuntik US$400 juta ke Gojek guna memperkuat layanan LinkAja. Namun, kabarnya, rencana itu terjegal ‘lampu merah’ Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno.
Pada Agustus tahun ini, sumber DealstreetAsia mengungkap rencana investasi Telkom yang tertunda itu kembali dimatangkan. Akan tetapi, pendanaan kali ini akan disalurkan via Telkomsel, alih-alih PT Metra Digital Investama (MDI Ventures) yang notabene adalah modal ventura milik Telkom. Kala itu, nilai investasi Telkomsel ke Gojek disebut masih berada di kisaran yang sama dengan nominal yang direncanakan Telkom 2 tahun lalu.
Selain Gojek, pendanaan langsung ke unikorn menjelang akhir tahun ini turut diramaikan oleh Bukalapak dan Tokopedia.
Bukalapak menggalang US$100 juta atau sekitar Rp1,46 triliun dari Microsoft Corp. Suntikan modal ini akan membuat valuasi Bukalapak naik ke kisaran US$2,5 miliar—US$3 miliar. Saat ini Bukalapak telah didukung oleh Ant Group (afiliasi Alibaba), GIC Pte, dan Group Emtek. CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menjelaskan investasi dari Microsoft bakal digunakan untuk membangun infrastruktur komputasi awan (cloud) andal.
Lain sisi, Tokopedia mengumumkan Google dan Temasek sebagai pemegang saham baru perusahaan dagang-el besutan CEO William Tanuwijaya itu. Dikutip dari Nikkei Asian Review, Google akan menguasai 1,6% saham Tokopedia, sedangkan Anderson Investments yang berafiliasi dengan Temasek akan memiliki 3,3%. Mengenai besaran dana yang disuntikkan Temasek dan Google, William enggan mengungkapkan. Namun, pada pekan terakhir Oktober, kedua perusahaan dikabarkan menyepakati komitmen investasi senilai US$350 juta. Jumlah tersebut lebih rendah dari perkiraan Bloomberg pada Juli, yaitu di kisaran US$500 juta hingga US$1 miliar.
Investor Kelas Kakap Bakal Taruh Rp 1.400 T di Dana Abadi RI
Pemerintah membentuk lembaga pengelola investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) atau yang juga lebih dikenal dana abadi. Hal itu diamanatkan melalui Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker).
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan dalam 1-2 tahun ke depan, SWF Indonesia bisa menghimpun dana mencapai US$ 100 miliar. Angka itu setara Rp 1.405 triliun mengacu kurs hari ini Rp 14.053,55/US$. Tentu saja dana yang dikelola SWF bakal berkembang.
Bahkan, Luhut sudah membidik sejumlah investor kelas kakap dunia untuk menaruh uangnya di SWF Indonesia, mulai dari The Blackstone Group, BlackRock, hingga International Development Finance Corporation (IDFC) yang bermarkas di Amerika Serikat (AS). Selain investor asal Negara Paman Sam, pemerintah Indonesia juga membidik Macquarie Group Limited dari Australia, dan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA).
Permintaan Tiket Pesawat Jelang Akhir Tahun Melonjak
Jelang akhir tahun, masyarakat banua liburan banyak memilih ke luar daerah. Permintaan tiket pesawat pun melonjak dan banyak booking tiket terlebih dahulu.
“Masyarakat sudah banyak melakukan booking tiket pesawat di tempat kami, sehingga permintaan tiket melonjak,” kata Agung Purnama selaku Area Manager Lion Air Group Kalsel-teng, Selasa (17/11).
Seiring dengan permintaan tiket melonjak, lanjut dia, harga tiket akhirnya menyesuaikan secara otomatis di sistem. “Jadi, harga tiket sebetulnya belum ada kenaikan, hanya menyesuaikan secara otomatis di sistem,” papar Agung.
Dia menambahkan saat ini penjualan tiket pesawat peningkatan sudah mencapai 9,1 persen dari bulan lalu dengan tujuan diberbagai daerah di Indonesia.
Telkomsel Investasi di Gojek Rp 2,16 Triliun
Gojek dan Telkomsel berkolaborasi guna memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Hal ini ditandai dengan investasi Telkomsel di Gojek, platform on-demand dan pembayaran terdepan di Asia Tenggara. Nilai investasi Telkomsel di Gojek sebesar USD 150 juta atau sekitar Rp 2,16 triliun.
Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek Group mengatakan, kerja sama ini akan menjangkau ratusan juta masyarakat Indonesia, termasuk konsumen, mitra driver dan mitra UMKM supaya ikut andil menikmati manfaat dari ekonomi digital.
“Ekonomi digital di Indonesia didorong oleh perkembangan perangkat seluler (mobile-first market), sehingga bila pemain terdepan di industri teknologi dan telekomunikasi berkolaborasi memanfaatkan sumber daya yang ada, ekonomi digital Indonesia bisa lebih terakselerasi ke tahapan yang lebih tinggi (leap frog),” ungkap Andre dalam keterangan tertulis kemarin (17/11).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, kolaborasi antara Telkomsel dan Gojek berawal dari visi yang sama dari kedua belah pihak. “Kami sangat bangga berkesempatan untuk berkolaborasi dengan platform kebanggaan anak bangsa yang terus memberikan dampak positif bagi jutaan rakyat Indonesia, pada setiap aspek kehidupan sehari-hari,” kata Setyanto.
Perusahaan Australia Beli Produk UMKM
Nota kesepahaman (MoU) antara Kadin Kota Kediri dengan Berdi Australia Pty Ltd ditandatangani. MoU ini sebagai komitmen untuk membeli produk UMKM yang diorganisir Kadin Kota Kediri senilai 500.484,95 dolar AS pada 2021 dan 2022.
Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan secara virtual disaksikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Command Center Balai Kota Kediri, Selasa (17/11).
Kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh Konjen RI untuk Victoria dan Tasmania di Melbourne Australla, CEO Berdi Australia Pty Ltd, Caldera Coffee dan Bank BJB.
Keglatan ini diharapkan dapat menambah keberhasilan dari semua, khususnya Indonesia dan Australia dalam membukukan transaksi dagang dalam Trade Expo Indonesia pada 2020.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar berterima kasih atas kerja sama penandatanganan MoU yang sudah terjadi. “Ini merupakan terobosan yang sangat baik dan sangat bagus karena kita mendekatkan UMKM yang ada di Kota Kediri ini atau di Indonesia ke dunia ekspor,” jelasnya.
Kontrak kerja sama business to business dari Kadin Kota Kediri dengan Diaspora Indonesia yang ada di Australla nilainya kurang lebih 500. 000 dolar AS.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









