Sengkarut Industri Unggas, Impor Brasil Bakal Jadi Ancaman
Potensi masuknya daging ayam Brasil dipandang bakal kian memperberat kinerja industri perunggasan, terutama untuk skala usaha peternak mandiri. Kepala Bidang Hukum dan Humas Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia Cecep M. Wahyudin mengatakan tanpa adanya impor, harga ayam di dalam negeri kerap menghadapi gejolak akibat pasokan yang berlebih dan permintaan yang anjlok.
Sepanjang 2020, harga jual livebird di tingkat peternak beberapa kali mencapai di bawah harga pokok produksi yaitu Rp18.000/kg. Buntut dari tak seimbangnya pasokan dan permintaan ini adalah dikeluarkannya kebijakan pemangkasan populasi lewat pemusnahan telur siap tetas sebanyak 7 juta butir tiap pekan pada awal Oktober. Perusahaan pembibitan pun diminta afkir dini bibit ayam kelas parent stock (PS) yang berusia lebih dari 50 pekan.
Harga ayam dari Brasil sendiri diperkirakan lebih murah 20%—30% saat tiba di Tanah Air. Permintaan mungkin akan datang dari industri pengolahan karena lebih efisien. Ekonom Senior Indef Enny Sri Hartati mengutarakan kondisi peternakan unggas di dalam negeri tengah tertekan, sehingga pemerintah harus tetap melakukan proteksi. Selain itu, produksi di dalam negeri pun masih bisa memenuhi kebutuhan. “Indonesia sedang oversupply ayam dan di UU Pangan kita jelas, jika kebutuhan di dalam negeri cukup, pemerintah tidak diperbolehkan impor,” kata Enny.
Tags :
#ImporPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023