;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Proyeksi 2021, Prospek Ekonomi Masih Redup

12 Nov 2020

Dalam Economic Outlook 2021: Menebak Arah Ekonomi 2021, Peluang dan Tantangan yang digelar Bisnis Indonesia Rabu, ( 11/11 ), ekonom Chatib Basri memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun depan sekitar 3,5% - 4%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan target pemerintah yakni 4,5% - 5,5%. Menurut Chatib, melesetnya proyeksi ini disebabkan oleh pengadaan vaksin yang penuh ketidakpastian, sehingga protokol kesehatan tetap harus diterapkan pada 2021. Jika demikian, kapasitas dunia usaha diperkirakan hanya 70% - 80%. “ Omnibus Law ( UU Cipta Kerja ) belum berdampak kalau pandemi masih ada. Jadi harus ditangani ini, dampaknya baru akan terasa 2 tahun dari sekarang, “ kata Chatib.

Pemerintah juga harus mengevaluasi pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ). Pasalnya, saat PSBB masyarakat kelas menengah keatas tetap tinggal dirumah tanpa harus bekerja karena memiliki tabungan yang cukup. Sebaliknya, masyarakat kelas menengah ke bawah harus keluar rumah dan bekerja. Berdasarkan indikator selama kuartal III/2020, pembalikan ekonomi telah terjadi dimana optimisme pelaku ekonomi menunjukkan tren positif. Adaptasi dan kondisi psikologis masyarakat juga makin baik.


Pembiayaan Fintech Melonjak 113%

12 Nov 2020

Pinjaman nasional per September 2020 mencapai Rp. 128,7 triliun, meningkat 113% year on year, “ kata Presiden saat membuka acara “ Indonesia Fintech Summit 2020 & Pekan Fintech Nasional “ yang disiarkan secara virtual, Rabu ( 11/11/2020 ). Presiden Jokowi menyebutkan, hingga September 2020 terdapat 89 penyelenggara fintech yang berkontribusi mencapai Rp. 987 triliun pada transaksi layanan jasa keuangan Indonesia. Penyelenggara fintech crowdfunding juga telah berkembang luar biasa dengan penyaluran sebesar Rp. 15,5 triliun. Indeks inklusi keuangan Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara Asean. Pada 2019, indeks inklusi keuangan Indonesia 76%, lebih rendah di bandingkan Singapura sebesar 98%, Malaysia 85%, atau Thailand 82%. Tingkat literasi keuangan digital Indonesia pun masih rendah, baru sekitar 35,5%. Masih banyak masyarakat yang menggunakan layanan keuangan informal dan hanya 31,26% masyarakat yang pernah menggunakan layanan digital.

Pada acara yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Wimboh Santoso menyampaikan, Indonesia punya modal secara alami yang cukup menjanjikan untuk fintech tumbuh dengan cepat. Pertama, basis 272 juta penduduk. Apalagi banyak penduduk yang tinggal di daerah dan secara fisik sulit dijangkau sektor keuangan konvensional lainnya. Kedua, sambung dia, kebijakan oleh otoritas yang akomodatif menjadi sangat penting di samping berbagai diskusi terus OJK bersama pelaku usaha. Alhasil, buah pikir yang kemudian bisa direalisasikan membuat masyarakat memperoleh layanan dnegan cepat dengan ongkos lebih murah berikut kualitas mumpuni.

Fintech mengaku terus mendukung pendekatan kolaboratif lintas sektor jasa keuangan dan mengupayakan lebih kontributif pada pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian, hal tersebut juga perlu didukung regulasi yang lebih terpadu. Ketua AFSI Ronald Wijaya menyampaikan, regulasi saat ini mencoba untuk memfasilitasi berbagai aspek kolaborasi, utamanya kerja sama antara bank dan fintech. Adapun OJK sudah mengadopsi pembuatan regulasi berdasarkan prinsip.

Forum Bisnis INA-LAC Cetak Komitmen Dagang US$ 71 Juta

12 Nov 2020

Forum Bisnis Indonesia – Amerika Latin dan Karibia ( INA-LAC ) 2020 yang diselenggarakan pada 9 – 11 November 2020 menghasilkan komitmen dagang senilai US$ 71,02 juta ( Rp. 998,32 miliar ) serta potensi kesepakatan bisnis US$ 14,36 juta ( Rp. 202,34 miliar ). Nilai ini meningkat lebih dari dua kali dibandingkan hasil pada forum Bisnis INA – LAC 2019 sebesar US$ 33,1 JUTA.

Penutupan tanggal 11 November 2020, Dirjen Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Ngurah Swajaya berharap, kesepakatan kerja sama ini dapat mendukung penguatan hubungan ekonomi antar kawasan serta berkontribusi terhadap kemakmuran masyarakat di tengah situasi pandemi Covid – 19.

INA – LAC 2020 diselenggarakan secara hybrid dan di ikuti dengan peluncuran Platform Digital Forum Bisnis INA – LAC sebagai wadah interaksi para pengusaha dari Indonesia dan Amerika Latin dan Karibia. Platfom ini memuat informasi bisnis, serta produk ekspor potensial Indonesia serta 108 proyek investasi di 10 sektor di berbagai provinsi di Indonesia. “ Melalui INA – LAC 2020, telah disepakati berbagai kesepakatan kerja sama di antaranya Pernyataan Kehendak Kerja Sama Pendirian Gerai Indonesia antara Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia ( Gapmmi ) dan BADAX Commercial ( Brasil ) sebagai Indonesia Trading House pertama di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Serta Exclusive Distributive Agreement antara Kokola Group dan BADAX Commercial ( Brasil ), “ ujar Ngurah.

Stimulus Ekonomi Diharapkan Tingkatkan Penerimaan Pajak di Sumut

12 Nov 2020

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak semua instansi, khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk bersama-sama bergandengan tangan guna mengatasi dampak pandemi Covid-19 dari sisi ekonomi. Pemulihan ekonomi diharapkan dapat meningkatkan perolehan pajak di Sumut.

Edy Rahmayadi mengatakan, sampai saat ini pemerintah fokus melakukan intervensi dan menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk meningkatkan konsumsi masyarakat. Pemprov Sumut juga menggulirkan anggaran Rp300 miliar untuk memberikan stimulus ekonomi pada pelaku usaha dan bantuan pada para pekerja.

Dirjen Pajak RI Suryo Utomo dalam kesempatan itu menyatakan, hingga saat ini Dirjen Pajak baru mengumpulkan Rp150 triliun atau -17% dari target capaian perolehan pajak. Diharapakan beberapa bulan terakhir pemulihan ekonomi, penerimaan pajak akan dapat terpenuhi.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJP Sumut II Romadhaniah mengatakan perkembangan kinerja penerimaan DJP Sumut II sudah mencapai 5,9% dan SPT 60,91% dan diharapkan penerimaan ini dapat terus meningkat.


Impor Ayam makin terbuka

12 Nov 2020

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menilai, Indonesia belum memenuhi rekomendasi revisi peraturan yang berkaitan dengan kekalahan sengketa dagang terkait produk dan daging ayam dengan Brasil. Meskipun Pemerintah Indonesia sudah merevisi sejumlah aturan, laporan panel kesesuaian (compliance panel) WTO menyatakan Indonesia belum memenuhi rekomendasi Badan Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Body). Laporan ini terbit di laman resmi WTO, Selasa (10/11/2020) waktu setempat.

Hingga kini, Indonesia sudah mengubah sejumlah peraturan menteri perdagangan, peraturan menteri pertanian, dan undang-undang (UU). UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, yang menjadi sorotan Brasil, telah direvisi lewat UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berdasarkan data, rata-rata harga daging ayam Brasil di tingkat konsumen mencapai Rp. 16.000 per kilogram (kg). Di sisi lain, harga daging ayam Indonesia mencapai Rp 32.000 per kg. Artinya, daging ayam produksi Brasil lebih murah dibandingkan dengan ayam Indonesia.

Ketersediaan data Menurut akademisi IPB University, Rachmat Pambudy, ketersediaan data kandang serta populasi ayam siap potong (final stock/FS) mendesak bagi penataan industri perunggasan nasional. Data ini akan mencerminkan kelebihan suplai secara wilayah.

Idealnya, Indonesia memiliki data populasi riil galur murni (grandparent stock/GPS), induk ayam potong (parent stock/PS), dan FS, baik yang masih hidup di kandang maupun yang berbentuk karkas di tempat pemotongan. Data ini bisa jadi landasan penyusunan peta jalan industri perunggasan nasional yang lebih berdaya saing.


Ekspor 40 Ton Belut ke Negeri Cina

12 Nov 2020

Ekspor ikan ke luar negeri terus menunjukkan tren peningkatan. Kali ini, yang di ekspor hasil budidaya belut. “Hari ini perusahaan penghasil belut asal Tanah Laut akan mengirim sekitar dua kontainer atau 40 ton belut ke Cina,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani, Rabu (11/11).

Dia menambahkan di awal tahun 2020 kuartal pertama, pertumbuhan ekonomi Kalsel sangatlah positif, yakni tumbuh hingga mencapai 5,68 persen jauh di atas rata-rata nasional. “Pertumbuhan awal yang sangat positif di awal 2020. Salah satu komoditi ekspor yang mengalami kenaikan signifikan adalah ekspor ikan,” katanya.

Namun, lanjut Birhasani, pada triwulan tiga, tepatnya bulan Mei dan April, ekspor ikan pun jatuh terkena badai corona. Bulan Juli, ekspor ikan naik lebih dari 44 persen dibanding bulan Juni. Terus bulan Agustus kembali naik 13,57 persen dari Juli. “Di Kalsel ada delapan perusahan eksportir ikan Hasil laut dan ikan yang diekspor cukup beragam,” ucap Birhasani.


Tahun 2021 Pengeboran Sumur Harus Lebih Agresif

12 Nov 2020

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong program pengeboran pengembangan yang agresif di 2021. Upaya ini sebagai bagian dari program 10 tahun untuk mencapai produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD), dan produksi gas 12 milyar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030.

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Suardin mengatakan, kegiatan pengeboran pengembangan di 2021 didorong supaya bisa meningkat dua kali lipat dari estimasi realisasi pengeboran tahun ini, yaitu 268 sumur. “Kami sedang berkoordinasi dengan Kontraktor KKS (Kontrak Kerja Sama, Red) untuk mengusahakan supaya di 2021 sumur yang akan dibor bisa sekitar 600 sumur, “ ujar Jafee kepada wartawan, Rabu (11/11).

Ditambahkannya, Ke depan, jumlah sumur yang dibor akan didorong untuk terus ditingkatkan sebesar 20-30 persen per tahun. Harapannya, pada tahun 2025 sampai 2030 jumlah sumur yang dibor sekitar 1.000 - 1.100 sumur per tahun.

Sampai dengan Oktober 2020, realisasi lifting minyak dan gas Indonesia sudah mencapai sekitar 704.500 BPD dan 5.464 MMSCFD. Selain mendorong pengeboran sumur pengembangan, SKK Migas juga mendorong Kontraktor KKS menggalakkan eksplorasi.


Konglomerasi Kakap Ekspansi Bisnis Jalan Tol

12 Nov 2020

Bisnis jalan tol membetot perusahaan konglomerasi Indonesia untuk merangsek bisnis ini. Kabar terbaru PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT United Tractors Tbk (Grup Astra) masuk bisnis infrastruktur dan jalan tol.

Awal pekan ini (10/11), Gudang Garam mengumumkan kehadiran cucu usahanya, PT Surya Kertaagung Toll, yang berdiri 6 November 2020. Surya Kertaagung akan masuk bisnis infrastruktur, termasuk jalan tol. Hanya belum jelas proyek jalan tol yang diincar.

United Tractors selangkah lebih maju. Anak usaha Grup Astra ini mengajukan inisiatif untuk membangun dua ruas jalan tol, yakni ruas Bogor-Serpong via Parung sepanjang 31,1 kilometer (km) dan ruas Sentul Selatan-Karawang Barat sepanjang 61,5 km. Dua proyek tol ini akan menelan investasi masing-masing Rp 8,95 triliun dan 15,37 triliun.

Bagi Grup Astra, bisnis jalan tol bukan hal baru. Astra menggeluti bisnis jalan bebas hambatan lewat Astra Infra. Hingga saat ini, mereka telah mengelola enam ruas jalan tol. “Kami punya enam jalan tol dan semua sudah beroperasi. Jadi, total kilometer tol Astra Infra 350 km,” ujar Group CEO Astra Infra Djap Tet Fa, kemakami rin.

Konglomerasi yang juga getol menggarap jalan tol adalah Grup Salim, melalui PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Nusantara Infrastructure telah menyelesaikan pembangunan jalan tol layang A.P. Pettarani, Makassar (Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 3) sepanjang 4,3 km. Soal jadwal operasional, META menunggu arahan pemerintah.

Ada pula Grup Sinarmas melalui Sinarmas Land yang membenamkan investasinya di proyek jalan tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) sepanjang 39,8 kilometer. Untuk menggarap jalan tol tersebut, Sinarmas Land menggandeng Kompas Gramedia dan Grup Astra dengan membentuk konsorsium PT Trans Bumi Serbaraja.

Pendatang baru lainnya adalah Gama Group milik pengusaha Martua Sitorus. Gama Group siap membangun jalan tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo. Gama Group memimpin konsorsium yang beranggotakan Jasa Marga dan Adhi Karya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Kris Ade Sudiyono menyebutkan pihaknya menyambut baik kehadiran investor baru di jalan tol. Ini membuktikan bahwa bisnis infrastruktur adalah bisnis yang tahan banting dan menarik untuk penanaman modal.


Belanja Online Makin Semarak di Akhir Tahun

12 Nov 2020

Para pelaku bisnis e-commerce meyakini volume dan nilai transaksi pada pergelaran festival belanja 11.11 tahun ini meningkat dibandingkan realisasi tahun lalu. Pada 2019, nilai transaksinya bisa mencapai Rp 9,1 triliun.

Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA), Bima Laga mengatakan, meski di tengah pandemi korona (Covid-19), transaksi belanja online selalu meningkat setiap bulan. “Sejauh ini, sejak masa awal pandemi tren dan transaksi belanja online sebenarnya masih bagus dan terus meningkat. Jadi pada festival belanja online 11.11, pasti akan bagus”, ujar dia kepada KONTAN, Rabu (11/11).

Para pebisnis e-commerce menggelar festival belanja online 11.11 untuk mendorong perputaran kegiatan ekonomi di Indonesia. “Jika berkaca pada pergelaran Harbolnas 11.11 dan 12.12 tahun lalu, menurut Nielsen transaksi bisa mencapai Rp 9,1 triliun, maka tahun ini bisa lebih,” sambung Bima.

Yolanda Nainggolan, Vice President of Public Relations Blibli mengemukakan, di tengah pandemi atau selama April hingga September 2020, pihaknya mendulang kenaikan transaksi dua kali lipat secara tahunan. Pada Harbolnas bulan lalu melalui Blibli Histeria 10.10, volume order selama periode tersebut meningkat empat kali lipat ketimbang transaksi rata-rata year-to-date (ytd).

Kinerja platform Shopee juga cukup positif. Dalam 1 jam pertama sejak festival belanja 11.11 dimulai pada tengah malam kemarin, Shopee melihat peningkatan transaksi hingga enam kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Di momen 11.11, Bukalapak juga menebar diskon hingga 90%, voucher diskon, flash deal spesial setiap hari selama periode berlangsung, promo sembako, serta gratis ongkir. “Khusus 10-12 November, Bukalapak membagikan cashback hingga Rp 2,5 juta bagi para pelanggan,” ungkap Erick Wicaksono, Vice President of Marketing Bukalapak.


Jiwasraya Lepas Citos, Raih Rp 2,2 Triliun

11 Nov 2020

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) secara bertahap melepas aset pusat perbelanjaan Cilandak Town Square (Citos) di Jakarta Selatan dan memperoleh dana segar untuk membayar klaim dan biaya operasional. Saat dihubungi Kompas, Selasa (10/11/2020).

Direktur Keuangan Jiwasraya Farid Azhar Nasution menjelaskan, perusahaan menjual Citos Rp 2,2 triliun. Hingga kini perusahaan mengantongi Rp 2,1 triliun dari penjualan itu. Sisa pembayaran sebesar Rp 100 miliar akan dilunasi pada 2022.

“Penjualan aset jadi salah satu sumber dana bagi Jiwasraya dalam menjalankan operasional, termasuk pembayaran klaim bagi para pensiunan pemegang polis anuitas,” ujarnya. Pembelinya adalah konsorsium perusahaan BUMN, terdiri dari Wijaya Karya, Adhi Karya, dan Waskita Karya. Ada pula Bahana Pembina Usaha Indonesia yang kini bernama Indonesia Financial Group.