;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Menkeu: Kebijakan Pemulihan Tetap Dilakukan hingga Ekonomi Pulih

23 Nov 2020

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perbaikan perekonomian yang mulai dialami oleh banyak negara, terutama yang tergabung dalam G20, dinilai masih awal dan rapuh. Oleh ka rena itu, pemulihan ekonomi harus tetap dilakukan dan tidak buruburu untuk dihentikan. Ia mengatakan, kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan regulasi sektor keuangan harus tetap dijalankan hingga perekonomian benar-benar pulih secara kuat. Menurut Sri Mulyani, fokus pembahasan dalam KTT G20 yakni mengenai upaya pemulihan ekonomi sebagai dampak dari pandemi Covid-19 termasuk sisi pembiayaan dan relaksasi pembayaran utang bagi negara berpenghasilan rendah serta keterbukaan akses semua negara untuk mendapatkan vaksin 

Oleh sebab itu, dalam pembahasan Debt Service Suspension Initiative (DSSI) yang juga didukung oleh lembaga multilateral seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia menyepakati untuk memberikan relaksasi cicilan utang.  Relaksasi ini bertujuan agar negara yang memiliki pendapatan rendah dapat memiliki ruang fiskal untuk menangani pandemi Covid-19. Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, dari inisiatif tersebut, telah disepakati penundaan pembayaran utang 46 negara dari total 77 negara yang memenuhi kriteria masuk inisiatif tersebut. 

Hangry Bakal Raih Pendanaan US$ 15 juta

23 Nov 2020

Hangry, multi-brand virtual restoran pertama di Indonesia tengah dalam pembicaraan untuk mendapatkan pendanaan Seri A senilai US$ 10-15 juta yang akan digunakan untuk rencana ekspansi bisnis perusahaan di tengah pandemi Covid-19. Putaran pendanaan tersebut diharapkan selesai pada Januari 2021. 

“Kami melihat, pelanggan setia kami telah membelanjakan lebih dari sebelumnya, tetapi kami belum juga memberikan daya tarik lebih. Jadi kami ingin berinvestasi untuk pengembangan merek dan ekspansi ke lebih banyak kota,” kata co-founder dan CEO Hangry Abraham Viktor seperti dikutip dari Nikkei Asia, Minggu (22/11). Viktor mengatakan, pihaknya akan menggunakan dana yang didapat untuk mengembangkan dapur pusat Hangry dan meningkatkan branding, seiring pertumbuhan bisnisnya selama pandemi Covid-19. Berbeda dengan jaringan restoran lainnya yang terdampak berat akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Hangry mengklaim telah mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang pesat melalui bisnis pengiriman makanannya. Meski mengalami penurunan pendapatan sebesar 30% dalam dua minggu pertama setelah pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta, kata Viktor, pendapatan perusahaan kemudian meningkat 15 kali lipat sepanjang Maret-November 2020

Hangry menjadi berita utama awal tahun ini ketika mengumpulkan sekitar $ 3 juta melalui program akselerator Sequoia Capital Surge dan dari pemodal ventura Alpha JWC, bersama dengan sejumlah investor lainnya. Saat ini, Hangry mengoperasikan 43 gerai dengan lima merek makanan, yaitu San Gyu, Moon Chicken, Dari Pada, Nasi Ayam Bude Sari, dan Ayam Koplo. San Gyu merupakan brand beef bowl ala Jepang dengan tiga maskot utamanya, Gyu, Don dan Sai. Sementara Moon Chicken merupakan brand ayam goreng ala Korea, Dari Pada adalah brand minuman berbahan dasar kopi dan susu, Nasi Ayam Bude Sari yang merupakan brand nasi ayam dengan resep khas Indonesia, serta Ayam Koplo adalah brand ayam goreng ala Amerika dan sambal khas Indonesia.

Hangry juga telah menjalin kemitraan dengan GrabFood dan GoFood dalam upaya untuk menarik jutaan pengguna. Perusahaan rintisan inipun membangun aplikasi untuk program loyalitas. Viktor berharap, Hangry bisa memiliki 150 gerai yang beroperasi di seluruh Indonesia pada tahun 2021, dan bertambah menjadi 750 gerai pada 2024. Bahkan saat perusahaan meningkatkan bisnis cloudkitchen-nya, Hangry berencana untuk memiliki perpaduan layanan antar makanan dan restoran makan di tempat.

Target Pajak Meleset 2020, BPK : Rawan Terjadi Ijon

23 Nov 2020

Kementerian Keuangan memperkirakan setoran pajak tahun ini bakal di bawah target lagi. Sampai September 2020 penerimaan pajak masih tumbuh minus sebesar 16,86%.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, “Penerimaan pajak rendah karena memang kontraksi dan ini pun masih ada risiko tidak tercapai akibat kondisi korporasi maupun masyarakat betul-betul tertekan seperti statistik yang kita lihat,” katanya Kamis (19/11).

Namun saat potensi melesetnya penerimaan pajak, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyampaikan adanya potensi terjadinya ijon pembayaran pajak. Hal ini terlihat dalam publikasi Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I/2020 yang menunjukkan adanya pembayaran pajak penghasilan (PPh) Pasal 25 untuk tahun pajak 2020 yang diakui sebagai penerimaan 2019.

Praktik ijon pajak itu dilakukan oleh 944 wajib pajak di 20 kantor wilayah (Kanwil) Ditjen Pajak pada periode November hingga Desember 2019. Hasilnya, terjadi kenaikan pembayaran PPh Pasal 25 mencapai 303,89%. BPK menyampaikan peningkatan tersebut disebabkan karena wajib pajak telah membayar angsuran PPh Pasal 25 lebih dari satu kali. Pada 1-15 Desember, wajib pajak membayar untuk masa pajak November 2019 yang jatuh tempo pembayarannya pada 15 Desember 2019.

 


Komitmen Investasi Rp 4 Triliun

23 Nov 2020

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengklaim produsen Susu Bendera Friesland Campina akan menambah investasi di Indonesia sebesar Rp 4 triliun pada awal 2021.

Tak hanya itu mereka akan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rantai pasok, serta melibatkan pengusaha lokal dalam kegiatan usaha logistik perusahaan seperti yang diminta pemerintah. “Pemerintah juga menawarkan lahan gratis selama lima tahun untuk pendirian pabrik di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah,” kata Bahlil Jumat (20/11).

Bahlil mengklaim Chief Executive Officer (CEO) Friesland Campina Hein Schumacher mengapresiasi fasilitas insentif fiskal yang diberikan oleh pemerintah Indonesia, baik tax holiday maupun tax allowance. “Saya tidak menyangka keputusan sangat cepat Indonesia sudah berubah,” ujar Schumacher

Secercah Asa di Ujung Lorong

23 Nov 2020

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan dua calon vaksin Covid-19 yang dilaporkan raksasa farmasi dari AS, Pfizer,yang bekerja sama dengan perusahaan Jerman, BioNTech, serta kolaborasi perusahaan bioteknologi AS, Moderna, dan Institut Kesehatan Nasional (NHI) AS memiliki efikasi diatas 90 persen.

Hasil akhir uji klinis fase III calon vaksin Covid-19 mereka, kata Pfizer,sebesar 95 persen dan tidak menimbulkan efek samping serius pada partisipan uji klinis. Efikasi kedua calon vaksin Covid-19 tersebut melampau isyarat minimal izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS, yaitu efikasi 50 persen.

Kedua calon vaksin itu pun kini sudah diajukan ke FDA untuk bisa digunakan. Pfizer berencana memproduksi 50 juta dosis vaksin tahun ini dan diperkirakan hingga 1,3 miliar dosis tahun 2021. Sementara Moderna akan memproduksi 20 juta dosis tahun ini.

Dua calon vaksin Covid-19 dari perusahaan AS itu termasuk dalam 48 lanskap calon vaksin Covid-19 WHO yang sudah memasuki tahap uji klinis per 12 November 2020. Dari 48 calon vaksin tersebut, sebanyak 11 sudah memasuki tahap uji klinis fase III. Ke-11 calon vaksin itu dikembangkan oleh AS, China, Inggris, India, Rusia, dan Jerman (kolaborasi denganAS)

Walaupun banyak calon vaksin Covid-19 sedang dikembangkan di sejumlah negara, para pakar kesehatan tetap mengingatkan, dibutuhkan intervensi kesehatan berlapis atau biasa dikenal dengan strategi “kejuswiss” untuk mengakhiri pandemi, mulai dari mengenakan masker, mencuci tangan pakai sabun, hingga menjaga jarak.

Pameran Properti Surabaya, Pakuwon Bidik Transaksi Rp200 Miliar

23 Nov 2020

Pakuwon Group mengejar target penjualan 2020 melalui perhelatan pameran selama 10 hari di Pakuwon City Mall Surabaya dengan bidikan transaksi Rp200 miliar. General Manager Finance PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) Fenny Loisa mengatakan target penjualan perseroan tahun ini adalah Rp1,1 triliun. Hingga kuartal III/2020, realisasinya sudah 75% dari target. Fenny menambahkan selama pandemi, penjualan Pakuwon dari segmen rumah tapak mengalami peningkatan. Sebelumnya kontribusi penjualan rumah tapak hanya 30%—35%, kini meningkat menjadi 40%. Adapun, 55% didominasi produk apartemen.

Direktur Marketing Pakuwon Sutandi Purnomosidi menambahkan perseroan sejatinya masih optimistis dengan kondisi pasar properti semasa pandemi. Head of Marketing PWON Hario Utomo menambahkan, selama April—Juni, perseroan mengandalkan penjualan rumah segmen menengah. Dalam ajang Pakuwon Group Year End Property Expo di Surabaya, perseroan menyiapkan promosi untuk penetrasi pasar seperti diskon sampai 30%, bebas BPHTB, bebas biaya KPR/KPA, dan sebagainya.^(Peni Widarti)


Periode Harbolnas 2020, Saatnya Uji Andal Dompet Digital

23 Nov 2020

Perang strategi menggaet pelanggan baru bakal menjadi warna dominan di industri dompet digital pada kuartal IV/2020, seiring dengan digelarnya rangkaian agenda besar tahunan Hari Belanja Online Nasional. Ovo, misalnya, mempersiapkan berbagai taktik untuk menarik minat masyarakat dalam melakukan pembayaran digital saat musim Harbolnas akhir tahun ini. Head of Corporate Communication Ovo Harumi Supit mengatakan perusahaan akan berkolaborasi dengan berbagai pihak. “Pada November, Ovo bersama Grab dan Tokopedia memeriahkan program Ovo Boom 11.11, di mana para pengguna bisa menikmati beragam penawaran pada platform Grab, Tokopedia, dan Ovo sendiri,” jelasnya, Minggu (22/11).

Dia mengatakan sejauh ini pendekatan Ovo yang berfokus pada kebutuhan pengguna mampu mendorong pertumbuhan mitra baru sebagaimana tampak dari kinerja kuartal III/2020. “Selain itu, pada akhir kuartal III/2020, Ovo sudah hadir di 405 kota dengan total jumlah merchant mencapai 1.000.000.” Strategi lain yang dilakukan oleh Ovo baru-baru ini adalah berkolaborasi dengan Bank BRI untuk mengakselerasi transaksi digital di kalangan UMKM.

Sementara itu, Linkaja juga getol menggandeng platform dagangel untuk memimpin pasar pada kuartal IV/2020. “Secara khusus untuk akhir tahun dan Harbolnas, ada beberapa program yang kami tengah siapkan bersama mitra e-commerce kami,” kata Direktur Marketing Linkaja Edward Kilian Suwignyo. Hingga saat ini, Linkaja telah memiliki lebih dari 59 juta pengguna terdaftar. Pada kuartal IV/2020, perusahaan berharap pertumbuhan bisa jauh lebih baik, terutama dengan masuknya masyarakat ke masa transisi pembatasan sosial, “Untuk akselerasi pertumbuhan ini, beberapa program juga kami luncurkan, seperti cashback untuk transportasi publik, cashback bersama mitra merchant nasional, cashback untuk pembayaran tagihan dan pembelian produk digital, serta diskon untuk transaksi di Pertamina,” kata Edward.

Lain sisi, Marketing Manager Shopeepay Cindy Candiawan mengatakan antusiasme masyarakat dalam pembayaran digital selama masa pandemi terus meningkat. Hal ini salah terpotret melalui kampanye bertajuk Shopeepay Deals Rp1 yang berlangsung bersamaan dengan Shopee 11.11 Big Sale. Cindy menjelaskan, di kampanye tersebut, Shopeepay mencatatkan 12 kali lipat peningkatan jumlah voucer terjual pada puncak kampanye 11 November 2020. Selain itu, perusahaan membukukan kenaikan transaksi 8 kali lipat di brand ternama dan 10 kali lipat di UMKM selama periode kampanye Shopeepay Deals Rp1.

Vince Iswara, CEO Dana, memilih untuk fokus ke penguatan keamanan data pada kuartal IV/2020. “Sebagai jembatan mata rantai perekonomian, kami juga akan melebarkan kerja sama dengan berbagai pihak guna memudahkan edukasi masyarakat menuju digital ekonomi inklusif,” katanya. Mendekati Harbolnas 12.12, Dana akan mengedepankan fitur dan teknologi untuk meningkatkan jumlah transaksi harian. “Promosi untuk beberapa program tetap berjalan, tetapi tidak menjadi satu-satunya andalan kami untuk meningkatkan transaksi harian,” ujarnya.


Prospek Usaha Waralaba, Pandemi Tak Surutkan Ekspansi

23 Nov 2020

PT Fast Food Indonesia (Tbk), perusahaan yang mengelola bisnis KFC di Indonesia, menargetkan akan membuka 10 gerai baru, sehingga total baru yang dibuka bakal mencapai 15 unit. Sejatinya pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang signifikan bagi perusahaan. Sepanjang semester I/2020, pendapatan FAST turun 25,4% menjadi Rp2,51 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun FAST nampaknya tak mau berkutat terlalu lama di jurang pandemi. “Kami terus melakukan ekspansi pembukaan gerai baru sampai akhir tahun. Target kami kurang lebih 10 gerai lagi,” kata Public Relations KFC Indonesia Ika Diah Rhanny saat dihubungi, Minggu (22/11).

Ekspansi serupa disiapkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), termasuk meningkatkan layanan gudang. Sepanjang kuartal III/2020, total gerai perseroan tumbuh menjadi 17.129 unit, terdiri dari 15.102 gerai perseroan dan 2.027 gerai entitas anak. “Pertumbuhan gerai pada 2020 telah sejalan dengan kebijakan manajemen untuk semakin selektif dalam pembukaan gerai, serta fokus memperbaiki kinerja gerai waralaba dan meningkatkan layanan bagi terwaralaba,” kata Corporate Communication General Manager AMRT Nur Rachman.

Ekspansi juga dilakukan PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) lewat pembukaan gerai baru di kuartal IV. Sepanjang Oktober —November, pemegang lisensi Pizza Hut itu telah membuka gerai anyar di 7 lokasi. Direktur PZZA Jeo Sasanto mengatakan pihaknya tak menutup kemungkinan untuk terus berekspansi di kuartal IV. “Jumlahnya tidak bisa dipastikan karena banyak hal di lapangan yang tidak bisa kami prediksi.” Sampai kuartal III/2020, penjualan PZZA susut 9,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sehingga menjadi Rp2,66 triliun. Pendapatan ini disumbang oleh penjualan makanan pihak ketiga Rp2,54 triliun dan penjualan minuman dari pihak ketiga Rp136,28 miliar.

Hal ini diakui Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Supit yang mengemukakan strategi itu bakal efektif mengingat pembukaan usaha mandiri menjadi salah satu opsi yang dipilih masyarakat saat pandemi. Dia juga mencatat banyak franchisor yang tetap gencar menawarkan bisnis meski pandemi masih berlangsung. Dengan aksi pembukaan gerai yang berlanjut di kuartal IV ini, Levita berpandangan hal itu menjadi sinyal tersendiri bagi bisnis waralaba. Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengemukakan pertumbuhan bisnis dengan model waralaba tetap akan tergantung pada segmennya. Pengamat pemasaran sekaligus Managing Partner Inventure Yuswohady mengatakan pandemi menjadi momen menentukan bagi bisnis waralaba untuk menjaga kepercayaan konsumen di tengah ketidakpastian ekonomi.


Penyertaan Modal Negara, Dana Ditambah, Realisasi Minim

23 Nov 2020

Pemerintah masih memiliki sederet pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam sisa 1,5 bulan menuju pengujung 2020. Salah satu PR itu adalah realisasi penyertaan modal negara (PMN) kepada badan usaha milik negara (BUMN) maupun badan layanan umum (BLU) yang masih tercatat rendah, termasuk PMN untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Penyerapan belum mencapai separuh dari alokasi awal PMN senilai Rp36,48 triliun, pemerintah kembali menambah anggaran menjadi Rp45,05 triliun melalui Keputusan Menteri Keuangan No.500/2020. Perubahan pagu anggaran secara diam-diam oleh pemerintah itu pun menuai kritik dari DPR RI. Anggota Komisi XI M. Misbakhun merasa perubahan pagu anggaran ini tidak pernah dikomunikasikan kepada komisi keuangan. “Komitmennya, pemerintah berkomunikasi kalau ada setiap perubahan. Ini KMK No.500/2020 tak pernah ada, jumlahnya juga tidak sesuai dengan Perpres No.72/2020,” kata Misbakhun, pekan lalu.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata menyatakan PMN tersebut bukanlah sekadar bagi-bagi uang kepada perusahaan-perusahaan milik negara. Pihaknya pun optimistis realisasi PMN tersebut akan mencapai target. Dari total alokasi Rp45,051 triliun, pemerintah telah menggelontorkan Rp16,95 triliun. Jika diperinci, wujud PMN itu terdiri atas tunai Rp41 triliun dan nontunai Rp4 triliun. “Melalui PMN nontunai, pemerintah bermaksud untuk memperbaiki struktur permodalan dan/atau meningkatkan kapasitas produksi BUMN, mendukung pelaksanaan penugasan dari pemerintah, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan BMN,” katanya.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet berpendapat, jika melihat rentang waktu yang kurang dari 2 bulan lagi, memang akan relatif sulit mendorong realisasi PMN hingga 100%. Senada, peneliti ekonomi senior Institut Kajian Strategis (IKS) Eric Alexander Sugandi memperkirakan penyerapan APBN, termasuk anggaran untuk program pemulihan ekonomi (PEN), akan sulit terserap sepenuhnya pada akhir 2020. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyampaikan, di tengah serapan anggaran yang rendah, seharusnya pemerintah melakukan evaluasi, menetapkan prioritas BUMN mana yang harus dibantu melalui PMN.


Google Pay Buka Rekening

20 Nov 2020

Alphabet Inc kembali meluncurkan aplikasi pembyarannya dengan beragam fitur anyar. Seperti promosi berbayar, melakukan transaksi dengan kelompok, serta dapat memberikan analisis dan diskon di sejumlah merchant. Yang istimewa, aplikasi anyar ini bakal memberikan fasilitas pembukaan rekening bank.

Mengutip Reuters, Kamis (19/11), Citigroup meneken kerja sama tersebut. Selain itu sekitar 10 bank lain yang akan menyusul meneken kerjasama. Atas fitur-fitur anyar tersebut, Google akan mendapatkan komisi.

Dengan fitur-fitur tersebut, Google Pay kini dapat bersaing dengan platform-platform serupa dari India. Di negeri ini, pembayaran digital via gawai sudah sangat lumrah. Hal tersebut juga sekaligus memperkuat jangkauan Google di bisnis finansial.