;

Banjir Sepeda Impor, ‘Kereta Angin’ Lokal Kian Tergerus

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 13 Nov 2020 Bisnis Indonesia
Banjir Sepeda Impor, ‘Kereta Angin’ Lokal Kian Tergerus

Badan Pusat Statistik (BPS) mendata pertumbuhan volume impor terbesar terjadi pada kuartal II/2020 atau melesat 69,58% secara tahunan menjadi 8.05 juta kilogram. Sementara itu, pertumbuhan nilai impor terbesar terjadi pada kuartal III/2020 atau melonjak 54,24% secara tahunan menjadi US$39,3 juta.

Menurut Ketua Umum AIIPI, Rudiyono, permintaan sepeda di dalam negeri memang melonjak sepanjang 2020 dan diperkirakan berlanjut pada 2021. Namun, imbuhnya, tren maraknya sepeda impor di dalam negeri juga akan berlanjut pada tahun depan. 

Adapun, Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) mendata sepeda impor yang akan masuk ke dalam negeri adalah sepeda murah di rentang harga Rp1 juta-Rp2 juta dan menengah di kisara Rp2,5 juta-Rp5juta.

Sekretaris Jendral Asosiasi Pengusaha Sepeda dan Mainan Eko Wibowo sebelumnya mengatakan permintaan sepeda yang tinggi tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga seluruh dunia. Sayangnya, produsen sepeda lokal belum mampu memenuhi permintaan yang ada, mengingat masih terbatasnya kapasitas pabrikan.

Kemenperin dan AIPI sepakat bahwa permintaan sepeda hingga akhir tahun akan mencapai 8 juta unit, naik 14% dari realisasi 2019 sekitar 7 juta unit. Sementara itu, Direktur Jendral Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Taufik Bawazier mengatakan pihaknya akan berusaha untuk meningkatkan pangsa sepeda lokal pada 2021.

Di sisi lain, Taufik menilai penerbitan Permendag No. 68/2020 merupakan langkah yang baik karena dapat menyeleksi laju sepeda impor.

#APK

Tags :
#Bisnis #Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :