Ekonomi
( 40460 )Sebanyak 154 Perusahaan Siap Relokasi ke Indonesia
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan ada 154 perusahaan yang akan merelokasi investasinya ke Indonesia. Hal ini diklaim sebagai bukti bahwa iklim investasi di dalam negeri mulai membaik.
Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot mengungkapkan, pemerintah terus melakukan pendekatan kepada pelaku usaha. “Di sini, terdapat 154 perusahaan yang merencanakan relokasi ke Indonesia. 154 perusahaan ini tentu ya kami melihat ini sudah positif,” ucap Yuliot dalam webinar bertajuk Peluang Mendorong Investasi Saat Pandemi, Senin (9/11).
Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut berapa potensi investasi dari 154 perusahaan yang hendak merelokasi investasinya di Indonesia. Yuliot juga tak merinci bergerak di sektor mana saja ratusan perusahaan itu.
Hal yang pasti, Yuliot mengklaim dengan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja akan membuat iklim investasi di Indonesia lebih baik. Pasalnya, perizinan usaha sudah disederhanakan dalam beleid itu. “Dengan perbaikan dan kemudahan-kemudahan investasi di UU Cipta Kerja, ini positif. Ini peluang besar,” jelasnya.
Ovo dan Gopay Menantang Perbankan
Kehadiran pemain fintech di bisnis transaksi pembayaran elektronik akan menyaingi perbankan. Data Bank Indonesia (BI) di akhir 2019 menunjukkan dua pemain uang elektronik yakni Ovo dan Gopay masuk dalam daftar lima besar pangsa pasar sistem pembayaran. Ovo menguasai sekitar 9%, diikuti Gopay sebesar 8,4%.
Data seluruh transaksi pembayaran ini mencakup kartu debit, kartu kredit dan uang elektronik. Pencapaian pemain uang elektronik ini memang cukup mengesankan karena masih bisa dianggap sebagai pemain baru di industri keuangan.
“Pada akhir 2015, sistem pembayaran masih didominasi oleh perbankan. Namun pada akhir 2019, peranan non-bank sudah mulai muncul. Jadi perkembangannya luar biasa,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng Senin (9/11) kemarin dalam acara diskusi Indonesia Fintech Society (IFSoc).
Dari 10 besar penguasa pasar di transaksi pembayaran, lima pemain uang elektronik kian perkasa menantang perbankan. Sementara dari transaksi uang elektronik pemain fintech sendiri, Ovo masih mempin dibandingkan pesaingnya dari Bank Mandiri dan Gopay. Ovo memiliki pangsa pasar hingga 20% diikuti Gopay dan Bank Mandiri yang masing-masing menguasai 19%.
Siap-siap Banjir Produk Sepeda Impor
Pasar sepeda nasional bersiap kebanjiran produk impor pada bulan ini. Proyeksi itu setelah pemerintah membuka kuota impor kendaraan roda dua tanpa mesin itu lantaran permintaan terus menguat.
Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) menyebutkan, sepeda impor yang bakal masuk Tanah Air rata-rata dari segmen murah dan menengah, yakni Rp 1 juta hingga Rp 5 juta per unit. Alhasil, kehadiran sepeda impor mendorong persaingan di pasar sepeda murah semakin meriah.
Ketua Apsindo Eko Wibowo Utomo mengatakan, “Penting bagi produsen sepeda lokal untuk melakukan pendekatan brand karena pertimbangan orang membeli tak hanya karena harganya yang murah saja, tapi juga melihat kualitas barangnya,” kata dia kepada KONTAN, Senin (9/11).
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan mengatur importasi sepeda dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 68 Tahun 2020 j.o No. 78/2020 tentang Ketentuan Impor Alas Kaki, Elektronik Serta Sepeda Roda Dua dan Roda Tiga.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengemukakan, “Sejak berlakunya ketentuan impor sepeda, volume importasi sepeda yang telah diberikan izin masuk ke Indonesia kira-kira sebanyak 3 juta unit sepeda,” ungkap dia kepada KONTAN, Senin (9/11).
Pemanfaatan Ikan Sidat Perlu Ditata
Tren meningkatnya permintaan ekspor sidat membuat penangkapan ikan sidat di alam semakin masif. Pada 2019, hasil produksi sidat di Indonesia sebanyak 515,18 ton, meningkat 59 persen ketimbang tahun 2018. Indonesia tergolong 10 besar negara produsen utama sidat.
Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan Machmud Sutedja, Minggu (8/11/2020), mengatakan, volume ekspor sidat cenderung meningkat, antara lain dalam bentuk sidat beku, dengan negara tujuan China.
Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekonomi Maritim, Laode M Kamaluddin, menambahkan, permintaan yang meningkat menyebabkan eksploitasi sidat berlebihan. Tingginya eksploitasi ini memicu penurunan stok di alam sehingga perlu pengatur-an terkait lokasi, ukuran, dan alat tangkap.
Pertambangan Kalsel Alami Kontraksi
Ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel) triwulan III 2020 dibandingkan triwulan III 2019 yang mengalami kontraksi sebesar 4,68 persen. Tiga lapangan usaha dengan kontraksi paling dalam adalah pertambangan dan penggalian sebesar 9,08 persen, diikuti transportasi dan pergudangan sebesar 8,41 persen dan industri pengolahan sebesar 8,10 persen.
"Meskipun mengalami kontraksi, sebagian lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif di antaranya adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial 7,84 persen, dan informasi dan komunikasi 6,87 persen, " jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, Moh Edy Mahmud dikutip dari siaran pers, Minggu (8/11/2020).
Dijelaskannya, berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Kalsel triwulan III 2020, sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 0,25 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 0,14 persen, dan real estate sebesar 0.13 persen.
Kontraksi yang cukup dalam dialami oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) yakni sebesar 5,88 persen. Realisasi belanja barang dan jasa serta belanja modal yang lebih rendah dibandingkan triwulan yang sama pada tahun lalu turut menjadi pendukung kontraksi pada komponen ini.
Menurunnya, realisasi belanja modal ditambahkannya juga berdampak pada terkontraksinya komponen PMTB hingga 3,40 persen. Konsumsi rumah tangga yang tergambar pada komponen PKRT turut pula mengalami kontraksi pada kuartal ini yaitu sebesar 0.67 persen.
BTN dan Erick Tohir Kerja Sama dengan Jepang Bangun Rumah Milenial
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan menjajaki kerja sama dengan beberapa perusahaan properti Jepang. Dalam kunjungan Menteri BUMN Erick Thohir ke Jepang baru-baru ini, Indonesia dan Jepang akan mengembangkan kerja sama dalam pembangunan dan pembiayaan perumahan di Indonesia khususnya untuk memenuhi generasi muda atau millenia.
“Ini menjadi fokus dalam pengembangan kerja sama pemerintah Indonesia dengan Jepang untuk mendukung sektor properti di Indonesia dan kami menyatakan siap bekerjasama yang diharapkan dapat direalisasi pada tahun 2021,” kata Direktur Utama BTN Pahala N Mansury dalam keterangannya, Minggu (8/11).
Ada beberapa perusahaan properti Jepang yang akan diajak kerjasama Perusahaan itu antara lain Panasonic Home. Kemudian ada juga pengembang properti lain asal Jepang yang bekerjasama dengan Perumnas yaitu IIDA Group Holding Indonesia (IGHD-Ind).
Selain dengan perusahaan properti Jepang, BTN juga akan menjajaki kerjasama pendanaan jangka panjang untuk pembiayaan properti dengan Japan Bank for International Cooperation atau JBIC. Kerjasama dengan JBIC kami harapkan dapat mendorong ekspansi pembiayaan properti Bank BTN.
Awal November Dana Asing Masuk
Aliran modal asing kembali mengalir masuk ke pasar keuangan Indonesia di minggu pertama November 2020. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menyebut, berdasarkan data transaksi periode 2 November 2020-5 November 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto capai Rp 3,81 triliun.
Terjadinya aliran modal tersebut (net inflow) disebabkan masuknya dana asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 3,87 triliun meski di pasar saham asing tercatat jual neto sebesar Rp 0,06 triliun. “Berdasarkan data settlement selama 2020 (sejak awal tahun), asing di pasar keuangan domestik masih tercatat jual netto sebesar Rp 161,24 triliun,” jelas Onny, Minggu (8/11).
Kondisi ini terjadi karena persepsi investor terhadap risiko investasi di Indonesia terpantau membaik yang ditunjukkan dengan penurunan premi Credit Default Swap (CDS) bertenor 5 tahun ke 82,64 basis poin (bps), dari 97,96 bps per akhir Oktober 2020 lalu.
Dana PEN Belum Maksimal Angkat UMKM
Kredit perbankan di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga September 2020 masih belum menggembirakan. Padahal, segmen ini merupakan fokus utama pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit UMKM per September masih turun 1,57% year on year (yoy). Namun secara bulanan sudah berhasil naik tipis 0,7%. Perdagangan besar dan eceran serta sektor industri pengolahan berkontribusi paling besar dari total kredit UMKM terkontraksi paling dalam pada September 2020 dibanding posisi Maret 2020 Masing-masing turun 13,9% dan 5% secara tahunan.
Bank Mandiri misalnya hanya mencatat pertumbuhan tipis kredit segmen kecil dan menengah (UKM) pada kuartal III-2020, yakni hanya naik 0,8% yoy menjadi Rp 52,3 triliun. Sedangkan segmen mikro masih turun 9% yoy menjadi Rp 117,4 triliun. Tapi dibandingkan kuartal sebelumnya sudah tumbuh 4,8%.
Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri, Aquarius Rudianto mengaku, kredit segmen kecil dan menengah belum bisa tumbuh optimal karena keterbatasan ruang gerak bank untuk menggelar akuisisi baru karena permintaan kredit yang memang lesu.
Aquarius merinci, kredit segmen kecil dan menengah telah naik Rp 2,4 triliun dari posisi Juni 2020 dengan gross ekspansi periode Juli-September sebesar Rp 11,8 triliun. Dari gross ekspansi pada kuartal III itu, terdapat limit tambahan sebesar Rp 19,2 triliun, yakni 61% didukung dari program PEN.
Sementara UMKM di Bank Rakyat Indonesia (BRI) masih tumbuh di atas industri. Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari mengatakan, pertumbuhan itu ditopang oleh segmen mikro yang per September berhasil naik di atas 7,5% secara yoy.
Untuk mendorong kredit segmen mikro, BRI akan ekspansi selektif pada sektor-sektor ekonomi yang berprospek. Seperti sektor pangan, perdagangan terkait makanan dan minuman, serta sektor terkait industri kesehatan.
Holding BUMN Pariwisata Dibentuk
Kementerian BUMN berencana membentuk Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung. Saat ini, bisnis pariwisata dan maskapai penerbangan menjadi sektor yang paling terpukul akibat wabah korona.
Induk holding adalah PT Survai Udara Penas (Penas). Adapun anggotanya meliputi tujuh perusahaan, yakni PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Inna Hotels Resorts, PT Sarinah, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), serta Taman Wisata Candi (TWC).
Menteri BUMN Erick Thohir menjamin, pembentukan holding tidak akan merugikan anggota dan induk holding. “Pembentukan Holding BUMN Pariwisata bertujuan mendorong pelaksanaan inisiatif lintas sektor yang terintegrasi, pengembangan infrastruktur pariwisata dan pendukung, peningkatan daya saing, serta penguatan kemampuan pendanaan di masa depan,” jelas dia, dalam dokumen tersebut.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Irfan Setiaputra mengungkapkan, Holding ini juga bisa mempercepat pertumbuhan GIAA pada masa mendatang. “Sinergi dan inisiatif bersama seharusnya akan menghasilkan output yang lebih baik dibandingkan sendiri-sendiri,” ungkap dia kepada KONTAN, Minggu (8/11).
Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung diharapkan terbentuk pada akhir tahun 2020. Sejatinya, rencana holding akan berlangsung dalam dua tahap, yakni inbreng dan restrukturisasi portofolio yang akan berlangsung pada 2021 hingga 2022 mendatang.
VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II (AP II) Yado Yarismano optimistis Holding BUMN Pariwisata dapat membantu sektor ini cepat bangkit setelah dihantam pandemi Covid-19. Saat ini mayoritas perjalanan udara hingga 78,5% dalam rangka wisata yang memiliki kolaborasi antar-mata rantai pariwisata yakni 3A; accessibilities (aksesibilitas), amenities (fasilitas), attraction (daya tarik). “Dengan holding ini koordinasi antar-anggota holding menjadi lebih baik,” ujar dia, Minggu (8/11).
Kipo Jual Hingga 200 gram per hari
Harga emas perhiasan dalam sepekan terakhir terus mengalami penurunan, walaupun tak terlalu signifikan. Sebelumnya emas 99 harganya Rp 898.000 per gram, sekarang turun menjadi Rp 880. 000.
Untuk emas perhiasan 99 karat harganya Rp 898.000 per gramnya, sedangkan emas 700 harganya Rp 630. 000. Emas perhiasan putih per gramnya, Rp 730. 000.
Sementara harga logam mulia produksi PT Aneka Tambang (Tbk) Antam juga kembali turun tipis berada di level Rp 1.004.000 per gram, Kamis (5/11).
Informasi Butik Emas Logam Mulia (BELM) Banjarmasin, terjadi penurunan harga Rp 4.000 dari per- dagangan hari sebelumnya di posisi Rp 1.008.000 per gram.
Kepala BELM Banjarmasin, Thamrin Latief mengatakan, meskipun bersifat fluktuasi harga tersebut terus berpotensi naik beberapa waktu ke depan. Minat konsumen atau masyarakat dalam berinvestasi emas masih pukian besar. Dibandingkan dengan transaksi buyback, penjualan tetap mendominasi di Butik Emas LM Banjarmasin.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









