Ekonomi
( 40460 )Sentimen Kendaraan Listrik, Demam Saham Emiten Nikel Potensial Berlanjut
#APK
Demam saham itu lantaran harga komoditas tersebut berada dalam tren bullish dan prospek gencarnya penetrasi kendaraan listrik secara global, mengingat logam dasar itu merupakan bahan baku utama baterai kendaran listrik. Berdasarkan data Bloomberg harga nikel di bursa London telah menguasai hingga 9,42% sepanjang tahun berjalan 2020. Nikel sempat ditutup di level US$16.203 per ton pada medio Oktober 2020.
Adapun, saham yang di serbu investor antara lain, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang berhasil menguat 33,93% sepanjang tahun 2020 dan teraprestasi hingga 56,25% dalam 3 bulan perdagangan terakhir. Selain itu, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) juga menguat 17,31% sepanjang tahun berjalan 2020 dan naik 24,49% dalam 3 bulan perdagangan terakhir.
Analis RHB Sekuritas Ghibran Al Imran mengatakan bahwa minat investor yang tinggi terhadap saham-saham nikel dapat bertahan untuk jangka waktu yang panjang apalagi jika harga nikel dapat bertahan di posisinya saat ini. Adapun, di antara saham nikel lainnya Ghibran cenderung berpihak terhadap INCO mengingat fokus utama bisnis emiten itu di nikel, sedangkan ANTM memiliki lini bisnis emas yang berisiko turun pada tahun depan seiring dengan pemulihan ekonomi.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengatakan bahwa saham sektor komoditas akan menjadi saham pilihan investor pada tahun depan seiring dengan pemulihan ekonomi.
Pengangguran Dan Resesi, Hubungan Segitiga Yang Kian Ruwet
Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data sensus
ketenagakerjaan per Agustus 2020 Notabene, data ketenagakerjaan hanya
direkapitulasi otoritas statistik dua kali dalam setaun, yaitu periode Februari
dan Agustus. Dalam laporan terbaru, BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka
(TPT) Agustus 2020 menembus 7,07% atau naik 1,84% dibandingkan dengan Agustus
2019. Ini sekaligus merupakan capaian TPT terburuk, setidaknya dalam 5 tahun
terakhir. Normalnya, rerata TPT di Indonesia adalah sekitar 5%.
Menyadari hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengaku pengusaha terus putar otak untuk mencegah dampak fatal dari tingginya pengangguran terhadap kinerja sektor rill, yang tengah ditekan itu kelesuan permintaan. Hariyadi memproyeksikan TPT di Tanah Air baru bisa kembali ke situasi prapandemi paling cepat pada 2022. Bahkan untuk menekan TPT sebesar 1% saja masih sulit direalisasikan tahun depan, karena banyak perusahaan yang meneruskan strategi efisiensi.
Sementara
itu, Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia Timboel Siregar menilai tak
ada cara selain memacu pembukaan lapangan kerja sektor Informal untuk
menyeimbangkan kinerja industri, pasar kerja, dan pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, upaya menggenjot penciptaan lapangan kerja di sektor informal akan efektif menekan lagi TPT 2021 ke level normal 4,5%-5%. Jelas, hubungan segitiga antara pasar kerja, dunia industri, dan perekenomian secara umum sedang karut marut.
Fase Terburuk Sudah Berlalu
Berdasarkan data yang
diumumkan Badan Pusat Statistik
(BPS) di Jakarta, Kamis (5/11),
ekonomi kuartal III-2020 tumbuh
5,05% secara kuartalan (quarter to
quarter/q to q) setelah tiga kuartal
sebelumnya berturut-turut negatif.
Mesin produk domestik bruto
(PDB) kuartal III-2020 adalah konsumsi pemerintah yang tumbuh
9,76% (yoy) dan 16,93% (q to q)
seiring meningkatnya realisasi
penyaluran dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Sri Mulyani menjelaskan, di sisi PDB pengeluaran, konsumsi
rumah tangga juga menunjukan tren pembalikan pada triwulan III menjadi minus
4,0% dibading kuartal sebelumnya minus 5,5%. “ Ini didukung belanja pemerintah
di bidang perlindungan sosial yang meningkat sangat tajam,” ujar dia
Di sisi lain, seluruh komponen pertumbuhan PDB menurut pengeluaran pada kuatal III sudah postif, kecuali Impor. Adapun secara tahunan, baru konsumsi pemerintah yang tumbuh positif, selebihnya negatif.
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, membaiknya kinerja PDB pada kuartal III-2020 menunjukkan bahwa perekonomian nasional sedang dalam proses pembalikan arah menuju zona positif. Dengan demikian, fase terburuk ekonomi yang perlahan lahan berlalu.
Sri Mulyani mengungkapkan, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) masih minus 6,48% pada kuartal III-2020 (yoy), namun lebih baik dari kuartal II-2002 yang minus 8,61%,. Bahkan secara kuartalan, PMTB tumbuh 8,45% disbanding kuartal sebelumnya minus 9,71%.
Menkeu optimis akselerasi penanganan Covid-19 dan program PEN, serta pengadaan vaksin dan vaksinasi yang direncanakan pemerintahbakal mengembalikan kepercayaan masyarakat. Dengan begitu pula, konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sekitar 58% terhadap PDB pengeluaran bakal meningkat.
Sri Mulyani mengemukakan,
untuk mendorong pemulihan
ekonomi atau pembalikan arah
(turning point) menuju zona
positif, pemerintah akan terus
mengakselerasi belanja APBN
dan APBD serta penyaluran
anggaran program PEN pada
kuartal IV-2020.
Menkeu mencontohkan, sampai kuartal III, belanja negara
tumbuh 15,5%, ditopang realisasi
bansos dan dukungan stimulus
bagi dunia usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM).
Secara terpisah, Menko
Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, kinerja
PDB kuartal III-2020 menunjukkan bahwa fase terburuk penurunan ekonomi akibat pandemi
sudah berlalu. Ekonomi sedang
dalam tren pemulihan.
Airlangga menjelaskan, dibanding kuartal sebelumnya, seluruh komonen PDB pengeluaran
pada kuartal III tahun ini tumbuh
positif (q to q), kecuali impor.
Hal yang sama terjadi konsumsi
rumah tangga, lembaga non
profit rumah tangga (LNPRT),
konsumsi pemerintah, investasi
atau pembentukan modal tetap
bruto (PMTB), dan ekspor.
PDB lapangan usaha, menurut
Airlangga, secara kuartalan juga
membaik pada kuartal III
Menurut Menkeu Sri Mulyani,
ada dua sektor riil yang masih
tumbuh positif pada kuartal III2020,yakni sektor informasi
dan komunikasi yang tumbuh
10,61% serta sektor jasa kesehatan yang tumbuh 15,33%.
Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto mengungkapkan, pertumbuhan PDB kuartal III-2020 mengalami kontraksi 3,49% (yoy).
Namun, kontraksinya menipis
dibanding kuartal II yang minus
5,32% (yoy). Adapun secara
kuartalan (q to q), ekonomi
kuartal III-2020 tumbuh 5,05%
dibanding kuartal sebelumnya
minus 4,19%.
Menurut Suhariyanto, meskipun PDB kuartal III-2020 mengalami kontraksi 3,49% (yoy),
kontraksinya tidak sedalam
kuartal sebelumnya
Wakil Ketua Umum Kadin
Indonesia Bidang Hubungan
Internasional, Shinta Widjadja
Kamdani mengatakan, tren
positif terjadi akibat normalisasi
ekonomi di negara-negara mitra dagang Indonesia di Asia
Pasifik.
Faktor lainnya adalah meningkatnya konsumsi masyarakat
pada akhir tahun dan realisasi stimulus untuk korporasi.
PTPN Group Gunakan Limbah Cair Sawit untuk Sumber Energi
Direktur Utama PTPN Group Mohammad Abdul Ghani mengatakan, saat ini PTPN Group memiliki 75 PKS dengan kapasitas total pengolahan sebanyak 3.205 ton tandan buah segar (TBS) per jam. PTPN Group secara bertahap akan melakukan konversi sumber energi pada 48 dari total 75 PKS tersebut. Dengan upaya tersebut, PTPN Group bisa memperoleh tambahan pendapatan dari penjualan cangkang sawit. Saat ini, cangkang sawit menjadi komoditas yang banyak dicari di pasar ekspor. Potensi pendapatan lain-lain dari penjualan cangkang sawit sebesar 616.776 ton atau setara Rp 383,50 miliar pertahun bisa diperoleh apabila 48 unit PKS PTPN Group sukses menerapkan biogas cofiring dengan memanfaatkan POME sebagai sumber energinya.
Sebelumnya, PTPN Group
Bersama PT Pertamina Power Indonesia juga mengembangkan pembangkit listrik
tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas n2 megawait (MW) di Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Program berbasis energi ramah lingkungan
atau dikenal dengan Green Economic Zone ini untuk mendukung upaya pemerintah
dalam mengoptimalkan potensi energi terbarukan (renewable energy) nasional dan
menarik minat investor di KEK Sei Mngkei.
Ghani menjelaskan, energi matahari lebih ramah lingkungan daripada bahan bakar fosil. Saat ini, sebanyak 90% energi di Indonesia masih menggunakan energi berbahan fosil dari batubara, minyak bumi, gas alam, sedangkan sisanya kurang dari 10% memanfaatkan sumber energi terbarukan.
Tiongkok Borong Sarang Burung Walet Indonesia
Indonesia dan Tiongkok menandatangani Letter of Intent (LOI)
pembelian produk sarang burung wallet senilai US$ 150 juta atau setara Rp 2,2
triliun. LOI ini di tandatangani Atase Perdagangan (Atdag) Beijing Marina
Novira dan General Manager of Production Center dari Xiamen Yan Palace Seelong
Food Co., Ltd, Huang Danyan.
Sementara itu, Marina menyampaikan, penandatanganan LOI ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok. Dengan penandatanganan LOI ini, dia juga nilai ekspor produk sarang burung wallet Indonesia akan meningkat dan dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor nonmigas nasional.
Marina menjelaskan, saat ini baru ada 23 perusahaan sarang burung wallet yang terdaftar di Bea Cukai Tiongkok dan secara resmi dapat mengekspor produknya ke Tiongkok. Selain itu, ada 13 perusahaan terdaftar yang telah diinspeksi Bea Cukai Tiongkok pada Desember 2019 terkait permohonan izin peningkatan kapasitas volume ekspor.
DBS dan Flip.id Permudah Nasabah Bertransaksi Digital
PT Bank DBS Indonesia bekerja sama dengan PT Fliptech
Lentera Inspirasi Pertiwi atau Flip.id yakni aplikasi penyedia layanan transfer
gratis antarbank. Kolaborasi tersebut untuk mempermudah nasabah serta pelaku usaha
dalam bertransaksi secara digital di tengah pandemi Covid-19. Head of Salas
Global Transaksi Bank DBS Husin Hartono mengungkapkan, pemenuhan transaksi real
time tidak hanya meningkatkan efisiensi untuk nasabah perseroan dan penghematan
biaya, tetapi juga memberikan pengalaman serta menempatkan nasabah korporasi
perseroan sebagai pemimpin pasar di industrinya.
Pelaku bisnis mikro pun dapat terbantu dengan layanan transfer bebas biaya antar bank melalui aplikasi Flip.id. Bisnis mikro dapat menghemat pengeluaran operasiona saat harus melakukan transaksi kirim uang ke supplier maupun konsumen.
CEO Flip.id Rafi Putra Arriyan mengatakan, pihaknya melihat peningkatan kebutuhan masyarakat untuk melakukan transaksi kirim uang secara online, yang sebelumnya lebih banyak di dominasi penggunaan ATM. Salah satunya Flip.id yang mencatat adanya peningkatan pengguna sebanyak hamper 100% atau dua kali lipat selama pandemi berlangsung di banding sebelum pandemi terjadi.
Pandemi Covid-19 Percepat Pertumbuhan e-Commerce
Dalam survei kepada 2.987 responden yang dilakukan pada Juni
2020 itu, Sirclo menemukan dua hal utama. Pertama, tingginya akselerasi adopsi
e-commerce selama pandemi Covid-19. Kedua, tumbuhnya tren social commerce,
yaitu transaksi jual-beli daring (online) melalui aplikasi percakapan dan media
social.
CEO dan Founder Sirclo Brian Marshal mengatakan, adanya pandemi Covid-19 justru lebih mengakselerasi industry e-commerce di Indonesia. Proyeksi pertumbuhannya pun diprediksi mencapi 91% pada 2020 ini, jauh melampaui proyeksi ssebelumnya yang hanya sekitar 54%. Menurut dia, 90% populasi Indonesia akan menggunakan smartphone pada 2025. Sejalan dengan itu, total pengguna smartphone yang mengadopsi internet pun akan meningkat 77%. Dua hal tersebut turut mendorong industry ekonomi digital meningkat tiga kali lipat dalam rentang tahun 2019-2025.
Sebagai e-commerce enabler terdepan di Indonesia, Sirclo kini melayani ratusan pemlik usaha untuk meningkatkan penjualnnya di berbagai lapak daring (marketplace), anatara lain Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, dan Blibli.com. Melalui Sirclo Comemerce Sirclo menangani proses penjualan end-to-end di marketplace.
Pertumbuhan Industri AMDK Tergerus Pandemi Covid
Sepanjang 2020, Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan
Indonesia (Aspadin) telah tiga kali memangkas target pertumbuhan. Awal 2020,
pertumbuhan industry AMDK ditetapkan 10%, namun direvisi menjadi 7-8%. Kemudian,
Aspadin kembali mengoreksi target pertumbuhan menjadi 4-5% dan diturunkan lagi
menjadi 1% pada kuartal IV-2020. Dia menegaskan, ekonomi nasional yang turun
5,32% kuartal II-2020 menjadi pemicu revisi target pertumbuhan untuk kali
ketiga.
Dia mengungkapkan, saat ini, rata-rata utilitasi Industri AMDK sekitar 70%. Namun, pabrikan yang hanya memproduksi kemasan kecil utilitasisanya di bawah 70%, lantaran penjualan turun 40%. Dia berharap pembukaan kembali bioskop di beberapa kota dapat mendorong peningkatan aktivitas konsumsi.
Di sisi
lain, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, industri tekstil dan
produk tekstil (TPT) terdampak berat (hard-hit) pandemi Covid-19. Untuk itu,
Kemenperin menyusun strategi percepatan pemulihan indutri TPT dan berusaha
memacu agar industri ini tetap produktif di tengah hantaman pandemi Covid-19.
RI Peringkat Lima Dunia Pemilik Startup Terbanyak
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance
(indef) Bhima Yudhistira mengungkapkan, maraknya kelahiran perusahaan rintisan
di Indonesia juga disebabkan karena banyaknya generasi milenial yang mulai
menciptakan usaha baru. “Mereka ini menggunakan kesempatan dari booming ekonomi
digital untuk membentuk startup. Indonesia sekarang masuk urutan kelima di
dunia dengan jumlah startup paling banyak, sekarang ada 2.203, tahun lalu itu
sekitar 1.500-1.800, dan karena pandemi jadi makin melonjak juga.” Terang Bhima
dalam acara peluncuran generasi Djempolan Kredivo secara daring, Rabu (4/11).
Pada kesempatan itu, Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dino Milano mengungkapkan, di saat perkembangan keuangan digital yang pesat saat ini, literasi dan inklusi keuangan sangat dibutuhkan.
OJK berperan aktif merajut ekosistem, sifatnya satu pihak dan pihak lain adalah saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme. Saat ini, OJK memiliki fintech center atau dikenal OJK Infinity yang mewadahi para startup atau fintech. OJK juga menyelenggarakan regulatory sandbox, di sana startup atau fintech akan melakukan uji coba sebelum dianggap lulus, dan nantinya perlu berperan bersama untuk membuat rantai transaksi menjadi singkat dengan dukungan teknologi.
Properti Komersial, Tren Belanja Ruko Masih Ada
CEO Indonesia Property Watch (IPW)
Ali Tranghanda mengatakan pasar properti komersial masih menyimpan potensi daya
beli kendati terbatas pada masyarakat menengah atas. Menurutnya, properti
komersial semacam rumah toko (ruko) yang berada dalam lingkungan yang sudah
jadi dengan harga yang menarik relatif masih diminati kalangan menengah atas.
Ruko Golden Madrid X merupakan bagian dari hype community complex yang tahun ini diperkenalkan oleh Sinar Mas Land. Ruko tersebut dirancang untuk menjadi tempat berkumpul generasi muda, dengan desain bangunan minimalis. Dia juga memprediksi ruko di Summarecon Bogor yang segera diluncurkan juga dibanjiri peminat.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









