;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Sentimen Kendaraan Listrik, Demam Saham Emiten Nikel Potensial Berlanjut

06 Nov 2020

#APK


Demam saham itu lantaran harga komoditas tersebut berada dalam tren bullish dan prospek gencarnya penetrasi kendaraan listrik secara global, mengingat logam dasar itu merupakan bahan baku utama baterai kendaran listrik. Berdasarkan data Bloomberg harga nikel di bursa London telah menguasai hingga 9,42% sepanjang tahun berjalan 2020. Nikel sempat ditutup di level US$16.203 per ton pada medio Oktober 2020. 

Adapun, saham yang di serbu investor antara lain, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang berhasil menguat 33,93% sepanjang tahun 2020 dan teraprestasi hingga 56,25% dalam 3 bulan perdagangan terakhir. Selain itu, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) juga menguat 17,31% sepanjang tahun berjalan 2020 dan naik 24,49% dalam 3 bulan perdagangan terakhir.

Analis RHB Sekuritas Ghibran Al Imran mengatakan bahwa minat investor yang tinggi terhadap saham-saham nikel dapat bertahan untuk jangka waktu yang panjang apalagi jika harga nikel dapat bertahan di posisinya saat ini. Adapun, di antara saham nikel lainnya Ghibran cenderung berpihak terhadap INCO mengingat fokus utama bisnis emiten itu di nikel, sedangkan ANTM memiliki lini bisnis emas yang berisiko turun pada tahun depan seiring dengan pemulihan ekonomi.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengatakan bahwa saham sektor komoditas akan menjadi saham pilihan investor pada tahun depan seiring dengan pemulihan ekonomi.

Pengangguran Dan Resesi, Hubungan Segitiga Yang Kian Ruwet

06 Nov 2020

Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data sensus ketenagakerjaan per Agustus 2020 Notabene, data ketenagakerjaan hanya direkapitulasi otoritas statistik dua kali dalam setaun, yaitu periode Februari dan Agustus. Dalam laporan terbaru, BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Agustus 2020 menembus 7,07% atau naik 1,84% dibandingkan dengan Agustus 2019. Ini sekaligus merupakan capaian TPT terburuk, setidaknya dalam 5 tahun terakhir. Normalnya, rerata TPT di Indonesia adalah sekitar 5%.

Menyadari hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengaku pengusaha terus putar otak untuk mencegah dampak fatal dari tingginya pengangguran terhadap kinerja sektor rill, yang tengah ditekan itu kelesuan permintaan. Hariyadi memproyeksikan TPT di Tanah Air baru bisa kembali ke situasi prapandemi paling cepat pada 2022. Bahkan untuk menekan TPT sebesar 1% saja masih sulit direalisasikan tahun depan, karena banyak perusahaan yang meneruskan strategi efisiensi.

Sementara itu, Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia Timboel Siregar menilai tak ada cara selain memacu pembukaan lapangan kerja sektor Informal untuk menyeimbangkan kinerja industri, pasar kerja, dan pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, upaya menggenjot penciptaan lapangan kerja di sektor informal akan efektif menekan lagi TPT 2021 ke level normal 4,5%-5%. Jelas, hubungan segitiga antara pasar kerja, dunia industri, dan perekenomian secara umum sedang karut marut.

Fase Terburuk Sudah Berlalu

06 Nov 2020

Berdasarkan data yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta, Kamis (5/11), ekonomi kuartal III-2020 tumbuh 5,05% secara kuartalan (quarter to quarter/q to q) setelah tiga kuartal sebelumnya berturut-turut negatif. Mesin produk domestik bruto (PDB) kuartal III-2020 adalah konsumsi pemerintah yang tumbuh 9,76% (yoy) dan 16,93% (q to q) seiring meningkatnya realisasi penyaluran dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sri Mulyani menjelaskan, di sisi PDB pengeluaran, konsumsi rumah tangga juga menunjukan tren pembalikan pada triwulan III menjadi minus 4,0% dibading kuartal sebelumnya minus 5,5%. “ Ini didukung belanja pemerintah di bidang perlindungan sosial yang meningkat sangat tajam,” ujar dia

Di sisi lain, seluruh komponen pertumbuhan PDB menurut pengeluaran pada kuatal III sudah postif, kecuali Impor. Adapun secara tahunan, baru konsumsi pemerintah yang tumbuh positif, selebihnya negatif.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, membaiknya kinerja PDB pada kuartal III-2020 menunjukkan bahwa perekonomian nasional sedang dalam proses pembalikan arah menuju zona positif. Dengan demikian, fase terburuk ekonomi yang perlahan lahan berlalu.

Sri Mulyani mengungkapkan, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) masih minus 6,48% pada kuartal III-2020 (yoy), namun lebih baik dari kuartal II-2002 yang minus 8,61%,. Bahkan secara kuartalan, PMTB tumbuh 8,45% disbanding kuartal sebelumnya minus 9,71%.

Menkeu optimis akselerasi penanganan Covid-19 dan program PEN, serta pengadaan vaksin dan vaksinasi yang direncanakan pemerintahbakal mengembalikan kepercayaan masyarakat. Dengan begitu pula, konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sekitar 58% terhadap PDB pengeluaran bakal meningkat.

Sri Mulyani mengemukakan, untuk mendorong pemulihan ekonomi atau pembalikan arah (turning point) menuju zona positif, pemerintah akan terus mengakselerasi belanja APBN dan APBD serta   penyaluran anggaran program PEN pada kuartal IV-2020. Menkeu mencontohkan, sampai kuartal III, belanja negara tumbuh 15,5%, ditopang realisasi bansos dan dukungan stimulus bagi dunia usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Secara terpisah, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, kinerja PDB kuartal III-2020 menunjukkan bahwa fase terburuk penurunan ekonomi akibat pandemi sudah berlalu. Ekonomi sedang dalam tren pemulihan. Airlangga menjelaskan, dibanding kuartal sebelumnya, seluruh komonen PDB pengeluaran pada kuartal III tahun ini tumbuh positif (q to q), kecuali impor. Hal yang sama terjadi konsumsi rumah tangga, lembaga non profit rumah tangga (LNPRT), konsumsi pemerintah, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB), dan ekspor. PDB lapangan usaha, menurut Airlangga, secara kuartalan juga membaik pada kuartal III

Menurut Menkeu Sri Mulyani, ada dua sektor riil yang masih tumbuh positif pada kuartal III2020,yakni sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 10,61% serta sektor jasa kesehatan yang tumbuh 15,33%.

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto mengungkapkan, pertumbuhan PDB kuartal III-2020 mengalami kontraksi 3,49% (yoy). Namun, kontraksinya menipis dibanding kuartal II yang minus 5,32% (yoy). Adapun secara kuartalan (q to q), ekonomi kuartal III-2020 tumbuh 5,05% dibanding kuartal sebelumnya minus 4,19%. Menurut Suhariyanto, meskipun PDB kuartal III-2020 mengalami kontraksi 3,49% (yoy), kontraksinya tidak sedalam kuartal sebelumnya

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjadja Kamdani mengatakan, tren positif terjadi akibat normalisasi ekonomi di negara-negara mitra dagang Indonesia di Asia Pasifik. Faktor lainnya adalah meningkatnya konsumsi masyarakat pada akhir tahun dan realisasi stimulus untuk korporasi.

PTPN Group Gunakan Limbah Cair Sawit untuk Sumber Energi

06 Nov 2020

Direktur Utama PTPN Group Mohammad Abdul Ghani mengatakan, saat ini PTPN Group memiliki 75 PKS dengan kapasitas total pengolahan sebanyak 3.205 ton tandan buah segar (TBS) per jam. PTPN Group secara bertahap akan melakukan konversi sumber energi pada 48 dari total 75 PKS tersebut. Dengan upaya tersebut, PTPN Group bisa memperoleh tambahan pendapatan dari penjualan cangkang sawit. Saat ini, cangkang sawit menjadi komoditas yang banyak dicari di pasar ekspor. Potensi pendapatan lain-lain dari penjualan cangkang sawit sebesar 616.776 ton atau setara Rp 383,50 miliar pertahun bisa diperoleh apabila 48 unit PKS PTPN Group sukses menerapkan biogas cofiring dengan memanfaatkan POME sebagai sumber energinya.

Sebelumnya, PTPN Group Bersama PT Pertamina Power Indonesia juga mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas n2 megawait (MW) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Program berbasis energi ramah lingkungan atau dikenal dengan Green Economic Zone ini untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengoptimalkan potensi energi terbarukan (renewable energy) nasional dan menarik minat investor di KEK Sei Mngkei.

Ghani menjelaskan, energi matahari lebih ramah lingkungan daripada bahan bakar fosil. Saat ini, sebanyak 90% energi di Indonesia masih menggunakan energi berbahan fosil dari batubara, minyak bumi, gas alam, sedangkan sisanya kurang dari 10% memanfaatkan sumber energi terbarukan.

Tiongkok Borong Sarang Burung Walet Indonesia

06 Nov 2020

Indonesia dan Tiongkok menandatangani Letter of Intent (LOI) pembelian produk sarang burung wallet senilai US$ 150 juta atau setara Rp 2,2 triliun. LOI ini di tandatangani Atase Perdagangan (Atdag) Beijing Marina Novira dan General Manager of Production Center dari Xiamen Yan Palace Seelong Food Co., Ltd, Huang Danyan.

Sementara itu, Marina menyampaikan, penandatanganan LOI ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok. Dengan penandatanganan LOI ini, dia juga nilai ekspor produk sarang burung wallet Indonesia akan meningkat dan dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor nonmigas nasional.

Marina menjelaskan, saat ini baru ada 23 perusahaan sarang burung wallet yang terdaftar di Bea Cukai Tiongkok dan secara resmi dapat mengekspor produknya ke Tiongkok. Selain itu, ada 13 perusahaan terdaftar yang telah diinspeksi Bea Cukai Tiongkok pada Desember 2019 terkait permohonan izin peningkatan kapasitas volume ekspor.

DBS dan Flip.id Permudah Nasabah Bertransaksi Digital

06 Nov 2020

PT Bank DBS Indonesia bekerja sama dengan PT Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi atau Flip.id yakni aplikasi penyedia layanan transfer gratis antarbank. Kolaborasi tersebut untuk mempermudah nasabah serta pelaku usaha dalam bertransaksi secara digital di tengah pandemi Covid-19. Head of Salas Global Transaksi Bank DBS Husin Hartono mengungkapkan, pemenuhan transaksi real time tidak hanya meningkatkan efisiensi untuk nasabah perseroan dan penghematan biaya, tetapi juga memberikan pengalaman serta menempatkan nasabah korporasi perseroan sebagai pemimpin pasar di industrinya.

Pelaku bisnis mikro pun dapat terbantu dengan layanan transfer bebas biaya antar bank melalui aplikasi Flip.id. Bisnis mikro dapat menghemat pengeluaran operasiona saat harus melakukan transaksi kirim uang ke supplier maupun konsumen.

CEO Flip.id Rafi Putra Arriyan mengatakan, pihaknya melihat peningkatan kebutuhan masyarakat untuk melakukan transaksi kirim uang secara online, yang sebelumnya lebih banyak di dominasi penggunaan ATM. Salah satunya Flip.id yang mencatat adanya peningkatan pengguna sebanyak hamper 100% atau dua kali lipat selama pandemi berlangsung di banding sebelum pandemi terjadi.

Pandemi Covid-19 Percepat Pertumbuhan e-Commerce

05 Nov 2020

Dalam survei kepada 2.987 responden yang dilakukan pada Juni 2020 itu, Sirclo menemukan dua hal utama. Pertama, tingginya akselerasi adopsi e-commerce selama pandemi Covid-19. Kedua, tumbuhnya tren social commerce, yaitu transaksi jual-beli daring (online) melalui aplikasi percakapan dan media social.

CEO dan Founder Sirclo Brian Marshal mengatakan, adanya pandemi Covid-19 justru lebih mengakselerasi industry e-commerce di Indonesia. Proyeksi pertumbuhannya pun diprediksi mencapi 91% pada 2020 ini, jauh melampaui proyeksi ssebelumnya yang hanya sekitar 54%. Menurut dia, 90% populasi Indonesia akan menggunakan smartphone pada 2025. Sejalan dengan itu, total pengguna smartphone yang mengadopsi internet pun akan meningkat 77%. Dua hal tersebut turut mendorong industry ekonomi digital meningkat tiga kali lipat dalam rentang tahun 2019-2025.

Sebagai e-commerce enabler terdepan di Indonesia, Sirclo kini melayani ratusan pemlik usaha untuk meningkatkan penjualnnya di berbagai lapak daring (marketplace), anatara lain Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, dan Blibli.com. Melalui Sirclo Comemerce Sirclo menangani proses penjualan end-to-end di marketplace.

Pertumbuhan Industri AMDK Tergerus Pandemi Covid

05 Nov 2020

Sepanjang 2020, Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) telah tiga kali memangkas target pertumbuhan. Awal 2020, pertumbuhan industry AMDK ditetapkan 10%, namun direvisi menjadi 7-8%. Kemudian, Aspadin kembali mengoreksi target pertumbuhan menjadi 4-5% dan diturunkan lagi menjadi 1% pada kuartal IV-2020. Dia menegaskan, ekonomi nasional yang turun 5,32% kuartal II-2020 menjadi pemicu revisi target pertumbuhan untuk kali ketiga.

Dia mengungkapkan, saat ini, rata-rata utilitasi Industri AMDK sekitar 70%. Namun, pabrikan yang hanya memproduksi kemasan kecil utilitasisanya di bawah 70%, lantaran penjualan turun 40%. Dia berharap pembukaan kembali bioskop di beberapa kota dapat mendorong peningkatan aktivitas konsumsi.

Di sisi lain, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) terdampak berat (hard-hit) pandemi Covid-19. Untuk itu, Kemenperin menyusun strategi percepatan pemulihan indutri TPT dan berusaha memacu agar industri ini tetap produktif di tengah hantaman pandemi Covid-19.

Sekretariat Jendral Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono menerangkan, TPT menjadi penghasil devisa yang cukup signifikan. Pada 2019, nilai ekspornya mencapai US$12,9 miliar, dengan penyerapan tenaga kerja 3,74 juta orang.

RI Peringkat Lima Dunia Pemilik Startup Terbanyak

05 Nov 2020

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (indef) Bhima Yudhistira mengungkapkan, maraknya kelahiran perusahaan rintisan di Indonesia juga disebabkan karena banyaknya generasi milenial yang mulai menciptakan usaha baru. “Mereka ini menggunakan kesempatan dari booming ekonomi digital untuk membentuk startup. Indonesia sekarang masuk urutan kelima di dunia dengan jumlah startup paling banyak, sekarang ada 2.203, tahun lalu itu sekitar 1.500-1.800, dan karena pandemi jadi makin melonjak juga.” Terang Bhima dalam acara peluncuran generasi Djempolan Kredivo secara daring, Rabu (4/11).

Pada kesempatan itu, Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dino Milano mengungkapkan, di saat perkembangan keuangan digital yang pesat saat ini, literasi dan inklusi keuangan sangat dibutuhkan. 

OJK berperan aktif merajut ekosistem, sifatnya satu pihak dan pihak lain adalah saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme. Saat ini, OJK memiliki fintech center atau dikenal OJK Infinity yang mewadahi para startup atau fintech. OJK juga menyelenggarakan regulatory sandbox, di sana startup atau fintech akan melakukan uji coba sebelum dianggap lulus, dan nantinya perlu berperan bersama untuk membuat rantai transaksi menjadi singkat dengan dukungan teknologi.

Properti Komersial, Tren Belanja Ruko Masih Ada

05 Nov 2020

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan pasar properti komersial masih menyimpan potensi daya beli kendati terbatas pada masyarakat menengah atas. Menurutnya, properti komersial semacam rumah toko (ruko) yang berada dalam lingkungan yang sudah jadi dengan harga yang menarik relatif masih diminati kalangan menengah atas.

Ruko Golden Madrid X merupakan bagian dari hype community complex yang tahun ini diperkenalkan oleh Sinar Mas Land. Ruko tersebut dirancang untuk menjadi tempat berkumpul generasi muda, dengan desain bangunan minimalis. Dia juga memprediksi ruko di Summarecon Bogor yang segera diluncurkan juga dibanjiri peminat.