;

Pengangguran Dan Resesi, Hubungan Segitiga Yang Kian Ruwet

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 06 Nov 2020 Bisnis Indonesia
Pengangguran Dan Resesi, Hubungan Segitiga Yang Kian Ruwet

Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data sensus ketenagakerjaan per Agustus 2020 Notabene, data ketenagakerjaan hanya direkapitulasi otoritas statistik dua kali dalam setaun, yaitu periode Februari dan Agustus. Dalam laporan terbaru, BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Agustus 2020 menembus 7,07% atau naik 1,84% dibandingkan dengan Agustus 2019. Ini sekaligus merupakan capaian TPT terburuk, setidaknya dalam 5 tahun terakhir. Normalnya, rerata TPT di Indonesia adalah sekitar 5%.

Menyadari hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengaku pengusaha terus putar otak untuk mencegah dampak fatal dari tingginya pengangguran terhadap kinerja sektor rill, yang tengah ditekan itu kelesuan permintaan. Hariyadi memproyeksikan TPT di Tanah Air baru bisa kembali ke situasi prapandemi paling cepat pada 2022. Bahkan untuk menekan TPT sebesar 1% saja masih sulit direalisasikan tahun depan, karena banyak perusahaan yang meneruskan strategi efisiensi.

Sementara itu, Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia Timboel Siregar menilai tak ada cara selain memacu pembukaan lapangan kerja sektor Informal untuk menyeimbangkan kinerja industri, pasar kerja, dan pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, upaya menggenjot penciptaan lapangan kerja di sektor informal akan efektif menekan lagi TPT 2021 ke level normal 4,5%-5%. Jelas, hubungan segitiga antara pasar kerja, dunia industri, dan perekenomian secara umum sedang karut marut.

Tags :
#Keuangan
Download Aplikasi Labirin :