PTPN Group Gunakan Limbah Cair Sawit untuk Sumber Energi
Direktur Utama PTPN Group Mohammad Abdul Ghani mengatakan, saat ini PTPN Group memiliki 75 PKS dengan kapasitas total pengolahan sebanyak 3.205 ton tandan buah segar (TBS) per jam. PTPN Group secara bertahap akan melakukan konversi sumber energi pada 48 dari total 75 PKS tersebut. Dengan upaya tersebut, PTPN Group bisa memperoleh tambahan pendapatan dari penjualan cangkang sawit. Saat ini, cangkang sawit menjadi komoditas yang banyak dicari di pasar ekspor. Potensi pendapatan lain-lain dari penjualan cangkang sawit sebesar 616.776 ton atau setara Rp 383,50 miliar pertahun bisa diperoleh apabila 48 unit PKS PTPN Group sukses menerapkan biogas cofiring dengan memanfaatkan POME sebagai sumber energinya.
Sebelumnya, PTPN Group
Bersama PT Pertamina Power Indonesia juga mengembangkan pembangkit listrik
tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas n2 megawait (MW) di Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Program berbasis energi ramah lingkungan
atau dikenal dengan Green Economic Zone ini untuk mendukung upaya pemerintah
dalam mengoptimalkan potensi energi terbarukan (renewable energy) nasional dan
menarik minat investor di KEK Sei Mngkei.
Ghani menjelaskan, energi matahari lebih ramah lingkungan daripada bahan bakar fosil. Saat ini, sebanyak 90% energi di Indonesia masih menggunakan energi berbahan fosil dari batubara, minyak bumi, gas alam, sedangkan sisanya kurang dari 10% memanfaatkan sumber energi terbarukan.
Tags :
#Industri Kelapa SawitPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023