Ekonomi
( 40460 )MEMBANGKITKAN INDUSTRI MANUFAKTUR - BERPACU SIAPKAN VAKSIN
Pemerintah terus berupaya mempercepat pengadaan vaksin Covid19 untuk mengendalikan pandemi agar daya beli masyarakat kembali pulih. Dengan langkah tersebut, roda pabrikan bisa dipacu lebih kencang untuk membangkitkan perekonomian nasional.
Pelaku industri meyakini performa sektor manufaktur bisa hanya bisa ke zona hijau jika pandemi Covid-19 dapat terkendali dengan baik, melalui ketersediaan vaksin. Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI) menyatakan bahwa imunisasi vaksin Covid-19 paling cepat pada kuartal I/2021. Direktur Eksekutif GPFI Dorojatun Sanusi mengatakan hasil uji klinis tahap III sangat penting sebelum memasuki tahap komersialisasi, mengingat risikonya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan produk farmasi lainnya.
Dorojatun menjelaskan kalau belum selesai [uji klinis] fase III, tidak bisa ada emergency use authorization [EUA]. EUA adalah izin penggunaan suatu produk dalam keadaan darurat sesuai dengan arahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pemerintah melalui holding BUMN Farmasi terus berupaya mempercepat pengadaan vaksin Covid-19, yaitu dengan Bio Farma-Sinovac (China), Kalbe Farma-Genexine (Korea Selatan), dan Kimia Farma-G42 Healthcare (Uni Emirat Arab), Indo Farma juga bekerja sama dengan Novavax (Amerika Serikat) untuk menghasilkan vaksin dengan nama NVX-CoV 2373.
Head of Corporate Communication PT Bio Farma (Persero) Iwan Setiawan mengatakan perseroan akan memproduksi vaksin Covid-19 jika pemeriksaan oleh BPOM pada pabrikan Sinovac Biotech Ltd. telah rampung. Project Integration Manager R&D Bio Farma Neni Nurainy sebelumnya membeberkan dengan melihat perkembangan uji klinis tahap III Vaksin Sinovac di Bandung, Jawa Barat yang berjalan baik, perseroan memperkirakan progres penyelesaian akan lebih cepat.
Sementara itu, vaksin yang seharusnya ditargetkan pemerintah untuk disuntikkan pada November 2020 tetapi mundur ke Desember merupakan vaksin darurat yang akan diutamakan kepada tenaga kesehatan serta TNI/Polri. Dalam program itu, ada tiga kandidat vaksin yang akan disuntikan yakni dari Sinovac, Sinopharm, dan CanSino yang mendapat EUA.
Adopsi QRIS di Bali Melesat
Digitalisasi pembayaran berbasis QRIS di Bali per Oktober 2020 tercatat telah diadopsi oleh 149.266 pedagang (merchant). Jumlah tersebut meningkat 486% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara year on year (yoy).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho mengatakan ekspansi jumlah merchant yang mengadopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Bali turut mendorong kenaikan transaksi digital di kalangan masyarakat. QRIS dilaku kan masyarakat di Bali dengan nilai menembus Rp11,93 miliar per akhir Agustus 2020, 70% pengguna bertransaksi untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di sisi lain, penelitian yang dilakukan Sea Insights SEA Group pada Juni 2020 menunjukkan 72% pemuda pemudi usia 16—35 tahun di kawasan Asean mampu ber tahan dan beradaptasi selama Covid-19. Selama vaksin belum di temukan, isu kesehatan akan terus mengemuka dan gaya hidup serta tatanan ekonomi akan berubah. Namun, adaptasi kebiasaan baru akan mengakibatkan pergeseran pola ekonomi yang minim pertemuan tatap muka atau less-contact economy.
Untuk itu, Trisno menyebut seluruh UMKM di semua proses bisnisnya harus mampu beradaptasi dengan cara memanfaatkan teknologi digital mulai dari proses produksi, pemasaran hingga pemanfaatan metode pembayaran digital yang bersifat contactless.
Pemkab Cabut Penghapusan Denda Pajak Hotel
Relaksasi penghapusan denda administrasi keterlambatan membayar pajak untuk hotel dan parkir di hotel, untuk hotel yang tergabung dalam Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), bakal tak diperpanjang.
Kabid Pendapatan 1 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banjar, Heryanto, Kamis (5/11) menerangkan, terkait denda akan dibuatkan SK Bupati sebagai dasar penghapusan dendanya. “Saat ini sedang proses inventarisasi denda,” sebutnya.
Menurut Hery, kondisi usaha hotel dan restoran berangsur membaik, dan pengunjung hotel dan restoran juga sudah mulai banyak. Atas pertimbangan tersebut relaksasi dihentikan dan dihapuskan.
Relaksasi denda keterlambatan pembayaran pajak hotel dan restoran sendiri akan berakhir pada 15 November 2020 ini setelah diberikan untuk Juli, Agustus dan September 2020 kemarin. Selain pajak hotel dan restoran, pajak parkir hotel juga diberi relaksasi. Pengelola hotel tetap harus melaporkan omzet parkirnya dan pajaknya akan mengikuti.
Masuk Dalam Jurang Resesi
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi RI di kuartal III 2020 kembali terkontraksi, yakni minus 3,49 persen. Dengan begitu, Indonesia dinyatakan mengalami resesi karena di kuartal ll 2020 ekonomi juga minus 5,32 persen.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhi negara memprediksi, pertumbuhan ekonomi yang berada di level negatif ini masih akan berlanjut di kuartal IV 2020. Sebab, masih terjadi pelemahan daya beli masyarakat disertai dengan pergerakan /mobilitas ke pusat aktivitas ekonomi yang belum normal.
Bhima menilai, tren pemulihan ekonomi masih berjalan lambat, meskipun ada tanda perbaikan. Perbaikan secara global terlibat dari kontraksi ekonomi kuartal III 2020 AS tidak sedalam dibanding kuartal II.
Indikator lain adalah mulai naiknya PMI manufaktur yang bergerak di 44,9 persen pada kuartal III. lebih baik dari kuartal II yakni 28,5 persen. Meskipun masih dibawah level 50 atau belum optimal ekspansi produksinya.
Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) tanggal 4 November 2020, rupiah juga terus mengalami penguatan ke level Rp 14.557, seiring mulai masuknya dana investor asing ke aset yang lebih berisiko seperti saham dan obligasi swasta.
“Kemungkinan besar dana asing akan masuk ke portfolio di awal tahun 2021. Ini pun dengan asumsi kebijakan Presiden AS terpilih akan mengakomodasi kepentingan Indonesia termasuk de-eskalasi perang dagang dengan China,” sebutnya.
Terus Maksimalkan Penyaluran PEN
Hingga 2 November 2020, proses realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah mencapai Rp 366,86 triliun. Capaian itu 52,8 persen dari total anggaran yang disiapkan pemerintah, yakni sebesar Rp 695,2 triliun.
Penyaluran program PEN terbesar berasal dari Klaster Perlindungan Sosial yang memiliki pagu anggaran sebesar Rp 203,9 triliun. Pagu tersebut telah terealisasi Rp 176,38 triliun atau tersalurkan 86,51 persen dari total anggaran.
Penyaluran PKH telah sukses mencapai target 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kemudian Program Sembako atau BPNT yang sebelumnya memiliki target 15,2 juta KPM, diperluas cakupannya menjadi 20 juta KPM dan mencapai target tersebut pada September 2020 lalu.
Satu lagi BST untuk KPM Program Sembako non PKH dengan target 9 juta KPM yang sudah dieksekusi pada bulan September lalu. Juliari menjelaskan, untuk PKH dari anggaran Rp 36,71 triliun, sudah terserap 100 persen. Untuk BPNT, dari anggaran Rp 43,12 triliun, sudah terserap Rp 37,31 triliun, dan sisanya ini akan dicairkan di bulan November dan Desember.
Beberapa program juga akan langsung dijalankan pada Januari ari 2021 mendatang. Baik yang sifatnya regular seperti halnya program PKH dan BPNT yang akan diselenggarakan mulai Januari 2021, maupun program BST yang akan diselenggarkan Januari – Juni 2021.
Kimia Farma Perluas Bisnis Klinik Kecantikan
Perseroan Terbatas (PT) Kimia Farma (Persero) Tbk terus melakukan ekspansi usaha. Kali ini BUMN farmasi itu memperluas bisnis klinik kecantikan. Mereka kini memiliki klinik kecantikan bernama Marcks’ Venus Aesthetic Clinic (MVC).
Konsep dari Marcks’ Venus Aesthetic Clinic ini adalah merawat kecantikan kulit dan tubuh pria dan wanita masyarakat Indonesia dengan menekankan aspek kesehatan di semua treatment dan skincare-nya. Manajemen Kimia Farma mengklaim MVC didukung oleh dermatologis dan dokter profesional.
Secretary Kimia Farma Ganti Winarno Putro dalam keterangan resminya, Kamis (5/11), mengklaim dalam kondisi pandemi MVC menerapkan standar keamanan ketat untuk mencegah Covid-19. Seperti physical distancing melalui online booking appointment yang bertujuan dapat mengatur jadwal kedatangan, sehingga tidak terjadi penumpukan pelanggan di klinik.
Kimia Farma memastikan MVC tak hanya menjangkau pelanggan di Jakarta, Bandung, dan Bogor saja. Masyarakat di luar wilayah itu bisa tetap menikmati layanan MVC melalui layanan konsultasi online dan delivery skincare yang bisa dilakukan melalui daring.
Bisnis Ikan Cupang Hias Layak Menjadi Usaha Alternatif
Bisnis ikan cupang layak menjadi usaha alternatif di tengah pandemi Covid 19 untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Dede salah satu warga Perdagangan yang menekuni bisnis ikan cupang hias, saat ditemul di Tempat usahanya di Perdagangan Kacamatan Bandar, Kamis (5/11) mengatakan, semenjak berbisnis ikan cupang hias, pendapatannya semakin meningkat. Dalam seminggu dirinya menjual ikan cupang hias dari berbagai jenis sebanyak 15 ekor dengan harga per ekornya Rp 100 ribu.
Adapun koleksi ikan hias yang dipelihara dan dibisniskan adalah ikan cupang jenis plakat yang belakangan ini tenar seperti hellboy, blue rim, multi colour, ikan cupang siam sisir dan ada beberapa lainnya.
Hatta pengusaha ikan hias di Jalan Sandang Pangan Perdagangan mengatakan, pembeli ikan hias di tempatnya semakin meningkat. Adapun harga ikan cupang hias di tempat usahanya bervariasi yakni mulai dari Rp 70 ribu sampul Rp 250 ribu per ekorya." Harga sesuai jenisnya,” ujarnya.
Struktur Ketenagakerjaan Terdisrupsi
Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional per Agustus 2020, yang dirilis BPS, Kamis (5/11/2020), menunjukkan, porsi jumlah pekerja formal menurun dari 44,12 persen pada Agustus 2019 menjadi 39,53 persen pada Agustus 2020 atau 50,77 juta orang dari total 128,45 juta penduduk yang bekerja.
Sebaliknya, porsi pekerja informal melonjak dari 55,88 persen menjadi 60,47 persen atau 77,68 juta orang pada kurun yang sama. “Peningkatan paling banyak di sektor informal ini ada pada mereka yang berstatus pekerja keluarga atau pekerja yang tidak dibayar,” kata Kepala BPS Suhariyanto, Kamis.
Per Agustus 2020, pekerja penuh, yakni mereka yang bekerja minimal 35 jam per minggu, menurun dari 71,04 persen menjadi 63,85 persen dari total penduduk bekerja. Sementara pekerja setengah pengangguran meningkat cukup tajam, yakni dari 6,42 persen menjadi 10,19 persen, dan pekerja paruh waktu meningkat dari 22,54 persen menjadi 25,96 persen.
Pergeseran struktur ketenagakerjaan ini sejalan dengan prediksi Organisasi Buruh Internasional (ILO), pada Mei 2020, bahwa pandemi yang memukul ekonomi global akan menggeser struktur ketenagakerjaan dalam jangka panjang, yakni dari sektor formal menuju informal.
Secara keseluruhan, BPS mencatat, 29,12 juta orang atau 14,28 persen dari 203,97 juta orang penduduk usia kerja terdampak Covid-19. Orang yang menganggur akibat Covid-19 jumlahnya 2,56 juta orang sehingga menambah angka pengangguran per Agustus 2020 menjadi 9,77 juta orang.
Potensi Ekonomi Digital Indonesia Masih Menarik
Nilai pasar ekonomi digital Indonesia telah menembus US$ 40 miliar pada tahun lalu dan berpotensi menyentuh US$ 133 miliar di tahun 2025. Pasalnya, Indonesia akan menguasai pasar digital di kawasan Asia Tenggara dengan potensi sumber daya yang besar dan jumlah populasi penduduk yang terus bertambah.
Segmen e-commerce dan marketplace dinilai tumbuh pesat, salah satu pemain utama e-commerce Indonesia, Tokopedia dilaporkan bakal mendapat kucuran dana US$ 350 juta atau Rp 5,1 triliun dari raksasa teknologi Google dan perusahaan investasi milik pemerintah Singapura, Temasek Holdings.
Baru-baru ini, Sociolla juga meraih pendanaan senilai Rp 841 miliar dari Temasek, Pavilion Capital dan Jungle Ventures . Kabar teranyar, Bukalapak bakal mendapatkan suntikan dana dari Microsoft, meski belum gamblang berapa bocoran pendanaan yang diberikan.
Laporan Bloomberg menyebutkan Microsoft telah menyetujui investasi US$ 100 juta di Bukalapak. Namun CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin tak membeberkan secara spesifik berapa dana dari perusahaan raksasa software tersebut. Dalam program itu, Bukalapak akan mengadopsi Microsoft Azure sebagai platform cloud perusahaan.
Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Bima Laga menilai, perkembangan start-up di Indonesia masih cukup menarik bagi investor. Hal itu didorong potensi pasar digital di Indonesia yang masih sangat besar. Sederet keunggulan Indonesia seperti potensi bonus demografi dengan populasi milenial yang tinggi. Kelompok usia milenial dikenal akrab dengan dunia digital, sehingga investasi di dunia digital menjadi menarik.
Di samping itu, minat investor masuk perusahaan start-up tidak terlepas dari inovasi digital para pelaku usaha rintisan teknologi. “Kedua faktor ini menjadi alasan tren penyaluran dana dari investor ke perusahaan start-up masih banyak terjadi di tengah pandemic,” sebut Bima kepada KONTAN, Rabu (4/11).
Bantuan UMKM Orientasi Ekspor Sebesar Rp 16 Miliar
Kementerian Perdagangan (Kemdag) terus berupaya mendorong upaya ekspor produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Upaya tersebut dilakukan dari sisi pembiayaan melalui trade financing. Adapun total bantuan pembiayaan yang diberikan kepada UKM berorientasi ekspor saat ini baru mencapai Rp 16,1 miliar.
“Kami ingin memajukan peningkatan ekspor bagi UKM, tapi untuk melakukannya diperlukan pembiayaan yang optimal,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Kamis (5/11).
Dengan adanya bantuan pembiayaan ini pemerintah berharap tingkat produktivitas UMKM Indonesia meningkat. Selain itu diharapkan dapat mendorong UKM untuk naik kelas dan mampu bersaing dengan produk-produk ekspor dari negara lain di pasar tujuan.
Ekspor Indonesia pada periode Januari - September 2020 mengalami penurunan sebesar 5,81% dari periode yang sama tahun 2019 lalu. Total ekspor Indonesia pada periode tersebut tercatat US$ 117,19 miliar. Penurunan ekspor akibat pandemi ini coba disiasati dengan mendorong UKM yang jumlahnya 90% dari total pelaku usaha di Indonesia untuk ikut berkontribusi.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









