;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Ongkos Besar Indonesia Resmi Masuk Krisis

05 Nov 2020

Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini dijadwalkan mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal III-2020. Pengumuman produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal III-2020 ini menandai Indonesia resmi masuk masa krisis, karena dua kuartal berturut-turut mengalami pertumbuhan ekonomi negatif.

Jika kuartal II-2020 pertumbuhan ekonomi -5,32%, ekonom memprediksi kuartal III akan kembali negatif di kisaran -3% hingga -1%. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, sudah ada tanda-tanda pemulihan. “Kuartal III kembali recovery, lebih baik dari kuartal II. Fungsi stabilisasi dari APBN bersama dengan yang lain untuk menanggulangi pukulan demand dan supply,” kata Menkeu di acara Simposium Nasional Keuangan Negara 2020, Rabu (4/11).

Menkeu optimistis meskipun dengan ongkos besar tahun ini yakni defisit Rp 687,5 triliun, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 bisa membaik di kisaran -1,7% sampai - 0,6%. Guna mendongkrak ekonomi di sisa tahun ini, pemerintah berkomitmen mengoptimalkan kebijakan fiskalnya, termasuk mempercepat belanja.

Ekonom BCA David Sumual juga percaya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV-2020 ini terus membaik lewat akselerasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang semakin masif. Sedangakan Kepala ekonom DRI Moekti P. Soejachmoen melihat ke depan pemulihan ekonomi akan bergantung pada optimisme masyarakat untuk kembali melakukan aktivitas secara normal, seperti pada era sebelum pandemi. Ini perlu didukung dengan tersedianya vaksin Covid-19 yang aman dan efektivitas implementasi program PEN ke depan, tandas Moekti.


Makin Diminati Market

04 Nov 2020

Produk syariah semakin mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia yang didominasi muslim. Asuransi syariah, salah satunya. Seperti kinerja yang dicatat Asuransi Prudential.

Di tengah situasi perekonomian yang tak menentu akibat pandemi Covid-19, salah satu produk syariah Prudential, justru diminati market. Produk yang diberi label Prudential PRUCinta itu dikenalkan ke pasar hanya beberapa pekan sebelum pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia. Tepatnya dilempar ke pasar di awal Maret.

Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo menjelaskan, sejak dikenalkan hingga saat ini, pemegang polis PRUCinta sudah mencapai 30 ribu. Jumlah itu diyakini akan terus bertambah hingga akhir 2020 nanti.

Dijelaskannya, PRUCinta termasuk produk asuransi yang simple sehingga market meminatinya. Dipasarkannya juga secara virtual. “Jadi, saat ada pandemi, penyerapan market tetap bagus,”  sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, President Director Prudential Indonesia, Jens Reisch menambahkan, beragam inovasi terus dilakukan perusahaan sejak awal berdiri di 1995. Selama 25 tahun ini, Prudential sudah memiliki 270 ribu tenaga pemasar yang tersebar di 160 kota. Jumlah nasabah perseroan sudah menebus angka 2 juta nasabah.


Kredit Kendaraan Bermotor Menurun

04 Nov 2020

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per September 2020 realisasi kredit konsumsi baru tumbuh sebesar 0,75 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 1.538,2 triliun. Bila dirinci secara year to date (ytd) posisi tersebut turun sekitar 1,35 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh menjelaskan, pada akhir September 2020 sebenarnya pertumbuhan kredit mulai beranjak secara bulanan atau month on month (mom). Kredit konsumer tercatat sudah naik 0,55 persen secara bulanan. Walau tipis, pertumbuhan itu menandakan tren perbaikan kredit mulai terlihat.

Wimboh juga menjelaskan, per September 2020 secara total kredit memang lambat, dengan pertumbuhan hanya sebesar 0,12 persen yoy. Meski begitu secara bulanan sudah naik 0,16 persen mom.

Sementara, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana mengamini, ada potensi kenaikan kredit di kuartal IV 2020. “Dengan didukung berbagai kebijakan dari Bank Indonesia (BI), OJK dan pemerintah diharapkan bisa menumbuhkan permintaan kredit dan kita harapkan pertumbuhan bulanan ini terus berlanjut, “ kata Heru, Senin (2/11).


Penumpang Feri Naik 10 Persen

04 Nov 2020

Liburan panjang yang baru berlalu, berdampak pada peningkatan penumpang kapal penyeberangan Batulicin - Tanjung Serdang. Meskipun tidak signifikan karena peningkatan sekitar 10 persen dibandingkan hari biasanya.

Hal ini disampaikan General Manager PT ASDP Cabang Batulicin, Hamdani, Selasa (3/11) kepada BPost. “Ya ada kenaikan pas liburan panjang selama lima hari kemarin. Lumayan peningkatannya, 10 persen dari biasanya. Biasanya sekitar 50 persen, ketika liburan itu menjadi 60 persen,” sebut dia.

Hamdani mengakui, selama pandemi Covid-19, terjadi penurunan drastis tingkat penumpang. Namun sejak Agustus-September mulai ada kenaikan walau sedikit.


Oktober 2020, Pematangsiantar Kembali Alami Inflasi 0,46 Persen

04 Nov 2020

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Edhi Rahmanto Hidayat mengungkapkan, Pematangsiantar pada periode Oktober 2020, mengalami inflasi sebesar 0,46 persen (mtm) atau secara inflasi tahunan sebesar 1,21 persen (yoy).

Sementara itu, tekanan inflasi pada periode Oktober berlanjut setelah pada periode September 2020 mengalami inflasi sebesar 0,29 persen (mtm) serta lebih tinggi dibanding historis inflasi bulan Oktober selama 5 tahun terakhir, yang secara rata-rata mengalami inflasi sebesar 0,40 persen (mtm). Adapun pada periode laporan, Provinsi Sumatera Utara mencatat inflasi sebesar 0,47 persen (mtm) atau secara tahunan inflasi sebesar 0,69 persen (yoy).

Tekanan inflasi pada periode Oktober disebabkan, peningkatan harga cabai merah, daging ayam ras, bawang merah dan udang basah. Komoditas cabai merah naik sebesar 42,43 persen (mtm), dengan inflasi andil sebesar 0,28 persen, disusul kenaikan daging ayam ras sebesar 10,20 persen (mtm), dengan andil inflasi sebesar 0,09 persen. Komoditas bawang merah memberikan tekanan inflasi sebesar 13.49 persen (mtm), dengan andil inflasi sebesar 0.08 persen dan udang basah memberikan tekanan inflasi sebesar 9.10 persen (mtm), dengan andil inflasi sebesar 0.04 persen.

Peningkatan tekanan inflasi dari komoditas cabai merah juga terjadi di 5 kota IHK di Provinsi Surnatera Utara. Andil peningkatan cabai merah tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli dan Kota Sibolga, dengan inflasi masing-masing sebesar 0,52 persen dan 0,51 persen, disusul Kota Padangsidimpuan dengan inflasi 0,32 persen.


Mentan Lepas Ekspor Perdana Pakan Ternak ke 7 Negara di Asia dan Eropa

04 Nov 2020

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor produk asam amino untuk pakan ternak berupa Tryptophan Granule sebanyak 327 metrik ton ke tujuh negara di Asia dan Eropa. Produk dengan nilai mencapai Rp 22,5 miliar ini berhasil menembus pasar baru di Vietnam, India, Jerman, Inggris, Polandia, Belanda, dan Prancis.

“Saya mengapresiasi pencapaian dari PT CJ indonesia, walau di masa pandemi mampu menembus pasar ekspor baru. Pencapaian yang luar biasa.” kata Syahrul dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11).

Adapun Tryptophan Granule merupakan produk baru yang dikembangkan PT CJI guna menjawab permintaan pasar global, khususnya untuk produk asam amino pakan ternak dan hewan yang lebih kompetitif baik harga dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil yang turut mendampingi menyampaikan data dari sistem perkarantinaan, 1QFAST, sepanjang tahun 2020 PT CJI telah rutin melakukan ekspor asam amino berup Lyson sulfat. Dengan total 10.632 ribu ton senilai Rp 133,4 milyar ke 17 negara.


Angin Segar untuk Industri Travel Haji dan Umrah

04 Nov 2020

Keberangkatan perdana umrah new normal pada 1 November menjadi angin segar bagi industri travel tanah air. “Alhamdulillah keberangkatan perdana ini menjadi angin segar untuk industri travel umrah khususnya masyarakat Sulawesi Selatan setelah 8 bulan non aktif,” kata Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sulampua, Ardiansyah Arsyad.

Menurutnya, Pemerintah Saudi terlihat sangat menyambut baik kedatangan peserta umrah new normal ini. Sekretaris AMPHURI Sulampua Andi Candrawali tak menampik umrah new normal ini mengakibatkan biaya membengkak 40 hingga 50 persen dibanding musim normal.

“Inilah konsekuensi yang harus dihadapi. Akan tetapi kupikir ini tidak menjadi penghalang bagi kami juga masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci ini,” ujarnya.


Ekonomi Membaik di Kuartal III

04 Nov 2020

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Yos Rusdiansyah menyampaikan, indikator ekonomi pada kuartal III-2020 sudah menunjuk perbaikan ketimbang kuartal II-2020.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan optimis pertumbuhan ekonomi positif di tahun 2020. Hal itu ditegaskan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam pembukaan Anging Mammiri Creative Festival (AMCF) 2020 di Ballroom Hotel Claro, Rabu (7/10) lalu.

Nurdin optimistis ekonomi Sulsel tumbuh karena kasus Covid mulai menurun. Tak dapat dipungkiri, kasus Covid-19 memang ikut mempengaruhi perekonomian. “Laporan Satgas pusat, Sulsel sudah keluar dari zona merah,” katanya.

Nurdin mengajak masyarakat bersyukur karena kasus Covid bisa ditekan dan ekonomi terus jalan. “Hotel-hotel sudah buka, ekonomi sudah berjalan dan kita sudah mulai buka pariwisata. Sudah ada penerbangan ke Toraja, kita subsidi tiketnya,” ujarnya.


Badan POM Kawal dan Jaga Keamanan, Khasiat serta Mutu Vaksin Covid-19

04 Nov 2020

Badan POM sebagai bagian dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) memperhatikan arahan Presiden Joko Widodo tentang perlunya kehati-hatian terkait rencana vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat luas. Vaksin Covid-19 harus melalui tahap penelitian yang baik dan benar sebelum dinyatakan siap dan aman diberikan kepada masyarakat.

Badan POM memiliki standar dalam pemberian izin penggunaan vaksin, yaitu harus melalui proses uji klinik atau uji kepada manusia untuk pembuktian keamanan, khasiat dan mutunya. Mutu produk juga harus dijamin melalui evaluasi persyaratan mutu dan pemastian pembuatan vaksin sudah sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Berdasarkan data WHO per 19 Oktober 2020, terdapat 154 kandidat vaksin yang sedang pada tahap uji praklinik dan 44 kandidat vaksin Covid-19 yang sudah memasuki tahap uji klinik.

Di antara kandidat vaksin Covid-19 tersebut, yang sudah memasuki tahap uji klinik fase ketiga, antara lain yang dikembangkan oleh Sinopharm, Sinovac Biotech, AstraZeneca dan Universitas Oxford, Novavax, Moderna, Pfizer dan BioNTech, serta Gamaleya Research Institute.

“Di Indonesia sedang dilakukan uji klinik vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac. Hasil sementara atau interim untuk jangka tiga bulan akan selesai pada akhir tahun dan laporannya akan diberikan kepada Badan POM pada awal Januari 2021. Uji klinik ini juga sudah lebih dulu dilakukan di Brasil,” jelas Togi.

Dalam proses pendistribusian vaksin Covid-19 nanti, Badan POM secara berkesinambungan juga berperan mengawasi rantai distribusi untuk memastikan mutu vaksin. “Setelah proses pemberian vaksin dilaksanakan, Badan POM terus melakukan pengawasan untuk aspek keamanan melalui program kegiatan pemantauan efek samping atau yang dikenal dengan farmakovigilans,” ujarnya.

Dikatakan Togi, tenaga kesehatan diharapkan dapat memantau dan melaporkan kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca-imunisasi (KIPI) yang dialami masyarakat setelah menerima vaksin. Apabila terdapat peningkatan frekuensi efek samping, Badan POM berhak meninjau kembali aspek khasiat dan keamanan vaksin tersebut. Hasil pemantauan ini dikaji bersama para ahli di bidangnya.

“Jika ditemukan bahwa risiko menjadi lebih besar daripada manfaatnya, hasil keputusan Badan POM berdasarkan pemantauan tersebut akan ditindaklanjuti dengan melakukan komunikasi risiko. Kalau memang ditemukan adanya risiko keamanan yang tinggi, akan dilakukan pencabutan persetujuan penggunaan darurat,” kata Togi.

 


RUU Cipta Kerja Mengubah Kekhususan dan Meniadakan Orientasi Ekspor

03 Nov 2020

Di dalam Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja, kawasan ini tidak harus berorientasi ekspor. UU Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus menyebutkan, berbasis kegiatan, bukan zona tertentu. Kegiatan usaha berupa produksi dan pengolahan, logistik dan distribusi, pengembangan teknologi, pariwisata, pendidikan, kesehatan, energi, dan atau ekonomi lain.

Berdasarkan data Dewan Nasional KEK per Februari 2020, ada 11 KEK yang telah beroperasi dan 4 KEK dalam tahap pembangunan. Sebagian besar KEK difokuskan pada pengolahan sumber daya alam, seperti kelapa sawit, bauksit, karet, kayu, nikel dan bijih besi, perikanan, serta perkebunan.

Dalam RUU Cipta Kerja, daya tarik KEK juga ditingkatkan melalui berbagai kemudahan dan pemberian insentif, seperti pembebasan atau penangguhan bea masuk untuk impor bahan baku, bebas pajak pertambahan nilai atau pajak penjualan atas barang mewah untuk barang konsumsi, dan kemudahan perizinan.

Sekretaris Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Enoh Suharto Pranoto mengatakan, RUU Cipta Kerja mengubah kekhususan yang selama ini dilekatkan pada KEK. Salah satu kekhususan yang berubah tersebut perihal layanan perizinan. “Pegawai yang memberikan izin harus profesional. Perekrutan pegawai dibuka untuk non-aparatur sipil negara,” kata Enoh.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menambahkan, RUU Cipta Kerja paling tidak akan mengatasi empat hambatan investasi, termasuk di lingkup KEK. Keempat hambatan itu terkait tumpang-tindih regulasi pusat dan daerah, ketidakpastian proses birokrasi, efisiensi industri, serta koordinasi antar-pemangku kebijakan.