;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Mentan Lepas Ekspor Perdana Pakan Ternak ke 7 Negara di Asia dan Eropa

04 Nov 2020

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor produk asam amino untuk pakan ternak berupa Tryptophan Granule sebanyak 327 metrik ton ke tujuh negara di Asia dan Eropa. Produk dengan nilai mencapai Rp 22,5 miliar ini berhasil menembus pasar baru di Vietnam, India, Jerman, Inggris, Polandia, Belanda, dan Prancis.

“Saya mengapresiasi pencapaian dari PT CJ indonesia, walau di masa pandemi mampu menembus pasar ekspor baru. Pencapaian yang luar biasa.” kata Syahrul dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11).

Adapun Tryptophan Granule merupakan produk baru yang dikembangkan PT CJI guna menjawab permintaan pasar global, khususnya untuk produk asam amino pakan ternak dan hewan yang lebih kompetitif baik harga dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil yang turut mendampingi menyampaikan data dari sistem perkarantinaan, 1QFAST, sepanjang tahun 2020 PT CJI telah rutin melakukan ekspor asam amino berup Lyson sulfat. Dengan total 10.632 ribu ton senilai Rp 133,4 milyar ke 17 negara.


Angin Segar untuk Industri Travel Haji dan Umrah

04 Nov 2020

Keberangkatan perdana umrah new normal pada 1 November menjadi angin segar bagi industri travel tanah air. “Alhamdulillah keberangkatan perdana ini menjadi angin segar untuk industri travel umrah khususnya masyarakat Sulawesi Selatan setelah 8 bulan non aktif,” kata Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sulampua, Ardiansyah Arsyad.

Menurutnya, Pemerintah Saudi terlihat sangat menyambut baik kedatangan peserta umrah new normal ini. Sekretaris AMPHURI Sulampua Andi Candrawali tak menampik umrah new normal ini mengakibatkan biaya membengkak 40 hingga 50 persen dibanding musim normal.

“Inilah konsekuensi yang harus dihadapi. Akan tetapi kupikir ini tidak menjadi penghalang bagi kami juga masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci ini,” ujarnya.


Ekonomi Membaik di Kuartal III

04 Nov 2020

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Yos Rusdiansyah menyampaikan, indikator ekonomi pada kuartal III-2020 sudah menunjuk perbaikan ketimbang kuartal II-2020.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan optimis pertumbuhan ekonomi positif di tahun 2020. Hal itu ditegaskan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam pembukaan Anging Mammiri Creative Festival (AMCF) 2020 di Ballroom Hotel Claro, Rabu (7/10) lalu.

Nurdin optimistis ekonomi Sulsel tumbuh karena kasus Covid mulai menurun. Tak dapat dipungkiri, kasus Covid-19 memang ikut mempengaruhi perekonomian. “Laporan Satgas pusat, Sulsel sudah keluar dari zona merah,” katanya.

Nurdin mengajak masyarakat bersyukur karena kasus Covid bisa ditekan dan ekonomi terus jalan. “Hotel-hotel sudah buka, ekonomi sudah berjalan dan kita sudah mulai buka pariwisata. Sudah ada penerbangan ke Toraja, kita subsidi tiketnya,” ujarnya.


Badan POM Kawal dan Jaga Keamanan, Khasiat serta Mutu Vaksin Covid-19

04 Nov 2020

Badan POM sebagai bagian dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) memperhatikan arahan Presiden Joko Widodo tentang perlunya kehati-hatian terkait rencana vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat luas. Vaksin Covid-19 harus melalui tahap penelitian yang baik dan benar sebelum dinyatakan siap dan aman diberikan kepada masyarakat.

Badan POM memiliki standar dalam pemberian izin penggunaan vaksin, yaitu harus melalui proses uji klinik atau uji kepada manusia untuk pembuktian keamanan, khasiat dan mutunya. Mutu produk juga harus dijamin melalui evaluasi persyaratan mutu dan pemastian pembuatan vaksin sudah sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Berdasarkan data WHO per 19 Oktober 2020, terdapat 154 kandidat vaksin yang sedang pada tahap uji praklinik dan 44 kandidat vaksin Covid-19 yang sudah memasuki tahap uji klinik.

Di antara kandidat vaksin Covid-19 tersebut, yang sudah memasuki tahap uji klinik fase ketiga, antara lain yang dikembangkan oleh Sinopharm, Sinovac Biotech, AstraZeneca dan Universitas Oxford, Novavax, Moderna, Pfizer dan BioNTech, serta Gamaleya Research Institute.

“Di Indonesia sedang dilakukan uji klinik vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac. Hasil sementara atau interim untuk jangka tiga bulan akan selesai pada akhir tahun dan laporannya akan diberikan kepada Badan POM pada awal Januari 2021. Uji klinik ini juga sudah lebih dulu dilakukan di Brasil,” jelas Togi.

Dalam proses pendistribusian vaksin Covid-19 nanti, Badan POM secara berkesinambungan juga berperan mengawasi rantai distribusi untuk memastikan mutu vaksin. “Setelah proses pemberian vaksin dilaksanakan, Badan POM terus melakukan pengawasan untuk aspek keamanan melalui program kegiatan pemantauan efek samping atau yang dikenal dengan farmakovigilans,” ujarnya.

Dikatakan Togi, tenaga kesehatan diharapkan dapat memantau dan melaporkan kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca-imunisasi (KIPI) yang dialami masyarakat setelah menerima vaksin. Apabila terdapat peningkatan frekuensi efek samping, Badan POM berhak meninjau kembali aspek khasiat dan keamanan vaksin tersebut. Hasil pemantauan ini dikaji bersama para ahli di bidangnya.

“Jika ditemukan bahwa risiko menjadi lebih besar daripada manfaatnya, hasil keputusan Badan POM berdasarkan pemantauan tersebut akan ditindaklanjuti dengan melakukan komunikasi risiko. Kalau memang ditemukan adanya risiko keamanan yang tinggi, akan dilakukan pencabutan persetujuan penggunaan darurat,” kata Togi.

 


RUU Cipta Kerja Mengubah Kekhususan dan Meniadakan Orientasi Ekspor

03 Nov 2020

Di dalam Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja, kawasan ini tidak harus berorientasi ekspor. UU Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus menyebutkan, berbasis kegiatan, bukan zona tertentu. Kegiatan usaha berupa produksi dan pengolahan, logistik dan distribusi, pengembangan teknologi, pariwisata, pendidikan, kesehatan, energi, dan atau ekonomi lain.

Berdasarkan data Dewan Nasional KEK per Februari 2020, ada 11 KEK yang telah beroperasi dan 4 KEK dalam tahap pembangunan. Sebagian besar KEK difokuskan pada pengolahan sumber daya alam, seperti kelapa sawit, bauksit, karet, kayu, nikel dan bijih besi, perikanan, serta perkebunan.

Dalam RUU Cipta Kerja, daya tarik KEK juga ditingkatkan melalui berbagai kemudahan dan pemberian insentif, seperti pembebasan atau penangguhan bea masuk untuk impor bahan baku, bebas pajak pertambahan nilai atau pajak penjualan atas barang mewah untuk barang konsumsi, dan kemudahan perizinan.

Sekretaris Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Enoh Suharto Pranoto mengatakan, RUU Cipta Kerja mengubah kekhususan yang selama ini dilekatkan pada KEK. Salah satu kekhususan yang berubah tersebut perihal layanan perizinan. “Pegawai yang memberikan izin harus profesional. Perekrutan pegawai dibuka untuk non-aparatur sipil negara,” kata Enoh.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menambahkan, RUU Cipta Kerja paling tidak akan mengatasi empat hambatan investasi, termasuk di lingkup KEK. Keempat hambatan itu terkait tumpang-tindih regulasi pusat dan daerah, ketidakpastian proses birokrasi, efisiensi industri, serta koordinasi antar-pemangku kebijakan.

 


Wisatawan Domestik Jadi Penghela

03 Nov 2020

Industri pariwisata diprediksi terus bergeliat pada triwulan IV-2020 meskipun pandemi Covid-19 belum usai. Wisatawan domestik menjadi penghela kebangkitan pariwisata.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto mengatakan, seiring relaksasi pemerintah berupa pelonggaran PSBB, banyak wisatawan domestik melakukan perjalanan dan bepergian dengan menerapkan protokol kesehatan. Meski demikian, jumlah wisatawan mancanegara ke Tanah Air masih sangat minim sehingga pemulihan pariwisata masih butuh waktu.

Berdasarkan BPS, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) pada September 2020 hanya 153.500 orang. Jumlah itu menurun dibandingkan pada Agustus 2020 yang mencapai 165.000 orang. Pertumbuhan kunjungan wisman ke Tanah Air secara tahunan minus 88,96 persen. Kunjungan wisman didominasi dari Timor Leste (50 persen), Malaysia (35,3 persen), dan China (4,6 persen).

Kunjungan wisman pada September 2020 antara lain untuk keperluan bisnis dan kerja, sedangkan belum ada wisman untuk tujuan liburan. Secara kumulatif, jumlah wisman sepanjang Januari-September 2020 sebanyak 3,56 juta orang. Pertumbuhannya minus 70,57 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 12,1 juta orang.

Sementara itu, tingkat penghunian kamar selama September 2020 mencapai 32,12 persen atau turun 0,81 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, serta turun minus 21,40 secara tahunan. Tingkat penghunian kamar terendah antara lain di Bali, Kepulauan Riau, dan Aceh.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, Senin, mengatakan, kombinasi keyakinan terhadap protokol kesehatan dan libur panjang menggairahkan penerbangan pada Oktober 2020. Jumlah penumpang di 19 bandara yang dikelola PT AP II pada 1-31 Oktober 2020 sebanyak 2,14 juta orang atau naik sekitar 19 persen dibandingkan September 2020 yang sebanyak 1,79 juta orang.

Pergerakan pesawat pun naik 10 persen, yakni dari 23.879 penerbangan pada September 2020 menjadi 26.304 penerbangan pada Oktober 2020. Dalam periode libur panjang, 28 Oktober-1 November 2020, jumlah penumpang pesawat sebanyak 455.068 orang, naik 17 persen dibandingkan dengan periode 21-25 Oktober 2020. Jumlah penerbangan naik 10 persen menjadi 4.460 penerbangan.


232 Pelaku Usaha Pariwisata Dapat Bantuan

03 Nov 2020

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekrai) mengumumkan sebanyak 232 pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, sebagai penerima program bantuan insentif pemerintah (BIP) 2020.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo menjelaskan, BIP merupakan program tahunan yang diselenggarakan sejak 2017. Program ini bertujuan untuk memberikan tambahan modal kerja dan investasi aktiva tetap kepada pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pengumuman ini kemudian diikuti dengan tahapan pembekalan komitmen perjanjian kerja sama para calon penerima BIP dengan pihak pembuat komitmen yaitu Kemenparekraf di lingkungan Direktorat Akses Pembiayaan. Tahapan pembekalan dan penandatangan dilakukan pada 2 3 November 2020, di DoubleTree by Hilton Hotel, Jakarta.

Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf, Hanifah Makarim menjelaskan, program BIP tahun ini terbagi dalam dua kategori yakni reguler dan afirmatif.

Untuk kategori reguler, BIP diberikan kepada 96 pelaku usaha berbadan hukum seperti PT, Koperasi, dan Yayasan/Perkumpulan dengan maksimal bantuan yang diberikan sebesar Rp 200 juta.

Sementara untuk kategori afirmatif diberikan kepada 136 pelaku usaha yang belum berbadan hukum atau badan hukum dalam bentuk seperti UD, Firma, atau CV, dengan maksimal bantuan sebesar Rp 100 juta. Dengan komposisi subsektor yaitu, sektor kuliner 59 penerima, fesyen 35 penerima, kriya 34 penerima. aplikasi 34 penerima, pariwisata 33 penerima, film 26 penerima, dan game 11 penerima.

“Demografi penerima BIP tahun ini lebih luas dan merata dibanding tahun tahun sebelumnya. Penerima berasal dari 21 provinsi dimana lima provinsi terbesar yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Yogyakarta,” jelasnya.


Tingkat Hunian Meningkat Lebih 80 Persen

03 Nov 2020

Libur bersama yang dilaksanakan Rabu hingga Minggu tadi ternyata membawa berkah juga bagi hotel yang ada di Banjarmasin dan Banjarbaru. Tingkat hunian meningkat hingga 80 90 persen selama liburan lima hari tersebut.

“Saat long weekend kemarin, kamar di tempat kami full terus selama tiga hari. Kebanyakan yang menginap satu keluarga, liburan staycation di hotel,” kata Dessy Nathalia Hawinie, Executive Secretary & Marketing Communication Swiss Belhotel Borneo Banjarmasin, Senin (2/11).

Dikatakan Dessy, jika Sabtu dan Minggu kebetulan ada acara small wedding. Adanya libur bersama dan acara small wedding, membuat tingkat hunian di Oktober tadi di closing sekitar 80 persen.

Terpisah, Sales Manager Hotel Roditha Banjarbaru, Idrus Wardhana, mengatakan selama long weekend kemarin tingkat hunian cukup meningkat. “Meningkatnya sampai 90 persen. Kebanyakan yang menginap seputar Kalsel juga dan family untuk memanfaatkan libur dan bersantai bersama keluarga,” katanya.

Dikatakan Idrus, kebanyakan tamu menginap mulai Jumat sampai Minggu kemarin, sedangkan harga kamar per malamnya hanya Rp 462. 000. Sepertinya hingga ke akhir tahun ini. “Averages sekitar 75 persen,” ucapnya.


Pengelola Travel Umroh Pilih Pelajari Alur

03 Nov 2020

Penyelenggarakan travel yang ada di Kalimantan Selatan memilih tak memberangkatkan jemaahnya walaupun mulai 1 November 2020, pemerintah Arab Saudi memperioritas Indonesia menunaikan ibadah umrah.

Penyelenggara travel terlebih dahulu memilih survei terlebih dahulu, baru Januari atau Februari 2021 memberangkatkan jemaahnya.

“Kaltrabu belum akan memberangkatkan di November, karena kita masih menunggu rencana pimpinan survei ke Saudi dan kepastian alurnya,” kata Fakhrul Rizani A, Direktur Kaltrabu Banjarmasin, Senin (2/11).

Dijelaskan Fakhrul, dalam pemberangkatan jemaah umrah nanti yang menjadi prioritas adalah jemaah yang tertunda sebanyak 602 orang.

Terpisah, Hendra Royadi Amd sebagai Mitra DGI Kalsel mengatakan sebenarnya November ini bisa saja pihaknya memberangkatan jemaah, tapi biaya lebih tinggi, sekitar Rp 40 jutaan karena masih menerapkan protokol Covid-19.

Dikatakan Hendra, pada Februari 2021, pihaknya juga akan memberangkatkan Banjarmasin langsung Madinah, yang cash harga Rp 28.100.000 jarak hotel 200 meteran. “Kalau lebih dekat lagi hotelnya Rp 31,3 juta cash, jaraknya 100 meteran dan ada juga jarak hotel 50 meter itu cash nya Rp 35 jutaan,” ujarnya.


Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Minus 3 Persen

03 Nov 2020

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut jika pertumbuhan ekonomi di kuartal III/2020 minus 3 persen. Jika mengacu pada data tersebut, maka Indonesia sudah mengalami penurunan ekonomi dalam dua kuartal dan menjadikan negara ini masuk jurang resesi.

Meski negatif dikatakan Jokowi, realisasi tersebut lebih baik jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2020 yang minus 5,32 persen.

“Jadi, kuartal III mungkin minus tiga persen lebih sedikit. Dan itu adalah trennya membaik, tren positif. Ini yang harus ditekankan dari pengumuman BPS, dari minus 5,32 persen (kuartal II, Red) menjadi minus 3 sekian persen,” kata Jokowi saat membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/11).

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan akan mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020 pada 5 November 2020 nanti.

Maka itu, Presiden Jokowi menekankan kepada jajarannya untuk menggenjot realisasi belanja anggaran pada kuartal IV atau paruh terakhir di 2020. “Di kuartal IV/2020 ini, saya sampaikan ini sangat penting sekali. Agar kita lebih baik lagi. Agar bisa memperbaiki lagu. Syukur bisa masuk positif, sehingga belanja, spending, harus menjadi kejar-kejaran kita semuanya, “ papar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.