;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Edy Rahmayadi Minta Kabupaten/ Kota Optimalkan Penyerapan Anggaran

22 Oct 2020

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta seluruh Pemerintah Kabupaten / Kota di Sumut untuk mengoptimalisasi penyerapan anggaran. Pasalnya hingga saat ini ada beberapa kabupaten / kota masih minim dalam penyerapan anggaran.

“Dari data yang saya terima masih ada beberapa daerah yang serapannya rendah, di antaranya Padang Lawas sampai saat ini hanya melakukan penyerapan anggaran sebersar 20 persen. Ini paling terkecil dari kabupaten / kota lainnya,” katanya.

Menurutnya, sampai saat ini di Sumut hanya 340 ribu UMKM yang memanfaatkan bantuan ini, padahal untuk Sumut sudah disediakan 2,4 juta UMKM.

Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat dalam paparannya menjelaskan di Sumut daya beli masyarakat sudah kembali meningkat. Secara kumulatif, inflasi Sumut mencapai 0,40 persen di bawah rata-rata historisnya.

Untuk Sumut, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II 2020 tercatat -2,37 persen (yoy), terkontraksi untuk pertama kalinya sejak krisis 1998. Meski demikian, dibandingkan dengan nasional dan daerah lain, pertumbuhan Sumut masih lebih baik dari beberapa daerah lain di Sumatera.

Mengenai realisasi belanja APBD hingga Agustus di Sumut, dijelaskan Wiwiek masih belum optimal. Realisasi belanja Pemda di Sumut per Agustus 2020 masih terbilang cukup rendah. Tercatat hanya pemerintah provinsi yang sudah melakukan anggaran di atas 60 persen dan hanya 4 kabupaten / kota yang telah realisasi di atas 50 persen. Kendala utama penyerapan APBD di antaranya adalah proses realokasi anggaran yang masih berlangsung pada pertengahan tahun sehingga proses belanja menjadi terhambat.

Untuk ekspor Sumut membaik pada periode Juli-Agustus 2020, ekspor tercatat USD 1,4 miliar lebih tinggi dari triwulan sebelumnya. Perbaikan ini didorong oleh kenaikan harga komoditas utama (CPO dan Karet) di pasar internasional. Sementara itu, pertumbuhan volume ekspor menurun mengindikasikan permintaan dunia yang belum membaik.

“Dengan demikian, pada periode Juli - Agustus 2020, Sumut mengalami net eskpor USD 0,8 milar atau tumbuh lebih baik dari triwulan sebelumnya. Apabila dilihat secara kumulatif hingga Agustus 2020, ekspor juga meningkat 11,72 persan (yoy),” katanya.

Pacu UMKM di Masa Pandemi, Bunga KUR diharapkan di Bawah 6 persen

22 Oct 2020

Dunia usaha di sektor usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) di daerah ini berharap agar suku bunga dasar kredit (SBDK) yang ideal bagi pengusaha harusnya satu digit, yakni dibawah 10 persen karena SBDK yang ditetapkan selama ini masih terbilang tinggi, sehingga pengusaha kita kalah bersaing dan sulit berkembang.

Ketua Kompartemen Bisnis Wilayah Barat Indonesia dari KADIN Pusat, Doddy Thaher SE MBA dan praktisi bisnis wisata dan perkebunan kopi Tobing Estate Maranti Tobing, secara terpisah menyebutkan besaran suku bunga bank, untuk nasabah KUR, ternyata masih sama dengan besaran SBDK di masa normal (sebelum pandemi) Covid-19) yaitu enam persen.

“Dengan alasan bantuan stimulus, terlebih di masa krisis ekonomi akibat dampak wabah Covid-19, memang banyak konsumen selaku nasabah UKM yang berharap bunga (SBDK) itu nol persen, dengan alasan semacam hibah seperti sifat BLT-BST. Tapi itu memang agak mustahil (nol persen) karena uang itu disalurkan bank. Kalau diminta agar bunganya bisa turun lagi menjadi 4 persen atau 3 persen, itu bisa dipertimbangkan dan perlu didukung,” ujar Doddy Thaher kepada SIB di Medan, melalui telepon seluler, Selasa (20/10).

Hal senada juga dicetuskan Maranti Tobing, besaran bunga pinjaman atau SBDK, khususnya untuk kalangan UMKM, harusnya langsung ditetapkan di bawah 6 persen pada masa pandemi saat ini. Dia mencontohkan paket kredit KUR-Brilian dari Bank NRI yang terkesan sengaja membuat gratis angka ‘6% ' sebagai besaran bunga KUR tersebut per tahunnya.

Kebijakan itu lain antara lain, mempermudah proses perizinan sehingga lebih murah dan lebih singkat, walaupun pada beberapa sektor UKM dinyatakan hapus dalam Omnibus Law atau UU Ciptaker yang baru disahkan. Kebijakan lainnya adalah mendorong lembaga keuangan untuk meningkatkan peran intermediasi dari kalangan Asosiasi UKM, menambah lembaga keuangan mikro dan lembaga pinjaman bagi UMKM, baik yang berbasis ekonomi kreatif maupun konvensional.


40 Persen Pengembang Bersubsidi Tumbang

22 Oct 2020

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengungkapkan pandemi Covid-19 membuat sekitar 40 persen pengembang perumahan rumah subsidi tumbang dan gugur terkena seleksi alam.

Sekjen DPP Apersi Daniel Djumali mengatakan asosiasi itu beranggotakan 3.000 pengembang yang mayoritas membangun perumahan menengah dan menengah ke bawah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam rangka mendukung program pembangunan sejuta rumah.

Dia tak memungkiri pandemi sangat berdampak pada cashflow para pengembang anggota Apersi. Ditambah lagi, untuk rumah subsidi mayoritas pembelian melalui KPR subsidi memiliki aturan hingga 29- 34 persyaratan, menyebabkan persetujuan perbankan terhadap KPR subsidi anjlok.

Sementara, sektor properti perumahan pada kuartal kedua 2020 masih menyumbang pertumbuhan positif terhadap PDB Indonesia sebesar 2,3 persen. Dengan demikian, industri properti dinilai mampu menjadi penggerak perekonomian nasional. Karena itu, pemerintah perlu memberi perhatian lebih serius kepada sektor yang menyerap lebih dari 30 juta tenaga kerja dari 174 subsektor industri padat karya tersebut.


Informasi Warga Benar Adanya - Dewan HSS Temukan Bekas Kerukan Batu Bara di Desa Madang

22 Oct 2020

Keluhan masyarakat terkait adanya penambangan batu bara secara ilegal di sekitar situs sejarah Benteng Madang, ditindaklanjuti DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Rabu (21/10), sejumlah anggota dewan dipimpin Ketua H Akhmad Fahmi, Wakil Ketua H Akhmad Kusasi dan Rodi Maulidi serta lima lainnya, melakukan pemantauan ke lokasi.

Lokasi penambangan batu bara liar tersebut di Desa Madang, Kecamatan Padang Batung. Setelah jalan kaki melewati jalan menanjak sekitar 500 meter dari jalan raya, rombongan menyaksikan tanah bekas dikeruk yang permukaannya dipenuhi batu bara. Termasuk akses jalan keluar angkutan, yang telah dibuat untuk mengangkut hasil tambang. Namun, saat dilakukan pemantauan aktivitas sudah dihentikan.

“Kami menduga penambangan ini dilakukan menggunakan alat berat dan dilakukan malam hari. Kami akan terus berusaha melacak oknum yang melakukan penambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan meresahkan masyarakat. Kami juga akan memintai keterangan PT AGM sebagai pemegang PKP2B, terkait pengawasan yang mereka lakukan,” janji dia.

Terkait informasi lokasi tambang yang sangat dekat dengan situs Benteng Madang, menurut Fahmi, tidak benar. Sebab, jaraknya lebih dari 500 meter. Benteng Madang terletak di sebelah kanan jalan dari arah Kandangan. Sedangkan lokasi tambang di sebelah kiri jalan raya dan jarak dari jalan yang dibuat penambang lebih dari 500 meter.

Kepala Dispera KPLH HSS, Ronaldy Prana Putra, mengatakan, Pemkab HSS terus mengoptimalkan komunikasi dengan dinas teknis yang menangani pertambangan di Provinsi Kalsel, serta pihak aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian. Ronaldy pun meminta masyarakat lebih aktif ikut melakukan pengawasan, sehingga penambangan ilegal yang merusak lingkungan tidak terjadi.


Andalkan KuLo Antar Jemput Barang Masa Pandemi

22 Oct 2020

Platform market place asli Kota Batu, tukunuku.com melebarkan jasa pelayanannya dengan menghadirkan KuLo atau Kurir Lokal. KuLo merupakan jasa antar jemput barang bagi orang-orang yang melakukan transaksi jual beli online di Kota Batu.

Research and Development tukunuku. com, Ifan Desprantika menjelaskan, KuLo sengaja dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen ketika Pandemi Covid-19 melanda Kota Batu, KuLo yang merupakan bagian dari tukunuku.com dibentuk agar para pelaku usaha bisa tetap menjalankan bisnisnya. “Di tukunuku.com ada sekitar 80 mitra yang bergabung, Sebagian besar adalah produksi makanan atau minuman, “ ujar lfan.

Suci Puspitasari, seorang pelaku usaha rengginang di Kota Batu mengaku terbantu dengan hadirnya KuLo. Produknya yang bernama Rengginang Cici tetap terjual. Selain tarif yang relatif murah, KuLo juga dinilainya sangat responsif. “Awalnya dari Instagram. Teman saya mengunggah status dan menandai KuLo, Katanya, itu paling murah di Kota Batu. Maka saya coba sejak tiga bulan lalu,” terangnya, Rabu (21/10).


Naskah Amdal “Keselip” Pasar Ponorogo

22 Oct 2020

Media sosial tengah ramai dibicarakan redaksional dari lembar penjelasan analisis dampak lingkungan (Amdal) rencana pembangunan Pasar Induk Kota Batu. Dalam lembar tersebut, terdapat kesalahan tulisan 'Pasar Legi Songgolangit yang berada di Kabupaten Ponorogo', bukan Pasar Induk Kota Batu.

Berdasarkan Permen LH No P.38 Tahun 2019 Tentang Rencana Usaha dan/atau kegiatan Wajib AMDAL, kegiatan Pembangunan Pasar Legi Songgolangit termasuk dalam kategori wajib AMDAL karena luas bangunan lebih dari 10 ribu meter persegi.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu, Arif Setiawan mengatakan, “Sudah disampaikan/diralat pada saat pelaksanaan kemarin. Hari ini, tadi konsultan sudah kami panggil, kami minta untuk segera diperbaiki, “ ujar Arif.

Perwakilan Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Pasar Induk Kota Batu, Ricky Angga Satria menilai, Pemkot Batu tidak teliti. Ia menilai, dokumen presentasi Amdal yang salah itu, pastinya hasil bongkar pasang dari dokumen program pembangunan daerah lain.

Sekretaris DPKPP Kota Batu, Bangun Yulianto membantah jika dokumen presentasi penyusunan Amdal hasil tambal sulam. “Sudah saya konfirmasi ke bersangkutan atau konsultan amdal. Mereka mengakui memang ada salah ketik, jadi bukan copy paste. Inikan masih tahap konsultasi publik belum jadi produk. Nanti juga di konsultasikan ke provinsi, seperti itu alurnya,” terang Bangun.


HCML Poles Kafe Apung Laut Semare

22 Oct 2020

Husky CNOOC Madura Limited (HCML) memberikan dukungannya pada Cafe Laut Semare, di pesisir Desa Semare, Kraton, Kabupaten Pasuruan. Langkah ini dilakukan sebagai baglan dari program pemberdayaan masyarakat, dengan penguatan di bidang usaha kuliner dan kepariwisataan yang memanfaatkan potensi laut di daerah tersebut.

Kafe ini berhasil mengubah citra negatif desa, yang semula identik dengan desa tawuran menjadi destinasi wisata dengan hamparan hutan bakau. “Pengunjungnya rata-rata seribu orang per hari sebelum pandemi,” kata Ahmad Nauval, Manajer Cafe Laut Semare, Selasa (20/10).

HCML Hamim Tohari mengatakan, pihaknya membantu penyediaan pelatihan bagi kelompok sadar wisata (pokdarwis). “Selain itu, kami juga memfasilitasi peningkatan kapasitas manajerial di tim manajemen Cafe,” kata Hamim. Peningkatan kapasitas ini sangat penting, mengingat Cafe Laut Semare diharapkan bisa menjadi lumbung peningkatan perekonomian masyarakat Desa Semare.

Kafe ini didirikan dengan payung hukum Peraturan Desa Semare Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Wisata Desa. Ada enam lapak yang berjualan di kafe ini. Lima lapak masing-masing adalah perwakilan dari lima dusun. Sementara satu lapak dibangun pemerintah desa dan khusus menjual minuman.

“Dari parkir saja, kami pernah mendapat Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta, dengan pengunjung 1000-1500 orang,” ujar Samian. Café juga mendapat juara ketiga lomba destinasi wisata pada 12 Desember 2019.


Show Unit Rolling Hills Ramai Dikunjungi

22 Oct 2020

Show Unit atau Rumah Contoh Rolling Hills masih ramal didatangi masyarakat. Hal ini disampaikan Amelia, Sales Head Rolling Hills, akhir pekan ini calon user yang sudah melakukan pembelian dan pengambilan Nomor Urut Pemesanan (NUP) akan memilih unit huniannya.

“Sampai hari ini masih banyak datang masyarakat yang ingin melihat dari dekat desain rumah yang kami kembangkan. Memang kami sengaja menyiapkan show unit ini untuk memberi gambaran hunian yang akan dibeli oleh calon user,” ungkapnya.

Rolling Hills Tanjung Bunga mempersiapkan 3 (tiga) unit rumah contoh dengan masing-masing luasan bangunan tanah 50/60m2, 67/83 m2 dan 77/105m2.

Pihak pengembang menawarkan hunian mewah di lokasi premium Tanjung Bunga. Hunian 2 lantai ini mengusung desain modern dengan konsep terbuka dan jendela besar. Desain hunian Rolling Hills merupakan besutan dari Arsitektur Alexander Bayusaputro pemenang penghargaan arsitektur kelas dunia.

“Lokasi Rolling Hills akan dibangun disamping Mall Trans Studio. Harga yang ditawarkan pun termasuk ringan untuk ukuran 2 lantai yaitu mulai dari Rp800 jutaan. Produk Rolling Hills tidak hanya hunian rumah saja, tetapi kami juga menawarkan Shop Office Pacific Plaza 3 lantai dengan ukuran 5x21 m2,” ia menambahkan.


Bisnis e-Commerce Tumbuh Pesat

22 Oct 2020

Terbatasnya ruang gerak masyarakat selama pandemi Covid-19, mengakibatkan banyak orang memenuhi kebutuhannya dengan melakukan transaksi secara digital melalui platform e-commerce. Pada semester 1-2020 terjadi kenaikan transaksi e-commerce sebanyak dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2019.

“Pertumbuhan e-commerce sangat pesat tumbuh dan pada awal masuk ke Indonesia, sempat diragukan konsumen, seiring perjalanan waktu kepercayaan terhadap e-commerce terus membaik,” kata Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi saat jadi narasumber pada acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual, Rabu (21/10).

Tak heran, lanjut Inarno, Indonesia kini merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan e-commerce terbesar dunia. “Pasar Indonesia akan terus meningkat dengan bertambahnya jumlah pengusaha, pelaku UMKM, start up dan perubahan pelaku konsumen Indonesia dari belanja fisik ke online,” terangnya.

William Tanuwijaya, Founder Tokopedia, salah satu marketplace besar di Indonesia tak menampik adanya kenaikan transaksi digital dilakukan masyarakat selama masa pandemi. Transaksi digital menggunakan platform e-Commerce pun dinilai sangat membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Perusahaan di tingkat desa misalnya, bisa menjadi perusahaan nasional karena tak ada nya lagi keterbatasan akses pasar,” kata William.


Peta Jawara Produksi Nikel di Indonesia Bergeser

21 Oct 2020

Sejak 2018 hingga kini, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menguasai 50% total produksi nikel dalam negeri. Sebelum itu, pada 2014 silam, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih menguasai pasar, yakni 77% produksi nasional, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan 19% dan perusahaan lain 3%.

Kini IMIP menguasai separuh produksi nikel nasional, sementara porsi INCO menyusut menjadi 22%. Adapun ANTM hanya mencuil 5%. Share ANTM masih di bawah Virtue Dragon yang mencatatkan 11% produksi, sedangkan Harita Group 6% dan perusahaan lain sebanyak 6%.

Tahun lalu, Indonesia memproduksi nikel 800.000 ton, tertinggi di dunia, mengungguli Filipina di posisi kedua dengan 420.000 ton. Peta penguasaan produksi nikel dicermati seiring rencana pemerintah menggenjot industri pendukung mobil listrik, yakni produksi baterai litium. Bahan baku utama baterai kendaraan listrik berasal dari produk nikel.

CEO PT IMIP, Alexander Barus membeberkan, pencapaian produksi nikel olahan di Morowali bukan sekali jadi. Bahkan untuk menunjang konstruksi, IMIP harus membangun sendiri pembangkit diesel berkapasitas 6 x 3 MW. Awal 2014, smelter pertama berdiri dengan kapasitas saat itu 300.000 ton Nickel Pig Iron (NPI). Industri nikel olahan Morowali berkembang pesat dalam rentang 2015-2019. “Totalnya kini kita punya 32 line (fasilitas produksi),” ungkap Alex.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, dalam lima tahun terakhir, Tsingshan Group dan Jiangsu Delong Group agresif mengembangkan industri olahan nikel di Sulawesi dan Maluku. Di Konawe, Jiangsu Delong ekspansif melalui Virtue Dragon yang mengolah nikel menjadi NPI dan stainless steel serta obsidian stainless steel yang memproduksi SS Billets.

Chief Financial Officer INCO Bernardus Irmanto mengakui, dari sisi volume, produk turunan nikel olahan INCO tersalip IMIP. “Hampir setiap 12 bulan-18 bulan mereka menambah line produksi baru. Memang produksi NPI IMIP jauh melebihi produksi nickel matte INCO,” kata dia.