;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Pemkab Langkat Miliki E-Pasar Berisi Informasi Produk-produk UMKM

20 Oct 2020

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Langkat menggelar rapat evaluasi gerakan menuju Smart City tahun 2020 di ruang rapat Sekdakab Langkat Kantor Bupati Langkat, Stabat, Senin (19/10). “Salah satu program unggulan dari Smart City kita adalah E-Pasar yang merupakan aplikasi dan web yang berisikan informasi tentang produk-produk UMKM masyarakat Langkat,” ujarnya.

Selain itu, Syahmadi menambahkan, di dalam E-Pasar tidak hanya produk kerajinan UMKM saja yang ditampilkan, tetapi destinasi wisata juga ditampilkan,  yang menjadi salah satu program unggulan di Langkat. Syahmadi mengingatkan OPD di lingkungan Pemkab Langkat, agar aktif membantu pengisian kuisioner dan evaluasi Quick Win sebagai bahan evaluasi capaian 100 smart city di Kabupaten Langkat.


Tingkat Hunian Hotel di Kota Medan 20 hingga 30% , di Daerah 50%

20 Oct 2020


Hingga saat ini tingkat hunian hotel (okupasi) di masa pandemik Covid-19 di Surmatera Utara masih sepi yakni khusus di Kota Medan angkanya di kisaran 20 sampai 30%. Sedangkan di daerah wisata bisa di atas 50%, ungkap Ketua PHRI (Hotel Perhimpunan dan Restoran Indonesia) Sumatera Utara Denny S Wardhana, Jumat (16/10).

Disebutnya, pengunjung yang datang atau menginap di hotel umumnya masyarakat lokal belum terlihat orang asing atau wisman. Namun ke depan, katanya, pihaknya melakukan upaya agar tingkat hunian hotel bisa pulih yakni dengan membuat mice di hotel. MICE yakni akronim bahasa Inggris “Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition”, dalam industri pariwisata atau pameran, adalah suatu jenis kegiatan pariwisata di mana suatu kelompok besar, direncanakan dengan matang, berangkat bersama untuk suatu tujuan tertentu.


Konjen RRT dan Perhimpunan MITSU salurkan 3000 Paket Sembako kepada 22 Lembaga Adat

20 Oct 2020

Konjen Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Medan dan Perhimpunan Masyarakat Indonesia Tionghoa Sumatera Utara (MITSU) menyalurkan bantuan 3000 paket sembako kepada 22 lembaga adat di Medan melalui Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Medan.

Paket sembako itu termasuk dan 10 Kg beras, 2 Kg gula dan 2 liter minyak goreng sebanyak 2000 paket dari Konjen RRT di Medan dan 1000 paket dari Perhimpunan MITSU. Penyerahan bantuan itu dilaksanakan di Gedung MITSU Kampus Hijau Sekolah Tinggi Bahasa Asing Persahabatan Internasional Asia (STBA-PIA), Jumat (16/10) via online sesuai suasana pandemi Covid-19.

Bantuan Ketua Harian Perhimpunan MITSU Juswan Tjoe mewakili Kanjen RRT di Medan, Madam (Mdm) Qiu Wei Wei dan Ketua Umum Perhimpunan MITSU Fajar Suhendra kepada Ketua FPK Kota Medan, Prof Wan Syaifuddin MA PhD didampingi Wakil Ketua Dr dr H Delyuzar MKed (PA) Sp PA (K) dan Sekretaris Arwin Harahap MSi mewakili para tokoh / lembaga adat di Kota Medan.

Madam Qiu Wei Wei dalam sambutannya secara online mengemukakan, sejak merebaknya pandemi, Tiongkok dan Indonesia telah saling membantu dan saling memberikan dukungan yang kuat dan bantuan yang tulus Presiden RRT Xi Jinping dan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), ujar Qiu Wei Wei, telah melakukan komunikasi melalui telepon sebanyak tiga kali dan saling bertukar surat dan telegram.

“Semoga bantuan sembako yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan disalurkan kepada masyarakat etnis/lembaga yang berhak, khususnya yang terdampak Virus Corona atau Covid-19 yang masih mewabah, “ harap Mdm Qiu Wei Wei.

Sementara, Ketua FPK Kota Medan Prof Wan Syaifuddin menyampaikan terimakasih kepada Pemerintahan RRT dalam hal ini Konjen RRT di Medan dan Perhimpunan MITSU yang telah memberikan 3000 paket sembako yang akan disalurkan kepada kurang lebih 22 masyarakat etnis/ lembaga adat yang ada di Medan.


PEN Untuk Korporasi Akan Cair Oktober

19 Oct 2020

Pemerintah belum juga merealisasikan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk pembiayaan korporasi nilainya cukup besar, mencapai Rp 53,57 triliun.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Keuangan Kunta Wibawa menjelaskan, pembiayaan korporasi sudah mulai berjalan dengan skema penjaminan kredit korporasi non-UMKM dan padat karya dengan pagu Rp 7 triliun dalam program PEN.

Anggaran pembiayaan korporasi tersebut dialokasikan untuk tiga program. Pertama, penempatan dana untuk restrukturisasi korporasi padat karya sebesar Rp 3,42 triliun. Kedua, penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 20,5 triliun. Ketiga, investasi pemerintah untuk modal kerja BUMN Rp 29,65 triliun, serta Penjaminan Kredit Korporasi.

Pada program ini, pemerintah tidak menyalurkan pinjaman secara langsung dari uang pemerintah, melainkan dalam bentuk dorongan untuk modal kerja korporasi dalam bentuk penjaminan kredit. Pemerintah menargetkan pada Oktober 2020 ini anggaran pembiayaan korporasi akan segera dicairkan.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede melihat, pemerintah perlu berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan korporasi ini sehingga perlu membuat aturan yang bisa dipertanggungjawabkan. “Bila regulasi ini belum bisa difinalisasi, ada baiknya, pemerintah mengalihkan anggarannya ke bantuan sosial demi menopang perekonomian,”kata Josua kepada KONTAN.


Belanja R&D Pengurang Pajak Hingga 300%

19 Oct 2020

Pemerintah memberikan insentif super tax deduction untuk kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) untuk 11 sektor usaha. Diskon bagi kegiatan libang ini diberikan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 153/PMK.010/2020 tentang Pemberian Pengurangan Penghasilan Bruto atas Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Tertentu Di Indonesia.

Beleid ini berlaku mulai 9 Oktober 2020. PMK ini merupakan pelaksana Pasal 30 huruf d Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang penghitungan penghasilan kena pajak dan pelunasan PPh tahun berjalan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara (PKPN) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Pande Putu Oka menjelaskan, beleid ini diterbitkan agar membuka kesempatan bagi dunia usaha untuk mengembangan research and development (R&D) pada sebelas sektor.

Salah satu, fokus pemerintah adalah mendorong R&D dengan penawaran pengurangan penghasilan bruto hingga 300% yakni farmasi. Pemerintah ingin dengan peningkatan penelitian dan pengembangan bahan farmasi, terutama farmasi manusia, lalu obat tradisional, industri fitofarmaka, industri ekstrak dan bahan alami, serta alat kesehatan dan laboratorium.


Industri MICE di Indonesia dan UMKM Nasional : Jembatan Virtual Perdagangan

19 Oct 2020

WTO memperkirakan pertumbuhan volume perdagangan dunia pada 2020 akan turun 9,2 persen. Proyeksi ini lebih baik dibandingkan dengan perkiraan pada April lalu yang menyebut volume perdagangan global akan tumbuh minus 12,9 persen. WTO juga memprediksi, pada 2021 perdagangan global tumbuh 7,2 persen. Proyeksi ini lebih rendah ketimbang April lalu yang diprediksi tumbuh 21,3 persen.

Tak hanya sektor perdagangan, salah satu jembatan konvensional sektor ini, yaitu industri jasa pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE), juga ambrol.

Di Indonesia, misalnya, Indonesia Event Industry Council (Ivendo) memperkirakan, estimasi kerugian dari 1.218 penyelenggara jasa MICE akibat pandemi Covid-19 Rp 2,69 triliun-Rp 6,94 triliun. Sekitar 96,43 persen acara di 17 provinsi ditunda dan 84,2 persen acara lainnya dibatalkan. Tak ketinggalan, sekitar 90.000 pekerja sektor tersebut juga kehilangan pekerjaan.

Data Global Economics Significants Business Events 2018 menyebutkan, kontribusi industri MICE di Indonesia sebesar 3,9 miliar dollar AS terhadap PDB nasional. Nilai itu memosisikan Indonesia pada peringkat ke-17 dari 50 negara.

Berbagai pameran virtual digelar tahun ini, seperti Indonesia Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA),TradeExpo Indonesia-Virtual Event (TEIVE), Pertamina SMEXPO, Indonesia Property Expo, Mobil123 DRIVE Virtual Expo, dan Karya Kreatif Indonesia (KKI) Virtual yang digelar Bank Indonesia (BI).

Ajang pameran virtual UMKM binaan PT Pertamina (Persero) atau Pertamina SMEXPO 2020 yang digelar pada 9-11 September 2020, misalnya, didominasi pembeli dari luar negeri. Pameran dengan transaksi Rp 9,3 miliar ini didominasi pengunjung dari AS, Singapura, Malaysia, Australia, Belanda, Arab Saudi, Jepang, dan Taiwan.

Sementara itu, dalam pameran KKI 2020 Virtual Seri I pada 28-30 Agustus 2020, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meraih omzet Rp 4,86 miliar. Dalam pameran yang dimotori BI itu digelar pertemuan bisnis antara 31 pelaku UMKM dan 16 pembeli potensial dari Singapura, Italia, Korea Selatan, Jepang, China, dan Australia, serta agregator dari Indonesia.

BI mencatat, selama periode setelah KKI 2019 hingga KKI 2020 Virtual Seri I, nilai kesepakatan bisnis (penjualan ekspor, pembiayaan, dan penjualan melalui e-dagang) meningkat 54 persen daripada periode sebelumnya.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan, pameran virtual merupakan ajang bisnis digital yang dapat membantu UMKM di kala pandemi. Melalui pameran virtual, UMKM bisa terdorong untuk bangkit dan produktif menangkap peluang.

Pemerintah, lanjut Teten, telah menyediakan ruang pelatihan transformasi digital koperasi dan UMKM, yaitu portal IDXCOOP untuk koperasi dan situs

Petani Diajak Bermitra Dengan Pebisnis

19 Oct 2020

Konsep yang disebut korporasi tani ini berupaya diwujudkan Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani). Caranya, dengan menginisiasi kemitraan untuk menggarap 1.000 hektar lahan milik petani di Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Penanaman padi perdana berlangsung pada Sabtu (17/10/2020).

Menurut rencana, lahan 1.000 hektar itu akan digarap 15 kelompok tani yang masing-masing beranggotakan rata-rata 200 orang. Mereka didampingi anggota pesantren setempat dan sekitar 20 orang yang telah memperoleh pendidikan vokasi di bidang pertanian dan agrobisnis.

Kolaborasi ini menggandeng TaniFund dari TaniHub Group, PT Mitra Bumdes Nusantara, PT Pupuk Indonesia Pangan (Persero), PT Pupuk Kujang, dan Pesantren Pemberdayaan Al-Muhtadiin. Produktivitas lahan diperkirakan 6 ton per hektar. Berdasarkan simulasi bisnis, petani berpotensi meraih pendapatan Rp 13,5 juta-Rp 15 juta per orang saat panen.

Pesantren yang menjadi pendamping sedang mendirikan koperasi. Nantinya, mesin pengering dan penggiling padi akan diberikan kepada koperasi sehingga beras yang dihasilkan dapat dijual secara daring. Selain itu,PT Mitra Bumdes Nusantara dan PT Pupuk Indonesia Pangan (Persero) berperan sebagai penyerap hasil panen.

Direktur TaniFund Edison Tobing menyatakan, TaniHub Group berkontribusi membantu menyelesaikan permasalahan petani dari sisi pemanfaatan teknologi dan pasar. VP of Business Development TaniFund (TaniHub Group) Grace Astari menambahkan, TaniFund menyalurkan lebih dari Rp 20 miliar kepada 15 kelompok tani yang menggarap lahan.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rusli Abdullah, berpendapat, “Sebisa mungkin, nilai tambah itu dinikmati secara lokal. Produk yang keluar dari wilayah itu minimal sudah bersifat setengah jadi,” katanya.


Permintaan Gudang Logistik Naik

19 Oct 2020

Berdasarkan data JLL Indonesia, kegiatan per gudangan logistik di Indonesia meningkat dalam enam bulan terakhir di masa pandemi Covid-19. Hal serupa terjadi di negara-negara kawasan Asia Tenggara.

“Permintaan akan gudang penyimpanan untuk produk impor ataupun produk dalam negeri tinggi. Kini diperlukan kapasitas penyimpanan yang lebih luas,” kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar, Minggu (18/10/2020).


Jalan Terjal Pemulihan Ekonomi Nasional

19 Oct 2020

Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan kembali ke zona positif pada tahun depan. Adapun pertumbuhan ekonomi global secara keseluruhan diprediksi bakal tumbuh di kisaran 5,2 persen. Asesmen tersebut lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya, yakni sebesar 5,4 persen.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengatakan tingkat ketidakpastian yang masih tinggi menjadikan proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen belum sepenuhnya realistis. Proyeksi pemulihan ekonomi berpotensi semakin rendah bila pandemi semakin tidak terkontrol atau angka penyebaran justru semakin tinggi.

Shinta menuturkan keberhasilan pemerintah dalam merealisasikan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja juga termasuk sebagai faktor yang diperhitungkan. Kepala Ekonom PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2021 hanya akan mencapai 3,8 persen secara tahunan.

Meski demikian, Adrian mengatakan terdapat beberapa sektor ekonomi yang berpeluang pulih lebih cepat atau mencatatkan kinerja positif, di antaranya bisnis packaging berbahan plastik, e-commerce, gadget atau gaming console, telekomunikasi, bisnis pengantaran, alat kesehatan, dan digital banking.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan terus bekerja keras untuk memulihkan perekonomian nasional dengan mengombinasikan pelbagai kebijakan fiskal dan moneter.

Di Bawah Ancaman Resesi Panjang

19 Oct 2020

Kepala Ekonom PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean mengatakan pelemahan aktivitas ekonomi berpotensi akan berlanjut hingga triwulan pertama tahun depan. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan terakhir tahun ini pun diperkirakan masih akan berada di zona negatif, yaitu terkontraksi sebesar minus 2,3 persen.

Adrian mengatakan kecenderungan kenaikan aktivitas penduduk masih terkonsentrasi oleh mobilitas intra-kota. Aktivitas konsumsi domestik, indikator angka deflasi yang terus terjadi di triwulan ketiga, meningkatnya angka kemiskinan, dan terus turunnya nilai impor barang konsumsi menguatkan kesimpulan bahwa kontraksi dalam konsumsi rumah tangga masih cukup dalam.

Dinamika di pasar pembiayaan juga menunjukkan pelemahan. Pertumbuhan kredit bank masih bergerak turun dan mencapai titik terendah, yaitu hanya 0,1 persen pada September 2020.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede berujar bahwa salah satu penyebab pemulihan ekonomi yang masih lambat adalah angka kasus Covid-19 yang masih tinggi beberapa waktu terakhir dan adanya penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota Jakarta pada awal September.

Untuk mendorong pertumbuhan, pemerintah harus mengoptimalkan belanja, khususnya realisasi penyerapan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pembiayaan korporasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Apalagi anggaran program PEN untuk mendukung sisi produksi atau suplai masih rendah jika dibanding realisasi anggaran untuk sisi konsumsi, seperti bantuan sosial.

IMF memprediksi kontraksi pertumbuhan ekonomi bakal lebih dalam, yakni sebesar -1,5 persen.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani berujar, pada triwulan keempat, pelaku usaha di berbagai sektor berharap terjadi peningkatan konsumsi musiman menjelang akhir tahun, baik dari domestik maupun pasar global.