;
Kategori

Ekonomi

( 40814 )

PTPN Group Gunakan Limbah Cair Sawit untuk Sumber Energi

06 Nov 2020

Direktur Utama PTPN Group Mohammad Abdul Ghani mengatakan, saat ini PTPN Group memiliki 75 PKS dengan kapasitas total pengolahan sebanyak 3.205 ton tandan buah segar (TBS) per jam. PTPN Group secara bertahap akan melakukan konversi sumber energi pada 48 dari total 75 PKS tersebut. Dengan upaya tersebut, PTPN Group bisa memperoleh tambahan pendapatan dari penjualan cangkang sawit. Saat ini, cangkang sawit menjadi komoditas yang banyak dicari di pasar ekspor. Potensi pendapatan lain-lain dari penjualan cangkang sawit sebesar 616.776 ton atau setara Rp 383,50 miliar pertahun bisa diperoleh apabila 48 unit PKS PTPN Group sukses menerapkan biogas cofiring dengan memanfaatkan POME sebagai sumber energinya.

Sebelumnya, PTPN Group Bersama PT Pertamina Power Indonesia juga mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas n2 megawait (MW) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Program berbasis energi ramah lingkungan atau dikenal dengan Green Economic Zone ini untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengoptimalkan potensi energi terbarukan (renewable energy) nasional dan menarik minat investor di KEK Sei Mngkei.

Ghani menjelaskan, energi matahari lebih ramah lingkungan daripada bahan bakar fosil. Saat ini, sebanyak 90% energi di Indonesia masih menggunakan energi berbahan fosil dari batubara, minyak bumi, gas alam, sedangkan sisanya kurang dari 10% memanfaatkan sumber energi terbarukan.

Tiongkok Borong Sarang Burung Walet Indonesia

06 Nov 2020

Indonesia dan Tiongkok menandatangani Letter of Intent (LOI) pembelian produk sarang burung wallet senilai US$ 150 juta atau setara Rp 2,2 triliun. LOI ini di tandatangani Atase Perdagangan (Atdag) Beijing Marina Novira dan General Manager of Production Center dari Xiamen Yan Palace Seelong Food Co., Ltd, Huang Danyan.

Sementara itu, Marina menyampaikan, penandatanganan LOI ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok. Dengan penandatanganan LOI ini, dia juga nilai ekspor produk sarang burung wallet Indonesia akan meningkat dan dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor nonmigas nasional.

Marina menjelaskan, saat ini baru ada 23 perusahaan sarang burung wallet yang terdaftar di Bea Cukai Tiongkok dan secara resmi dapat mengekspor produknya ke Tiongkok. Selain itu, ada 13 perusahaan terdaftar yang telah diinspeksi Bea Cukai Tiongkok pada Desember 2019 terkait permohonan izin peningkatan kapasitas volume ekspor.

DBS dan Flip.id Permudah Nasabah Bertransaksi Digital

06 Nov 2020

PT Bank DBS Indonesia bekerja sama dengan PT Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi atau Flip.id yakni aplikasi penyedia layanan transfer gratis antarbank. Kolaborasi tersebut untuk mempermudah nasabah serta pelaku usaha dalam bertransaksi secara digital di tengah pandemi Covid-19. Head of Salas Global Transaksi Bank DBS Husin Hartono mengungkapkan, pemenuhan transaksi real time tidak hanya meningkatkan efisiensi untuk nasabah perseroan dan penghematan biaya, tetapi juga memberikan pengalaman serta menempatkan nasabah korporasi perseroan sebagai pemimpin pasar di industrinya.

Pelaku bisnis mikro pun dapat terbantu dengan layanan transfer bebas biaya antar bank melalui aplikasi Flip.id. Bisnis mikro dapat menghemat pengeluaran operasiona saat harus melakukan transaksi kirim uang ke supplier maupun konsumen.

CEO Flip.id Rafi Putra Arriyan mengatakan, pihaknya melihat peningkatan kebutuhan masyarakat untuk melakukan transaksi kirim uang secara online, yang sebelumnya lebih banyak di dominasi penggunaan ATM. Salah satunya Flip.id yang mencatat adanya peningkatan pengguna sebanyak hamper 100% atau dua kali lipat selama pandemi berlangsung di banding sebelum pandemi terjadi.

Pandemi Covid-19 Percepat Pertumbuhan e-Commerce

05 Nov 2020

Dalam survei kepada 2.987 responden yang dilakukan pada Juni 2020 itu, Sirclo menemukan dua hal utama. Pertama, tingginya akselerasi adopsi e-commerce selama pandemi Covid-19. Kedua, tumbuhnya tren social commerce, yaitu transaksi jual-beli daring (online) melalui aplikasi percakapan dan media social.

CEO dan Founder Sirclo Brian Marshal mengatakan, adanya pandemi Covid-19 justru lebih mengakselerasi industry e-commerce di Indonesia. Proyeksi pertumbuhannya pun diprediksi mencapi 91% pada 2020 ini, jauh melampaui proyeksi ssebelumnya yang hanya sekitar 54%. Menurut dia, 90% populasi Indonesia akan menggunakan smartphone pada 2025. Sejalan dengan itu, total pengguna smartphone yang mengadopsi internet pun akan meningkat 77%. Dua hal tersebut turut mendorong industry ekonomi digital meningkat tiga kali lipat dalam rentang tahun 2019-2025.

Sebagai e-commerce enabler terdepan di Indonesia, Sirclo kini melayani ratusan pemlik usaha untuk meningkatkan penjualnnya di berbagai lapak daring (marketplace), anatara lain Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, dan Blibli.com. Melalui Sirclo Comemerce Sirclo menangani proses penjualan end-to-end di marketplace.

Pertumbuhan Industri AMDK Tergerus Pandemi Covid

05 Nov 2020

Sepanjang 2020, Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) telah tiga kali memangkas target pertumbuhan. Awal 2020, pertumbuhan industry AMDK ditetapkan 10%, namun direvisi menjadi 7-8%. Kemudian, Aspadin kembali mengoreksi target pertumbuhan menjadi 4-5% dan diturunkan lagi menjadi 1% pada kuartal IV-2020. Dia menegaskan, ekonomi nasional yang turun 5,32% kuartal II-2020 menjadi pemicu revisi target pertumbuhan untuk kali ketiga.

Dia mengungkapkan, saat ini, rata-rata utilitasi Industri AMDK sekitar 70%. Namun, pabrikan yang hanya memproduksi kemasan kecil utilitasisanya di bawah 70%, lantaran penjualan turun 40%. Dia berharap pembukaan kembali bioskop di beberapa kota dapat mendorong peningkatan aktivitas konsumsi.

Di sisi lain, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) terdampak berat (hard-hit) pandemi Covid-19. Untuk itu, Kemenperin menyusun strategi percepatan pemulihan indutri TPT dan berusaha memacu agar industri ini tetap produktif di tengah hantaman pandemi Covid-19.

Sekretariat Jendral Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono menerangkan, TPT menjadi penghasil devisa yang cukup signifikan. Pada 2019, nilai ekspornya mencapai US$12,9 miliar, dengan penyerapan tenaga kerja 3,74 juta orang.

RI Peringkat Lima Dunia Pemilik Startup Terbanyak

05 Nov 2020

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (indef) Bhima Yudhistira mengungkapkan, maraknya kelahiran perusahaan rintisan di Indonesia juga disebabkan karena banyaknya generasi milenial yang mulai menciptakan usaha baru. “Mereka ini menggunakan kesempatan dari booming ekonomi digital untuk membentuk startup. Indonesia sekarang masuk urutan kelima di dunia dengan jumlah startup paling banyak, sekarang ada 2.203, tahun lalu itu sekitar 1.500-1.800, dan karena pandemi jadi makin melonjak juga.” Terang Bhima dalam acara peluncuran generasi Djempolan Kredivo secara daring, Rabu (4/11).

Pada kesempatan itu, Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dino Milano mengungkapkan, di saat perkembangan keuangan digital yang pesat saat ini, literasi dan inklusi keuangan sangat dibutuhkan. 

OJK berperan aktif merajut ekosistem, sifatnya satu pihak dan pihak lain adalah saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme. Saat ini, OJK memiliki fintech center atau dikenal OJK Infinity yang mewadahi para startup atau fintech. OJK juga menyelenggarakan regulatory sandbox, di sana startup atau fintech akan melakukan uji coba sebelum dianggap lulus, dan nantinya perlu berperan bersama untuk membuat rantai transaksi menjadi singkat dengan dukungan teknologi.

Properti Komersial, Tren Belanja Ruko Masih Ada

05 Nov 2020

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan pasar properti komersial masih menyimpan potensi daya beli kendati terbatas pada masyarakat menengah atas. Menurutnya, properti komersial semacam rumah toko (ruko) yang berada dalam lingkungan yang sudah jadi dengan harga yang menarik relatif masih diminati kalangan menengah atas.

Ruko Golden Madrid X merupakan bagian dari hype community complex yang tahun ini diperkenalkan oleh Sinar Mas Land. Ruko tersebut dirancang untuk menjadi tempat berkumpul generasi muda, dengan desain bangunan minimalis. Dia juga memprediksi ruko di Summarecon Bogor yang segera diluncurkan juga dibanjiri peminat.


Geliat Bisnis Barang Konsumen, Prospek 2021 Cukup Menjanjikan

05 Nov 2020

Direktur Keuangan PT Unilever Indonesia Tbk Arif Hudaya menyebutkan pasar pada 2021 bakal cukup menantang jika merujuk pada perkembangan Covid-19 yang dipenuhi ketidakpastian. Dimana pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi bakal menjadi dua indikator yang akan terus diamati pelaku usaha. “Tahun 2021 Ini sangat menarik. Saya rasa masih cukup menantang. Kita tidak tahu apakah situasi akibat Covid-19 akan terus berlanjut atau justru menjadi periode pemulihan ketika pertumbuhan PDB kembali terjadi,” Kata Arif dalam acara Indonesia Industry.

Secara umum, Arif meyakini bahwa barang konsumsi tetap akan diperlukan oleh masyarakat. Penjualan produk FMCG Unilever tercatat masih tumbuh dengan akumulasi selama Januari – September senilai Rp32,45 triliun atau naik 0,27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 32,36 triliun.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dalam sambutannya saat membuka IIO 2021 Conference Mengemukakan bahwa Indonesia telah menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan bergerak rentang -1,6% sampai 0,6% sepanjang 2020. “Kita masih punya kesempatan untuk tumbuh di rentang lebih baik dari negara lain.” Ujarnya

Di sisi lain, pertumbuhan penjualan FMCG pada 2021 bakal amat tergantung pada perfoma di general trade atau toko tradisional. Penjualan di segmen ini tercatat mengalami kontraksi dalam lantaran daya beli kelompok menengah ke bawah yang kehilangan daya beli.

Staff Ahli Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan pengamat ritel Yongky Susilo mengatakan jumlah toko mencapai 3,5 juta unit secara nasional, kontribusi penjualan FMCG di general trade menyumbang sampai 65% setiap tahunnya. Namun dengan kontribusi yang besar itu, penjualannya justru tumbuh negatif. Namun, dia meyakini pada 2021 penjualan pada segmen general trade dan modern trade bakal sangat membaik, didukung dengan optimism vaksin Covid-19 serta kemudahan yang di tawarkan Undang-Undang Cipta Kerja.

Beleid Tarif Bea Masuk Perdagangan Bebas Dirilis

05 Nov 2020

Kementerian Keuangan menerbitkan empat peraturan terkait dengan tata cara pengenaan tarif bea masuk yang didasarkan pada perjanjian perdagangan bebas. Antara lain tentang:

Pertama, Berdasarkan Persetujuan Pembentukan Kawasan Per­da­gangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru. Kedua, Berdasarkan Persetujuan Antar Pemerintah Anggota Per­him­punan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan Republik Korea. Ketiga, Berdasarkan Persetujuan Antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan Republik India. Keempat, Ber­dasarkan Persetujuan antara Per­himpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan Republik Rak­yat Tiongkok.

“Diharapkan PMK tersebut dapat memberikan kemudahan bagi pengguna jasa dalam memahami ketentuan perdagangan bebas yang akan di gunakan dalam kegiatan importasi di Indonesia,” kata Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Syarif Hidayat, Rabu (4/11) 

Udang UMKM Diekspor Ke Jepang

05 Nov 2020

Udang tangkapan dan hasil budidaya dari tiga kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pembudidaya udang tambak dari Kotabaru, Kalsel, resmi diekspor ke Jepang, Rabu (4/11). Pelepasan ekspor udang tersebut dilaksanakan berbarengan dengan peresmian Program Akselerasi UMKM Berorientasi Ekspor Bank Indonesia Kalsel (Pamor Baintan) secara virtual.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalsel, Amanlison Sembiring mengatakan, pihaknya melakukan kurasi produk UMKM berpotensi ekspor untuk mendapatkan perluasan akses pasar khususnya pasar ekspor.

Total produksi udang yang berhasil diekspor dari ketiga kelompok pembudidaya tersebut pada 2019 mencapai 334,9ton atau senilai Rp 26,7 miliar. Kemudian, pada 2020 sampai dengan September 2020 hasil produksi udang mencapai 189 ton atau Rp 15,1 miliar. Kendati demikian, 90 persen dari nilai. 

Berdasarkan data ekspor udang dari Kalsel pada 2019, tercatat mencapai 14,74 juta US Dollar atau 1,06 persen dari ekspor udang nasional dan di 2020 sampai dengan Agustus sudah mencapai 8,80 juta US Dollar atau 0,88 persen dari ekspor udang nasional.

Selain sektor perikanan, potensi ekspor lainnya juga didorong melalui UMKM sektor kreatif, meliputi fashion, handycraft, aksesoris, dan makanan olahan.