;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Naskah Amdal “Keselip” Pasar Ponorogo

22 Oct 2020

Media sosial tengah ramai dibicarakan redaksional dari lembar penjelasan analisis dampak lingkungan (Amdal) rencana pembangunan Pasar Induk Kota Batu. Dalam lembar tersebut, terdapat kesalahan tulisan 'Pasar Legi Songgolangit yang berada di Kabupaten Ponorogo', bukan Pasar Induk Kota Batu.

Berdasarkan Permen LH No P.38 Tahun 2019 Tentang Rencana Usaha dan/atau kegiatan Wajib AMDAL, kegiatan Pembangunan Pasar Legi Songgolangit termasuk dalam kategori wajib AMDAL karena luas bangunan lebih dari 10 ribu meter persegi.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu, Arif Setiawan mengatakan, “Sudah disampaikan/diralat pada saat pelaksanaan kemarin. Hari ini, tadi konsultan sudah kami panggil, kami minta untuk segera diperbaiki, “ ujar Arif.

Perwakilan Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Pasar Induk Kota Batu, Ricky Angga Satria menilai, Pemkot Batu tidak teliti. Ia menilai, dokumen presentasi Amdal yang salah itu, pastinya hasil bongkar pasang dari dokumen program pembangunan daerah lain.

Sekretaris DPKPP Kota Batu, Bangun Yulianto membantah jika dokumen presentasi penyusunan Amdal hasil tambal sulam. “Sudah saya konfirmasi ke bersangkutan atau konsultan amdal. Mereka mengakui memang ada salah ketik, jadi bukan copy paste. Inikan masih tahap konsultasi publik belum jadi produk. Nanti juga di konsultasikan ke provinsi, seperti itu alurnya,” terang Bangun.


HCML Poles Kafe Apung Laut Semare

22 Oct 2020

Husky CNOOC Madura Limited (HCML) memberikan dukungannya pada Cafe Laut Semare, di pesisir Desa Semare, Kraton, Kabupaten Pasuruan. Langkah ini dilakukan sebagai baglan dari program pemberdayaan masyarakat, dengan penguatan di bidang usaha kuliner dan kepariwisataan yang memanfaatkan potensi laut di daerah tersebut.

Kafe ini berhasil mengubah citra negatif desa, yang semula identik dengan desa tawuran menjadi destinasi wisata dengan hamparan hutan bakau. “Pengunjungnya rata-rata seribu orang per hari sebelum pandemi,” kata Ahmad Nauval, Manajer Cafe Laut Semare, Selasa (20/10).

HCML Hamim Tohari mengatakan, pihaknya membantu penyediaan pelatihan bagi kelompok sadar wisata (pokdarwis). “Selain itu, kami juga memfasilitasi peningkatan kapasitas manajerial di tim manajemen Cafe,” kata Hamim. Peningkatan kapasitas ini sangat penting, mengingat Cafe Laut Semare diharapkan bisa menjadi lumbung peningkatan perekonomian masyarakat Desa Semare.

Kafe ini didirikan dengan payung hukum Peraturan Desa Semare Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Wisata Desa. Ada enam lapak yang berjualan di kafe ini. Lima lapak masing-masing adalah perwakilan dari lima dusun. Sementara satu lapak dibangun pemerintah desa dan khusus menjual minuman.

“Dari parkir saja, kami pernah mendapat Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta, dengan pengunjung 1000-1500 orang,” ujar Samian. Café juga mendapat juara ketiga lomba destinasi wisata pada 12 Desember 2019.


Show Unit Rolling Hills Ramai Dikunjungi

22 Oct 2020

Show Unit atau Rumah Contoh Rolling Hills masih ramal didatangi masyarakat. Hal ini disampaikan Amelia, Sales Head Rolling Hills, akhir pekan ini calon user yang sudah melakukan pembelian dan pengambilan Nomor Urut Pemesanan (NUP) akan memilih unit huniannya.

“Sampai hari ini masih banyak datang masyarakat yang ingin melihat dari dekat desain rumah yang kami kembangkan. Memang kami sengaja menyiapkan show unit ini untuk memberi gambaran hunian yang akan dibeli oleh calon user,” ungkapnya.

Rolling Hills Tanjung Bunga mempersiapkan 3 (tiga) unit rumah contoh dengan masing-masing luasan bangunan tanah 50/60m2, 67/83 m2 dan 77/105m2.

Pihak pengembang menawarkan hunian mewah di lokasi premium Tanjung Bunga. Hunian 2 lantai ini mengusung desain modern dengan konsep terbuka dan jendela besar. Desain hunian Rolling Hills merupakan besutan dari Arsitektur Alexander Bayusaputro pemenang penghargaan arsitektur kelas dunia.

“Lokasi Rolling Hills akan dibangun disamping Mall Trans Studio. Harga yang ditawarkan pun termasuk ringan untuk ukuran 2 lantai yaitu mulai dari Rp800 jutaan. Produk Rolling Hills tidak hanya hunian rumah saja, tetapi kami juga menawarkan Shop Office Pacific Plaza 3 lantai dengan ukuran 5x21 m2,” ia menambahkan.


Bisnis e-Commerce Tumbuh Pesat

22 Oct 2020

Terbatasnya ruang gerak masyarakat selama pandemi Covid-19, mengakibatkan banyak orang memenuhi kebutuhannya dengan melakukan transaksi secara digital melalui platform e-commerce. Pada semester 1-2020 terjadi kenaikan transaksi e-commerce sebanyak dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2019.

“Pertumbuhan e-commerce sangat pesat tumbuh dan pada awal masuk ke Indonesia, sempat diragukan konsumen, seiring perjalanan waktu kepercayaan terhadap e-commerce terus membaik,” kata Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi saat jadi narasumber pada acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual, Rabu (21/10).

Tak heran, lanjut Inarno, Indonesia kini merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan e-commerce terbesar dunia. “Pasar Indonesia akan terus meningkat dengan bertambahnya jumlah pengusaha, pelaku UMKM, start up dan perubahan pelaku konsumen Indonesia dari belanja fisik ke online,” terangnya.

William Tanuwijaya, Founder Tokopedia, salah satu marketplace besar di Indonesia tak menampik adanya kenaikan transaksi digital dilakukan masyarakat selama masa pandemi. Transaksi digital menggunakan platform e-Commerce pun dinilai sangat membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Perusahaan di tingkat desa misalnya, bisa menjadi perusahaan nasional karena tak ada nya lagi keterbatasan akses pasar,” kata William.


Peta Jawara Produksi Nikel di Indonesia Bergeser

21 Oct 2020

Sejak 2018 hingga kini, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menguasai 50% total produksi nikel dalam negeri. Sebelum itu, pada 2014 silam, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih menguasai pasar, yakni 77% produksi nasional, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan 19% dan perusahaan lain 3%.

Kini IMIP menguasai separuh produksi nikel nasional, sementara porsi INCO menyusut menjadi 22%. Adapun ANTM hanya mencuil 5%. Share ANTM masih di bawah Virtue Dragon yang mencatatkan 11% produksi, sedangkan Harita Group 6% dan perusahaan lain sebanyak 6%.

Tahun lalu, Indonesia memproduksi nikel 800.000 ton, tertinggi di dunia, mengungguli Filipina di posisi kedua dengan 420.000 ton. Peta penguasaan produksi nikel dicermati seiring rencana pemerintah menggenjot industri pendukung mobil listrik, yakni produksi baterai litium. Bahan baku utama baterai kendaraan listrik berasal dari produk nikel.

CEO PT IMIP, Alexander Barus membeberkan, pencapaian produksi nikel olahan di Morowali bukan sekali jadi. Bahkan untuk menunjang konstruksi, IMIP harus membangun sendiri pembangkit diesel berkapasitas 6 x 3 MW. Awal 2014, smelter pertama berdiri dengan kapasitas saat itu 300.000 ton Nickel Pig Iron (NPI). Industri nikel olahan Morowali berkembang pesat dalam rentang 2015-2019. “Totalnya kini kita punya 32 line (fasilitas produksi),” ungkap Alex.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, dalam lima tahun terakhir, Tsingshan Group dan Jiangsu Delong Group agresif mengembangkan industri olahan nikel di Sulawesi dan Maluku. Di Konawe, Jiangsu Delong ekspansif melalui Virtue Dragon yang mengolah nikel menjadi NPI dan stainless steel serta obsidian stainless steel yang memproduksi SS Billets.

Chief Financial Officer INCO Bernardus Irmanto mengakui, dari sisi volume, produk turunan nikel olahan INCO tersalip IMIP. “Hampir setiap 12 bulan-18 bulan mereka menambah line produksi baru. Memang produksi NPI IMIP jauh melebihi produksi nickel matte INCO,” kata dia.


Darurat Penyerapan Garam

21 Oct 2020

Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat, per 16 Oktober 2020, sisa stok garam nasional mencapai 702.870 ton. Produksi garam rakyat tercatat 510.625 ton, sementara produksi PT Garam (Persero) mencapai 118.876 ton.

Kementerian Kelautan dan Perikanan bahkan merevisi target produksi garam nasional dari 2,5 juta ton menjadi 1,5 juta ton. Kendati produksi turun, harga garam di petambak justru anjlok, antara lain, karena stok garam sisa tahun lalu belum terserap pasar.

Penumpukan stok garam antara lain terjadi di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada pertengahan Oktober 2020, stok garam mencapai 15.000 ton. Sementara 102 gudang penuh terisi. Hambatan penyerapan garam dinilai berlangsung sejak tahun 2019.

Kebijakan impor garam dinilai turut menghambat penyerapan garam. Pada panen 2018, harga garam Rp 1.200-Rp 1.500 per kilogram (kg), tetapi kini anjlok menjadi Rp 500-Rp 700 per kg.

Direktur Utama PT Garam Achmad Didi Ardianto menyatakan, pihaknya menargetkan produksi garam tahun ini mencapai 380.000 ton. Namun, kondisi cuaca dan badai karena faktor La Nina turut menekan produksi garam.

Jumlah stok garam di PT Garam saat ini sekitar 200.000 ton. Dia menilai, selain pengendalian impor, kunci penyerapan garam adalah peningkatan kualitas. “Kami masih terus berupaya menjual kepada pihak-pihak pengguna yang masih percaya garam lokal,” kata Didi.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Safri Burhanuddin, mengemukakan, “Kita pertegas dulu agar garam industri yang diimpor tidak bocor ke pasar. Hak kewenangan impor hanya di industri pemakai. Perusahaan yang mengimpor akan diaudit dan pelanggar akan dikenai sanksi administratif,” katanya.


Gandeng Swasta Bikin Mi dari Sagu

21 Oct 2020

Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog Budi Waseso mengatakan entitasnya akan segera mengembangkan produk mi berbahan dasar sagu sebagai pendamping bahan pokok beras. Bulog telah menggandeng perusahaan swasta untuk merealisasikan rencana tersebut.

Tanpa menyebut nama perusahaan yang dimaksud, Buwas akan segera membangun pabrik di 20 wilayah di Indonesia sebagai lokasi pengolahan sagu. Pabrik-pabrik ini juga akan mengelola bahan pokok lainnya, seperti ubi dan singkong.

Berdasar data Kementerian Pertanian, potensi lahan sagu saat ini mencapai 5,5 juta hektare. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Momon Rusmono menjelaskan pemerintah sedang mengembangkan fokus diversifikasi pangan lokal, termasuk sagu. la menerangkan, sagu memiliki kandungan karbohidrat hingga 85 persen. “Sagu cukup menarik karena kalorinya tinggi, karbohidratnya juga tinggi,” tuturnya.


Permintaan Usaha Tekstil Naik

21 Oct 2020

Survei Bank Indonesia (BI) menyimpulkan, kebutuhan pembiayaan korporasi pada September 2020 penggunaannya lebih banyak difokuskan untuk menunjang kegiatan operasional, pemulihan pasca pandemi, serta membayar utang alih-alih investasi.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSYFI), Redma Gita Wirawasta mengatakan, kenaikan permintaan kredit korporasi juga terjadi pada para pelaku usaha tekstil. Sejalan dengan temuan survei BI, kebanyakan kredit korporasi yang diajukan lebih banyak dipergunakan untuk modal kerja ketimbang investasi.

Redma mengatakan, pemulihan pasar hingga Agustus belum terlalu signifikan. Sementara, pelaku industri tekstil juga mesti berhadapan dengan arus barang- barang impor yang memiliki harga rendah. Hasilnya, ceruk pasar pelaku industri tekstil lokal menyusut. Hal ini tercermin dari utilisasi produksi industri tekstil hulu yang masih berkisar 50 persen dari proyeksi ideal 70 persen.

“Pendapatan sangat minim hampir nol, namun kami masih harus tetap membayar minimum jam nyala PLN, bunga dan pokok utang perbankan, (dan) tenaga kerja termasuk THR meskipun hanya 50 persen,” kata Redma.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Rizal Tanzil Rakhman mengatakan, setiap perusahaan memiliki kondisi keuangan yang beragam, sehingga penggunaan kredit korporasinya juga beragam. Meski begitu, ia mengatakan, penggunaan kredit korporasi pada umumnya memang digunakan dalam rangka pemulihan pasca pandemi.


Ikan Cupang Mulai Diburu Kolektor

21 Oct 2020

Bisnis ikan hias di Kota Seribu Sungai dan sekitarnya saat ini mulai menggeliat. Banyak permintaan hingga meningkatnya omzet penjualan pemilik toko ikan hias. Satu di antaranya Ridho, warga Jalan HKSN Banjarmasin yang menjual berbagai ikan hias air tawar, akuarium, perlengkapan, aksesoris, dan pakan ikan.

Selain itu, ada pula yang banyak dicari saat ini yakni ikan cupang atau ikan aduan. Ia mengaku stok ikan cupang belum banyak, namun dari segi kualitas baik dan mulai diburu para kolektor. Ikan cupang dibanderol Rp 40.000-100.000 per ekor.

Pebisnis ikan hias lainnya, Akhmad Zikri Suhairi saat ini membudidayakan dua jenis ikan hias yaitu guppy dan cupang. la memilih dua jenis itu berdasarkan pada mínat pembeli saat ini. “Ikan-ikan hias itu dijual dengan harga terjangkau, mulai dari ribuan hingga puluhan ribu rupiah,” ujarnya.


Industri Digital Jatim Bergeliat

21 Oct 2020

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim menyebut kontribusi dan potensi sektor industri digital di Jatim cukup besar. Pilot project Jatim IT Creative (JITC) dalam bidang industri elektronika, telematika, dan industri kreatif yakni Jatim IT Creative (JITC) terus menuai hasil yang positif.

“Kami menilai bahwa sektor digital melalui e-commerce dan startup merupakan salah satu sektor potential winner pada masa pandemi ini. Hal ini terjadi karena ada perubahan pola hidup masyarakat yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sehingga akses penggunaan internet termasuk media sosial meningkat,” kata Drajat Irawan, Kepala Disperindag Jatim saat mengunjungi Startup Mocca Animation Studio Malang, Selasa (20/10).

Berdasarkan data yang dihimpunnya pada tahun 2019, di Jawa Timur sendiri terdapat 281 startup, dengan dominasi jumlah startup terbanyak berada di kota Surabaya dan malang. “Surabaya menyumbang sekitar 98 pelaku industri digital yang bergerak pada pengelolaan bisnis startup digital, kemudian setelahnya disusul oleh Malang sebesar 70, serta sebaran kota-kota di Jawa Timur lainnya yang menjadi basis dari industri digital antara lain Sidoarjo, Banyuwangi, Kediri, Jember dan masih banyak yang lainnya,” jelasnya.

Adapun, beberapa bidang yang digeluti oleh pelaku startup digital di Jatim, diantaranya seperti e-commerce, pembayaran kuliah secara online, investasi bitcoin, fintech, drone, jasa animation, game developer, penyedia layanan web, link business n people, layanan travel, kesehatan dan lain-lain.

Salah satu bukti keberhasilan kinerja JITC diakui Mocca, startup binaan JITC asal Malang sejak 2012 dan kini telah mandiri dan kian sukses dalam mengembangkan bisnis startup digitalnya.

“Kini Mocca berhasil merambah pasar luar negeri dengan mengerjakan project-project yang berasal dari Itali, Kanada, Amerika Serikat (AS), India, Thailand, Filipina, dan lain-lain,” kata Drajat.

Chief Operating Officer (COO) Mocca, Irwanto mengatakan, fokus bisnis startup yang dikelola oleh Mocca adalah pembuatan animasi yang berhubungan dengan film, aplikasi, dan beberapa produk turunannya. Kini omzet bisnis komunitas ini mencapai Rp 200 juta per bulan.