Waspadai Risiko Lonjakan Utang
Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia dihadapkan pada risiko lonjakan utang selama pandemi Covid-19. Lonjakan utang disebakan penurunan pendapatan negara dan peningkatan defisit anggaran. Dalam statistik utang internasional 2021, Bank Dunia menyebutkan Indonesia termasuk sepuluh besar negara berpendapatan menengah rendah dengan utang tertinggi pada 2018 sebesar 379,59 juta dollar As dan pada 2019 sebesar 402,08 juta dollar AS.
Managing Director and Chief Economist Group Research DBS Bank Taimur Baig menuturkan, ekspansi fiskal masih dibutuhkan paling tidak sampai 2021. Bila belum ada lepastian penemuan penemuan dan pendistribusian vaksin, pelonggaran defisit fiskal dan peningkatan utang akan berlanjut pada 2022 khususnya untuk melindungi kelompok rentan.
Tags :
#UtangPostingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Potensi Lonjakan Rasio Utang perlu Diwaspadai
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023