;

Fase Terburuk Sudah Berlalu

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 06 Nov 2020 Investor Daily
Fase Terburuk Sudah Berlalu

Berdasarkan data yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta, Kamis (5/11), ekonomi kuartal III-2020 tumbuh 5,05% secara kuartalan (quarter to quarter/q to q) setelah tiga kuartal sebelumnya berturut-turut negatif. Mesin produk domestik bruto (PDB) kuartal III-2020 adalah konsumsi pemerintah yang tumbuh 9,76% (yoy) dan 16,93% (q to q) seiring meningkatnya realisasi penyaluran dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sri Mulyani menjelaskan, di sisi PDB pengeluaran, konsumsi rumah tangga juga menunjukan tren pembalikan pada triwulan III menjadi minus 4,0% dibading kuartal sebelumnya minus 5,5%. “ Ini didukung belanja pemerintah di bidang perlindungan sosial yang meningkat sangat tajam,” ujar dia

Di sisi lain, seluruh komponen pertumbuhan PDB menurut pengeluaran pada kuatal III sudah postif, kecuali Impor. Adapun secara tahunan, baru konsumsi pemerintah yang tumbuh positif, selebihnya negatif.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, membaiknya kinerja PDB pada kuartal III-2020 menunjukkan bahwa perekonomian nasional sedang dalam proses pembalikan arah menuju zona positif. Dengan demikian, fase terburuk ekonomi yang perlahan lahan berlalu.

Sri Mulyani mengungkapkan, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) masih minus 6,48% pada kuartal III-2020 (yoy), namun lebih baik dari kuartal II-2002 yang minus 8,61%,. Bahkan secara kuartalan, PMTB tumbuh 8,45% disbanding kuartal sebelumnya minus 9,71%.

Menkeu optimis akselerasi penanganan Covid-19 dan program PEN, serta pengadaan vaksin dan vaksinasi yang direncanakan pemerintahbakal mengembalikan kepercayaan masyarakat. Dengan begitu pula, konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sekitar 58% terhadap PDB pengeluaran bakal meningkat.

Sri Mulyani mengemukakan, untuk mendorong pemulihan ekonomi atau pembalikan arah (turning point) menuju zona positif, pemerintah akan terus mengakselerasi belanja APBN dan APBD serta   penyaluran anggaran program PEN pada kuartal IV-2020. Menkeu mencontohkan, sampai kuartal III, belanja negara tumbuh 15,5%, ditopang realisasi bansos dan dukungan stimulus bagi dunia usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Secara terpisah, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, kinerja PDB kuartal III-2020 menunjukkan bahwa fase terburuk penurunan ekonomi akibat pandemi sudah berlalu. Ekonomi sedang dalam tren pemulihan. Airlangga menjelaskan, dibanding kuartal sebelumnya, seluruh komonen PDB pengeluaran pada kuartal III tahun ini tumbuh positif (q to q), kecuali impor. Hal yang sama terjadi konsumsi rumah tangga, lembaga non profit rumah tangga (LNPRT), konsumsi pemerintah, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB), dan ekspor. PDB lapangan usaha, menurut Airlangga, secara kuartalan juga membaik pada kuartal III

Menurut Menkeu Sri Mulyani, ada dua sektor riil yang masih tumbuh positif pada kuartal III2020,yakni sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 10,61% serta sektor jasa kesehatan yang tumbuh 15,33%.

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto mengungkapkan, pertumbuhan PDB kuartal III-2020 mengalami kontraksi 3,49% (yoy). Namun, kontraksinya menipis dibanding kuartal II yang minus 5,32% (yoy). Adapun secara kuartalan (q to q), ekonomi kuartal III-2020 tumbuh 5,05% dibanding kuartal sebelumnya minus 4,19%. Menurut Suhariyanto, meskipun PDB kuartal III-2020 mengalami kontraksi 3,49% (yoy), kontraksinya tidak sedalam kuartal sebelumnya

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjadja Kamdani mengatakan, tren positif terjadi akibat normalisasi ekonomi di negara-negara mitra dagang Indonesia di Asia Pasifik. Faktor lainnya adalah meningkatnya konsumsi masyarakat pada akhir tahun dan realisasi stimulus untuk korporasi.

Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :