;

Dana PEN Belum Maksimal Angkat UMKM

Ekonomi Mohamad Sajili 09 Nov 2020 Kontan
Dana PEN Belum Maksimal Angkat UMKM

Kredit perbankan di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga September 2020 masih belum menggembirakan. Padahal, segmen ini merupakan fokus utama pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit UMKM per September masih turun 1,57% year on year (yoy). Namun secara bulanan sudah berhasil naik tipis 0,7%. Perdagangan besar dan eceran serta sektor industri pengolahan berkontribusi paling besar dari total kredit UMKM terkontraksi paling dalam pada September 2020 dibanding posisi Maret 2020 Masing-masing turun 13,9% dan 5% secara tahunan.

Bank Mandiri misalnya hanya mencatat pertumbuhan tipis kredit segmen kecil dan menengah (UKM) pada kuartal III-2020, yakni hanya naik 0,8% yoy menjadi Rp 52,3 triliun. Sedangkan segmen mikro masih turun 9% yoy menjadi Rp 117,4 triliun. Tapi dibandingkan kuartal sebelumnya sudah tumbuh 4,8%.

Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri, Aquarius Rudianto mengaku, kredit segmen kecil dan menengah belum bisa tumbuh optimal karena keterbatasan ruang gerak bank untuk menggelar akuisisi baru karena permintaan kredit yang memang lesu.

Aquarius merinci, kredit segmen kecil dan menengah telah naik Rp 2,4 triliun dari posisi Juni 2020 dengan gross ekspansi periode Juli-September sebesar Rp 11,8 triliun. Dari gross ekspansi pada kuartal III itu, terdapat limit tambahan sebesar Rp 19,2 triliun, yakni 61% didukung dari program PEN.

Sementara UMKM di Bank Rakyat Indonesia (BRI) masih tumbuh di atas industri. Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari mengatakan, pertumbuhan itu ditopang oleh segmen mikro yang per September berhasil naik di atas 7,5% secara yoy.

Untuk mendorong kredit segmen mikro, BRI akan ekspansi selektif pada sektor-sektor ekonomi yang berprospek. Seperti sektor pangan, perdagangan terkait makanan dan minuman, serta sektor terkait industri kesehatan.


Download Aplikasi Labirin :