Pertambangan Kalsel Alami Kontraksi
Ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel) triwulan III 2020 dibandingkan triwulan III 2019 yang mengalami kontraksi sebesar 4,68 persen. Tiga lapangan usaha dengan kontraksi paling dalam adalah pertambangan dan penggalian sebesar 9,08 persen, diikuti transportasi dan pergudangan sebesar 8,41 persen dan industri pengolahan sebesar 8,10 persen.
"Meskipun mengalami kontraksi, sebagian lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif di antaranya adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial 7,84 persen, dan informasi dan komunikasi 6,87 persen, " jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, Moh Edy Mahmud dikutip dari siaran pers, Minggu (8/11/2020).
Dijelaskannya, berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Kalsel triwulan III 2020, sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 0,25 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 0,14 persen, dan real estate sebesar 0.13 persen.
Kontraksi yang cukup dalam dialami oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) yakni sebesar 5,88 persen. Realisasi belanja barang dan jasa serta belanja modal yang lebih rendah dibandingkan triwulan yang sama pada tahun lalu turut menjadi pendukung kontraksi pada komponen ini.
Menurunnya, realisasi belanja modal ditambahkannya juga berdampak pada terkontraksinya komponen PMTB hingga 3,40 persen. Konsumsi rumah tangga yang tergambar pada komponen PKRT turut pula mengalami kontraksi pada kuartal ini yaitu sebesar 0.67 persen.
Tags :
#PertambanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023