;

Konglomerasi Kakap Ekspansi Bisnis Jalan Tol

Ekonomi Mohamad Sajili 12 Nov 2020 Kontan
Konglomerasi Kakap Ekspansi Bisnis Jalan Tol

Bisnis jalan tol membetot perusahaan konglomerasi Indonesia untuk merangsek bisnis ini. Kabar terbaru PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT United Tractors Tbk (Grup Astra) masuk bisnis infrastruktur dan jalan tol.

Awal pekan ini (10/11), Gudang Garam mengumumkan kehadiran cucu usahanya, PT Surya Kertaagung Toll, yang berdiri 6 November 2020. Surya Kertaagung akan masuk bisnis infrastruktur, termasuk jalan tol. Hanya belum jelas proyek jalan tol yang diincar.

United Tractors selangkah lebih maju. Anak usaha Grup Astra ini mengajukan inisiatif untuk membangun dua ruas jalan tol, yakni ruas Bogor-Serpong via Parung sepanjang 31,1 kilometer (km) dan ruas Sentul Selatan-Karawang Barat sepanjang 61,5 km. Dua proyek tol ini akan menelan investasi masing-masing Rp 8,95 triliun dan 15,37 triliun.

Bagi Grup Astra, bisnis jalan tol bukan hal baru. Astra menggeluti bisnis jalan bebas hambatan lewat Astra Infra. Hingga saat ini, mereka telah mengelola enam ruas jalan tol. “Kami punya enam jalan tol dan semua sudah beroperasi. Jadi, total kilometer tol Astra Infra 350 km,” ujar Group CEO Astra Infra Djap Tet Fa, kemakami rin.

Konglomerasi yang juga getol menggarap jalan tol adalah Grup Salim, melalui PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Nusantara Infrastructure telah menyelesaikan pembangunan jalan tol layang A.P. Pettarani, Makassar (Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 3) sepanjang 4,3 km. Soal jadwal operasional, META menunggu arahan pemerintah.

Ada pula Grup Sinarmas melalui Sinarmas Land yang membenamkan investasinya di proyek jalan tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) sepanjang 39,8 kilometer. Untuk menggarap jalan tol tersebut, Sinarmas Land menggandeng Kompas Gramedia dan Grup Astra dengan membentuk konsorsium PT Trans Bumi Serbaraja.

Pendatang baru lainnya adalah Gama Group milik pengusaha Martua Sitorus. Gama Group siap membangun jalan tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo. Gama Group memimpin konsorsium yang beranggotakan Jasa Marga dan Adhi Karya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Kris Ade Sudiyono menyebutkan pihaknya menyambut baik kehadiran investor baru di jalan tol. Ini membuktikan bahwa bisnis infrastruktur adalah bisnis yang tahan banting dan menarik untuk penanaman modal.


Download Aplikasi Labirin :