Bisnis Gojek, Perebutan Kue Iklan Makin Ketat
GOJEK memperbaharui model bisnis dengan pendekatan kecerdasan buatan yang menjanjikan pemirsa terukur dengan menggunakan digital out of home (DOOH), Gojek membesut layanan tersebut dengan nama Goscreen. Kiranjeet Purba, Direktur PT Lintas Promosi Global (PROMOGO) menyebutkan pembaharuan teknologi ini menyasar para pengiklan yang ingin mendapatkan impresi tinggi pada wilayah tertentu, termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Layanan ini telah dilakukan pilot project dengan klien Disney+ Hotstar yang diklaim mampu menjangkau 850.000 orang dengan 4 juta impresi.
GOJEK optimistis bisnis ini akan bertumbuh karena pasar iklan di Indonesia terus tumbuh dengan menyebut angka 34% untuk kue iklan dalam 5 tahun ke depan. Lembaga Riset Global, Nielsen mencatat dalam pengamatan Januari-Juli 2020 melaporkan kue iklan mencapai Rp 122 triliun. Namun porsi kue iklan ini hanya untuk pemantauan penempatan iklan di televisi, digital, cetak dan iklan radio.
Perinciannya televisi masih mendominasi dengan 72% porsi belanja iklan dengan angka lebih dari Rp 88 triliun. Disusul dengan iklan digital dengan 20% dengan total belanja iklan Rp 24,2 triliun, iklan media cetak mencapai lebih dari Rp 9,6 triliun dan total belanja iklan radio mencapai Rp 604 miliar. Nilai iklan ini dari pemantauan 15 stasiun TV nasional, 102 surat kabar,, 46 majalah dan tabloid dan 200 situs. Adapun radio mencakup 104 stasiun radio. Namun belanja iklan ini tanpa menghitung diskon, bonus, promo, ataupun harga paket.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023