Komoditas Karet : Permintaan Pasar Dunia Meningkat
Ekspor karet remah dari Sumatera Utara pada Oktober mencapai 40.543 ton, meningkat 18,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Peningkatan volume ekspor karet pada Oktober, antara lain, didorong kepanikan pembeli karena produksi karet yang terus menurun hampir di seluruh sentra produksi di Indonesia,” kata Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah, Selasa (17/11/2020).
Volume ekspor karet Sumut pada Oktober meningkat 18,03 persen dari September yang mencapai 34.351 ton. Namun, secara tahunan, volume ekspor karet pada periode Januari sampai Oktober 2020 masih 315.792 ton atau menurun 8,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Enam negara tujuan ekspor utama Sumut, yaitu Jepang (19,11 persen), AS (19,06 persen), India (9,14 persen), Brasil (7,59 persen), China (6,76 persen), dan Turki (6,59 persen). Enam negara tersebut mencakup 68,24 persen dari semua ekspor karet dari Sumut.
Harga karet jenis TSR 20 untuk pengapalan Desember sudah mencapai 155,5 sen dollar AS per kilogram, meningkat 3,13 sen dollar AS dibandingkan Oktober. Pada Juli, harga karet sempat anjlok hingga 116,5 sen dollar AS per kilogram.
Harga karet di salah satu unit pengolahan dan pemasaran bahan olah karet dengan kualitas yang bagus kini mencapai Rp10.300 per kilogram. Harga tersebut meningkat setelah anjlok hingga Rp 6.000 per kilogram.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023