September, Transaksi QRIS Tembus Rp 800 Miliar
Nilai transaksi
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tembus
Rp 800 miliar sampai dengan
September 2020, yang dicatatkan oleh lebih dari 10 juta
transaksi.
Direktur Eksekutif Asosiasi
Sistem Pembayaran Indonesia
(ASPI) Djamin Nainggolan
menjelaskan, pihaknya mendukung inisiatif menghadirkan
QRIS oleh Bank Indonesia dan
pihak yang terkait.
Menurut Djamin, QRIS bisa
menunjang sistem pembayaran digital dibandingkan
mesin modern ritel lainnya.
Di samping itu, masih banyak
UMKM yang tidak pernah
tersentuh layanan sistem pembayaran digital. Dalam hal ini,
QRIS mendukung ekspansi
pembayaran serta mampu
meningkatan transaksi digital
UMKM di Indonesia.
Dia menambahkan, sampai
saat ini jumlah yang menggunakan layanan QRIS naik
dari 4,7 juta menjadi 5 juta
merchant. Jumlah itu diyakini
masih akan meningkat seiring
dengan kebiasaan masyarakat
terkait protokol kesehatan dan
dorongan pemerintah bertransaksi secara nontunai.
Meski demikian, Djamin
mengatakan, jumlah merchant
aktif juga perlu terus didorong
ketika secara kuantitas target
5 juta merchant telah dicapai.
Sementara itu, Direktur
Bisnis Komersial BRI Syariah
Kokok Alun Akbar mengatakan, QRIS menjadi solusi
ketika banyaknya metode pembayaran nontunai. Pihaknya
menggandeng berbagai merchant di berbagai bidang untuk
penggunaan layanan tersebut.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023