;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Kapasitas Produksi Biodiesel Tambah 3,4 Juta KL Tahun 2021

01 Dec 2020

Produsen biodiesel berencana menambah kapasitas produksi pada tahun ini. Pada 2020, direncanakan ada penambahan kapasitas produksi sebesar 3,6 juta KL menjadi mundur ke tahun 2021 sebesar 3,4 juta KL. 

Hal tampak dari data Aprobi di mana produksi dari Januari sampai Oktober 2020 sebesar 7,197 juta KL. Dari jumlah ini, penyaluran domestik sebesar 7,076 juta KL dan ekspor sebesar 16.331 KL.

Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan, menyebut “Kontribusi B30 berdampak positif bagi pengurangan emisi gas rumah kaca, tahun ini diproyeksikan 26 juta ton CO2 ekuivalen, atau 68% dari target pengurangan emisi di sektor energi dan transportasi tahun 2020. Sedangkan untuk target pengurangan emisi 2030 pada sektor energi program biodiesel saat ini telah berkontribusi 8,82%,” ujarnya.

Selain itu, implementasi B30 membuat Indonesia menghemat devisa dari impor migas hingga US$ 5 miliar sekitar Rp 70 triliun (kurs Rp 14.000).


Pasar End User Membaik

30 Nov 2020

Penjualan rumah tapak mulai menunjukkan peningkatan memasuki kuartal III pertengahan. Dan mulai bergairah di bulan Oktober dan November ini.

Hal itu dirasakan pengembang Citra Harmoni, Sidoarjo, yang mendorong untuk meluncurkan produk baru di klaster New York. Hasilnya, dalam open house yang digelar Minggu (29/11), sebanyak 28 unit tipe Chelsea berhasil sold out.

Menurut R Mayasar, Marketing Manager Citra Harmoni, dalam kegiatan open house ini harga yang ditawarkan masih promo. Diantaranya ada cashback, bebas KPR, AJB, BN, dan BPHATB. Pihaknya juga banyak menggandeng banyak perbankan untuk melayani KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

“Karena konsumen kami adalah end user yang memang butuh tempat tinggal, sehingga mereka majoritas juga KPR. Ada sekitar 95 persen konsumen kami membeli lewat KPR,” jelas Maja.

 


Siapkan Holding BUMD Kelola Proyek Strategis Nasional Senilai Rp 14 Triliun

30 Nov 2020

Pemerintah Kabupaten Nganjuk siapkan holding badan usaha milik daerah (BUMD) dalam pengelolaan proyek strategis nasional. Dengan demikian, holding BUMD tersebut akan menaungi berbagai BUMD yang bergerak di berbagai bidang dalam pengelolaan proyek strategis nasional (PSN) yang ada di Kabupaten Nganjuk.

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhajat mengatakan, dari lima projek strategis nasional di Kabupaten Nganjuk yakni Bendungan Semantok, Kawasan Industri Nganjuk, Bendungan Margopatut, Selingkar Wilis Selatan, dan Jalan Tol Nganjuk-Kediri.

Diakui Novi Rahman Hidhayat, pembentukan holding BUMD tersebut sebagai upaya memaksimalkan pengkoordinasian antar-BUMD dalam pengelolaan proyek stategis nasioanal yang ada di Kabupaen Nganjuk dalam rangka peningkatan pendapatan asil daerah (PAD) dalam jangka panjang.


Kendaraan Niaga Dominasi Penjualan

30 Nov 2020

Penjualan mobil penumpang dan niaga ringan di Sulawesi Selatan mengalami kontraksi yang cukup dalam di tengah Pandemi Covid-19. Hingga triwulan III-2020 atau periode Januari-September 2020, presentase penjualan rerata per bulan turun hingga 37 persen.

Itu pun dirasakan Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO). Kepala AI-DSO Cabang Urip mencakup area Sulselbar, Andrianto Saudin usal menggelar Virtual Astra Daihatsu Sulsel di showroom-nya Urip Sumiharjo Makassar, Sabtu (28/11) lalu mengatakan, penjualan rerata per bulan memang turun double digit.

“Penjualan Gran Max mendominasi penjualan kami di Sulsel. Totalnya sekitar 2.219 unit atau 45,81 persen dari total penjualan. Dimana Gran Max PU 1.895 unit dan Gran Max MB 324 unit,” ujar Andri sapaannya.


Sosialisasi Program Pemulihan UMKM

30 Nov 2020

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kalteng, Ati Muliati, terus menggencarkan sosialisasi dan pemahanan kepada warga Kalteng tentang manfaat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi UMKM.

Dalam satu dialog interaktif, Ati menjelaskan maksud dan tujuan Program PEN bagi UMKM Kalteng, terutama mendorong pertumbuhan UMKM, membantu agar UMKM tetap menjalankan usahanya di tengah suasana pandemi Covid-19, membantu dalam melunasi kewajiban UMKM ke pihak perbankan dan menumbuhkan perluasan usaha.


Omzet Jualan Tanaman Hias Bisa Tembus Miliaran Sebulan

30 Nov 2020

Permintaan masyarakat terhadap tanaman hias meningkat drastis, bahkan hingga 10 kali lipat. Salah satu penjual tanaman hias yang mencetak omzet besar di tengah pandemi ialah Rico Rusdiansyah, pemilik toko @Titikhijau. Penjualan tertingginya ada di bulan Mei 2020, di mana ia sempat merasakan omzet per bulannya tembus hingga Rp 1 miliar.

Omzet itu merupakan akumulasi penjualan tanaman di dalam negeri, dan juga yang diekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat (AS), negara-negara di benua Eropa, lalu ke Hong Kong, Korea Selatan (Korsel), dan sebagainya.

Adapun jenis tanaman hias yang marak dicari mulai dari monstera, philodendron, anthurium, syngonium, dan sebagainya. Selain para penjual tanaman hias, penjual pot pun turut kena rezeki 'nomplok' di tengah pandemi.


Pengadaan Vaksin Covid-19, Gotong Royong Korporasi, Distribusi Hingga Digitalisasi

30 Nov 2020

Komersialisasi vaksin Covid-19 diperkirakan terjadi pada Juni 2021 lantaran laporan uji klinis vaksin Covid-19 yang dilakukan di Bandung, Jawa Barat, baru rampung pada Mei 2021. Oleh karena itu, simulasi distribusinya dinilai sangat penting untuk mengejar target vaksinasi 170 juta orang. Ketua Bidang Distribusi Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI) Hery Sutanto menyampaikan pihaknya baru membuat simulasi distribusi untuk 10 juta dosis. Dalam simulasi itu, akan dibutuhkan 1.923 pallet, 48 reefer container, 360 cold truck, 3.300 cold box, dan 4.375 meter kubik cold storage dengan tujuan distribusi 10.134 fasilitas kesehatan.

Sementara itu, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menyatakan siap ikut serta melakukan distribusi vaksin Covid-19 yang akan dimulai oleh Holding BUMN Farmasi pada akhir Januari 2020. Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan saat ini, perseroan memiliki infrastruktur distribusi cold chain untuk seluruh Indonesia. Perseroan juga siap berpartisipasi dalam kegiatan distribusi vaksin milik Holding BUMN Farmasi.

Erick, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), menunjuk dua BUMN untuk menyiapkan sistem integrasi data terkait vaksinasi Covid-19. Dia mengatakan saat ini, pihaknya terus menggodok roadmap program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat, termasuk menyiapkan sistem integrasi data dari berbagai institusi dan lembaga terkait yang bertajuk Sistem Satu Data. Infrastruktur data tersebut digodok oleh dua BUMN yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bio Farma (Persero). Adapun, sistem tersebut melingkupi data penerima vaksin, suplai vaksin, hingga distribusi vaksin.

Impor Vaksin Peroleh Fasilitas Fiskal

30 Nov 2020

Pemerintah  memberikan fasilitas kepabeanan dan/ atau cukai, serta perpajakan bagi impor vaksin untuk mendukung langkah penyelesaian pandemi Covid-19. Adapun, fasilitas tersebut diberikan untuk kegiatan impor vaksin, bahan baku vaksin, peralatan yang diperlukan dalam produksi vaksin, serta peralatan untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Kemudian, impor vaksin yang mendapatkan fasilitas kepabeanan dan/ atau cukai, serta perpajakan dapat dilakukan melalui pusat logistik berikat. Fasilitas tersebut juga diberikan terhadap pengeluaran vaksin asal impor dan/atau tempat lain dalam daerah pabean dari kawasan berikat atau gudang berikat, kawasan bebas atau kawasan ekonomi khusus, dan/atau perusahaan penerima fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) .

Industri Reksa Dana, Banjir Investor Di Tekfin

30 Nov 2020

Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan pertumbuhan jumlah investor pasar modal berdasarkan single investor identification (SID) secara year to date (ytd) sudah mencapai 3,5 juta investor, menanjak 42,19%. Padahal, per Desember 2019, jumlah investor berdasarkan SID baru 2,48 juta. Secara khusus, investor reksadana mencatatkan pertumbuhan 59,32% ytd menjadi 2,8 juta investor dari 1,7 juta investor pada akhir 2019.

Berdasarkan demografinya, sebanyak 49,4% merupakan investor pada rentang usia 20 tahun–30 tahun, diikuti dengan 23,85% investor berada pada rentang usia 30 tahun—40 tahun. Demografi berdasarkan usia yang lebih muda, lanjut Uriep, merupakan alasan pertumbuhan investor dan AUM reksadana melalui platform daring di Indonesia mengingat generasi tersebut lebih melek terhadap teknologi.

Chief Executive Officer PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) Sigit Kouwagam menyebut bahwa sebenarnya Covid-19 memberikan tekanan pada industri reksadana, diantaranya karena daya beli turun. Namun, di sisi lain APERD berbasis tekfin mampu menawarkan solusi investasi digital.

Menurutnya, kemudahan menggunakan aplikasi dan transaksi reksadana secara digital menjadi faktor utama peningkatan transaksi selama masa pandemi. Selain itu, lanjutnya, selama Covid-19 awareness masyarakat akan investasi juga meningkat karena banyak yang sadar bahwa dana darurat itu sangat penting dalam menghadapi situasi krisis.  

Mitha optimistis pertumbuhan transaksi reksadana akan terus meningkat pada tahun depan. Pasalnya, dia melihat sejak adanya pandemi masyarakat jadi semakin melek keuangan dan sadar akan kebutuhan untuk berinvestasi dan mengembangkan uang yang dimiliki.

Sektor Unggulan, Pertanian Topang Ekonomi Daerah

30 Nov 2020

“Selain meningkatkan daya tahan petani terhadap dampak pandemi Covid-19, ini juga upaya kami agar tidak terjadi kelangkaan pangan di Papua Barat,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat Jacob Fonataba seperti dikutip Antara, Minggu (29/11)

Dia menjelaskan bahwa peningkatan produksi padi masih menjadi prioritas pada tahun depan, selain pangan lokal seperti sagu, jagung, dan ubi-ubian. Selain itu, komoditas kakao di Kabupaten Manokwari Selatan dan kopi di Pegunungan Arfak juga masuk dalam skema pengembangan ekonomi hijau di Papua Barat. Produksinya pun akan terus dipacu untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Hingga kini, produksi kakao di Manokwari Selatan sudah rutin dikirim ke Surabaya dan diekspor ke Inggris. 

Sebanyak 11,5 ton cabai kering Sulsel dikirim perdana ke Pakistan oleh eksportir PT Ransu Navigasi Nusantara untuk kebutuhan campuran pewarna tekstil di negara tersebut. Meski perdana dikirim ke Pakistan, sebelumnya komoditas cabai kering juga telah menembus pasar Negeri Sakura, Jepang. Tak main-main, jumlahnya bahkan mencapai 23 ton dengan pengiriman secara bertahap.

Berdasarkan data lalu lintas ekspor pertanian di Karantina Makassar, tercatat pertumbuhan negara tujuan ekspor meningkat sebesar 8%, yakni 133 negara tujuan ekspor pada 2019 dan 143 negara tujuan hingga Oktober 2020 atau bertambah 10 negara tujuan baru seperti Thailand, India, dan China.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil menyatakan dalam proses ekspor, yang terpenting adalah memerhatikan hilirisasi produk pertanian, mengingat produk pertanian yang tidak tahan lama atau bersifat perishable. Dengan hilirisasi, diharapkan memberi nilai tambah dan menjamin keberterimaan produk tersebut ke negara tujuan.