;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Omzet Jualan Tanaman Hias Bisa Tembus Miliaran Sebulan

30 Nov 2020

Permintaan masyarakat terhadap tanaman hias meningkat drastis, bahkan hingga 10 kali lipat. Salah satu penjual tanaman hias yang mencetak omzet besar di tengah pandemi ialah Rico Rusdiansyah, pemilik toko @Titikhijau. Penjualan tertingginya ada di bulan Mei 2020, di mana ia sempat merasakan omzet per bulannya tembus hingga Rp 1 miliar.

Omzet itu merupakan akumulasi penjualan tanaman di dalam negeri, dan juga yang diekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat (AS), negara-negara di benua Eropa, lalu ke Hong Kong, Korea Selatan (Korsel), dan sebagainya.

Adapun jenis tanaman hias yang marak dicari mulai dari monstera, philodendron, anthurium, syngonium, dan sebagainya. Selain para penjual tanaman hias, penjual pot pun turut kena rezeki 'nomplok' di tengah pandemi.


Pengadaan Vaksin Covid-19, Gotong Royong Korporasi, Distribusi Hingga Digitalisasi

30 Nov 2020

Komersialisasi vaksin Covid-19 diperkirakan terjadi pada Juni 2021 lantaran laporan uji klinis vaksin Covid-19 yang dilakukan di Bandung, Jawa Barat, baru rampung pada Mei 2021. Oleh karena itu, simulasi distribusinya dinilai sangat penting untuk mengejar target vaksinasi 170 juta orang. Ketua Bidang Distribusi Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI) Hery Sutanto menyampaikan pihaknya baru membuat simulasi distribusi untuk 10 juta dosis. Dalam simulasi itu, akan dibutuhkan 1.923 pallet, 48 reefer container, 360 cold truck, 3.300 cold box, dan 4.375 meter kubik cold storage dengan tujuan distribusi 10.134 fasilitas kesehatan.

Sementara itu, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menyatakan siap ikut serta melakukan distribusi vaksin Covid-19 yang akan dimulai oleh Holding BUMN Farmasi pada akhir Januari 2020. Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan saat ini, perseroan memiliki infrastruktur distribusi cold chain untuk seluruh Indonesia. Perseroan juga siap berpartisipasi dalam kegiatan distribusi vaksin milik Holding BUMN Farmasi.

Erick, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), menunjuk dua BUMN untuk menyiapkan sistem integrasi data terkait vaksinasi Covid-19. Dia mengatakan saat ini, pihaknya terus menggodok roadmap program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat, termasuk menyiapkan sistem integrasi data dari berbagai institusi dan lembaga terkait yang bertajuk Sistem Satu Data. Infrastruktur data tersebut digodok oleh dua BUMN yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bio Farma (Persero). Adapun, sistem tersebut melingkupi data penerima vaksin, suplai vaksin, hingga distribusi vaksin.

Impor Vaksin Peroleh Fasilitas Fiskal

30 Nov 2020

Pemerintah  memberikan fasilitas kepabeanan dan/ atau cukai, serta perpajakan bagi impor vaksin untuk mendukung langkah penyelesaian pandemi Covid-19. Adapun, fasilitas tersebut diberikan untuk kegiatan impor vaksin, bahan baku vaksin, peralatan yang diperlukan dalam produksi vaksin, serta peralatan untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Kemudian, impor vaksin yang mendapatkan fasilitas kepabeanan dan/ atau cukai, serta perpajakan dapat dilakukan melalui pusat logistik berikat. Fasilitas tersebut juga diberikan terhadap pengeluaran vaksin asal impor dan/atau tempat lain dalam daerah pabean dari kawasan berikat atau gudang berikat, kawasan bebas atau kawasan ekonomi khusus, dan/atau perusahaan penerima fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) .

Industri Reksa Dana, Banjir Investor Di Tekfin

30 Nov 2020

Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan pertumbuhan jumlah investor pasar modal berdasarkan single investor identification (SID) secara year to date (ytd) sudah mencapai 3,5 juta investor, menanjak 42,19%. Padahal, per Desember 2019, jumlah investor berdasarkan SID baru 2,48 juta. Secara khusus, investor reksadana mencatatkan pertumbuhan 59,32% ytd menjadi 2,8 juta investor dari 1,7 juta investor pada akhir 2019.

Berdasarkan demografinya, sebanyak 49,4% merupakan investor pada rentang usia 20 tahun–30 tahun, diikuti dengan 23,85% investor berada pada rentang usia 30 tahun—40 tahun. Demografi berdasarkan usia yang lebih muda, lanjut Uriep, merupakan alasan pertumbuhan investor dan AUM reksadana melalui platform daring di Indonesia mengingat generasi tersebut lebih melek terhadap teknologi.

Chief Executive Officer PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) Sigit Kouwagam menyebut bahwa sebenarnya Covid-19 memberikan tekanan pada industri reksadana, diantaranya karena daya beli turun. Namun, di sisi lain APERD berbasis tekfin mampu menawarkan solusi investasi digital.

Menurutnya, kemudahan menggunakan aplikasi dan transaksi reksadana secara digital menjadi faktor utama peningkatan transaksi selama masa pandemi. Selain itu, lanjutnya, selama Covid-19 awareness masyarakat akan investasi juga meningkat karena banyak yang sadar bahwa dana darurat itu sangat penting dalam menghadapi situasi krisis.  

Mitha optimistis pertumbuhan transaksi reksadana akan terus meningkat pada tahun depan. Pasalnya, dia melihat sejak adanya pandemi masyarakat jadi semakin melek keuangan dan sadar akan kebutuhan untuk berinvestasi dan mengembangkan uang yang dimiliki.

Sektor Unggulan, Pertanian Topang Ekonomi Daerah

30 Nov 2020

“Selain meningkatkan daya tahan petani terhadap dampak pandemi Covid-19, ini juga upaya kami agar tidak terjadi kelangkaan pangan di Papua Barat,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat Jacob Fonataba seperti dikutip Antara, Minggu (29/11)

Dia menjelaskan bahwa peningkatan produksi padi masih menjadi prioritas pada tahun depan, selain pangan lokal seperti sagu, jagung, dan ubi-ubian. Selain itu, komoditas kakao di Kabupaten Manokwari Selatan dan kopi di Pegunungan Arfak juga masuk dalam skema pengembangan ekonomi hijau di Papua Barat. Produksinya pun akan terus dipacu untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Hingga kini, produksi kakao di Manokwari Selatan sudah rutin dikirim ke Surabaya dan diekspor ke Inggris. 

Sebanyak 11,5 ton cabai kering Sulsel dikirim perdana ke Pakistan oleh eksportir PT Ransu Navigasi Nusantara untuk kebutuhan campuran pewarna tekstil di negara tersebut. Meski perdana dikirim ke Pakistan, sebelumnya komoditas cabai kering juga telah menembus pasar Negeri Sakura, Jepang. Tak main-main, jumlahnya bahkan mencapai 23 ton dengan pengiriman secara bertahap.

Berdasarkan data lalu lintas ekspor pertanian di Karantina Makassar, tercatat pertumbuhan negara tujuan ekspor meningkat sebesar 8%, yakni 133 negara tujuan ekspor pada 2019 dan 143 negara tujuan hingga Oktober 2020 atau bertambah 10 negara tujuan baru seperti Thailand, India, dan China.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil menyatakan dalam proses ekspor, yang terpenting adalah memerhatikan hilirisasi produk pertanian, mengingat produk pertanian yang tidak tahan lama atau bersifat perishable. Dengan hilirisasi, diharapkan memberi nilai tambah dan menjamin keberterimaan produk tersebut ke negara tujuan.

Tiga Industri Unggulan Melesat Tahun Depan

30 Nov 2020

Para pelaku industri memprediksi penjualan mobil pada 2021 mencapai 750 ribu unit, naik 43% dari estimasi 2020 sebanyak 525 ribu unit, sedangkan sepeda motor diestimasikan tumbuh 6-19% menjadi 4-4,3 juta unit dari estimasi 2020 sebanyak 3,6-3,7 juta unit. Adapun penjualan semen diperkirakan tumbuh 5-6% dan mamin naik 5-7% 

Seiring dengan itu, industri manufaktur tahun depan diproyeksikan tumbuh 3,95%, dibandingkan per September 2020 yang turun 2,63%. Investasi akan menjadi salah satu faktor penopang per tumbuhan industri, selain perbaikan kinerja beberapa sektor unggulan. Melesatnya industri mamin olahan, otomotif, dan semen bakal berimbas ke lantai bursa. Tahun depan, saham-saham emiten ketiga industri tersebut diperkirakan berada dalam teritori positif.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman menuturkan, pertumbuhan industri mamin tahun ini tergerus oleh pandemi Covid-19. Hingga akhir tahun, pertumbuhan industri pemasok produk domestik bruto (PDB) manufaktur terbesar ini ditaksir hanya 3%, melambat dari 2019 sebesar 7,78%. Tahun depan, pertumbuhan mamin diprediksi naik menjadi 5-7%. 

Fuso Berkibar di Tengah Pandemi

30 Nov 2020

Per Oktober 2020, pasar kendaraan komersial ambles 50% menjadi 39.062 unit, dibandingkan periode sama tahun lalu 77.662 unit. Ini dipicu pandemi Covid-19, yang merontokkan aktivitas bisnis, daya beli masyarakat, serta pembatasan mobilitas secara ketat pada kuartal II-2020. Sementara itu, penjualan Fuso pada periode sama mencapai 19.007 unit, turun 44% dari 33.802 unit. Alhasil, pangsa pasar Fuso meningkat menjadi 48,7% dari sebelumnya 43,5%.

Kini, Presiden Direktur Baru PT Krama Yudha Tiga Berlian Naoya Takai, telah mendapatkan izin dari pemerintah Indonesia untuk datang dan bertugas di Jakarta di masa pandemi ini. Ada dua hal penting yang menurutnya menjadi gaya kepemimpinannya, yaitu komunikasi dan motivasi. Di bawah komando pria yang akrab di sapa Rocky ini, KTB melakukan banyak penyesuaian untuk menjalankan bisnis. Kini, semua aktivitas sebagian besar dilakukan secara virtual seperti virtual customer gathering

Dalam pandangan Rocky, Indonesia adalah salah satu pasar besar Fuso, yang berpengalaman selama 30 tahun di bisnis otomotif dunia. Ini akan membawa KTB ke pertumbuhan berkelanjutan di pasar yang menantang.  

Pasar Fintech P2PL Cenderung Oligopoli

30 Nov 2020

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi menjelaskan, jumlah P2PL terus bertambah tapi kontribusi belum merata. Market share industri hanya dikuasai oleh beberapa pemain besar. Di lain sisi, mayoritas P2PL memiliki penyaluran kecil dengan kontribusi minim.  Riswinandi juga menilai, banyak penyelenggara fintech P2PL yang tidak mampu memenuhi persyaratan perizinan secara benar dan tepat waktu. Beberapa kali mereka kekurangan dokumen dan tidak siap dengan infrastruktur sistem elektronik .

Berdasarkan data OJK, jumlah penyelenggara P2PL terus bertambah. Hingga akhir 2019, terdapat 164 perusahaan fintech P2PL dan ada 35 perusahaan yang sedang mengajukan pendaftaran. Namun hingga 28 November 2020, jumlah P2PL tinggal sebanyak 153 perusahaan, meliputi 142 konvensional dan 11 syariah. Akumulasi pinjaman yang diberikan fintech P2PL mencapai Rp 137,6 triliun per akhir Oktober 2020, naik 102% secara year on year (yoy), dengan outstanding saat ini tercatat Rp 13,24 triliun. Rekening peminjam mencapai 39 juta entitas atau naik 144% (yoy).

Riswinandi juga menyatakan, tingkat keberhasilan pelunasan 90 hari sejak jatuh tempo oleh peminjam atau diistilahkan TKB90, cenderung menurun hingga Juli 2020. Namun sejak Agustus mulai membaik. TKB90 per Oktober tercatat 92,4%, yang berarti ada 7,6% pinjaman yang tidak tertagih. Pada kesempatan ini, Risniwandi juga menyampaikan sejumlah regulasi baru fintech P2PL. Di antaranya adalah penghapusan status pendaftaran.

Dari 117 penyelenggara fintech P2PL yang dalam status terdaftar, terdapat 10 pembatalan tanda terdaftar dikarenakan terlambat penyampaian pengajuan permohonan izin, 30 sudah live demo dan site visit, 16 sedang dalam proses pemenuhan dokumen, 44 mengulangi proses perizinan, sisanya belum jatuh tempo satu tahun perizinan

IRRA Raih Proyek Jarum Suntik Vaksin Korona

30 Nov 2020

Program vaksinasi Covid-19 membawa berkah bagi PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA). Emiten alat kesehatan itu meraih order pengadaan jarum suntik auto disable syringes (ADS) dari pemerintah pada 27 November 2020. IRRA telah meneken kontrak sales and purchase agreement (SPA) sebanyak 111 juta jarum suntik ADS. Nilai kontrak pengadaan jarum suntuk tersebut mencapai Rp 132 miliar.

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk, Heru Firdausi Syarif menyatakan, perolehan kontrak penyediaan jarum suntik sebanyak 111 juta unit itu merupakan order kedua dari pemerintah. Pada kuartal ketiga tahun ini, IRRA juga mendapatkan order dari pemerintah (Kementrian Kesehatan) sebanyak 35 juta alat suntik ADS 0,5 mililiter dan 0,05 ml untuk program vaksin imunisasi.

IRRA mengklaim alat suntik ADS mereka merupakan produk yang sudah sesuai standar WHO dengan TKDN di atas 60%. Produksinya dilakukan PT Oneject Indonesia (Oneject), yang merupakan sister company IRRA. Saat ini penggunaan jarum suntik ADS di Indonesia masih 20% dan 80% masih berupa syringe konvensional.

Direktur PT Itama Ranoraya Tbk , Pratoto Raharjo menambahkan, permintaan jarum ADS selain untuk program imunisasi dan Vaksin Covid-19, juga akan meningkat dari substitusi penggunaan jarum suntik konvensional (Non ADS) menjadi ADS. Pratoto menjelaskan, saat ini IRRA sedang mengalami transformasi model bisnis sesuai dengan visi HiTech Healthcare Solutions.


Pengalihan Sisa Dana Topang Belanja Awal 2021

30 Nov 2020

Kebijakan penggunaan sisa dana dari hasil berbagi beban (burden sharing) antara pemerintah dan Bank Indonesia akan berdampak positif bagi proses pemulihan tahun depan. Dengan kebijakan ini, pemerintah bisa langsung melakukan belanja tanpa perlu khawatir masalah pembiayaan pada awal tahun.

Pada Sabtu (26/11/2020), Kementerian Keuangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 187/PMK.05/2020 tentang Tata Cara Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dalam Rangka Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Tahun 2020 serta Penggunaan Sisa Dana Penerbitan SBN Tahun 2020 dalam Rangka Pembiayaan Pelaksanaan Lanjutan Kegiatan PC-PEN Tahun 2021.

Melalui regulasi itu, pemerintah dapat menggunakan sisa penerbitan dana SBN pada 2020 untuk pembiayaan lanjutan program PC-PEN 2021. SBN yang dimaksud adalah surat utang negara dan atau surat berharga syariah negara dengan tujuan tertentu, yaitu untuk PC-PEN 2020. SBN dengan tujuan tertentu itu diterbitkan melalui skema berbagi beban antara pemerintah dan BI.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, postur APBN 2021 didesain fleksibel terhadap perubahan. Pemerintah telah menyusun skema dan payung hukum agar sisa anggaran PC-PEN 2020 dapat dialihkan ke tahun 2021. Sisa anggaran tetap akan dicairkan sepanjang triwulan I-2021 untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi. Adapun pada 2021, pemerintah mengalokasikan anggaran PC-PEN senilai Rp 356,5 triliun.