;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Kembali ke Level Pra-Pandemi pada 2021

02 Dec 2020

Laporan OECD menunjukkan bahwa produksi dunia pada tahun ini mengalami penurunan 4,2% karena terdampak aturan karantina (lockdown) yang diterapkan selama berbulan-bulan. Aturan tersebut memperlambat penyebaran virus corona, tetapi telah menganggu perekonomian global. OECD memprediksi ekonomi dunia pulih dengan tingkat pertumbuhan 4,2% pada 2021. Dia mengatakan bahwa dukungan akan membuahkan hasil yang baik dalam beberapa bulan mendatang. 

Tiongkok kemungkinan menjadi satu-satunya negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia yang lolos dari kontraksi tahun ini Negeri Tirai Bambu itu membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,8% dan diperkirakan melonjak 8,0% pada 2021.        Di sisi lain, ekonomi Amerika Serikat (AS) pada tahun ini akan berkontraksi sebesar 3,7% dan hanya tumbuh 3,2% pada 2021. Sementara itu, zona euro akan mengurangi kerugiannya setelah sempat kontraksi 7,5% pada 2020 dan diprediksi tumbuh 3,6% pada 2021. Jepang diperkirakan mengalami hal yang sama yakni kontraksi 5,3% pada 2020, kemudian diikuti dengan kenaikan 2,3% pada 2021. 

OECD pun mendesak pemerintah untuk memfokuskan upaya-upayanya pada barang dan jasa penting, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur fisik dan digital sebagai dasar untuk pertumbuhan. Mereka juga menyerukan tindakan tegas untuk membalikkan peningkatan kemiskinan dan ketidaksetaraan pendapatan dan kembali ke kerja sama internasional

Pasar Domestik Berpotensi Diserbu Barang Tiongkok

02 Dec 2020

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menuturkan, banjir produk impor Tiongkok membuat produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersungkur, sehingga defisit neraca dagang dengan Negeri Tirai Bambu itu makin lebar.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan, RCEP berpotensi mempercepat normalisasi arus perdagangan yang terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, Indonesia bisa lebih mudah mengundang masuk investasi dari negara-negara RCEP. Namun, untuk mendapat hasil positif dari perjanjian kerja sama ini, Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara anggota lain.

Pemerintah Indonesia, kata Shinta, perlu terus menerus memastikan iklim usaha di sektor-sektor tersebut tetap baik sehingga produktifivitas, efisiensi, dan keunggulan ekspor sektor tersebut bisa terus dipertahankan. Pada saat yang sama, RCEP menciptakan persaingan yang lebih tinggi bagi sektor telekomunikasi, teknologi informasi, dan sektor padat karya nasional seperti sektor garmen, sepatu, dan otomotif

China Temukan Lagi Jejak Virus pada Kemasan Produk

02 Dec 2020

Untuk ketiga kalinya, ditemukan jejak virus korona tipe baru pada kemasan dan produk perikanan yang dikirim dari Indonesia ke China. Indonesia perlu memastikan pengawasan ketat dari hulu ke hilir perikanan untuk memastikan produk yang diekspor memenuhi standar keamanan pangan.

Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM-KKP) Widodo Sumiyanto mengemukakan, investigasi tengah dilakukan menyusul temuan Otoritas Bea dan Cukai China (GACC).

Untuk mencegah kejadian berulang, tambah Widodo, pihaknya akan menerapkan pengawasan ketat hulu-hilir, mulai dari proses produksi penangkapan dan budidaya ikan, pengolahan, penyedia kemasan, hingga distribusi.  Langkah lain adalah mengevaluasi unit pengolahan ikan yang mengekspor ikan ke China.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum mampu mencegah (temuan korona tipe baru) secara paripurna. Akan tetapi, kami berupaya meningkatkan sistem pengawasan perikanan dari hulu-hilir. Seluruh pihak harus berkomitmen,” ujarnya, Selasa (1/12/2020).

Menurut data KKP, sampai dengan triwulan III-2020, hasil perikanan diekspor ke 149 negara sebanyak 921.265 ton dengan nilai 4,28 miliar dollar AS. Volume itu meningkat 6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, yakni 867.266 ton atau senilai 4,01 miliar dollar AS ke 158 negara tujuan ekspor.


Skema Penyelesaian Jiwasraya Potensial Ditolak Nasabah

02 Dec 2020

Rencana penyelesaian polis PT Asuransi Jiwasraya yang tertunggak pada nasabah produk saving plan telah disetujui Komisi VI DPR dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Senin (30/11). Berdasarkan kesepakatan itu, pembayaran cicilan polis yang direstrukturisasi mulai dari Juli hingga Oktober 2021.

Ketua Panitia Kerja Jiwasraya Komisi VI DPR Aria Bima mengatakan, opsi restrukturisasi polis memuat nilai nominal, jangka waktu cicilan, mekanisme pembayaran polis oleh IFG Life. “Opsi ada nominal dipotong nilai tunai (haircut), nominal tunai yang diterima, jangka waktu cicilan belum bisa disampaikan,” ujar Aria.

Untuk membayar cicilan, pada Maret sampai Juni 2021, IFG Life akan mendapat pendanaan penyertaan modal negara dengan total sekurang-kurangnya Rp 12 triliun. Setelah itu sejak Juli hingga Oktober 2021, pembayaran cicilan di muka dilakukan. Namun, nasabah menolak rencana restrukturisasi polis dengan skema cicilan hingga 15 tahun dan menolak restrukturisasi itu diselesaikan tanpa bunga dan dipotong nilai tunai.

 


Pendapatan Zoom Diproyeksikan Melesat 330% di Kuartal IV - 2020

02 Dec 2020

Salah satu penyedia layanan konferensi video yang meraup untung besar di kala pandemi adalah Zoom Video Communications Inc. Perusahaan ini memproyeksikan pendapatan pada kuartal IV yang akan berakhir pada Januari 2021 akan mencapai US$ 811 juta. Sedangkan rata-rata prediksi analisis hanya US$ 719 juta.

Proyeksi perusahaan itu meningkat 330% year on year (yoy), turun tipis dibanding pertumbuhan dua kuartal sebelumnya. Proyeksi penurunan pertumbuhan pendapatan itu dibanding dengan kuartal-kuartal sebelumnya memicu kekhawatiran investor, ledakan pengguna Zoom akibat pandemi mungkin akan segera berakhir. Walhasil harga saham perusahaan itu anjlok 5% pada perdagangan saham Senin (30/11).

Sepanjang tahun ini, saham Zoom telah melonjak tujuh kali lipat. Ini membuat sejumlah analis menilai harga saham Zoom sudah kemahalan. Perusahaan ini melaporkan margin kotor sebesar 68% pada kuartal III tahun fiskal 2019/2020, turun dari 72,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan margin disebabkan biaya layanan cloud publik untuk mendukung pengguna gratis.


Kolaborasi Pelindo 3-Himbara di Labuan Bajo

02 Dec 2020

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) bersama Bank BNI, Bank BRI dan Bank Mandiri melaksanakan penandatanganan Memorandum of Collaboration (MbC) tentang Kerja Sama Penyediaan Layanan Jasa Perbankan dan Pengembangan Terminal Multipurpose Labuan Bajo di Jakarta, Senin (30/11).

Dalam MbC tersebut disebutkan bahwa, para pihak sepakat ruang lingkup kerjasama meliputi melakukan pengembangan integrated e-gate system pada Terminal Multipurpose Labuan Bajo.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo yang memberi arahan dalam penandatangan tersebut menyatakan Terminal Multipurpose akan menjadi salah satu poin penting dalam mendukung Labuan Bajo sebagai salah satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) bersama dengan Mandalika, Danau Toba, Likupang, dan Borobudur. Pengembangan Kawasan Labuan Bajo juga dipersiapkan sebagai tuan rumah G20 dan ASEAN Summit.


Tiongkok, AS, dan India Masih Jadi Pangsa Ekspor Terbesar Sumut

02 Dec 2020

Sepanjang bulan Oktober 2020 negara Tiongkok, Amerika Serikat dan India masih merupakan pangsa ekspor terbesar Sumatera Utara, masing-masing sebesar 103,32 juta dolar AS ,86,86 juta dolar AS dan 57,95 juta dolar AS dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,19%. Hal itu diungkapkan Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Sumatera Utara Syech Suhaimi dalam live streaming, Selasa (1/12). 

Barang yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar Sumut Oktober 2020 terhadap September 2020 adalah golongan tembakau sebesar 15,43 juta dolar AS (118,19%). Menurut kelompok negara utama tujuan ekspor Oktober 2020, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai 272,02 juta dolar AS (35,29%).


Enam UMKM Raih Penghargaan Siddhakarya Tingkat Sumut

02 Dec 2020

Enam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menerima Penghargaan Produktivitas Siddhakarya Tingkat Provinsi Sumut 2020, Senin (30/11), di Le Polonia Hotel and Convention Medan. Empat di antaranya merupakan usaha kecil menerima kategori penghargaan 'Good Perfomance', dan dua usaha menengah menerima penghargaan kualifikasi 'Emerging Leader'.

Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan Bidang Kebijakan Publik Reyna Usman menjelaskan bahwa tujuan dari penganugerahan penghargaan melalui Kementerian Ketenagakerjaan adalah untuk memotivasi dunia usaha agar standard of excellence berlaku dan tetap dipertahankan oleh perusahaan dan membantu mereka mencapai kualifikasi usaha kelas dunia.

Untuk menentukan perusahaan yang berhak mendapatkan penghargaan produktivitas, Reyna menyebutkan ada delapan kriteria yang harus dipenuhi yakni kepemimpinan, perencanaan strategik, fokus pada pelanggan dan perluasan pasar, fokus pada pengembangan kompetensi SDM dan organisasi, data informasi dan analisa, manajemen proses, hasil usaha, dan produktivitas.


Industri Manufaktur, Reformasi Usai Tahun Pandemi

02 Dec 2020

Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan mengatakan kapasitas produksi industri manufaktur akan mulai benar-benar stabil pada pertengahan 2021, meski akan tetap bergantung dari perkembangan vaksinasi massal. Alhasil, target pertumbuhan industri manufaktur 3,95% pada 2021 kemungkinan akan tercapai jika pada kuartal I/2021 sudah ada vaksinasi massal yang berjalan sukses 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri pun meyakini tahun depan, seluruh sektor sudah bisa pulih. Namun, pekerjaan rumah untuk transformasi ekonomi melalui industri masih akan menjadi tantangan. Menurutnya, salah satunya terkait investasi. Faisal menyinggung upaya pemerintah untuk menarik sejumlah perusahaan dari China agar mau berpindah membangun pabriknya di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani sepakat tantangan penciptaan lapangan kerja, industrialisasi, dan peningkatan daya saing ekonomi saat ini terkait minimnya integrasi industri nasional dalam global supply and value chain, minimnya investasi untuk adopsi teknologi dan inovasi industri, serta rendahnya kualitas SDM akibat terbatasnya dana pelatihan dan pengembangan SDM.

Dari sisi investasi, sektor industri terbukti tidak terpengaruh oleh pandemi Covid-19. Per September 2020, tercatat masih terjadi kenaikan 37,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk tahun depan, serapan investasi diproyeksi mencapai Rp323,6 triliu

Peternakan Sapi, Populasi Ternak di Purwakarta Meningkat

02 Dec 2020

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, dari laporan yang diterimanya dari dinas terkait, populasi hewan ternak jenis sapi di wilayahnya meningkat tajam dalam kurun beberapa tahun terakhir. Hingga 2019 kemarin saja, kata dia, populasinya mencapai 15.000 ekor.  Menurut Anne, salah satu faktor pendongkrak populasi sapi ini, karena sejauh ini pihaknya terus mendorong para peternak sapi supaya lebih produktif lagi. Selain itu, peningkatan ini terjadi setelah digulirkannya program inseminasi buatan (IB) oleh pemerintah. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta, Buddy Supriyadi menambahkan, di wilayahnya ada beberapa daerah yang potensial untuk pengembangan ternak sapi. Di antaranya, Kecamatan Tegalwaru, Maniis, Sukasari, Campaka dan Kecamatan Cibatu. Buddy juga menambahkan, selain hewan ternak jenis sapi, domba dan hewan jenis kambing pun populasinya meningkat dari tahun ke tahun