Ekonomi
( 40460 )Jangan Lelah Lawan Korupsi
Sebagai anak muda yang bangga diikutsertakan pemerintah untuk mempelajari pemberantasan korupsi dan turut terlibat menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang KPK, saya menjawab mantap, yakin negeri ini akan lebih baik, lebih bersih, meskipun KKN belum sepenuhnya hilang. Indonesia akan terbebas dari KKN, mirip Singapura. Setidak-tidaknya lebih bersih, seperti Malaysia.
Komitmen penyelenggara negara, termasuk Presiden, untuk mendahulukan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi terus digaungkan. Upaya pelemahan terhadap KPK pun terus terjadi, hingga yang terakhir tahun lalu saat pemerintahan Presiden Joko Widodo berkompromi dengan wakil rakyat untuk mengubah UU KPK dan melahirkan UU Nomor 19 Tahun 2019.
Revisi terhadap UU KPK mengecewakan publik meskipun harus diakui pula, luas wilayah dan banyaknya penduduk di negeri ini di satu sisi menjadi kekuatan, tetapi di sisi lain membuat setiap upaya pencegahan pemberantasan korupsi tidak mudah.
Harus diakui, sampai hari ini sikap dan kemauan politik pemerintah di semua tingkatan, terutama Presiden, cenderung ”naik turun”. Akibatnya, kepercayaan diri masyarakat pada KPK juga pasang surut. Setelah sempat berada di titik nadir, gegara UU KPK yang diubah dan citra pimpinan KPK yang baru, saat-saat ini kepercayaan masyarakat pada badan antikorupsi itu tumbuh lagi karena penangkapan terhadap (mantan) Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang menyentak.
Lelah, jangan lelah Korupsi, yang berakar, antara lain, dari kolusi dan nepotisme, adalah penyakit yang membawa kesengsaraan rakyat, di mana pun belahan dunia. Untuk memberantas korupsi, apalagi yang sudah menjadi penyakit akut, seperti di Indonesia, dibutuhkan kesabaran. Itu pun tidak mungkin korupsi dikikis habis, tetapi hanya diminimalkan.
Ketidakpastian pencegahan dan pemberantasan korupsi di negeri ini karena tarik-menarik kepentingan membuat rakyat lelah. Tak sedikit warga yang akhirnya tidak menolak, pasrah, atau mencari cara pintas, termasuk dengan memberikan suap agar mendapatkan layanan publik yang baik, yang seharusnya menjadi haknya. Kita lelah melawan korupsi. Janganlah lelah melawan korupsi.
Aparat Ungkap Penyelundupan Benih Lobster di Batam
Aparat gabungan mengungkap penyelundupan benih lobster atau benur senilai Rp 4,3 miliar di Batam, Kepulauan Riau. Tiga pelaku yang menumpang Kapal Motor Kelud dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, berencana menyelundupkan 42.500 benur ke Vietnam melalui Singapura.
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam Susila Brata, menyatakan, pengungkapan berawal dari laporan warga bahwa ada tiga penumpang KM Kelud membawa benur. Mereka berangkat dari Jakarta, hari Jumat (4/12/2020), dan tiba di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Minggu (6/12) pukul 08.30.
Berdasarkan informasi itu, petugas Bea dan Cukai Batam berkoordinasi dengan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) untuk memeriksa barang bawaan penumpang KM Kelud. “Ditemukan tiga karung baju yang dicampur bungkusan plastik berisi benih lobster,” kata Susila, Minggu.
Ia menuturkan, total ditemukan 157 plastik berisi benur yang terdiri dari 152 kantong benur jenis pasir dan 5 kantong benur jenis mutiara. Setelah dihitung, diketahui jumlah benur jenis pasir 41.500 ekor dan benur jenis mutiara 1.000 ekor.
Kepala BKIPM Kelas I Batam Agung Gede mengatakan, harga benur jenis pasir sekitar Rp 100.000 per ekor. Adapun harga satu benur jenis mutiara ditaksir Rp 150.000. Maka, nilai dari 42.500 benur selundupan itu apabila ditotal mencapai Rp 4,3 miliar.
Kelangkaan Kontainer Hambat Ekspor Impor
Ketua Umum Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi
Indonesia (Perprindo), Iffan Suryanto Muslim memaparkan, saat ini terjadi
kelangkaan kontainer yang membuat biaya impor meningkat tiga sampai lima kali
lipat. Ada sekitar 3 juta unit air conditioner (AC) yang diimpor. “Kuota impor
AC dibatasi dan kelangkaan kontainer untuk impor membuat harga AC naik 7%,”
ungkap dia kepada KONTAN, Minggu (6/12).
PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) juga mengalami kendala serupa. Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager SEID mengatakan, ada hambatan impor akibat kelangkaan kontainer di pelabuhan. “Harga AC naik 7% karena biaya kontainer naik 5 kali lipat akibat kelangkaan kontainer di sana. Estimasinya, harga pasar akan naik 7% sampai 10%,” kata Andry, Selama ini, SEID mengimpor 100% produk AC.
Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki), Abdul Sobur memaparkan, dari total 10 - 15 kontainer per minggu yang dibutuhkan, hanya 5-6 kontainer saja yang tersedia. Untuk eksportir besar, dari kebutuhan 100 kontainer per minggu hanya bisa mendapatkan 25-50 kontainer.
Komoditas Perkebunan, Harga CPO Tersengat Pungutan Ekspor
Direktur Godrej International
Ltd. Dorab Mistry mengatakan,
prospek permintaan dan
penawaran CPO akan sangat
menanjak dalam jangka pendek. Dia pun melihat peluang
harga CPO bisa menguat
hingga ke level 4.000 ringgit
per ton pada Januari 2021.
Adapun, pada perdagangan
Jumat (4/12) hingga pukul
16.44 WIB harga CPO kontrak
Februari 2021 berada di posisi
3.441 ringgit per ton atau
naik 3,27%. Sepanjang tahun
berjalan 2020, harga CPO telah
naik 36,72%.
Kepala LMC International James Fry mengatakan, kenaikan harga minyak nabati, termasuk minyak sawit, akan ber tahan hingga kuartal II/2021. Sebelumnya, Kementerian Keuangan menetapkan pungutan ekspor CPO secara progresif atau melalui skema pungutan berdasarkan layer atau lapisan harga CPO yang berlaku mulai 10 Desember 2020. Pungutan ekspor CPO ditetapkan senilai US$55 per ton ketika harga komoditas tersebut berada di bawah US$670 per ton. Besaran pungutan baru akan naik US$5 untuk kenaikan pada lapisan pertama lalu naik US$15 untuk setiap kenaikan harga CPO sebesar US$25 per ton.
Kinerja Industri Manufaktur, Arus Logistik Berpotensi Ganggu Pemulihan
Himpunan Industri Mebel dan
Kerajinan Indonesia (HIMKI) mendata
saat ini ada sekitar 1 juta kargo
yang tertumpuk di pelabuhan transit
Singapura. Sementara itu, ribuan
kontainer ekspor saat ini masih
tertahan antara di gudang industri
atau pelabuhan lokal.
Gabungan Pengusaha Ekspor
Indonesia (GPEI) memberikan contoh
bahwa saat ini sekitar 2.000 kontainer
milik PT Wilmar Nabati Indonesia
menumpuk di gudang industri Wilmar.
Pasalnya, saat ini pelabuhan hanya
mampu menghafalkan sekitar 30-40
persen dari kapasitas biasanya.
Dengan kata lain, hanya 30%—40%
hasil produksi yang dapat dikirimkan
ke konsumen global. Sementara itu,
sekitar 60%—70% hasil produksi
sejak September 2020 berpotensi
bertumpuk dan menahan perbaikan utilisasi industri furnitur nasional.
Ketua Umum Asosiasi Aneka
Keramik Indonesia (Asaki) Edy
Suyanto menyatakan kinerja ekspor
industri keramik diprediksi belum
terganggu.
Dengan kata lain, negara utama
tujuan ekspor industri keramik tidak
harus melewati Singapura maupun
Tanjung Pelepas lantaran tidak
membutuhkan fasilitas kapal mother
vessel. Pasalnya, mayoritas negara
tujuan industri keramik masih berada
di Asia Tenggara dan Asia Timur.
Edy meramalkan pertumbuhan
ekspor industri keramik sepanjang
2020 dapat mencapai 30%—35%
secara tahunan.
Start Up Jasa Bersihkan Rumah
Perusahaan start up PT Jasapedia Universal Indonesia terus melakukan inovasi dalam mengembangkan produk aplikasi Rewang dengan meluncurkan fitur Resikan.
“Fitur layanan Resikin ini adalah layanan permintaan atau pesanan jasa bersih-bersih rumah, kendaraan, hingga serangga, “ kata Melita Irawan, Business Development Rewang di Surabaya, Jumat (4/12).
Sebelumnya, aplikasi Rewang ini memberi layanan jasa SDM (Sumber Daya Manusia) Asisten Rumah Tangga (ART). Yaitu mempermudah mereka yang membutuhkkan jasa ART atau mencari pekerjaan sebagai ART profesional.
Dan kemudian permintaan meningkat dengan adanya kebutuhan jasa ART yang hanya melakukan bersih-bersih rumah, kendaraan, atau pembersihan serangga saja, tanpa tinggal di rumah.
Dia menuturkan dari bulan ke bulan permintaan ART terus meningkat baik dari Surabaya bahkan Jakarta. Di Surabaya, rata-rata gaji yang ditawarkan pemesan di kisaran Rp 1,6 juta hingga lebih dan Rp 2 juta per bulan. Sedang di Jakarta, rata-rata gaji yang ditawarkan pemesan sudah di atas Rp 2 juta per bulan.
Bisnis Bangke Vespa Bisa Hasilkan Puluhan Juta
Bentuknya yang unik menjadi salah satu faktor menjadikan harga Vespa mahal. Bahkan rasa ingin memiliki lebih ketika sudah memiliki satu unit menjadi salah satu faktor Vespa tetap booming dari tahun ke tahun.
“Vespa merupakan scooter keluaran Italia dan yang pasti menjadi barang tua dan langka. Karena langka Vespa saat ini dan semakin banyak yang minat membeli Vespa, “ kata dia saat berbincang dengan detikcom, Kamis (3/12).
Dia mengaku cuan dari penjualan Vespa bisa mencapai puluhan juta mencontahkan, dirinya pernah membeli Vespa special 90 atau terkenal dengan PTS seharga 2,5 juta pada tahun 2008. Vespa tersebut dalam keadaan yang tidak normal atau dikenal dengan istilah bahan alias 'bangke'.
Vespa 'bangke' ini lalu direstorasi kembali untuk terlihat seperti original keluaran pabrik. Biaya yang dikeluarkan tidak menentu tergantung jenis Vespa dan tingkat kerusakan dari Vespa bahan itu sendiri.
Gunadi, salah satu pemilik bengkel restorasi Vespa mengungkapkan besaran modalnya variatif. Untuk yang paling murah, Gunadi mengatakan saat ini adalah membeli Vespa jenis PX yaitu modelnya berkisar antara Rp 3 juta sampai Rp 5 juta rupiah. Sementara untuk Vespa lambretta, Bagol mengatakan harga bahannya saja berkisar antara Rp 30 juta sampai Rp 60 juta tergantung tipenya.
Lebih lanjut mengungkapkan, faktor utama yang membuat harga Vespa semakin melambung adalah bentuknya yang unik, tidak diproduksi lagi, hingga beberapa spare partnya dari impor.
Tahun Depan BP Indonesia Buka 35 Jaringan SPBU
Presiden Direktur BP-AKR Peter Molloy mengatakan bahwa pandemi Covid-19 tidak berdampak negatif terhadap program investasi perseroan. Sejumlah program investasi untuk tahun ini pun masih akan tetap berjalan.
“Tahun depan kami berencana memiliki 35 jaringan SPBU. Selain itu kami telah merencanakan operasional SPBU mini sehingga dapat diperkenalkan tahun depan. Dengan demikian, kami berharap volume penjualan kami juga akan bertambah, “ kata dia, seperti yang dilansir Bisnis, Minggu (6/12).
Adapun, sepanjang 2020, perusahaan patungan antara BP Indonesia dengan PT AKR Corporindo Tbk, itu telah membuka sebanyak 16 SPBU dengan sebaran 12 SPBU di Jabodetabek dan 4 SPBU di Surabaya. BP-AKA telah melibatkan hampir 400 orang dalam bisnis SPBU tersebut.
“Maka dari itu, dengan memperluas jaringan kami di tahun depan, kami akan memperkerjakan hampir 1.000 orang,” ungkapnya.
Penyelesaian Jiwasraya Menyeret BUMN Lain
Skema penyelesaian asuransi jiwasraya yang sudah disepakati pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggunakan uang negara APBN. Pemerintah menyiapkan dana Rp 22 triliun dari APBN secara bertahap hingga 2022.
Perusahaan BUMN lain juga harus ikut gotong royong menolong jiwasraya. Misal PT Taspen yang akan menyerap surat utang PT IFG, perusahaan induk holding asuransi sebesar Rp 10 trilliun. Ditambah dividen empat BUMN lain yakni Jasa Raharja, Askrindo, jamkrindo dan Jasindo, juga diminta mendukung permodalan IFG sebesar Rp 4,7 triliun.
Alhasil, dari seluruh sumber pendanaan, baik dari PMN, surat utang IFG, dan fund rising, IFG akan mengucurkan setoran modal ke IFG Life senilai Rp 26,7 triliun.
Adapun uang negara baru bisa tergantikan saat mendapatkan hasil penyitaan aset terpidana kasus Jiwasraya. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memutuskan penyitaan aset terpidana yang nilainya mencapai Rp 18,46 triliun. Jika aset ini tidak berhasil disita, uang negara menjadi korban dari kasus jiwasraya.
Mencermati Efek Merger Gojek dan Grab
Dua perusahaan super app, yakni Grab asal Singapura dan Gojek asal Indonesia disebut-sebut sudah mencapai titik temu untuk melaksanakan merger. Jika merger terwujud, aset kedua perusahaan decacorn itu bisa mencapai USS 24 miliar atau Rp 336 triliun (kurs Rp 14.000 per dollar AS).
Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita menyebutkan, pihaknya tak dapat menanggapi isu merger antara Gojek dan Grab seperti beredar di pasar dan berbagai media massa.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menilai, wacana merger antara Grab dan Gojek dapat menguntungkan karena masing-masing perusahaan memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Masing-masing kelebihan bisa digabungkan, imbuh dia.
Selain itu, apabila merger berhasil, Grab maupun Gojek bisa ekspansi di segmen dompet digital yang mengarah pada pengembangan ekosistem fintech di masa mendatang, Ini mengingat Grab mengusung Ovo, sementara Gojek memiliki Gopay sebagai penyedia dompet digital di masing-masing aplikasi.
Terlepas dari itu, rencana merger antara Grab dan Gojek juga dapat mengancam iklim transportasi online di Indonesia. Sebab, tanpa ada merger pun, Grab dan Gojek sudah dominan di bisnis transportasi online nasional. Jika rencana itu terealisasi, bukan tak mungkin muncul persaingan tidak sehat akibat bisnis yang terkesan dimonopoli.
Pengamat Transportasi dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno minta pemerintah berperan mengawasi kinerja Grab dan Gojek, terutama saat keduanya merger.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









