;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Kinerja Perusahaan Pembiayaan, Segmen Mobil Bekas Melaju

10 Dec 2020

Pembiayaan segmen mobil bekas secara bulanan menunjukkan tren kenaikan selama 2 bulan terakhir saat segmen kendaraan lainnya masih melanjutkan tren koreksi. Hal itu menjadi kontras dengan kondisi yang dialami oleh segmen motor baru dan bekas serta mobil baru yang kinerjanya masih tertekan. Secara bulanan segmen motor baru dan mobil baru kompak terkoreksi masing-masing sebesar 2,96% dan 2,59%.

Untuk segmen motor bekas koreksinya sebesar 1,94%, sedangkan pembiayaan mobil bekas menyentuh 3,88% secara bulanan, namun belum mampu mengangkat piutang pembiayaan secara total sehingga secara bulanan masih terkontraksi 1,51%. Dengan kata lain, pangsa pasar pembiayaan mobil baru kini tergerus segmen mobil bekas. Pergerakan konsumen pembeli mobil baru pun hanya berani mengambil tenor pendek akibat faktor ketidakpastian ekonomi.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan roda dua baru tak pernah naik lagi sejak Juni 2020, sedangkan pada segmen roda empat baru tak pernah naik lagi sejak Februari 2020. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan tren peningkatan konsumsi mobil bekas masih akan terjadi hingga 2021 seiring menurunnya daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pilihan jatuh kepada mobil bekas.

Masyarakat membutuhkan moda transportasi yang aman dalam bepergian, akan tetapi transportasi umum dinilai masih memiliki risiko karena diisi oleh banyak orang, sehingga pilihan jatuh ke kendaraan pribadi khususnya mobil bekas yang lebih terjangkau. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyebut loyonya kinerja penjualan otomotif pada periode Oktober merupakan dampak wacana pemberian insentif pajak yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan. Portofolio kendaraan bekas yang meningkat ini pun merupakan cerminan atas dampak adanya kepastian kebijakan tersebut, yang diproyeksi bakal berdampak pada harga kendaraan bekas.

Direktur Utama PT Mandiri Utama FInance (MUF) Stanley Setia Atmadja mengungkap bahwa pembiayaan baru MUF di sektor otomotif mulai tumbuh setiap bulan sejak Juni 2020 hingga November 2020. Total nilai penyaluran baru roda empat Oktober itu sekitar Rp 447 miliar, November naik ke Rp 535 miliar, dengan komposisi yang bekas menopang sekitar 40%. Direktur Keuangan PT BFI Finance Indonesia Tbk., Sudjono menyebut pangsa pembiayaan mobil bekas menjadi salah satu lini bisnis utamanya. Pada kuartal III/2020, portofolio piutang pembiayaan BFI Finance senilai Rp 13,52 triliun memang didominasi oleh pembiayaan mobil bekas sebesar 71,2%. 

Layanan PLN di Bekasi, Sambung Asa di Tambak Udang

10 Dec 2020

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melakukan penyambungan jaringan listrik baru untuk memastikan suplai energi guna mendukung kegiatan operasional tambak udang di Shrimp Breeding Center. Pemilik Shrimp Breeding Center, Ikhsan mengatakan mulanya tambak udang miliknya itu disambung dengan daya 33 kilo Volt Ampere (kVA). Namun, seiring dengan melonjaknya permintaan pasar, kapasitas daya listriknya tak mencukupi. Sehingga diperlukan listrik lagi sebesar 66 kVA, jadi total menjadi 99 kVA.

Shrimp Breeding Center merupakan tambak udang ke-10 di wilayah PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bekasi yang melakukan penambahan daya listrik karena peningkatan aktivitas produksi. Dengan adanya listrik, biaya produksi akan lebih hemat, efektif dan efisien, jika dibanding harus membeli solar, dikarenakan apabila menggunakan genset paling lama hanya bertahan 6 jam. Masih ada potensi 1.000 hektare atau sekitar 7.000 kolam yang belum menggunakan listrik dalam produksi tambak udang di Bekasi.

Manager PLN UP3 Bekasi, Ririn Rachmawardini mengatakan untuk melayani kebutuhan para pengusaha tambak udang tersebut, PLN telah membangun 1.950 meter jaringan listrik tegangan menengah (20 kV) dan tiga buah gardu distribusi dengan total kapasitas 510 kVA. Selain usaha tambak udang, berdasarkan data PLN UP3 Bekasi, lonjakan permintaan akan listrik juga datang dari fasilitas layanan kesehatan. Pengajuan pasang baru untuk fasilitas kesehatan itu lokasinya tersebar mulai dari Bekasi Kota, Babelan, Bantargebang, Medan Satria dan Mustika Jaya dengan total kebutuhan daya mencapai 1.243,5 kVA. 

PLN Bekasi bangga bisa berkontribusi dengan melayani masyarakat termasuk puskesmas, RS dan petambak udang untuk kembali bangkit di tengah pandemi Covid-19. Sampai dengan Oktober 2020, PLN UP3 Bekasi mengelola lebih dari 911.000 pelanggan dengan daya kontrak sebesar 1.952,2 Mega Volt Ampere (MVA). Dengan proyeksi pertumbuhan pelanggan sekitar 35.000 per tahun, diperkirakan jumlahnya akan mencapai 1,1 juta pelanggan pada 2025. Adapun, daya kontrak diprediksi tumbuh 160.000-180.000 per tahun yang selanjutnya pada 2025 akan menyentuh angka 2.866 MVA.

Kemenperin Terus Perkuat Industri Halal Agar Jago di Kancah Global

10 Dec 2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memperkuat struktur industri, termasuk industri halal di Tanah Air untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor, serta mampu bersaing di kancah global.

“Upaya tersebut sebagaimana yang tercantum dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia Tahun 2019-2024,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses industri Internasional (KPAII) Kemenperin Dody Widodo di Jakarta, Rabu (9/12).

Menurutnya, di dalam kawasan industri halal tersebut, seluruh layanan yang berhubungan dengan kehalalan produk berada dalam satu atap atau one stop service, termasuk laboratorium dan lembaga pemeriksa halal (LPH).

Potensi meningkatnya permintaan produk halal dalam negeri maupun luar negeri, kata dia, selain bisa menjadikan Indonesia sebagai regional and global halal hub untuk produksi dan perdagangan halal, juga mendorong kebutuhan terhadap logistik halal.

Berdasarkan The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2020/2021, Indonesia berhasil naik ke peringkat 4 pada tahun ini, dibandingkan 2019 yang ada di posisi ke-5 dan 2018 di peringkat 10. Sedangkan dilihat dari nilai ekspor, Indonesia menempati urutan ke-4 yang mencapai 21,588 miliar dolar AS.


Batu Bara Bantu Dongkrak Ekspor Kalsel

10 Dec 2020

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel telah merilis nilai ekspor dan impor selama Oktober 2020, nilai ekspor Kalsel pada Oktober 2020 tercatat USD 352,63 juta. Naik 7,34 persen dibandingkan September 2020 yang hanya USD 328,52 juta. Sedangkan, nilai impor mengalami penurunan sebesar 15,59 persen. Dari USD 39,75 juta menjadi USD 33,56 juta.

Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud mengatakan, nilai ekspor Banua meningkat lantaran kontribusi kelompok barang utama penyumbang ekspor, yakni bahan bakar mineral mengalami kenaikan.

“Kelompok ini nilai ekspornya naik 10,47 persen. Yakni, dari USD 234,29 juta pada bulan September menjadi USD 258,66 juta di bulan Oktober, “ jelasnya di Kanal Youtube BPS Kalsel

Dia menyampaikan, kelompok bahan bakar mineral cukup mempengaruhi nilai ekspor Kalsel, karena selama ini memberikan kontribusi paling besar, 73,35 persen. “Diurutan kedua ada kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati yang menyumbangkan ekspor USD 42,66 juta. Kontribusinya 12,10 persen, “ ucapnya.

Sementara itu, untuk perkembangan impor, Edy menuturkan, ada tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi pada bulan Oktober. Yakni, bahan bakar mineral sebesar USD 25.59 juta; mesin-mesin/pesawat mekanik, USD 7,03 juta dan kelompok bahan kimia organik sebesar USD 0,26 juta.

Dari data-data nilai eskpor dan impor, dia menuturkan, neraca perdagangan ekspor impor Kalsel ada Oktober 2020 menunjukkan nilai yang positif. Yakni, surplus sebesar USD 319,07 juta.


Omnibus Law RUU Sektor Keuangan Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan

08 Dec 2020

Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung menilai, pembahasan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Sektor Keuangan dapat memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional. Juda mengatakan, sektor keuangan mengalami perkembangan cukup pesat apalagi adanya kemajuan adopsi digitalisasi. Sehingga dalam implementasinya membutuhkan payung hukum untuk mengawal perkembangannya.

Adapun dalam draf omnibus law RUU Sektor Keuangan telah dimasukkan dalam Prolegnas 2021. Dalam draf disebutkan penguatan koordinasi dan penataan kewenangan antarlembaga meliputi pembentukan forum pengawasan perbankan terpadu, penataan kewenangan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjaminan Simpanan yang diberikan mandat sebagai risk minimizer, dalam menangani masalah perbankan yang mengancam stabilitas sistem keuangan. Adapun tugas Bank Indonesia tercantum dalam pasal 70, disebutkan selain kewenangan BI yang diatur dalam Undang Undang, Bank Indonesia juga berwenang untuk melakukan pembelian surat berharga negara yang dimiliki LPS untuk antisipasi dan pemenuhan kebutuhan likuiditas dalam penanganan permasalahan bank.

Induk Japfa Comfeed Lepas 80% Saham Greenfields Dairy ke TPG dan North Star

08 Dec 2020

Japfa Ltd, induk usaha PT Japfa Comfeed Indonesia tbk (JPFA) bersiap melepas 80% saham greenfields Dairy Singapore Pte ltd kepada TPG dan Northstar Group. Nilai transaksi penjualan saham tersebut mencapai US$ 236 juta dimana alur transaksinya adalah Japfa akan melepas terlebih dahulu 100% saham Greenfields Dairy kepada perusahaan patungan yang khusus didirikan untuk menguasai saham Greenfields, yakni Freshness Ltd. Nilai transaksi pelepasan saham ini mencapai US$ 295 juta, yang terdiri atas dua komponen, yakni uang tunai US$ 236 juta dan 20% saham pada Freshness Ltd. 

CEO Japfa Tan Yong Nang mengatakan, bisnis susu perseroan telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir di Tiongkok dan Asia Tenggara. Pihaknya mengapresiasi kemitraan strategis yang terjalin dengan TPG dan Northstar Group. Aksi ini diharapakan dapat mempercepat pertumbuhan Greenfields di Asia Tenggara ke depan. “Dengan mempertahankan 20% saham di bisnis Asia Tenggara ini, Japfa dapat meraih potensi keuntungan yang meningkat,” jelas dia dalam keterangan resmi di Bursa Efek Singapura (SGX), Senin (7/12).

Managing Director TPG Capital Asia David Tan mengatakan, investasi di Greenfields merupakan investasi ketiga perusahaan di sektor susu. Pihaknya berharap dapat melakukan investasi lainnya di Indonesia. Perseroan optimistis kualitas produk Greenfields akan terus tumbuh dan menarik minat konsumen. Sementara itu, Co-Chief Investment Officer Northstar Group Sunata Tjiterosampurno mengatakan, perusahaan yakin tren peningkatan konsumsi susu akan berlanjut di Asia Tenggara lantaran masyarakat semakin fokus terhadap kesehatan.  

BEI Soft Launching Dua Produk Baru Derivatif

08 Dec 2020

Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar soft launching IDX30 Futures dan Basket Bond Futures. Kedua produk derivatif ini ditargetkan memberikan lindung nilai dan return yang sesuai dengan kebutuhan investor. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono W Widodo mengatakan, produk IDX30 Futures merupakan kontrak berjangka yang terdiri atas indeks efek IDX30. Sedangkan Basket Bond Futures adalah sekumpulan surat utang negara. Kedua produk tersebut merupakan produk derivatif yang dapat digunakan sebagai sarana lindung nilai oleh investor. Menurut Laksono, IDX30 futures dan Basket Bond Futures ditujukan untuk investor institusi yang mempunyai pengetahuan advance tentang pasar.

Adapaun tantangan utama bursa dalam soft launching kedua produk ini adalah membangun pasar yang belum terbentuk, mulai dari menambah jumlah investor kontrak berjangka yang jumlahnya masih sangat minim, hingga membangun kapasitas AB yang masih kurang pengalaman di pasar derivatif.

Peluncuran kedua produk tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia, sehingga mendukung peningkatan nilai transaksi, jumlah investor dan peningkatan daya tahan industri pasar modal terhadap fluktuasi pasar global di masa depan

1,2 Vaksin Tiba, Sulsel Butuh Cold Room

08 Dec 2020

Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin untuk Covid-19 dari Sinovac telah tiba di tanah air, Senin (7/12/2020) dini hari. Vaksin disimpan di Bio Farma Bandung.

Kepala Dinas Kesehatan sulawesi Selatan (Kadinkes Sulsel) dr Muhammad Ichsan Mustari MHM saat dikonfirmasi menjelaskan masih belum ada penjelasan detail terkait pembagian vaksin hingga program pemberiannya ke warga Sulsel.

Saat ini, Ichsan menyebutkan, untuk fasilitas penyimpanan vaksin, Provinsi Sulawesi Selatan masih membutuhkan ruang tambahan. “Sulsel baru memiliki satu buah cold room storage yang dapat digunakan. Kita masih butuh satu cold room lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kadinkes Sulsel Muhammad Ichsan Mustari kehadiran vaksin tersebut belum bisa langsung digunakan. Di antaranya, menunggu Use Emergency Authorized atau Otorisasi Penggunaan Darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Setelah itu penyediaan cold storage atau ruangan khusus untuk vaksin dalam jumlah besar, hingga menetapkan jumlah vaksin yang diberikan bagi setiap daerah melalui jalur subsidi maupun jalur mandiri.

Ichsan melanjutkan, mengenai prioritas pemberian vaksin berdasarkan peraturan yang ditetapkan Yakni pertama medis dan paramedis, pelayanan publik, TNI dan Polri, serta seluruh tenaga pendidik.

 


Produktivitas Pertanian, Petani Garam Beralih ke Bawang

08 Dec 2020

Petani garam di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terpaksa beralih pekerjaan menjadi petani bawang selama musim penghujan. Musim hujan akan merusak semua proses produksi dari laut hingga menjadi garam. Di kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, sebagian para petani garam pada musim penghujan ini lebih memilih menjadi petani bawang. Selama musim kemarau, hasil pendapatan dari garam mereka kumpulkan untuk modal menanam bawang.

Lahan yang digunakan untuk menanam bawang merah, yakni berada di sekitar lahan tambak garam di desa tersebut. Sebaliknya, lahan pertanian bawang mengganggur selama musim kemarau. Lahan tambak garam tidak bisa digunakan untuk menanam bawang karena perlu pemadatan dan membutuhkan biaya produksi.

Keuntungan dari menanam bawang jauh lebih tinggi dibandingkan garam. Namun begitu, risiko gagal panen pun sangat tinggi, mulai dari diserang sampai persaingan harga dengan bawang impor. Untuk produksi bawang di lahan satu hektare, harus disiapkan modal sekiranya Rp40 sampai juta. Kebutuhan tersebut digunakan sebagai penanaman hingga sewa lahan.

Saat ini, para petani di desa tersebut pun baru mempersiapkan lahan bawang mereka dengan cara mencangkul dan membuat wadah besar menampung air hujan. Satu petani bawang rata-rata menanam bawang  di lahan seperempat hektare atau setengah hektare, dikarenakan modal bibit bawang yang cukup besar yang mencapai Rp40 ribu perkilogram.

Usaha Rintisan, Pemodal Rajin Guyur Tekfin

08 Dec 2020

Hadirnya bisnis teknologi finansial (tekfin) telah menawarkan cakrawala baru di industri keuangan Indonesia. Perusahaan rintisan (startupfinancial technology atau fintech menjadi salah satu sektor yang dilirik investor, terlebih saat pandemi corona atau Covid-19. Meski persaingan di bisnis tersebut ketat, potensi konsolidasi hingga merger dengan sektor tersebut masih terbuka. Laporan Google, Temasek, Bain and Company dalam e-Conomy 2020 menunjukkan pendanaan untuk startup fintech di kawasan Asia Tenggara meningkat pada 2019 mencapai US$ 1,7 miliar.

 Asosiasi Modal Ventura Indonesia (Amvesindo) juga mencatatkan data serupa. Amvesindo mencatat sebanyak 25% dari 32 perusahaan rintisan yang meraih pendanaan per kuartal II/2020 merupakan fintech. Managing Partner Kejora Ventures Eri Reksoprodjo mengatakan startup keuangan menjadi alternatif investasi yang menarik, termasuk dalam bentuk equity investment atau menjadi pemegang saham. Potensi ini seiring investor masih melihat financial gap di Indonesia.

Untuk itu, salah satu strategi yang terpenting agar fintech sektor keuangan dapat sukses adalah menerapkan strategi kolaborasi partnership atau masuk ke dalam ekosistem bisnis tersebut. Kendati begitu, investor juga akan lebih berhati-hati dalam memberikan suntikan modal. Namun, potensi startup, khususnya di Indonesia dinilai masih sangat besar. 

CEO Mandiri Capital Indonesia (MCI) Eddi Danusaputro menilai bahwa sektor fintech masih diminati. MCI saat ini telah memberikan  suntikan modal kepada 13 perusahaan rintisan yang seluruhnya di sektor fintech. Adapun, beberapa portofolio fintech yang telah menerima pendanaan dari MCI meliputi Amartha, Investree, Moka, Mekari, Privy ID dan Cashlez. Nama-nama tersebut merupakan nama yang sudah terbukti valuasi naik terus tiap tahun. Paling tidak 1 tahun ada tiga fintech yang diincar.