;

Kinerja Industri Manufaktur, Arus Logistik Berpotensi Ganggu Pemulihan

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 07 Dec 2020 Bisnis Indonesia
Kinerja Industri Manufaktur, Arus Logistik Berpotensi Ganggu Pemulihan

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mendata saat ini ada sekitar 1 juta kargo yang tertumpuk di pelabuhan transit Singapura. Sementara itu, ribuan kontainer ekspor saat ini masih tertahan antara di gudang industri atau pelabuhan lokal.

Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) memberikan contoh bahwa saat ini sekitar 2.000 kontainer milik PT Wilmar Nabati Indonesia menumpuk di gudang industri Wilmar. Pasalnya, saat ini pelabuhan hanya mampu menghafalkan sekitar 30-40 persen dari kapasitas biasanya. Dengan kata lain, hanya 30%—40% hasil produksi yang dapat dikirimkan ke konsumen global. Sementara itu, sekitar 60%—70% hasil produksi sejak September 2020 berpotensi bertumpuk dan menahan perbaikan utilisasi industri furnitur nasional.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menyatakan kinerja ekspor industri keramik diprediksi belum terganggu. Dengan kata lain, negara utama tujuan ekspor industri keramik tidak harus melewati Singapura maupun Tanjung Pelepas lantaran tidak membutuhkan fasilitas kapal mother vessel. Pasalnya, mayoritas negara tujuan industri keramik masih berada di Asia Tenggara dan Asia Timur. Edy meramalkan pertumbuhan ekspor industri keramik sepanjang 2020 dapat mencapai 30%—35% secara tahunan.

Tags :
#Manufaktur
Download Aplikasi Labirin :