;

Komoditas Perkebunan, Harga CPO Tersengat Pungutan Ekspor

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 07 Dec 2020 Bisnis Indonesia
Komoditas Perkebunan, Harga CPO Tersengat Pungutan Ekspor

Direktur Godrej International Ltd. Dorab Mistry mengatakan, prospek permintaan dan penawaran CPO akan sangat menanjak dalam jangka pendek. Dia pun melihat peluang harga CPO bisa menguat hingga ke level 4.000 ringgit per ton pada Januari 2021. Adapun, pada perdagangan Jumat (4/12) hingga pukul 16.44 WIB harga CPO kontrak Februari 2021 berada di posisi 3.441 ringgit per ton atau naik 3,27%. Sepanjang tahun berjalan 2020, harga CPO telah naik 36,72%.

Kepala LMC International James Fry mengatakan, kenaikan harga minyak nabati, termasuk minyak sawit, akan ber tahan hingga kuartal II/2021. Sebelumnya, Kementerian Keuangan menetapkan pungutan ekspor CPO secara progresif atau melalui skema pungutan berdasarkan layer atau lapisan harga CPO yang berlaku mulai 10 Desember 2020. Pungutan ekspor CPO ditetapkan senilai US$55 per ton ketika harga komoditas tersebut berada di bawah US$670 per ton. Besaran pungutan baru akan naik US$5 untuk kenaikan pada lapisan pertama lalu naik US$15 untuk setiap kenaikan harga CPO sebesar US$25 per ton. 

Tags :
#Perkebunan
Download Aplikasi Labirin :