Pasar Domestik Berpotensi Diserbu Barang Tiongkok
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf
Rendy Manilet menuturkan, banjir
produk impor Tiongkok membuat
produk-produk usaha mikro, kecil,
dan menengah (UMKM) tersungkur,
sehingga defisit neraca dagang dengan
Negeri Tirai Bambu itu makin lebar.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum
Kamar Dagang dan Industri (Kadin)
Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan,
RCEP berpotensi mempercepat
normalisasi arus perdagangan yang
terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, Indonesia bisa lebih mudah
mengundang masuk investasi dari
negara-negara RCEP. Namun, untuk
mendapat hasil positif dari perjanjian
kerja sama ini, Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara
anggota lain.
Pemerintah Indonesia, kata Shinta,
perlu terus menerus memastikan
iklim usaha di sektor-sektor tersebut
tetap baik sehingga produktifivitas,
efisiensi, dan keunggulan ekspor
sektor tersebut bisa terus dipertahankan. Pada saat yang sama, RCEP
menciptakan persaingan yang lebih
tinggi bagi sektor telekomunikasi,
teknologi informasi, dan sektor padat karya nasional seperti sektor
garmen, sepatu, dan otomotif
Postingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023