Industri Manufaktur, Reformasi Usai Tahun Pandemi
Ekonom Centre for Strategic
and International Studies (CSIS)
Indonesia Fajar B. Hirawan
mengatakan kapasitas produksi
industri manufaktur akan mulai
benar-benar stabil pada pertengahan 2021, meski akan tetap
bergantung dari perkembangan
vaksinasi massal. Alhasil, target
pertumbuhan industri manufaktur 3,95% pada 2021 kemungkinan akan tercapai jika
pada kuartal I/2021 sudah ada
vaksinasi massal yang berjalan
sukses
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri pun
meyakini tahun depan, seluruh
sektor sudah bisa pulih. Namun, pekerjaan rumah untuk
transformasi ekonomi melalui
industri masih akan menjadi
tantangan.
Menurutnya, salah satunya
terkait investasi. Faisal menyinggung upaya pemerintah
untuk menarik sejumlah perusahaan dari China agar mau
berpindah membangun pabriknya di Indonesia.
Sementara itu, Wakil Ketua
Umum Asosiasi Pengusaha
Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani sepakat tantangan penciptaan lapangan kerja,
industrialisasi, dan peningkatan
daya saing ekonomi saat ini
terkait minimnya integrasi
industri nasional dalam global
supply and value chain, minimnya investasi untuk adopsi
teknologi dan inovasi industri,
serta rendahnya kualitas SDM
akibat terbatasnya dana pelatihan dan pengembangan SDM.
Dari sisi investasi, sektor
industri terbukti tidak terpengaruh oleh pandemi Covid-19. Per
September 2020, tercatat masih
terjadi kenaikan 37,1% dibandingkan periode yang sama
tahun sebelumnya. Untuk tahun
depan, serapan investasi diproyeksi mencapai Rp323,6 triliu
Tags :
#ManufakturPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023