China Temukan Lagi Jejak Virus pada Kemasan Produk
Untuk ketiga kalinya, ditemukan jejak virus korona tipe baru pada kemasan dan produk perikanan yang dikirim dari Indonesia ke China. Indonesia perlu memastikan pengawasan ketat dari hulu ke hilir perikanan untuk memastikan produk yang diekspor memenuhi standar keamanan pangan.
Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM-KKP) Widodo Sumiyanto mengemukakan, investigasi tengah dilakukan menyusul temuan Otoritas Bea dan Cukai China (GACC).
Untuk mencegah kejadian berulang, tambah Widodo, pihaknya akan menerapkan pengawasan ketat hulu-hilir, mulai dari proses produksi penangkapan dan budidaya ikan, pengolahan, penyedia kemasan, hingga distribusi. Langkah lain adalah mengevaluasi unit pengolahan ikan yang mengekspor ikan ke China.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum mampu mencegah (temuan korona tipe baru) secara paripurna. Akan tetapi, kami berupaya meningkatkan sistem pengawasan perikanan dari hulu-hilir. Seluruh pihak harus berkomitmen,” ujarnya, Selasa (1/12/2020).
Menurut data KKP, sampai dengan triwulan III-2020, hasil perikanan diekspor ke 149 negara sebanyak 921.265 ton dengan nilai 4,28 miliar dollar AS. Volume itu meningkat 6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, yakni 867.266 ton atau senilai 4,01 miliar dollar AS ke 158 negara tujuan ekspor.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023