Kembali ke Level Pra-Pandemi pada 2021
Laporan OECD menunjukkan bahwa produksi dunia pada tahun ini
mengalami penurunan 4,2% karena terdampak aturan karantina (lockdown)
yang diterapkan selama berbulan-bulan. Aturan tersebut memperlambat
penyebaran virus corona, tetapi telah
menganggu perekonomian global.
OECD memprediksi ekonomi dunia
pulih dengan tingkat pertumbuhan
4,2% pada 2021.
Dia mengatakan bahwa dukungan
akan membuahkan hasil yang baik
dalam beberapa bulan mendatang.
Tiongkok kemungkinan menjadi satu-satunya negara
dengan kekuatan ekonomi terbesar
kedua di dunia yang lolos dari kontraksi tahun ini Negeri Tirai Bambu itu
membukukan pertumbuhan ekonomi
sebesar 1,8% dan diperkirakan melonjak 8,0% pada 2021. Di sisi lain, ekonomi Amerika Serikat (AS) pada tahun ini akan berkontraksi sebesar 3,7% dan hanya tumbuh
3,2% pada 2021.
Sementara itu, zona euro akan mengurangi kerugiannya setelah sempat
kontraksi 7,5% pada 2020 dan diprediksi tumbuh 3,6% pada 2021.
Jepang diperkirakan mengalami hal
yang sama yakni kontraksi 5,3% pada
2020, kemudian diikuti dengan kenaikan 2,3% pada 2021.
OECD pun mendesak pemerintah
untuk memfokuskan upaya-upayanya
pada barang dan jasa penting, seperti
pendidikan, kesehatan, infrastruktur
fisik dan digital sebagai dasar untuk
pertumbuhan. Mereka juga menyerukan tindakan tegas untuk membalikkan peningkatan kemiskinan dan
ketidaksetaraan pendapatan dan kembali ke kerja sama internasional
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023