Produktivitas Pertanian, Petani Garam Beralih ke Bawang
Petani garam di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terpaksa beralih pekerjaan menjadi petani bawang selama musim penghujan. Musim hujan akan merusak semua proses produksi dari laut hingga menjadi garam. Di kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, sebagian para petani garam pada musim penghujan ini lebih memilih menjadi petani bawang. Selama musim kemarau, hasil pendapatan dari garam mereka kumpulkan untuk modal menanam bawang.
Lahan yang digunakan untuk menanam bawang merah, yakni berada di sekitar lahan tambak garam di desa tersebut. Sebaliknya, lahan pertanian bawang mengganggur selama musim kemarau. Lahan tambak garam tidak bisa digunakan untuk menanam bawang karena perlu pemadatan dan membutuhkan biaya produksi.
Keuntungan dari menanam bawang jauh lebih tinggi dibandingkan garam. Namun begitu, risiko gagal panen pun sangat tinggi, mulai dari diserang sampai persaingan harga dengan bawang impor. Untuk produksi bawang di lahan satu hektare, harus disiapkan modal sekiranya Rp40 sampai juta. Kebutuhan tersebut digunakan sebagai penanaman hingga sewa lahan.
Saat ini, para petani di desa tersebut pun baru mempersiapkan lahan bawang mereka dengan cara mencangkul dan membuat wadah besar menampung air hujan. Satu petani bawang rata-rata menanam bawang di lahan seperempat hektare atau setengah hektare, dikarenakan modal bibit bawang yang cukup besar yang mencapai Rp40 ribu perkilogram.
Tags :
#PertanianPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023