Belanja Negara Tumbuh 13,6%
Menko Perekonomian Airlangga
Hartarto mengatakan pihaknya berharap pada kuartal IV 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik, ke minus 1,6% hingga
positif 0,6%. Pada kuartal III-2020
pertumbuhan ekonomi minus 3,49%,
lebih baik dari kuartal II-2020 yang
minus 5,32%. Sedangkan kuartal I
masih tumbuh 2,97% (year on year),
karena pandemi Covid-19 di Indonesia baru terkonfirmasi pertama kali
di ujung triwulan I atau Maret lalu.
Bahkan, Gubernur Bank Indonesia
(BI) Perry Warjiyo lebih optimistis.
Ia mengatakan pekan lalu, ekonomi
RI diperkirakan positif pada kuartal
IV-2020 atau sudah keluar dari resesi.
Menkeu menjelaskan lebih lanjut, untuk belanja pemerintah pusat realisasinya Rp 1.343,8 triliun atau naik 19,9% dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 1.120,8 triliun. Angka tersebut setara dengan 68% dari target serapan dalam APBN yang sebesar Rp 1.975,2 triliun Belanja non-K/L juga meningkat 26,8% dengan realisasi Rp 618,2 triliun. Ini mencapai 54,3% dari total anggaran dalam Perpres No 72 Tahun 2020. Menkeu juga memaparkan, realisasi pendapatan negara hingga akhir Oktober tahun ini tercatat mencapai Rp 1.276,9 triliun.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Meningkatkan Pendapatan dari Pajak Digital
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023