;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

BISI-18 Palsu Diproduksi di Nganjuk

14 Dec 2020

Satreskrim Polres Pasuruan mengungkap kasus benih jagung pemalsuan merk BISI-18. Jagung yang diberi label BISI-18 dengan harga murah itu merupakan jagung oplosan dari benih jagung merek lain dengan kualitas jauh di bawah kualitas benih BISI-18.

Kanit II Ekonomi Satreskrim Polres Pasuruan Ipda Samsul Arifin menjelaskan, semua produksi benih jagung ini ada di Nganjuk. Dia jelaskan, bisnis gelap ini dijalankan oleh lima orang yang sudah saling kenal.

Samsul menerangkan, harga beli benih jagung yang bukan BISI-18. per karungnya hanya Rp 7.000 -Rp 10,000, setelah itu, mereka campur atau oplos dan dikemas dalam karung berlabel BISI-18. “Mereka jual ke pasar dengan harga Rp 37.000 - Rp 42.500 per karungnya,” tambah dia. Padahal harga benih jagung BISI-18 yang asli di pasaran mencapai Rp 75.000 per karung.

Selain itu, polisi juga mengamankan 845 sak bahan baku benih jagung dari berbagai macam merek, 380 sak BISI-18 palsu kemasan sak 20 kg dan 522 lembar hologram BISI-18 palsu, mesin pengemas sealer otomatis, satu mesin penggulung kemasan, dua set stempel besar, dan beberapa barang bukti lainnya yang berhasil diamankan.

 


Amanda Brownies Siapkan 3.000 Box Saat Opening Outlet Baru

14 Dec 2020

Hariyawan Lukito, Humas dan Marketing Brownies Amanda Surabaya mengatakan, sepanjang hari pembukaan outlet baru itu, pihaknya menyediakan 3.000 box brownies. “Karena memang promo buy 1 get 1 ini khusus untuk brownies. Tapi karni juga menyediakan produk lain di outlet baru ini,” kata Hariyawan.

Pembukaan outlet baru ini sekaligus juga merayakan ulang tahun Brownies Amanda yang ke-20. jaringan roti yang berpusat di Bandung ini, telah hadir di kota Surabaya sejak tahun 2007 atau 13 tahun.

“Ke depan, kami masih melihat potensi yang besar dari konsumen kami. Nah di outlet baru ini kami juga menambah produk dengan kue basah, kue kering dan makanan khas oleh-oleh lainnya, serta, puding dan minuman dingin.” tandas Hariyawan.


Tambang Emas Luwu

14 Dec 2020

Wilayah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, diyakini menyimpan kandungan emas. Hal itu setelah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengeluarkan surat izin kepada perusahaan yang diberi rekomendasi adalah PT Bastem Indonesia.

Perusahaan itu akan melakukan eksplorasi di lima desa, Desa Dampan, Barana, Tede di Kecamatan Bastem Utara, dan Posi, Bukit Harapan di Kecamatan Bua. Lokasi dieksplorasi seluas 4.166 hektare.

“Kegiatan perusahaan tersebut adalah pertambangan mineral logam atau emas,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu, Andi Pangerang membenarkan hal tersebut, Minggu (13/12/2020).

Diketahui, sudah ada satu tambang emas beroperasi di Luwu, yakni PT Masmindo Dwi Area di Kecamatan Latimojong.


Komitmen Investasi Asing di LPI Capai Rp 84,5 Triliun

14 Dec 2020

Lembaga Pengelola Investasi (LPI) pengelola dana abadi investasi yang pembentukannya tengah disiapkan pemerintah, telah mengantongi komitmen investasi total Rp 84,5 triliun dari Amerika Serikat dan Jepang. Dengan adanya komitmen investasi, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja telah mendapatkan respons positif dari berbagai lembaga internasional. Pasalnya, UU Cipta Kerja dinilai sebagai upaya reformasi besar yang dilakukan Indonesia untuk menyederhanakan regulasi dan prosedur berinvestasi. Sehingga, UU ini diharapkan dapat mempermudah proses perizinan, mengurangi biaya berusaha, dan memberikan kepastian hukum dalam kegiatan perdagangan.

UU Cipta Kerja bermanfaat besar dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional dan membawa Indonesia mampu bersaing di kancah perekonomian global. Saat ini pemerintah masih menyelesaikan rancangan peraturan pemerintah (RPP) turunan Undang-Undang CIpta Kerja yang menjadi dasar pembentukan LPI tersebut. LPI dapat mengurangi ketergantungan Indonesia dalam menggunakan dana jangka pendek untuk pembiayaan investasi. LPI bertujuan mengelola dana investasi yang berasal dari luar negeri sebagai sumber pembiayaan dan kurangi ketergantungan dana jangka pendek.

Jumlah Pembeli Online Naik Dua Kali Lipat di 2020

14 Dec 2020

Nielsen Clicks Study 2020 menemukan bahwa peningkatan jumlah pembeli online di Indonesia hampir mencapai dua kali lipat dari tahun 2018 dengan jumlah perkiraan sekitar 7,3 juta konsumen yang melakukan aktivitas pembelian online di tahun 2020 sebelum Pandemi Covid-19. Online menjadi saluran belanja populer dan menjadi peran penting di pasar. Pemanfaatan omni-channel oleh konsumen online saat ini adalah untuk Melakukan pembelian (72%) dan Mencari Informasi (67%).

Executive Director Consumer Insight Nielsen Indonesia Yudi Suryanata, mengatakan sebagian pembeli online melakukan pembelian untuk kategori fesyen, kosmetik, dan transportasi. Pembeli online paling banyak mengejar voucher diskon (49%), harga yang lebih murah (47%), dan layanan gratis pengiriman/pengembalian barang (33%). Situasi pandemi berdampak pada kategori fesyen, kosmetik, dan transportasi menjadi lebih sedikit dibeli secara online. Sementara kategori pembayaran tagihan (38%), Makanan & Minuman (33%), personal care (33%) dan jasa-jasa seperti delvery (20%) meningkat pada masa Pandemi Covid-19.

Kelangkaan Gula Industri, Mamin Dalam Pusaran Krisis Rafinasi

14 Dec 2020

Kelangkaan gula rafinasi untuk bahan baku industri makanan minuman seperti awal 2020 berisiko terulang pada pembuka 2021. Pemangkasan produktivitas dan tenaga kerja industri makanan dan minuman pun menjadi taruhannya. Ketua Asosiasi Rafinasi Indonesia (AGRI) Bernardi Dharmawan mengungkap bahwa stok gula kristal rafinasi (GKR) di 11 pabrik anggota asosiasi saat ini hanya 360.000 ton. Sedangkan kenyataannya kebutuhan GKR untuk industri makanan dan minuman (mamin) ditaksir mencapai 250.000 ton/bulan dan berpeluang naik pada akhir tahun lantaran bertepatan dengan momentum Natal dan Tahun Baru.

Asosiasi telah menyuarakan potensi krisis GKR kepada pemerintah sejak bulan lalu. Namun, pengusaha belum mendapatkan kepastian izin impor gula mentah untuk GKR. Proses impor gula mentah cukup panjang dan membutuhkan waktu sekitar 2 bulan lantaran didatangkan dari Brasil. Kebutuhan GKR untuk setahun serta stok penyangga sejatinya sudah dihitung sejak awal 2020, dimana izin impor yang diberikan mencapai 3,2 juta ton.

Pelaku Industri sebelumnya memperkirakan kebutuhan impor pada 2021 bisa naik 4%-5% dari realisasi tahun ini. Sebagian besar impor komoditas gula direalisasikan dalam bentuk gula mentah yang nilainya mencapai US$ 1,6 miliar atau setara dengan 4,64 juta ton. Mayoritas gula mentah impor tersebut dialokasikan untuk industri gula rafinasi yang memasok bahan baku untuk industri mamin yang kebutuhan per tahunnya lebih dari 0,3  juta ton. 

Jika izin impor gula mentah tak kunjung diterbitkan, kelangkaan pasokan GKR akan berimbas pada anjloknya produktivitas industri mamin. Dampak berikutnya adalah kekosongan stok produk mamin di pasaran, tenaga kerja di sektor mamin, serta produktivitas sektor hulu seperti peternak dan petani yang memasok daging, susu, buah dan lainnya yang membuat produk mamin impor akan membanjir guna mengisi permintaan pasar. Adanya kepastian pasokan bahan baku dan operasional industri mamin meningkatkan daya saing dan menyediakan produk pangan yang terjangkau.

Penerimaan Negara Sektor Tambang, Utak Atik Royalti Batu Bara

14 Dec 2020

Wacana penyesuaian royalti perusahaan tambang batu bara kembali mencuat, sejalan dengan penyusunan rancangan peraturan pemerintah mengenai perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di bidang usaha pertambangan batubara. Terkait dengan ketentuan royalti, pemerintah mewacanakan untuk memberlakukan tarif royalti berjenjang terhadap komoditas batu bara yang diekspor ke luar negeri. Sementara itu, untuk penjualan batu bara di dalam negeri (domestic market obligation/DMO) telah disepakati dengan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) bahwa tarif royalti batu bara ditetapkan flat sebesar 14%.Tarif royalti berjenjang tersebut memperhitungkan rata-rata Harga Batu Bara Acuan (HBA) dalam 10 tahun terakhir dan tingkat HBA dalam 20 tahun ke depan. 

Di sisi lain, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menilai pemerintah perlu mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam menetapkan besaran tarif  royalti ekspor di tengah tantangan tren pelemahan harga komoditas batu bara. Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan bila royalti ekspor yang dipatok terlalu tinggi dan pasar domestik tidak dapat menyerap produksi batu bara dalam negeri, perusahaan batu bara akan kesulitan menutup biaya produksi dan royalti pada saat harga batu bara turun.

Tingginya tarif royalti akan meningkatkan biaya produksi sehingga cadangan batu bara yang masih berada di lapisan bawah tidak lagi menjadi ekonomis untuk ditambang. Akan lebih bijaksana kalau pemerintah dalam membuat kenijakan fiskal, termasuk royalti ekspor melihat secara holistik dan komprehensif. Selain itu, perlu juga melihatnya secara jangka panjang agar usaha tambang batu bara bisa dapat survive dan terus berkontribusi bagi pembangunan secara berkelanjutan.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementrian ESDM Sujatmiko mengatakan usulan tarif royalti berjenjang mempertimbangkan adanya potensi pengurangan penerimaan negara akibat berlakunya UU Cipta Kerja yang memasukkan batu bara sebagai barang kena pajak (BKP). Konsekuensi batu bara sebagai BKP membuat Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang selama ini ditanggung perusahaan dapat direstui kepada negara, yang pada akhirnya menyebabkan penerimaan negara berkembang. 

Penyesuaian royalti dilakukan agar sesuai dengan UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batu Bara yang mengamanahkan perpanjangan IUPK wajib meningkatkan penerimaan negara. Adapun, pernyataan terkait royalti itu sebagai respons mengenai kabar soal royalti batu bara ekspor akan meningkat signifikan hingga 24%.

Pastikan Investasi Berdampak Luas

11 Dec 2020

Pemerintah membeli surat utang yang diterbitkan BUMN dan berinvestasi langsung senilai total Rp 19,7 triliun tahun ini dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Investasi pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118 Tahun 2020. Investasi yang bersumber dari APBN ini sifatnya nonpermanen. Tahun ini ada lima BUMN penerima investasi senilai Rp 19,7 triliun, yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero), PT Perkebunan Nusantara (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas).

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata, saat dihubungi Kamis (10/12/2020), menyatakan, seluruh dana investasi pemerintah untuk pemulihan ekonomi disalurkan sampai akhir Desember 2020. Perakhir November 2020, dana terealisasi Rp 4,15 triliun, yakni untuk Perumnas Rp 650 miliar dan PT KAI Rp 3,5 triliun.

Secara total, pemerintah mengalokasikan anggaran pembiayaan untuk BUMN dan lembaga senilai Rp 53,57 triliun dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional 2020. Pembiayaan korporasi diberikan dalam bentuk penempatan dana untuk restrukturisasi padat karya, penyertaan modal negara untuk 11 BUMN dan investasi pemerintah untuk 5 BUMN.


KFC Membidik Omzet Rp 7 Triliun

11 Dec 2020

PT Fast Food Indonesia Tok (FAST) tetap membuka peluang memperluas jaringan gerai ayam goreng KFC pada tahun depan. Sepanjang tahun ini, Fast Food Indonesia telah memiliki total 738 gerai dan berencana menambah 25 gerai lagi pada tahun depan.

Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk, Justinus Dalimin Juwono mengemukakan, Fast Food menyiapkan dana belanja modal atawa capital expenditure (capex) sebesar Rp 320 miliar hingga Rp 350 miliar untuk memuluskan ekspansi gerai tahun depan. “Kami berharap penjualan Rp 7 triliun melalui operasional gerai yang baru dibuka dan yang akan kembali dibuka tahun depan, serta gerai existing. Dengan ini semua, kami optimistis akan menyumbang peningkatan penjualan,” jelas dia.

Hingga 30 September 2020, Fast Food menderita kerugian Rp 298,34 miliar, Di periode sama tahun lalu, FAST masih laba senilai Rp 175,70 miliar.

Tahun ini, FAST menyiapkan dana capex Rp 240 miliar untuk pembangunan empat gerai baru KFC di berbagai daerah tadi. Justinus mengakui penyerapan dana capex tidak maksimal demi menjaga cashflow sehat di masa pandemi. “Dana capex tidak dipakai semua, kami tahan dan jaga cashflow supaya terus baik. Penggunaan Rp 240 miliar ini dialokasikan untuk pembukaan gerai baru, renovasi gerai existing, hingga perbaikan mesin, “ beber dia.


Xendit Gandeng Shopee Pay

11 Dec 2020

Xendit, perusahaan payment gateway di Indonesia, menjalin kerjasama dengan Shopee Pay. Xendit dapat menggunakan Shopee Pay untuk menerima pembayaran satu waktu (onetime payment). Juga menerima pembayaran berulang untuk berlangganan (subscription payments). “Proses integrasi ini sangat mudah dan cepat sehingga menguntungkan bagi merchant, “ ujar Mikiko Steven, Head of Customer Solutions, Xendit, Kamis (10/12).

Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition Shopee Pay mengatakan, kerjasama ini membuka peluang mendorong inklusi keuangan lewat pembayaran digital. Setelah kerjasama ini, Shopee Pay dapat menjangkau lebih banyak merchants. Sektor usaha merchant itu antara lain teknologi informasi, platform booking travel dan hotel, platform pendidikan, kecantikan dan platform donasi.