Kelangkaan Gula Industri, Mamin Dalam Pusaran Krisis Rafinasi
Kelangkaan gula rafinasi untuk bahan baku industri makanan minuman seperti awal 2020 berisiko terulang pada pembuka 2021. Pemangkasan produktivitas dan tenaga kerja industri makanan dan minuman pun menjadi taruhannya. Ketua Asosiasi Rafinasi Indonesia (AGRI) Bernardi Dharmawan mengungkap bahwa stok gula kristal rafinasi (GKR) di 11 pabrik anggota asosiasi saat ini hanya 360.000 ton. Sedangkan kenyataannya kebutuhan GKR untuk industri makanan dan minuman (mamin) ditaksir mencapai 250.000 ton/bulan dan berpeluang naik pada akhir tahun lantaran bertepatan dengan momentum Natal dan Tahun Baru.
Asosiasi telah menyuarakan potensi krisis GKR kepada pemerintah sejak bulan lalu. Namun, pengusaha belum mendapatkan kepastian izin impor gula mentah untuk GKR. Proses impor gula mentah cukup panjang dan membutuhkan waktu sekitar 2 bulan lantaran didatangkan dari Brasil. Kebutuhan GKR untuk setahun serta stok penyangga sejatinya sudah dihitung sejak awal 2020, dimana izin impor yang diberikan mencapai 3,2 juta ton.
Pelaku Industri sebelumnya memperkirakan kebutuhan impor pada 2021 bisa naik 4%-5% dari realisasi tahun ini. Sebagian besar impor komoditas gula direalisasikan dalam bentuk gula mentah yang nilainya mencapai US$ 1,6 miliar atau setara dengan 4,64 juta ton. Mayoritas gula mentah impor tersebut dialokasikan untuk industri gula rafinasi yang memasok bahan baku untuk industri mamin yang kebutuhan per tahunnya lebih dari 0,3 juta ton.
Jika izin impor gula mentah tak kunjung diterbitkan, kelangkaan pasokan GKR akan berimbas pada anjloknya produktivitas industri mamin. Dampak berikutnya adalah kekosongan stok produk mamin di pasaran, tenaga kerja di sektor mamin, serta produktivitas sektor hulu seperti peternak dan petani yang memasok daging, susu, buah dan lainnya yang membuat produk mamin impor akan membanjir guna mengisi permintaan pasar. Adanya kepastian pasokan bahan baku dan operasional industri mamin meningkatkan daya saing dan menyediakan produk pangan yang terjangkau.
Tags :
#ImporPostingan Terkait
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023