;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Tumbuh Di Tengah Pandemi

16 Dec 2020

PT. Mark Dynamic Indonesia Tbk. mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang 2020. Rahasia sukses apa saja yang menjadi kunci pertumbuhan emiten dengan kode saham MARK itu. Presiden Direktur MARK Ridwan Goh pada ajang Bisnis Indonesia Awards 2020 berhasil menyabet penghargaan sebagai Rising Star CEO. 

Kinerja operasional Mark Dynamic sepanjang 2020 dalam kondisi pandemi justru mengalami peningkatan, pada kuartal II/2020 mengalami peningkatan penjualan dibandingkan dengan kuartal II/2019 yang meningkat sebesar 10% dan peningkatan laba bersih sebesar 15%. Masa pandemi memberi peluang besar bagi perkembangan bisnis perusahaan tersebut. Terjadi pertumbuhan permintaan bisnis sarung tangan kesehatan yang sebelumnya sekitar 10%-15% sekarang menjadi sekitar 30%.

Mark Dynamic akan melakukan ekspansi pembangunan pabrik baru dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi. Ekspansi pasar baru yang terutama adalah China dan sebagian Amerika. Target penjualan pada 2021 adalah sebesar sekitar Rp 875 miliar, di mana penjualan ekspor menyumbang 95% dari total penjualan. Tantangan perusahaan adalah bagaimana bisa selalu mengupgrade emua SDM yang ada di perseroan agar selalu produktif dan bekerja secara efisien dan efektif. Harapannya agar dapat mempunyai banyak bisnis baru dengan diverifikasi bisnis sehingga pertumbuhan tidak hanya dengan cara organik, namun juga secara anorganik.

Karantina Fasilitasi Ekspor Kopi Sumut ke 50 Lebih Negara

16 Dec 2020

Karantina Pertanian Medan di Kualanamu mencatat telah memfasilitasi ekspor biji kopi dari Sumut ke 50 lebih Negara sejak Januari hingga awal Desember 2020. Hal itu disampaikan Kepala Karantina Pertanian Medan di Kualanamu, Ir Hafni Zahara MSc dalam siaran persnya yang diterima SIB, Sabtu (12/12).

Sesuai data sistem informasi karantina, Iqfast (Indonesia Quarantine Full Automation System) pada Karantina Pertanian Medan, sebanyak 12 ton sampel biji kopi dengan nilai ekonomi mencapai Rp 1,2 miliar, telah difasilitasi sejak Januari hingga minggu pertama Desember 2020.

Disebutkan, pengiriman ekspor kopi melalui Bandara Kualanamu yang difasilitasi Karantina Pertanian Medan, hanya berupa sampel. Jika sudah ada kontrak permintaan dalam jumlah besar akan dikirim melalui Pelabuhan Belawan.

Karantina Pertanian Medan di Kualanamu telah memfasilitasi sertifikasi ekspor 18 Kg sampel biji kopi arabica, robusta dan kopi luwak tujuan Switzerland, China dan Jerman. Selain biji kopi juga ada dikirim sampel vanili ke Amerika Serikat.


Kejari Dampingi Hibah Rp 15 M

15 Dec 2020

Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mendapat dana hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebanyak Rp 15 M untuk meningkatkan kembali wisata di tengah pandemi Covid-19. Agar dana tersebut bermanfaat dan efektif sesuai peruntukan, Disparta Kota Batu menggandeng Kejaksaan Batu.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu Supriyanto mengatakan pihaknya melakukan tugas pendampingan hukum. Pengambilan dana hibah Rp 15 Miliar dari Kementerian Pariwisata RI akan memakai mekanisme dan prosedur. Kejaksaan juga menggandeng Inspektorat, BKD, Palri, dan PHRI untuk melakukan koordinasilintas lembaga.

 Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan bantuan yang diterima akan diperuntukan pada dua sektor. Pertama 70 persen untuk membantu perhotelan dan resto dalam bentuk bantuan operasional.

“Sedangkan sisanya untuk bantuan Sarpras, khususnya yang berbasis masyarakat atau desa wisata. Serta untuk kegiatan lainnya seperti sosialisasi dan kegiatan pepeningkatan SDM lain sesuai juknis. Termasuk juga publikasi, “ katanya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Haryati mengatakan, setelah serifikasi, hanya terdapat 76 hotel dan restoran yang akan menerima dana itu.


Pemulihan Ekonomi Cirebon, Kinerja Ekspor Tembus US$191 Juta

15 Dec 2020

Kinerja ekspor Kabupaten Cirebon periode Januari sampai dengan pertengahan Desember 2020 mencatatkan nilai sebesar US$ 191,5 juta yang sebagian besarnya merupakan produk usaha mikor kecil menengah (UMKM). Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, mencatat hingga akhir 2020 ini Kabupaten Cirebon memiliki 20 produk ekspor unggulan yang didominasi UMKM. Jumlah ekspor produk unggulan di Kabupaten Cirebon sudah sebanyak 8.703 kontainer. Sebagian besar berasal dari furnitur rotan, mencapai 4.011 kontainer.

Ekspor rotan dari kabupaten Cirebon sempat mengalami keterpurukan pada triwulan 1 hingga 2 (Januari-Juni). Hal tersebut karena beberapa negara tujuan di Eropa, Asia, dan Amerika memberlakukan kebijakan lockdown. Keterpurukan tersebut sudah mulai sirna pada Juli 2020, para pelaku UMKM industri rotan di Kabupaten Cirebon sudah mulai mendapatkan pesanan dari sejumlah negara tujuan.

Disperdagin Kabupaten Cirebon pun dalam waktu dekat akan melakukan pelatihan kepada para eksportir baru. Selain pelatihan, pemerintah juga akan memfasilitasi kebutuhan teknis tentang ekspor. Dari keseluruhan produk layak ekspor, 70% merupakan rotan sedangkan 30% lainnya adalah industri hasil laut, pertanian, pengolahan, dan tekstil. Berdasarkan catatan Kementrian Perdagangan, Indonesia berada di peringkat ketiga negara pengekspor rotan terbesar dengan total 6,11% dibawah Tiongkok (45,15%) dan Vietnam (12,49%).

Komoditas Sagu, Mimpi Diversifikasi Pangan Di Negeri Nasi

15 Dec 2020

Peluang pengembangan sagu terbilang makin besar di tengah kebutuhan pasar pangan terus berkembang. Pemerintah bertekad untuk mengurangi ketergantungan pada impor pangan. Di dunia ada lebih dari 50.000 jenis tanaman pangan, tetapi hanya 15 jenis diantaranya yang menjadi penyedia 90% dari asupan energi.  

Direktur Jenderal Industri Agro Kementrian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim mengatakan peluang pengembangan industri berbasis bahan pangan di luar beras, jagung, dan gandum sangat besar. Kemenperin tengah mengusahakan upaya subtitusi impor hingga 35% dalam 3 tahun mendatang. Untuk sagu, didasarkan pada subtitusi impor gandum dan terigu yang saat ini nilainya sangat besar mencapai Rp 40 triliun. Produsen utama dunia untuk pati sagu hanya Indonesia dan Malaysia.

Sagu merupakan satu dari enam sasaran kegiatan diverifikasi pangan lokal sumber karbohidrat nonberas di 34 provinsi. Sasaran peningkatan produksi dan konsumsi sagu mencakup tujuh provinsi penghasil sagu, yaitu Riau, Kep. Riau, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua, dan Papua Barat. Hal yang paling menyedihkan adalah potensi komoditas sagu belum tergarap dengan baik. Hingga kini, setidaknya baru ada tiga industri besar yang mengelola bisnis persaguan ini.

Sagu adalah masa lalu dan masa depan pangan Indonesia. Memetakan kembali bidang industri dan pertanian yang mendukung cita-cita ketahanan pngan harus dilakukan sejak sekarang. Kini, saatnya mengangkat kembali sagu di negeri pemakan sega.

Geliat Industri Perbankan, Bisnis WM Bakal Lebih Berkilau

15 Dec 2020

Bisnis Wealth Management (WM) perbankan diyakini bakal makin merekah pada tahun depan seiring dengan indeks harga saham gabungan yang sudah tembus ke level 6.000 akhir tahun ini. Kinerja pasar modal sudah mulai membaik beberapa bulan membaik beberapa bulan terakhir. Kinerja secara bulanan per November bahkan menunjukkan kinerja indeks reksa dana saham naik 10,96% unggul dibandingkan indeks reksa dana lain.

Perbaikan harga saham saat ini mendapat sentimen positif dari banyak perkembangan, termasuk dengan distribusi vaksin. Hal ini memberi banyak pilihan bagi nasabah prioritas perbankan untuk kembali meningkatkan penempatan dananya yang selama ini banyak terhimpun di deposito dan surat berharga negara. Selain itu, masih banyak investor milenial di perbankan juga memberi potensi peningkatan dana WM ke depan. Perbankan perlu tetap mengambil langkah konservatif untuk mendorong nasabah prioritas kembali ke pasar saham.

Digelar Virtual, Pameran Dagang Terbesar ke - 35 RI Catat Transaksi US$ 1,2 M

14 Dec 2020

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkapkan Trade Expo Indonesia ke-35 Virtual Exhibition (TEI-VE) 2020 telah dilangsungkan sebagai pemeran dagang virtual terbesar di Indonesia di tengah pandemi Covid-19. TEI-VE 2020 yang berlangsung selama 10-16 November 2020 sukses membukukan transaksi prospektif sebesar US$ 1,2 miliar.

Agus menjelaskan, selama penyelenggaraannya, TEI ke-35 sukses menghadirkan 690 exhibitors atau pelaku usaha sukses dan sebanyak 7.459 buyers. Para buyers tersebut meliputi 3.352 buyers dari 127 negara mitra dagang dan 4.107 buyers lokal.

Lebih lanjut Agus merinci, total transaksi prospektif USD 1,2 miliar yang dicapai terdiri atas transaksi barang dan jasa, maupun investasi. Transaksi barang dan jasa tercatat senilai USD 1,1 miliar, sedangkan transaksi investasi mencatatkan nilai USD 110 juta.

“Trade Expo Indonesia ke-36 mendatang akan difokuskan pada penguatan produk yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan produk yang memiliki nilai tambah. Semoga kerja keras dan kerja tim yang sudah terjalin dengan baik seluruh pihak yang terlibat dapat terus ditingkatkan. Sampai jumpa pada TEI ke-36 tahun 2021 mendatang,” pungkas Mendag.


Menjelang Natal dan Tahun Baru, Harga Daging Babi Rp 140 Ribu/ Kg di Kota Kisaran

14 Dec 2020

Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga daging babi di Kota Kisaran Kabupaten Asahan naik drastis. Harga daging babi yang biasanya mencapai Rp 90 ribu/Kg naik menjadi Rp 140 ribu/Kg. Kenaikan tersebut diduga akibat semakin sedikitnya peternakan warga dan efek virus yang sempat menyerang hewan ternak babi di seluruh Sumatera Utara beberapa bulan lalu.

“Pertengahan bulan November harga daging babi sudah naik bang, yang semula harga daging babi nomor 1 Rp 100/Kg naik menjadi Rp 140 ribu/Kg dan nomor 2 dari yang Rp 80 ribu/Kg naik menjadi Rp 120 ribu/Kg. Akibatnya, kami sebagai penjual daging babi banyak yang mundur karena pembeli sepi. Biasanya, langganan kami untuk rumah makan khas Batak di Kisaran beli daging 10 Kg tiap harinya kini hanya 5 Kg,” ucap Aliong (50) salah satu penjual daging babi di Pajak Hongkong Kota Kisaran kepada SIB, Minggu (13/12).


Telkom Tuntaskan Digitalisasi SPBU di Seluruh Indonesia

14 Dec 2020

PT Pertamina (Persero) bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menuntaskan program digitalisasi SPBU di seluruh Indonesia. Digitalisasi SPBU merupakan sistem monitoring distribusi dan transaksi penjualan BBM di setiap SPBU secara real-time untuk peningkatan standar layanan dan operasional.

Melalui digitalisasi ini, Pertamina dapat memantau kondisi stok dan penjualan BBM, transaksi pembayaran di SPBU serta pengelolaan penyaluran BBM bersubsidi. Di samping itu, seluruh data digitalisasi tersebut dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang, seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, serta BPH Migas sehingga dapat saling mendukung untuk pengawasan penyaluran BBM termasuk yang bersubsidi yaitu Bio Solar (B30) dan penugasan yaitu Premium.

Kolaborasi dua BUMN yang berbeda sektor ini dimulai sejak penandatanganan kerjasama digitalisasi SPBU sebagai tindak lanjut dari penugasan Kementerian ESDM kepada Pertamina untuk menggunakan sistem pencatatan penyaluran BBM subsidi secara elektronik sampai di ujung titik serah penyalur (nozzle). Dalam kurun waktu dua tahun berjalan, program ini telah selesai diimplementasikan dan manfaatnya telah dirasakan oleh berbagai stakeholder terkait, masyarakat hingga pemerintah.

Telkom mendukung program digitalisasi SPBU Pertamina ini meliputi penyediaan inftastruktur telekomunikasi baik melalui jaringan fixed, mobile, dan satelit; penyediaan perangkat Electronic Data Capture (EDC); penyiapan 290 agen contact center dan 600 petugas lapangan untuk melayani pengaduan gangguan SPBU; serta pembuatan command center untuk memantau perangkat di SPBU secara proaktif.


Gaet Investor Masuk ke Jatim Lewat Kawasan Industri Halal

14 Dec 2020

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tengah giat menggaet investor masuk ke Jawa Timur lewat pengembangan Kawasan Industri Halal. Pasalnya lahan seluas 480 hektar sudah disiapkan di Sidoarjo untuk menampung para pengusaha yang ingin sukses di Jatim melalui Kawasan industri Halal.

Kawasan Industri halal sendiri adalah suatu area yang dikhususkan untuk produksi dan tempat penyimpanan produk halal. Dimana integritas suatu produk halal dijamin oleh kawasan melalui sistem dan prosedur halal yang ketat. Kawasan Industri Halal ini merupakan pengembangan kawasan industri di Safe N Lock berdiri di atas lahan seluas 480 hektar. Lahan kawasan industri halal ini direncanakan total 148 hektar.

Hal ini juga didukung dengan potensi Jawa Timur yang memiliki sekitar 6.826 pondok pesantren dan bertahap sedang dikembangkan program One Pesantren One Proctuct (OPOP). Hal tersebut membuktikan bahwa pasar dunia masih terbuka lebar untuk Indonesia dan Jawa Timur. Dengan adanya peluang tersebut, sangatlah tepat bila di Jawa Timur dengan masyarakatnya yang religius didirikan Kawasan Industri Halal.