Ekonomi
( 40554 )Industri Berbasis Kedelai, China Jadi Biang Kerok Aksi Mogok
Membeludaknya permintaan kedelai China ke Amerika Serikat pada Desember 2020 dituding sebagai biang keladi anomali harga komoditas tersebut, yang berujung pada demotivasi produsen tahu dan tempe di Indonesia pada Januari 2021. Sekjen Kementrian Perdagangan Suhanto mengatakan pada Desember 2020, harga kedelai dunia menembus US$ 12,95 /bushels, naik 9% dari bulan sebelumnya senilai US$ 11,92 /bushels. Indikator harga kedelai di FAO pun naik 6% pada rentang yang sama, alias dari US$ 435 per ton menjadi US$ 461 per ton.
Faktor utama penyebab kenaikan harga kedelai dunia adalah lonjakan permintaan dari China kepada AS selaku eksportir kedelai terbesar dunia. Akibat aksi China, kontainer di pelabuhan di Los Angeles, Long Beach dan Saavannah AS berkurang sehingga terjadi kemacetan arus pasok ke berbagai negara nett importer kedelai, termasuk Indonesia.
Berdasarkan data BPS, rerata harga nasional kedelai pada Desember 2020 adalah Rp 11.298 per kg, turun 0,37% secara bulanan dan 8,54% secara tahunan. Namun, harga kedelai impor di tingkat perajin tahu dan tempe justru mengalami penyesuaian dari Rp 9.000 per kg pada November 2020 menjadi Rp 9.300-9.500 per kg Desember 2020 atau sekitar 3,33%-5,56%. Importir harus segera melakukan antisipasi pasokan kedelai lantaran stok belum bisa ditambah dalam waktu dekat seiring dengan masalah pengapalan dan ketersediaan kontainer dunia yang masih terbatas.
Perajin akan melakukan penyesuaian harga tahu dan tempe dengan pergerakan harga kedelai impor, yaitu sekitar 20%. Terlebih, sejumlah perajin tahu dan tempe di berbagai daerah sudah merencanakan mogok produksi pada awal tahun ini sejalan dengan anomali harga kedelai impor, yang belum sanggup disubtitusi oleh produksi lokal.
800 Pelaku Usaha Urus Sertifikasi Halal
Data dari Dinas Perindustrian Kalsel hingga akhir tahun 2020, yang sudah urusi halal ada sekitar 800 pelaku usaha sektor makanan dalam negeri (MD), dan sebanyak 136 yang urusi badan usaha.
Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni, Minggu (3/1) menyatakan, dengan sertifikat halal, SNI, dan MD kepada pelaku industri diharapkan, usaha pelaku Industri dapat lebih maju dan diketahui masyarakat dari sebelumnya
Mahyuni menegaskan, dengan adanya sertifikat halal dan SNI, masyarakat tidak perlu takut lagi dalam membeli produk olahan para pelaku Industri di Daerah Kalsel, dikarenakan sertifikat ini menjamin, produk yang diolah berbahan baku halal.
Namun untuk mendapatkan sertifikat ini, pelaku IKM harus bisa memisahkan, antara Dapur tempat mereka memproduksi makanan untuk dijual, dengan dapur rumah tangga untuk mereka makan sehari-hari, dikarenakan hal ini merupakan satu di antara syarat untuk mendapatkan sertifikat halal.
Sebulan Jual 100 Rak Tanaman Hias
Makin banyaknya yang pelihara tanaman hias, rupanya makin menggiurkan juga bagi pekerja serta pengusaha mebel untuk membuat rak dari kayu olahan untuk tanaman hias.
Rudy Iskandar, Owner Work Shop Kalimantan Ukir, Minggu (3/12) membenarkan, memang tanaman hias lagi tren, sehingga rak kayu untuk tanaman hias juga laku keras.
“Dalam satu bulan ratusan unit yang kami jual. Bahan dasarnya dari Kayu Ulin. Model rak tanaman hias ini saya jual di harga mulai dari Rp. 100 ribu sampai Rp 250.000 tergantung bentuk dan ukuran,” kata Rudy Iskandar.
Wisatawan Tembus 1.500 Orang
Setelah menikmati libur panjang Natal dan tahun baru, hari ini masyarakat berstatus karyawan, aparatur sipil negara dan lainnya, kembali beraktivitas. Terkait itu, pada Minggu (3/1) kemarin, warga membludak memadati objek wisata di Kabupaten Kotabaru.
Satu di antaranya Pantai Gedambaan. Pengelola wisata setempat mencatat sedikitnya 1.200 orang datang bersama keluarga atau pun kerabat. Meski tergolong cukup banyak, namun ternyata angka itu justru lebih sedikit dibanding sehari sebelumnya, Sabtu (2/1). Pengunjung Pantai Gedambaan yang berjarak 14 kilometer dari ibu kota kabupaten itu mencapai 1.500 lebih.
Hal itu dikemukakan Kepala UPT Objek Wisata Pantai Gedambaan, Zulham Fatoni kepada BPost, kemarin.
Februari, Erick Thohir Jajaki Kerja Sama dengan Tesla
Menteri Badan Usaha Milik
Negara (BUMN), Erick Thohir akan menjajaki kerja sama pembangunan industri
baterai mobil listrik di Indonesia dengan Tesla Inc asal Amerika Serikat (AS)
pada Februari mendatang. Indonesia siap menjadi salah satu pemain utama
industri mobil listrik di dunia. Untuk itu, PLN sudah on track dan sudah ikut
dalam konsorsium BUMN untuk pembuatan EV (electric vehicle) battery bekerja
sama dengan perusahaan dari Korea Selatan dan Tiongkok. Erick Thohir juga
menginginkan PLN aktif mengembangkan kompor listrik sebagai salah satu solusi
menekan impor bahan bakar.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya nikel terbesar. Baterai adalah komponen utama dalam produksi mobil listrik. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan, dengan nilai investasi US$ 9,8 miliar atau Rp 142 triliun pusat industri sel baterai terintegrasi dibangun lewat kerja sama konsorsium BUMN dengan LG Group. Menurut Bahlil, tahap awal akan dilaksanakan pada semester I-2021. Dari hasil negosiasi itulah, Bahlil Lahadalia menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan LG Energy Solution di Seoul pada 18 Desember 2020, disaksikan Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Energi Korea Selatan, Sung Yun-mo. Dia menambahkan, konsorsium Indonesia Holding Battery terdiri atas MIND ID sebagai holding BUMN tambang, PT.Aneka Tambang Tbk (Antam), PT PLN (Persero), dan PT Pertamina (Persero). Sedangkan perusahaan asingnya adalah LG Chem dan pabrikan asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL). “Ada dua lokasi pabriknya. Di hulu Maluku Utara dan di hilirnya ada di Batang (Jawa Tengah). PLN menyediakan infrastruktur pendukung KBLBB di Indonesia melalui stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Menurut Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, PLN telah mengoperasikan sekitar 20 unit SPKLU
Bahlil mengungkapkan, pabrik mobil listrik di Bekasi sudah mumulai dibangun pabrikan mobil asal Korea Selatan, Hyundai, di Delta Mas, Cikarang. Pabrik mobil senilai Rp 21 triliun itu akan berproduksi mulai 2022. Selain itu, perusahaan otomotif Jepang, Toyota, berencana investasi US$ 2 miliar. Sekretaris Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan komponen dibuat di Indonesia bisa supply ke Tesla, Hyundai, Toyota, BMW, Marcedes, segala macam. Itu volumenya jauh lebih besar ketimbang mobilnya. Jadi, itu lebih global oriented. GM Marketing Department Hyundai Motors Indonesia (HMID), Astrid A Wijana menuturkan, konstruksi pabrik Hyundai di Cikarang, Bekasi akan rampung akhir 2021.
Trenggono Susun Formula Baru PNBP Sektor Perikanan
Menteri Kelautan dan
Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta jajarannya mengkaji formulasi baru atas
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor kelautan dan perikanan (KP).
Salah satu alasannya, perolehan PNBP saat ini tidak sebanding dengan potensinya.
Trenggono ingin mengubah pendekatan PNBP dari izin menjadi pungutan hasil
perikanan (PHP).
PNBP bidang perikanan tangkap pada 1 Januari-29 Desember 2020 yang hanya Rp 596,92 miliar tidak sebanding dengan estimasi tangkapan ikan sebesar 7,70 juta ton. PNPB dari PRL hanya Rp 9,40 miliar pada periode 1 Januari-29 Desember 2020. Karena itu harus dihitung return-nya. UPT harusnya jadi trigger. Sementara itu, PNBP sumber daya alam perikanan meningkat sehingga PNBP 2020 bisa melampaui capaian 2019. Hingga 31 Desember 2020, PNBP perikanan tangkap yang diterima mencapai Rp 600,40 miliar atau telah melampaui capaian total PNBP 2019 sebanyak Rp 521,37 miliar. Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini menyampaikan, persentase capaian PNBP perikanan tangkap tahun 2020 sebesar 66,69% dari target yang telah ditetapkan Rp 900,30 miliar.
Peningkatan seiring banyaknya permohonan izin perikanan tangkap yang masuk melalui sistem informasi izin layanan cepat (Silat) yang dibuat KKP sejak 2019. Sejak diluncurkan 31 Desember 2019 lalu, sebanyak 8.438 dokumen perizinan usaha perikanan tangkap telah diterbitkan. Dokukumen tersebut terdiri dari 2.499 surat izin usaha perikanan (SIUP), 5.516 surat izin penangkapan ikan (SIPI) dan 423 surat izin kapal pengangkut ikan (SIKPI). Sistem perizinan cepat ini juga sejalan dengan hadirnya UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UUCK) dengan semangat percepatan ddan efektivitas pengurusan izin.
Indonesia Bersiap Jadi Raja Hilir Sawit Dunia
Pemerintah tengah berupaya
mengubah posisi Indonesia dari Raja CPO (minyak sawit mentah/crude palm oil) menjadi Raja Hilir Sawit
pada 2045 mendatang. Terdapat sejumlah kebijakan yang ditempuh pemerintah guna
mewujudkan target tersebut, di antaranya pengenaan bea keluar (duty) dan pungutan ekspor (levy), serta mandatori biodiesel untuk
substitusi solar impor.
Deputi II Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Mushdalifah Machmud menuturkan ekspor produk hilir sawit Indonesia sudah jauh lebih besar dari produk hulu, untuk produk hilir 60-70% dan produk hulu hanya 30-40%. Terdapat kebijakan pemerintah untuk merubah Indonesia menjadi Raja Hilir Sawit dunia, kebijakan lainnya pemberian insentif pajak berupa tax allowance, tax holiday, pembebasan bea impor atas mesin serta barang dan bahan modal. Pemerintah telah menyiapkan tiga jalur hilirisasi industry CPO, Pertama oleopangan (oleofood complex) dengan produk minyak goreng sawit, margarin, vitamin A, vitamin E, shortening, ice cream, creamer dan cocoa butter atau specialty fat. Kedua hilirisasi oleokimia (oleochemical complex) dengan produk biosurfaktan (contoh: produk detergen, sabun dan sampo), biolubrikan (biopelumas) dan biomaterial (contoh bioplastik). Ketiga, hilirisasi biofuel (biofuel complex) dengan produk berupa biodiesel, biogas, biopremium, biovatur dan lainnya. Pemerintah juga akan Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil System /ISPO). Kapasitas produksi industry pengolahan kelapa sawit dan turunannya mencapai 93,50 juta ton pada triwulan III-2020 atau meningkat dari periode yang sama 2019 sebesar 87,05 juta ton. Jenis ragam produknya juga bertambah, dari semula 126 produk pada 2014 menjadi 170 produk pada 2020 yang di dominasi produk pangan dan bahan kimia, dan posisi Indonesia bersaing dengan Malaysia.
Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak
Nabati Indonesia (GIMNI) ) Sahat Sinaga mengatakan, khusus untuk produk oleokimia
posisi Indonesia dan Malaysia hampir sama dari sisi jumlah, Indonesia belum
menjadi Rajar Hilir Sawit karena teknologi dan pengembangan yang belum optimal.
(research and development/R&D).
GIMNI optimistis dengan adanya pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan
Kelapa Sawit (BPDPKS) maka akan mampu meng-encourage
atau mendukung berbagai penelitian sawit. Produk hilir sawit terbagi menjadi
empat, yakni food dan specialty fat, oleokimia, bahan bakar
nabati (BBN), dan biomassa. Produk hilir yang dihasilkan Indonesia dan Malaysia
tidak jauh berbeda (Indonesia 49 produk) dari sisi food dan specialty fat (refinery) jumlah produk Indonesia lebih
banyak (90 produk). Sedangkan dari sisi biomassa (tandan dan cangkang sawit),
Indonesia dan Malaysia masih sama-sama dalam tahap pengembangan. Untuk BBN,
Indonesia adalah leading -nya, BBN
itu di antaranya FAME dan biolubrikan (pelumas sawit)
Aset Konsolidasi IFG Capai Rp 76,2 Triliun
Holding asuransi dan
penjaminan Indonesia Financial Group (IFG) membukukan aset konsolidasi mencapai
Rp 76,2 triliun pada awal 2021, meningkat dibandingkan awal pembentukan pada
medio Maret 2020 sebesar 72,5 triliun. Adapun total premi bruto Rp 18 triliun,
di mana total dana kelolaan konsolidasi holding mencapai Rp 81,8 triliun hingga
saat ini,” jelas Sekretaris Perusahaan IFG Oktarina Dwidya Sistha dalam
keterangan resmi, Jumat (1/1). Direktur Bisnis IFG Pantro Pander Silitonga
menyampaikan, kami bisa menggarap BUMN sebagai grup polis. Pegawainya bisa
lewat employee benefit, tidak tertinggal adalah konsumennya.
Sebagai induk holding, IFG memiliki sembilan entitas anak perusahaan yang fokus pada produk keuangan dan pasar modal, asuransi umum dan penjaminan, serta asuransi jiwa dan kesehatan. Adapun anak perusahaan IFG meliputi PT Jasa Raharja, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Graha Niaga Tata Utama, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Sekuritas, PT Bahana Artha Ventura, dan PT Bahana Kapital Investa.
IFG mengumumkan telah mengantongi
peringkat credit rating idAAA dari lembaga pemeringkat, Pefindo. Pihaknya
sangat bersyukur IFG yang baru dibentuk pada bulan Maret tahun 2020 sudah dapat
mencapai mengukir prestasi yang maksimal berlandaskan prudent dan good governance,”
Sementara itu, Pefindo dalam keterangan resminya menerangkan, peringkat idAAA ini menunjukkan bahwa IFG sebagai BUMN holding asuransi dan penjaminan terbesar di Indonesia diakui memiliki pengelolaan keuangan yang prima.
Hampers Jadi Tren 2021
Tren mengirim hampers kian popular selama pandemi covid-19. Tidak menutup kemungkinan, tren ini terus naik daun sampai 2021. Bagi sebagian orang, hampers menjadi media paling tepat untuk menggantikan tatap muka. Mereka memilih mengirimkan berbagai hadiah dalam bungkus yang menarik.
Lonjakan penjualan memang dirasakan oleh sejumlah penjual hampers di Surabaya. Misalnya saja. Natasha Soehartono yang menyebut kenaikannya mencapai 40 persen. Hal ini semakin terasa saat menjelang hari-hari besar seperti Idul Fitri, Imlek, Natal, dan sebagainya.
Customer paling banyak memesan hampers berisi new normal kit. Selain bernilai guna, hampers ini juga bernilai seni dengan desain kemasan yang cantik. “Untuk costumer kami hampir 85 persen wanita, jadi lebih suka desain yang lucu dan simple. Kami menawarkan desain yang feminim dengan color palette pastel,” kata Natasha.
Kaktus Mini Naik Daun Lagi
Saat ini berbisnis kaktus mini menjadi ladang menghasilkan uang. Penjualan kaktus mini di Gresik menjadi salah satu bisnis rumahan yang mengalami peningkatan di tengah pandemi Covid-19.
Jauhar Arrijani, pemilik usaha kaktus mini rumahan yang diberi nama Little Plants, menjual berbagai ukuran dan varietas kaktus mini. Kaktus mini rumahan yang dikelola memiliki lebih dari 20 jenis. Salah satu di antarannya yang cukup diminati pecinta kaktus adalah jenis Mickey Mouse, dengan kisaran harga Rp 30.000-Rp 40.000 untuk satu kaktus mini.
Jauhar memasarkan kaktus mininya kepada konsumen melalui media sosial sebagai strategi penjualannya. Kaktus mini benar-benar dipercaya memiliki nilai jual yang tinggi dan banyak diincar oleh kalangan milenial. Budaya merawat kaktus mini ini diperkirakan masih terus berkembang dan menjadi buruan pecinta tanaman pada 2021.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









