Ekonomi
( 40460 )Kasus Asabri, Rugi Negara Ditaksir Rp17 Triliun
Kerugian negara akibat kasus dugaan korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri dinilai mencapai Rp17 triliun. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyatakan taksiran kerugian negara dari dugaan korupsi di tubuh Asabri berasal dari komunikasi terakhir dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terkait dengan hasil investigasi.
Direktur Keuangan Asabri, Helmi Imam Satriyono menyebut perusahaan telah melakukan proses audit laporan keuangan tahun buku 2019 sejak Juni 2020. Proses audit itu telah rampung pada Agustus 2020, tetapi sampai saat ini laporan itu belum kunjung dipublikasikan padahal lembaga jasa keuangan akan segera menutup tahun buku 2020.
Pada 2019, Asabri mencatatkan perolehan premi Rp1,47 triliun atau naik 6,12% secara tahunan. Meskipun perolehan preminya meningkat, tanggung jawab pembayaran klaim Asabri turut mengalami kenaikan 1,62% secara tahunan dari Rp1,35 triliun menjadi Rp1,37 triliun. Adapun, beban kenaikan manfaat polis masa depan per 2019 menyentuh Rp1,33 triliun, naik 282,2% secara tahunan.
Transaksi Saham, Ramai-ramai Menyoal Bea Materai
Bisnis, JAKARTA — Tak hanya investor individu, sejumlah manajer investasi dan perusahaan sekuritas ikut angkat bicara atas
rencana pengenaan bea materai atas setiap konfirmasi transaksi saham harian. Ada risiko penerimaan imbal hasil terutama
pada reksa dana exchange traded fund atau ETF.
Sebelumya, Bursa Efek Indonesia mengumumkan bahwa
setiap laporan transaksi atau
trade confirmation (TC) tanpa
batasan nilai nominal yang diterima investor sebagai dokumen
transaksi surat berharga akan dikenakan
bea meterai sebesar Rp10.000 per dokumen.
Hal itu berkaitan dengan ketentuan dalam
Undang-Undang Nomor 10 tahun 2020
tentang Bea Meterai (UU Bea Meterai).
Setelah wacana ini digulirkan, sebuah
petisi dari investor ritel disampaikan lewat platform Change.org agar pemerintah
mengevaluasi lagi kebijakan yang dikeluarkan di tengah euforia naiknya jumlah
single investor identification (SID). Hingga
kemarin sore, petisi sudah diteken lebih
dari 5.000 warganet.
Menurut data BEI, tahun ini jumlah
SID tumbuh 48,82% atau 1.212.930 SID
menjadi 3.697.284 SID per 10 Desember
2020. Untuk SID baru saham, ada 488.088
SID, jumlahnya naik 93,4% dibandingkan
dengan tahun lalu. Total, jumlah investor
saham per 10 Desember adalah 1,59 juta
SID atau setara dengan 44,19% dari jumlah
investor saham di pasar modal Indonesia.
Rata-rata nilai transaksi harian periode
Januari–November 2020 yang mencapai
Rp8,42 triliun, sebanyak 45,9% di antaranya
dikontribusikan oleh aktivitas transaksi yang
dilakukan oleh investor ritel dan tertinggi
sepanjang sejarah.
Keresehan juga disampaikan sejumlah
manajer investasi (MI) yang menilai pemberlakuan bea meterai untuk setiap TC atas
surat berharga di bursa akan mengurangi
potensi imbal hasil di produk reksa dana.
Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich mengatakan risiko
penurunan potensi imbal hasil investasi
reksa dana terutama berkaitan dengan
produk ETF yang ditransaksikan di bursa
Setali tiga uang, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto berpandangan bahwa bea meterai dibebankan kepada investor memang akan sangat memberatkan investor reksa dana kecil dan pemula.
Namun, disebutkannya, dalam UU Bea
Meterai terdapat pengecualian untuk instrumen yang terbitkan oleh kustodian.
Alhasil, Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
perlu memberikan penegasan terkait dengan konfirmasi pembelian, penjualan,
pengalihan dan laporan bulanan untuk
produk reksa dana yang akan dikenakan
bea meterai.
Presiden Direktur RHB Sekuritas Iwanho
mengatakan pihaknya dan Asosiasi Perusahaan Efek sudah memberikan masukan
mengenai skema aturan bea meterai yang
berlaku untuk transaksi bursa. “Hal ini
bisa berdampak ke investor ritel, yang so
far terbukti menjadi salah satu penyokong
indeks kita,” katanya.
Terpisah, Kepala Riset NH Korindo Sekuritas Indonesia Anggaraksa Arismunandar
mengatakan pemberlakuan bea materai
pada setiap transaksi memang akan terasa
cukup memberatkan bagi investor ritel yang
rutin melakukan trading harian dengan
nominal yang tidak besar.
Pengelolaan Utang Negara, Red Notice dari Bank Dunia
Bisnis, JAKARTA — World Bank atau Bank Dunia memberikan alarm untuk pengelolaan fiskal Indonesia yang berisiko
meningkatkan rasio utang. Pasalnya, kebutuhan belanja untuk penanganan pandemi Covid-19 yang besar bakal berlanjut pada
tahun depan. Di sisi lain, prospek penerimaan pajak sejauh ini masih cukup suram.
World Bank
memprediksi defisit
anggaran Pemerintah Indonesia pada
tahun ini mencapai 6% dengan
rasio utang sebesar 37,5% dari
produk domestik bruto (PDB),
lebih tinggi dibandingkan dengan
2019 yang hanya 30,23% dari PDB.
Dengan defisit anggaran yang
tetap dijaga di atas 3% hingga
2022, World Bank memperkirakan
rasio utang Indonesia pada 2022
meningkat signifikan hingga 43%
dari PDB.
Hal itu kemudian berdampak
pada meningkatnya utang publik
dan pembayaran bunga yang diproyeksikan naik menjadi rata-rata
2,4% dari PDB per tahun pada
2021—2022, lebih tinggi dibandingkan dengan 2019 yang hanya
1,7% dari PDB.
Untuk itu, World Bank menyarankan agar pemerintah menyiapkan
strategi untuk menjaga dukungan
fiskal.
Di antaranya adalah menaikkan
tarif PPh orang pribadi berpenghasilan tinggi atau orang kaya,
dan penambahan barang kena
cukai (BKC).
Satu Kahkonen, Direktur World
Bank untuk Indonesia dan Timor
Leste merekomendasikan Pemerintah Indonesia untuk melakukan
reformasi sistem perpajakan sebagai
cara meringankan tekanan fiskal.
Kebijakan perpajakan yang responsif menurutnya sangat diperlukan untuk mendanai penanganan
krisis, menjaga posisi utang, dan
memperluas ruang fiskal di tengah
tekanan pandemi.
Menanggapi laporan World Bank itu, peneliti Indef Bhima Yudhistira mengatakan ada beberapa opsi yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga rasio utang pada tahun-tahun mendatang.
Pertama melakukan realokasi
anggaran lebih konsisten, yakni
mengalihkan penggunaan dana
infrastruktur dan pertahanan pada
APBN 2021 yang cukup besar ke
program vaksinasi.
Kedua mengoptimalisasi penerimaan negara sembari melakukan
evaluasi terhadap insentif perpajakan yang telah dikucurkan.
Ketiga mencari pembiayaan dengan cost of fund yang cukup
rendah, misalnya pinjaman secara
bilateral atau multilateral yang
memiliki tingkat bunga jauh lebih ringan dibandingkan dengan
menerbitkan surat utang.
Pilkada Serentak 2020, Praktik Politik Uang Belum Hilang
Seruan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 yang bersih dan bebas dari praktik politik
uang, belum sepenuhnya terwujud. Lembaga pengawas menemukan sedikitnya 262 dugaan pelanggaran money politic.
Temuan dugaan
pelanggaran politik uang atau
money politic itu
berdasarkan data
yang dihimpun
hingga 17 Desember 2020. Dengan
kata lain, ada potensi tambahan
laporan pelanggaran politik uang
baik yang bersumber dari laporan
masyarakat maupun temuan oleh
Badan Pengawas Pemilihan Umum
(Bawaslu).
Dalam setiap perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
Serentak sejak 2015, Bawaslu mencatat ribuan pelanggaran politik
uang yang dilakukan oleh peserta
Pilkada dengan berbagai modus.
Sebagai gambaran pada
2017, Bawaslu mencatat 910
pelanggaran politik uang.
Anggota Bawaslu Ratna Dewi
Pettalolo mengatakan bahwa
tingkat partisipasi
masyarakat melapor adanya
praktik politik uang di Pilkada Serentak
2020tergolong
tinggi. Dari 262 kasus yang telah sampai
pengkajian dan penyidikan,
terdapat 197 laporan masyarakat
dan 65 kasus merupakan temuan
Bawaslu.
Dari berbagai laporan itu,
katanya sudah ada enam putusan
tindak pidana politik uang yang
semuanya dinyatakan bersalah.
Putusan itu tersebar di Kota
Tarakan Kalimantan Utara,
Kabupaten Berau Kalimantan
Timur, Kota Palu Sulawesi Tengah,
Kota Tangerang Selatan Banten,
Kota Cianjur Jawa Barat masing-masing mendapatkan vonis 36
bulan dan vonis Rp200 juta.
SENGKETA MK
Sementara itu, anggota Bawaslu
Fritz Edward Siregar menyatakan
tahapan Pilkada Serentak 2020
belum selesai kendati
proses penghitungan
suara tuntas.
Dia menuturkan,
semua elemen
pengawas di
daerah masih harus menghadapi proses gugatan
perselisihan
hasil penghitungan suara di
Mahkamah Konstitusi (MK).
Berdasarkan data MK hingga
pukul 19.00 WIB, sudah ada 113
pengajuan permohonan gugatan
perselisihan hasil Pilkada 2020.
Satu peserta Pilkada Seren tak
2020 yang siap bertarung di MK
adalah pasangan Akhyar NasutionSalman Alfarisi yang merupakan
calon wali kota dan calon wakil
wali kota Medan. Gugatan yang
diajukan meminta MK menggelar
pemungutan suara ulang di
1.060 TPS yang
tersebar di
15 kecamatan.
Kedua, kubu Akhyar-Salman juga mencium adanya dugaan pelanggaran penggunaan struktur pemerintah yang dilakukan oleh aparatur penyelenggaraan negara baik pemerintah tingkat pusat maupun pemerintah tingkat daerah yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif.
Ketiga, adanya dugaan pelanggaran terstruktur seperti penggerakan massa pemilih dari luar
daerah untuk menggunakan surat
suara pada saat pemungutan
suara
Impor Gula Mentah, Rembesan Gula Rafinasi Disorot
Adanya rembesan gula rafinasi
untuk industri makanan dan
minuman ke pasar konsumsi
menjadi sinyal bahwa impor
gula mentah yang dilakukan selama ini jauh di atas kebutuhan.
Sekretaris Jenderal DPN
Asosiasi Petani Tebu Rakyat
Indonesia (APTRI) M. Nur
Khabsyin menjelaskan bahwa
gula rafinasi yang diedarkan
sebagai gula konsumsi dikemas dalam plastik berwarna
putih dengan ukuran 1 kilogram.
Penggantian karung gula
rafinasi dan gula konsumsi
pun menjadi salah satu modus yang banyak digunakan.
Oleh karena itu, APTRI
mengharapkan pemerintah
meninjau kembali pelaksanaan revisi Permendag 1/2019.
Di sisi lain, Asosiasi Gula
Indonesia (AGI) berpandangan perlu adanya pendataan
mengenai realisasi impor gula
mentah yang dialokasikan
untuk memenuhi kebutuhan
konsumsi guna menyikapi
temuan rembesan gula rafinasi di pasar.
Direktur Eksekutif AGI Budi
Hidayat mencatat sejak September 2019—Maret 2020,
pemerintah telah menerbitkan
persetujuan impor 786.502
gula mentah untuk kebutuhan
konsumsi. Sebanyak 252.630
ton di antaranya dilaporkan
telah terealisasi 100% per 1
April 2020 ketika harga gula
menyentuh Rp19.000 per kilogram di tingkat eceran akibat
pasokan yang berkurang.
Budi pun mengemukakan
bahwa dia belum menerima
laporan soal temuan rembesan gula tersebut. Meski
demikian, dia tak memungkiri
jika pasokan gula cenderung
memadai.
Ekspor Kolang Kaling Raya Simalungun Naik 100 Persen
Pertumbuhan ekspor kolang-kaling Raya, Kabupaten Simalungun kian membaik. Permintaan dari luar negeri naik 100 persen.
“Kami tetap jaga kualitas kolang-kaling. Nilai ekspor dalam sebulan terakhir melebihi target pemasaran, naik dari 20 ton menjadi 40 ton,” kata Reno Karno Saragih, agen pengumpul kolang-kaling di Raya, Senin (21/12).
Kolang-kaling Raya pada mulanya diekspor ke Filipina dan Vietnam. Guna memaksimalkan pemasaran, diperluas ke Singapura dan Thailand. Untuk bisa mencukupi permintaan luar negeri, pihak Reno berusaha mengumpulkan kolang-kaling dari berbagai daerah bahkan dari luar Kabupaten Simalungun.
Masuknya komoditi kolang-kaling Raya ke luar negeri setelah dijalin kerjasama dengan PT Furnindo Sagala Perkasa yang berkantor pusat di Tanah Tinggi-Jakarta. Kualitas kolang-kaling Raya tidak diragukan lagi sehingga diminati konsumen dari luar negeri.
Bangun Pusat Riset Herbal di Toba Luhut Gandeng Dua Kampus China
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan membangun pusat riset tanaman herbal di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.
“Dari Pak Luhut, inisiatif pribadi beliau, beliau akan buat sekitar 500 hektare di Toba untuk kebun herbal, “ kata Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi Septian Hario Seto dalam webinar di Jakarta, Senin.
Seto menuturkan untuk mendukung rencana tersebut, Luhut pun telah berkomunikasi dengan dua universitas asal China yang terkenal akan riset tanaman herbalnya, yakni Zhejiang Chinese Medical University dan Yunnan University.
Luhut juga disebutnya akan mengundang produsen obat herbal eksisting seperti Dexa-Medica atau perusahaan lainnya untuk ikut melakukan kerja sama riset.
Dalam kunjungan kerjanya ke China Oktober lalu, Luhut yang bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi membahas kerja sama pengembangan pusat konservasi, penelitian dan inovasi tanaman obat China-Indonesia di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Bank Kalsel Siap Laksanakan Perintah Jokowi untuk Percepat Akses Keuangan Daerah Melalui Mekanisme Ekosistem Keuangan Daerah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) hari ini. Kamis (10/12/2020). Rakornas ini diselenggarakan memuat beberapa agenda, seperti diskusi interaktif, peluncuran roadmap TPAKD 2021-2025, penyampaian arahan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemberian penghargaan TPAKD 2020.
Pada rakornas tersebut, Presiden Jokowi meminta agar TPAKD menghadirkan inovasi sesuai dengan karakter kelompok-kelompok sasaran. “TPAKD harus lebih aktif terlibat untuk mendorong pendirian kelompok-kelompok usaha, kelompok-kelompok tani, terutama koperasi.”
Menjawab arahan Presiden Jokowi, Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan Ekosistem Keuangan Daerah (EKD) sebagai salah satu cara untuk mendukung percepatan akses keuangan daerah. “Bank Kalsel siap laksanakan arahan Presiden Jokowi, dengan penerapan EKD. Kami juga siap mendukung dan bersinergi dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso maupun Mendagri Tito Karnavian untuk bersama menerapkan arahan tersebut.”
Konsep ini telah disetujui oleh Pemprov Kalsel yang disisipkan dalam Rancangan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Tentang Optimalisasi Penerimaan Pendapatan Daerah dan draftnya telah disampaikan ke Kemendagri untuk dikaji lebih dalam. “Harapannya konsep EKD ini dapat segera terealisasi, “ tutup Agus.
Untuk diketahui, konsep EKD yang diinisiasi oleh Agus Syabarrudin dapat memberikan benefit bagi masyarakat luas yang terlibat langsung maupun tidak langsung,.
QRIS Kalsel Capai 53.716 Merchant
Quick Respons Indonesian Standard (QRIS) terus alami pertumbuhan seiring digitalisasi transaksi terlebih di masa pandemi.
Di pengujung 2020, jumlah merchant QRIS secara nasional sebanyak 5.459.644 merchant dan di Kalimantan sebanyak 240.418 merchant atau 4,4 persen dari jumlah nasional. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 8.48 persen dari Oktober 2020 yang tercatat sebesar 49.517 merchant.
Sementara, Transaksi Real-Time Gross Settlement (RTGS) di Kalsel pada November 2020 secara nominal mengalami kontraksi sebesar 7,50 persen, lebih rendah dibandingkan Oktober 2020 yang tumbuh sebesar 6.09 persen.
Selanjutnya transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) pada November 2020 secara nominal dan volume mengalami kenaikan sebesar 21,15 persen dan 21,70 persen apabila dibandingkan Oktober 2020. Hal ini sejalan dengan meningkatnya konsumsi LNPRT menjelang Pilkada 2020.
Transaksi ATM Debet di Kalsel pada Oktober 2020 secara nominal dan volume mengalami kenaikan sebesar 20,91 persen dan 14,77 persen, transaksi kartu kredit secara nominal maupun volume pada Oktober 2020 mengalami kenaikan sebesar 18,3 persen dan 32,7 persen bila dibandingkan dengan September 2020.
Khofifah Gagas Rumah Ekspor Center
Geliat ekspor asal Jawa Timur terus meningkat, baik produk UMKM maupun produk pertanian. Tercetus rencana Pemprov Jatim bersama Kementerian Perdagangan membuat pilot project Rumah Export Center tahun 2021, yang akan dibuka di Jatim.
Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, terus berupaya meningkatkan kualitas produk-produk ekspor asal Jatim baik produk UMKM maupun produk pertanian. Selain memberikan pelatihan, rencananya pada Januari Tahun 2021 mendatang, Pemprov Jatim bersama Kementerian Perdagangan akan membuat pilot project yakni Rumah Export Center yang akan dibuka di Jatim.
Menurutnya, pada tahun ini ekspor sektor pertanian Jatim sejumlah 2.144 milliar ton atau senilai Rp. 39 Triliun Kemudian sektor non pertanian sebesar 48.495 ton senilai Rp 13 Triliun, sehingga total ekspor komoditas pertanian Tahun 2020 senilai Rp 52 Triliun. “Kami berharap ke depannya performa ekspor sektor pertanian terus meningkat dari tahun ke tahun. “ pungkasnya.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









