;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Survei Home Credit: Belanja Online Marak Selama Pandemi

07 Jan 2021

Pandangan yang menyatakan era industri ritel sudah berlalu tampaknya sudah menjadi anggapan umum banyak orang. Bahkan, topik pencarian frase “akhir dari belanja offline” di Google News pun memberikan puluhan juta referensi berita. Padahal, kondisi yang sebenarnya jauh lebih kompleks dari apa yang kita lihat. 

Hal ini terlihat dari survei perilaku belanja pelanggan yang dilakukan PT Home Credit Indonesia dalam dua pekan terakhir Agustus 2020 terhadap lebih dari 2.500 responden di Indonesia. Survei ini dilakukan untuk mendapatkan sejumlah pemahaman seperti produk apa saja yang banyak dibeli pelanggan di berbagai outlet; seberapa sering pelanggan berbelanja; hingga jenis pembayaran yang mereka gunakan.

“Survei ini tidak hanya memberikan informasi mengenai volume transaksi yang dilakukan di toko tradisional dan transaksi yang dilakukan secara online. Lebih jauh lagi, survei ini memberikan informasi tentang alasan mengapa pelanggan memilih cara belanja, baik secara konvensional maupun online serta bagaimana mereka mengambil keputusan dalam cara mereka berbelanja,” terang President Director PT Home Credit Indonesia Animesh Narang dalam keterangan tertulis, Rabu (6/1/2021).

Survei Home Credit berhasil mengungkap data dan wawasan mengenai preferensi customer dalam berbelanja baik ke gerai ritel modern, pasar tradisional, serta beragam toko online. Survei yang sama juga menunjukkan bahwa metode pembayaran cash-on-delivery (COD) masih banyak digunakan di toko online, disusul oleh kartu debit, atau transfer antarbank. 

Di sisi lain, hasil yang cukup berbeda juga terlihat dari penggunaan layanan keuangan seperti pembayaran tagihan atau cicilan, yang ternyata masih banyak dilakukan di minimarket modern serta digunakan secara berkala oleh sepertiga pelanggan yang disurvei

Hal ini bisa juga menjadi indikasi bahwa pemilik gerai belanja modern seperti supermarket mungkin tidak perlu fokus menawarkan produk makanan untuk menarik pelanggan baru dan tetap. Sebaliknya, mereka harus fokus ikut berpartisipasi dalam persaingan online. 

Survei Home Credit menunjukkan bahwa 79% orang Indonesia pernah berbelanja secara online dalam 3 bulan belakangan sebelum mengikuti survei. Hal ini menunjukan bahwa layanan e-commerce semakin penting akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama pandemi dan diprediksi terus berkembang ke depannya. Belanja online banyak dipilih oleh pelanggan untuk produk fashion, perhiasan, furniture/dekorasi rumah, dan gadget elektronik.

Sementara itu, proses digitalisasi telah mengubah perilaku konsumen dalam berbelanja dengan adanya pilihan yang lebih beragam, yang mempengaruhi pengambilan keputusan, tuntutan harga untuk semakin kompetitif, serta mendorong persaingan dengan pasar tradisional. Animesh menjelaskan, implikasinya bagi bisnis adalah untuk mendiversifikasi pilihan metode pembayaran dan pembiayaan mereka, baik dalam platform belanja online maupun offline. 

Pemulihan Ekonomi Nasional, Industri Karet Menggeliat

07 Jan 2021

Industri karet pada awal 2021 mulai diterpa sejumlah sentimen positif yang meningkatkan prospek komoditas bahan baku manufaktur tersebut. Ketua Umum Dewan Karet Indonesia (Dekarindo), Azis Pane menyatakan kondisi industri pada awal 2021 mendapatkan berkah dari perbaikan manufaktur China dan penyakit gugur daun karet. Permintaan pada Januari 2021 telah naik sekitar 5%—6% dari kondisi normal. Menurutnya, hal itu dipicu naiknya permintaan ban dari Negeri Panda, sekitar 5%—10% pada awal tahun. 

Di Indonesia, produksi karet alam turun sekitar 1,8% secara tahunan menjadi sekitar 707.000 ton. Adapun, penurunan volume produksi terbesar terjadi di Malaysia, yakni merosot 4,37% ke kisaran 153.000 ton. Volume produksi karet alam Thailand pun ikut merosot 2,98% menjadi 1,23 juta ton. Hanya India yang mencatatkan pertumbuhan positif atau sebesar 0,85% menjadi 235.000 ton. 

Menurut Aziz yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia, saat ini utilisasi pabrikan ban nasional berada pada kisaran 70%—80%. Sebelumnya, pandemi Covid-19 membuat utilisasi pabrikan selama April—September 2020 anjlok ke kisaran 64%.


Potensi Pertanian Daerah, Budi Daya Porang Menjanjikan

07 Jan 2021

Budi daya porang menjadi salah satu usaha pertanian dengan potensi yang cukup besar sebagai komoditas andalan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Selama ini, porang yang merupakan salah satu tanaman umbi-umbian ini tidak banyak dilirik sehingga belum tergarap dengan baik. Padahal, porang memiliki peluang yang cukup besar menjadi komoditas andalan ekspor dan bernilai jual tinggi. Kepala Bidang Produksi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Bali I Wayan Sunarta mengatakan pada tahun ini Bali berencana mengekspor 5.000 ton porang ke China. Ekspor ini merupakan komoditas baru yang dijajaki Bali untuk diperdagangkan ke luar negeri. 

Menurut dia, Jawa juga melakukan ekspor umbi porang dalam bentuk tepung hingga keripik. “Tanaman porang jadi komoditas baru untuk diekspor tahun ini. Kami sudah MoU eksportir 5.000 ton ke China. Tantangannya sekarang terkait ketersediaan produk, karena pengepul dari Jawa juga berburu produk ke Bali,” katanya kepada Bisnis, Selasa (5/1). 

Di Kalimantan Timur, budi daya porang juga menjadi salah satu usaha pertanian dengan potensi yang cukup menjanjikan. Temang Dwi HP, seorang pengusaha kuliner di Balikpapan, bahkan melirik potensi porang dengan serius sejak Agustus 2020. “Potensi bisnisnya, satu pohon rata-rata menghasilkan 2 kilogram dalam dua musim dan 1 hektare akan menghasilkan 80 ton,” ujarnya, Senin (4/1). Dia menjelaskan untuk porang kering per kilogram dapat dijual seharga Rp65.000, sedangkan untuk kondisi basah per kilogram dijual dengan harga Rp8.000— Rp15.000. Dengan kata lain, penghasilan dari komoditas porang ini bisa mencapai Rp800 juta.

Namun demikian, dia mengungkapkan modal penanaman porang tergolong tinggi karena biaya bibit dan perawatan untuk pupuk cukup besar dalam 1 hektare (ha) lahan dengan masa panen 2 tahun. “Satu hektare membutuhkan sekitar Rp157 juta, tapi potensinya sangat menjanjikan,” katanya. Dia memaparkan penanaman dengan sistem tanam tumpang sari membutuhkan 15.000 tanaman untuk 1 ha lahan

Kepala Karantina Pertanian Balikpapan Abdul Rahman sebelumnya mengatakan potensi porang sangat tinggi karena peminatnya cukup banyak. Porang, seperti halnya umbi-umbian lain, mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan. Karbohidrat merupakan komponen penting pada umbi porang yang terdiri atas pati, glukomannan, serat kasar, dan gula reduksi. 

Diplomasi Ekonomi 2021 Fokus Kesehatan dan Investasi

07 Jan 2021

Kementerian Luar Negeri akan memfokuskan diplomasi bidang ekonomi 2021 untuk dukungan sektor kesehatan dan investasi. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan hal ini dalam jumpa pers awal tahun 2021, Rabu (6/1).

Prioritas bidang kesehatan pertama adalah merealisasikan komitmen pembelian vaksin melalui kerjasama bilateral maupun multilateral, kerjasama membangun industri kesehatan nasional, industri bahan baku obat farmasi maupun alat kesehatan. Penguatan kerjasama pengembangan riset dan transfer teknologi dan SDM di bidang kesehatan, penguatan sistem dan mekanisme kerja kesiapsiagaan menghadapi pandemi yang akan datang baik di tingkat nasional kawasan dan global.

Kementerian Luar Negeri juga akan terus mendorong perluasan masuknya investasi ke Indonesia, perluasan akses pasar atas produk ekspor dan integrasi ekonomi kawasan melalui ratifikasi dan implementasi Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agrement (CEPA), implementasi Indonesia-Australia CEPA, finalisasi Indonesia-European Union (IEU CEPA) dan Indonesia-Turkey CEPA.


Vaksin 30 Juta Dosis Siap Hingga Maret

07 Jan 2021

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan sebanyak lebih dari 30 juta dosis vaksin Covid-19 sudah bisa didistribusikan hingga Maret 2021.

Target distribusi vaksin ke daerah sepanjang Januari ini sebanyak 5,8 juta vaksin. Pada Februari 2021 target vaksin yang sudah terdistribusikan bisa sebanyak 10,45 juta vaksin. Sementara pada Maret didistribusikan kembali sebanyak 13,3 juta dosis vaksin.

Saat ini Indonesia telah memiliki stok 3 juta dosis vaksin produksi Sinovac, Vaksin tersebut telah mulai didistribusikan bersamaan dengan proses pemberian izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, pendistribusian vaksin telah dilakukan sejak Minggu (3/1) ke 34 provinsi. Dia menyatakan, proses vaksinasi bisa dilakukan setelah BPOM mengeluarkan EUA.


Gunakan Susu Resep Khusus

07 Jan 2021

Mi susu merupakan perpaduan antara cita rasa western dan sajian lokal Indonesia. Rasa yang ditawarkan cukup unik, yakni gurih dan creamy. Maklum, kebanyakan mi diolah pedas sehingga sedikit banyak ada kejenuhan market.

Olahan unik ini disajikan Meipan Zuzuzu yang berlokasi di Royal Plaza Surabaya. Outlet ini diinisiasi oleh Lucky Chandra, Bambang Sugiarto, Chris Albion, dan James Soetanto. “Ini merupakan mi susu pertama di Indonesia. Mungkin ada yang lain, tapi kami spesialisasinya, “ Lucky Chandra, Rabu (6/1).

Chris Albion menyebutkan, ada dua varian mi susu yang ditawarkan, yakni original dan pedas. Ke depan, akan ada inovasi menu baru seperti mie susu curry setelah beberapa kali kami mendapatkan masukan positif dari kastamer.

Melalui ini, Miepan Zuzuzu dapat membantu perindustrian mi menjadi booming kembali. “Harganya sangat terjangkau, Dengan diferensiasi ini, semoga Industri mie lebih terangkat,” tambahnya.


Lion Air Layani Surabaya-Ternate Nonstop

07 Jan 2021

Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group meningkatkan frekuensi penerbangan untuk rute Surabaya Ternate - Surabaya. Kini rute Lion Air Surabaya - Ternate - Surabaya ada setiap hari.

Sebelumnya, sejak penerbangan perdananya pada 23 November 2020 lalu, rute Lion Air Surabaya - Ternate Surabaya hanya 3 (tiga) kali dalam seminggu, yaitu Senin, Rabu, Jumat.

“Melihat antusias dan geliatnya pariwisata di Ternate, maka kini frekuensi penerbangan Lion Air untuk rute Surabaya - Ternate - Surabaya kami tambah, yakni menjadi 1 (kali setiap hari atau 7 kali dalam sepekan, “ ujar Corporate Strategic, Danang Mandala Prihantoro saat dikonfirmasi Surya, Rabu (6/1).

Danang menjelaskan, pada layanan itu, penerbangan penumpang berjadwal langsung (non-stop) dari Surabaya melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo. Jawa Timur (SUB) ke Bandar Udara Sultan Babullah di Ternate, Maluku Utara (TTE).


Promo Weekend Hingga Aplikasi Kurir

07 Jan 2021

Manajemen PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman dan logistik, melakukan kunjungan ke Redaksi Tribun Timur, Jl Cendrawasih nomor 430, Makassar, Rabu (6/1) kemarin.

“Tahun 2021 JNE akan lebih memperluas jaringan. Termasuk menghadirkan promo-promo setiap weekend dan bulan,” ujarnya.

Dengan kehadiran beragam promo weekend dan bulan ini, ia berharap dapat memudahkan konsumen dalam menggunakan layanan JNE, sekaligus mendorong strategi bisnis yang dijalankan. Selain promo menarik, inovasi lainnya adalah aplikasi kurir untuk order makanan.


Harga Cabai Rawit "Pedas" di Awal 2021

07 Jan 2021

Dinas Perdagangan (Disdik) Kota Makassar mencatat adanya kenaikan komoditas pangan di sejumlah pasar tradisional yang ada di Makassar. Ada dua komoditas yang mengalami kenaikan harga di awal tahun 2021 ini, diantaranya Cabai Rawit, dan Bawang Putih.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan (Desdag) Kota Makassar Sri Rezeki, mengatakan kenaikan harga komoditas ini dipengaruhi faktor cuaca. Musim hujan yang mengguyur seluruh wilayah Sulawesi Selatan membuat panen para petani gagal, yang membuat produksinya berkurang.

Dari data Dinas Perdagangan Makassar bawang putih mengalami kenaikan harga diangka Rp30 ribu per kilogram sebelumnya Rp 26 ribu. Begitu pun harga cabai rawit Rp 50 ribu perkilogram, sebelumnya Rp 35 ribu.


Realisasi Penyaluran KUR di Sumut Rp 7.438 Triliun, Debitur Sebanyak 198.705

07 Jan 2021

Sejak Januari hingga Nopember 2020, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sumatera Utara mencapai Rp 7,438 triliun dengan jumlah 198.705 debitur.

Hal itu disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional (OJK KR) 5 Sumbagut, Yusup Ansori di Medan, Rabu (6/1).

Yusup mengatakan realisasi SKIM KUR tertinggi disalurkan ke sektor Mikro sebesar Rp4,828 triliun dengan 159.790 debitur menyusul usaha kecil Rp 2,373 triliun dengan 11.725 debitur, super mikro Rp232 miliar lebih dengan 25.612 debitur dan TKI Rp4 miliar dengan 578 debitur.

Jadi dari jumlah kabupaten/ kota di Sumut yang menerima KUR yakni 1 kotamadya Medan dan 16 kabupaten atau total 17, ungkapnya.